Tak sekadar berjalan di atas rel yang membentang, kereta api tentunya membutuhkan pendampingan dan pemantauan setiap gerakan yang dilakukan. Masinis sebagai operator yang menggerakkan laju kereta api tentu sudah mendapat perintah dari pengendali pusat yang selalu update.
Informasi yang diberikan juga dijelaskan oleh tim yang bekerja mengendalikan seluruh jalur kereta api di wilayah masing-masing. Seperti halnya wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta yang memiliki perjalanan kereta api sangat padat. Karena saat memasuki perkotaan, pertemuan mulai dari kereta api jarak jauh hingga lokal sampai dengan komuter di pantau dan di atur oleh satu pengendali yang terpusat di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.
Ya, Pusat Pengendali Operasi atau OCC (Operation Control Centre) Manggarai yang merupakan sistem centralized operation berupa CTS (Centralized Traffic Supervised) yang berguna untuk memonitor seluruh pergerakan kereta dan kesesuaian jadwal kereta antara planning dan actual di seluruh Daop 1 Jakarta. OCC Manggarai yang berupa CTS, tidak memiliki akses untuk mengontrol sistem persinyalan yang dilakukan di setiap stasiun. CTS ini hanya dapat menyupervisi sistem persinyalan di seluruh stasiun yang terkoneksi ke OCC.
OCC Manggarai ini merupakan terbesar dan tercanggih di Asia Tenggara. Dalam sistem perkeretaapian, OCC berfungsi melakukan monitoring perjalanan kereta api secara terpusat, sehingga keamanan dan ketepatan waktu, serta jumlah perjalanan kereta menjadi sangat optimal. Dibangun oleh PT Len Industri (Persero), OCC Manggarai ini merupakan yang ke-5 dari 9 unit OCC yang harus ada di Pulau Jawa, sehingga semua perjalanan kereta di Pulau Jawa bisa dimonitor secara terpusat.
Selain itu, memiliki tingkat kompleksitas tinggi yang memadupadankan berbagai sistem interlocking yang ada saat ini di Jakarta, menjadi 1 tampilan dalam sebuah layar supervisi. Keunggulan dari sistem proyektor adalah memiliki life time yang lebih panjang dari pada sistem monitor LED yang digunakan pada sistem existing saat ini. Kemudian tampilan status layout stasiun yang muncul pada sistem existing belum terintegrasi antar penyuplai sistem interlocking, masih bawaan vendor (asing) masing-masing yang berbeda-beda.
Dalam situasi tidak normal atau darurat seperti gangguan sinyal, kerusakan jalur, atau kondisi cuaca ekstrem, Pusat pengendali berfungsi sebagai “otak” pengelolaan operasional perjalanan kereta api serta pusat komando untuk mengambil keputusan cepat dan tepat guna meminimalkan dampak terhadap perjalanan kereta api. Bekerja 24 jam tanpa henti tentu saja untuk memastikan bahwa setiap perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan aman dan tepat waktu.
Dalam hal penyampaian informasi, tim di Pusat Pengendali berkomunikasi langsung dengan petugas lapangan, seperti masinis, petugas stasiun, dan teknisi, untuk memastikan tindakan perbaikan atau penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. Dalam situasi tertentu, mereka dapat mengatur ulang lintas perjalanan dan jadwal keberangkatan agar operasional kereta api tetap berjalan meski terjadi gangguan.
Bersama tim pelayanan penumpang, Pusat Pengendali memastikan informasi terkini terkait gangguan dan jadwal alternatif segera disampaikan kepada penumpang untuk mengurangi ketidaknyamanan. Tentu dengan kerja keras dan dedikasi para petugas di pusat pengendali, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) berkomitmen memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat. Kesiapan dalam menangani situasi tidak normal adalah bagian dari upaya KAI untuk memberikan layanan terbaik kepada penumpang.
Mengenal Sistem Persinyalan Kereta Api di Indonesia, Ini Cara Kerjanya
