Akhir 2021, Startup Hong Kong Luncurkan Layanan Drone Penumpang Pertama! Target Selanjutnya Indonesia

0
Drone yang akan digunakan untuk layanan mobilitas udara perkotaan atau layanan drone penumpang oleh startup Hong Kong, Seaplane. Foto: Seaplane

Sebagai wujud merealisasikan mobilitas udara perkotaan (UAM), startup asal Hong Kong, Seaplane, berencana meluncurkan layanan drone penumpang pada akhir 2021 mendatang. Tak hanya itu, perusahaan juga akan melayani penerbangan charter serta joyflight (tamasya udara). Layanan tersebut akan tersebut tersedia di beberapa kota di Hong Kong serta Greater Bay Area (wilayah teluk meliputi Guangdong-Hong Kong-Makau).

Baca juga: Taksi Drone Otonom EHang 216 Bakal Manjakan Pengunjung Kota Wisata Terpopuler di Guangdong

Dilansir hk.asiatatler.com, dilihat dari mobilitas dan geografi wilayahnya, Hong Kong bisa dibilang urgen untuk mulai merealisasikan UAM atau sistem transportasi perkotaan yang menggerakkan orang melalui udara, mengingat salah satu pusat bisnis terbesar di Asia ini sudah sangat padat.

Dengan luas 1.106 km², wilayah administratif yang terkenal dengan prinsip satu negara dua sistem ini dihuni oleh sekitar 8 juta lebih. Itu belum termasuk wisatawan yang seperti tak ada hentinya, baik wisatawan domestik maupun internasional.

Selain itu, geografinya yang berupa kepulauan, juga mendorong untuk tersedianya layanan drone penumpang pertama di Hong Kong. Kendati transportasi umum negara tersebut sudah sangat baik, dimana warga yang tidak mempunyai kendaraan tetap bisa berkeliling penjuru kota menaiki bus, tetap saja, kemacetan dan waktu tempuh tak bisa ditolelir.

Dari Victoria Park ke Bandara Internasional Hong Kong, misalnya, sebetulnya sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi -baik melalui jalan tol atau jalur arteri- maupun menggunakan transportasi publik. Hanya saja, jalannya harus memutar ditambah macet. Jadi waktu tempuh jadi kurang efisien. Padahal, bila melihat peta, keduanya hanya terpisah oleh teluk.

Sebetulnya, bisa saja warga menggunakan transportasi laut, seperti feri. Tapi, harganya cukup mahal dan waktu tempuhnya tak begitu singkat. Berbagai pertimbangan itulah yang membuat pada akhirnya Seaplane begitu yakin atas proyek ini.

Menurut pendiri Seaplane Hong Kong, Steven Cheung, proyek senilai HK$100 juta ini nantinya akan menawarkan layanan tamasya udara kepada warga lokal, penerbangan charter, serta layanan taksi udara kemanapun, di sekitaran Greater Bay Area, menggunakan drone canggih yang dikendalikan secara otomatis berkapasitas dua orang.

Agar memudahkan penghitungan tarif dan pemesanan, nantinya Seaplane Hong Kong juga akan menyediakan aplikasi di ponsel, layaknya ojek online. Dengan begitu, mobilitas udara perkotaan jadi lebih efisien dan efektif dalam menunjang mobilitas penduduk perkotaan.

Karena mengedepankan waktu sebagai sebuah keunggulan, layanan taksi udara melalui drone penumpang ini menargetkan warga dengan mobilitas tinggi. Perjalanan antara Central, Kwun Tong, dan Tseung Kwan O, misalnya, bisa ditempuh hanya dalam lima sampai delapan menit dari sebelumnya 25-35 menit.

Saat ini, layanan drone penumpang dengan tagline mudah, aman, dan ramah lingkungan ini sudah diajukan ke Departemen Penerbangan Sipil Hong Kong. Setelah disetujui, Seaplane masih harus mendapat persetujuan serupa dari Administrasi Penerbangan Sipil Cina (CAAC) untuk memulai operasi pada Januari 2022 mendatang.

Baca juga: Keren, Taksi Drone Otonom EHang 216 Sukses Ajak Penumpang Terbang Keliling Langit Cina

Bila segalanya lancar, Seaplane Hong Kong juga berencana memperluas ekspansi pasar ke sejumlah negara di Asia Tenggara, seperti Vietnam, Filipina, dan Indonesia.

Selain menggunakan drone, Seaplane juga mengandalkan dua pesawat Twin Otter untuk mendukung layanan tersebut. Pada 2025 mendatang, perusahaan berencana menambah jumlah armada menjadi 28 pesawat.

LEAVE A REPLY