Ada Teknologi Jepang di Balik Kereta Komuter Pertama Bangladesh

0
Kereta metro pertama di Bangladesh (thepolicytimes.com)

Dalam acara peninjauan enam gerbong MRT Dhaka yang diproduksi oleh Kawasaki Heavy Industries, Duta Besar ITO dalam sambutannya mengatakan, “Hari ini, kita selangkah lebih dekat dengan penyelesaian proyek bersejarah ini. Ketika orang-orang Bangladesh melihat kendaraan berlistrik ini berjalan di Dhaka, mereka akan menyadari awal dari era baru Bangladesh”.

Baca juga: Mengenal Sonar Bangla Express, Kereta di Bangladesh dengan Rangkaian Gerbong Produksi PT INKA

Proyek tersebut telah mengatasi sejumlah tantangan berat, mulai dari serangan teror yang mengerikan hingga krisis pandemi saat ini. Kereta MRT tersebut memiliki warna warna tradisional Bangladesh dan akan beroperasi di kota Dhaka dengan teknologi dari Jepang.

Duta besar ITO mengatakan, ini melambangkan perubahan wajah Dhaka dengan MRT Dhaka sebagai pelopor pembangunan infrastruktur transportasi kota. Ada pun spesifikasinya, mobil terbuat dari stainless steel yang ringan dan memiliki daya tahan tinggi.

Bahkan demi keselamatan penumpang, dilengkapi dengan kamera CCTV interior dan kamera CCTV eksterior. Gerbang tiket otomatis akan menggunakan “Rapid Pass” dengan chip Felica yang dikembangkan oleh Sony, sehingga penumpang yang melewati gerbang hanya dengan menyentuhnya.

Selain itu, kereta ini memiliki sistem Kontrol Kereta Berbasis Komunikasi (CBTC), yang merupakan sistem persinyalan mutakhir oleh Nippon Signal. CBTC menggunakan komunikasi radio yang memungkinkan lalu lintas kereta kepadatan tinggi untuk beroperasi. Ada satu lagi teknologi Jepang – Energy Storage System (ESS) dari Toshiba.

Sistem ESS menyimpan listrik regeneratif dengan pengereman kereta dan memasoknya ke kereta secara efisien. Sistem ini berperan dalam penghematan energi dan biaya perawatan yang lebih rendah untuk perangkat pengereman.

Ada enam jalur yang sepenuhnya ditinggikan dengan panjang total sekitar 20 km dengan 16 stasiun, menghubungkan pusat Dhaka dari utara ke selatan. Ini akan menghubungkan Uttara Utara ke Motijheel dalam 36 menit.

Baca juga: Pekerja dan Bahan Didatangkan dari Cina, Proyek Jembatan Kereta di Bangladesh Terhambat

KabarPenumpang.com melansir thepolicytimes.com (13/5/2021) perusahaan Jepang telah mendapatkan kontrak untuk pembuatan dan pengiriman kereta, pembangunan depo kereta dan bangunan stasiun, pekerjaan konstruksi utama dari bagian penting di jalur utama, dan pasokan peralatan utama seperti sistem persinyalan dan gerbang tiket. Kawasaki Heavy Industries akan memproduksi 144 gerbong kereta. Batch pertama (enam gerbong) dikirim dari pelabuhan Kobe pada 3 Maret dan tiba di Dhaka pada 21 April.