Ada Kereta Penggaris atau Kereta Ukur? Yuk Kenali Lebih Dekat

0
Kereta ukur buatan PT INKA (inka.co.id)

Kereta Luar Biasa atau KLB, Kereta Api Jarak Jauh atau KAJJ, Kereta Commuter hingga kereta lokal pastinya semua orang sudah mengenalinya. Tapi tahukah Anda bahwa ada Kereta Penggaris? Ini adalah kereta ukur jalan rel atau KUJR yang merupakan kendaraan inspeksi pengukuran rel yang berjalan untuk menguji beberapa parameter pengukuran pada lintasan tanpa mengganggu operasional kereta reguler.

Baca juga: PT KAI Operasikan “Kereta Luar Biasa,” Ini Dia Aturannya

Disebutkan dalam Undang-undang No.23/2007 tentang Perkeretaapian, KUJR merupakan bagian dari jenis sarana khusus. Fungsinya adalah melakukan pengukuran terhadap beberapa parameter yakni parameter posisi, kelengkungan, kesejajaran batang rel, keluwesan jalan rel, kelandaian, peninggian jalan dan faktor lainnya.

Nah sejak kapan kereta penggaris atau kereta ukur ada? Dikutip KabarPenumpang.com dari Instagram Ditjen Perkeretaapian, berikut adalah sejarah dari kereta penggaris yakni tahun 1925 Chemins de fer de I’Est menggunakan kereta penggaris dengan membawa alat pengukur percepatan atau akselerograf. Di mana akselerograf ini akan merekam pergerakan horizontal dan vertikal serta gerakan menggelinding.

Alat ini dilengkapi juga dengan alat untuk merekam patok kilometer dan stasiun. Tahun 1927, Atchison, Topeka dan Santa Fe Railway memiliki kereta ukur jalan rel. Mereka menggunakan teknologi giroskop yang dikembangkan oleh Sperry Corporation. Kemudian dua tahun kemudian tepatnya 1929, Jerman mengoperasikan kereta ukur rel pertama mereka.

Sedangkan tahun 1977 GC-1 milik Southern Pacific merupakan kereta ukur pertama yang menggunakan 12 roda pengukur yang terhubung dengan alat ukur regangan dan komputer serta menghasilkan keluaran berupa lembatang sebar untuk menghasilkan gambaran yang jelas tentang kondisi jalan kereta api bagi operatornya.

Lalu 1981 Encyclopedia of North American Railroads menyebutkan bahwa kereta ukur ini tercanggih di Amerika Utara. Indonesia memiliki KUJR EM-120 dan ini adalah milik PT KAI yang merupakan buatan Austria tahun 1995. Kemudian ada Kereta Ukur Ciremai yang dibuat PT INKA tahun 2014 dan dilengkapi teknologi alat ukur geometri atau Track Geometry Measurement System (TGMS old) dan alat ukur ketinggian kawat LAA atau Overhead Wire Measurement System (OWMS).

Baca juga: Inilah Interior Kereta Pasca Pandemi, Hadirkan Fleksibilitas Bagi Penumpang

Ada pula Kereta Ukur Galunggung yang dibuat PT INKA tahun 2016 yang dilengkapi dengan teknologi yang sama dengan Kereta Ukur Ciremai. Sedangkan tahun 2017 ada Kereta Ukur Sumatera yang juga memiliki teknologi sama dengan dua kereta ukur lainnya. Sedangkan Kereta Ukur Sulawesi yang dibuat INKA pada 2017 menggunakan rel 1435 mm yang dilengkapi dengan alat ukur geometri jalan rel, alat ukur ketinggian dan devisiasi kawat LAA.

Leave a Reply