Airbus Tidak Rilis Katalog Harga, Ada Apa?

Sumber: Airbus

Menurut laporan dari media baru-baru ini, produsen pesawat asal Eropa, Airbus, menghentikan kebijakan penerbitan katalog harga untuk lini produknya. Di tahun-tahun sebelumnya, pihak Airbus telah merilis daftar harga untuk pesawatnya dan hampir tidak pernah absen setiap tahunnya, tetapi kebijakan berbeda diterapkan Airbus mulai tahun ini, dimana mereka sejauh ini belum merilis katalog harga pesawat untuk tahun 2019. Perusahaan menekankan bahwa katalog harga tidak mencerminkan nilai aktual dari sebuah transaksi yang diselesaikan.

Baca Juga: Airbus A330-900NEO Pesanan Perdana Lion Air Tuntaskan Test Flight

“Katalog harga relatif tidak berarti bagi kami – Anda bisa melihat kami tidak merilisnya tahun ini,” tutur Chief Commercial Officer dari Airbus, Christian Scherer pada pagelaran Paris Air Show 2019 yang lalu. Sementara itu, jalur pemasaran konvensional tetap dipraktikan oleh rival abadinya dari Amerika, Boeing. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman aerotime.aero (3/7/2019), pada salah satu ajang kedirgantaraan terbesar di dunia tersebut, Boeing memperbaharui katalog harganya, sedangkan pembaruan terakhir katalog harga dari Airbus dilakukan pada tahun 2018 silam.

Ya, penerbitan katalog harga setiap tahunnya sudah menjadi praktik umum bagi kedua raksasa ini. Dalampembaruan terakhirnya, pihak Airbus menaikkan harga rata-rata dari pesawat komersialnya sebanyak dua persen yang mulai efektif berlaku tertanggal 1 Januari 2018 kemarin.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, katalog harga dapat menjadi patokan awal bagi para pembeli poetensial untuk menentukan besaran budget yang harus mereka keluarkan untuk membeli varian baru. Beberapa variabel lain terkait pembelian juga dapat diukur melalui katalog harga, seperti diskon, deposit biaya, bea pra-pengiriman, dan lain-lain.

Baca Juga: Tersebar Isu Soal Kenyamanan Penumpang, Terlalu Dinikah Airbus Luncurkan A321XLR?

Namun, dampak diskon serta variabel lain yang sangat bervariasilah – dimana ini akan mempengaruhi harga akhir yang pada akhirnya membuat Christian Scherer mengatakan bahwa katalog harga menjadi tidak terlalu penting dan tidak selamanya relevan dengan hasil akhir. Jika dilihat dengan sudut pandang sederhananya, untuk apa seorang pedagang di pasar membuat daftar harga apabila selama proses jual beli tersebut ada tahap tawar-menawar dari sisi pedagang dan pembeli? Mungkin gambaran sederhananya seperti itu.