Antisipasi Serangan dari Penumpang, Petugas Kereta di Jepang Dibekali Peralatan Anti Huru Hara

0

East Japan Railway Co. (JR East) melengkapi petugas kereta peluru mereka dengan perisai dan semprotan gas air mata yang dapat digunakan untuk menanggapi berbagai ancaman yang ditimbulkan oleh penumpang. Hal ini merupakan tanggapan atas serangan dari penumpang dengan menggunakan pisau yang terjadi di shinkansen pada bulan Juni tahun 2018 silam. Ya, kendati Jepang memiliki jaringan perkeretaapian yang sudah sangat modern, namun perilaku penumpangnya masih saja ada yang barbar seperti contoh kasus di atas.

Baca Juga: Di Luar Regulasi, Manipulasi Psikologi Turut Campur Tangan di Perkeretaapian Jepang

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman japantimes.co.jp, fitur keamanan tambahan ini ditempatkan di dalam setiap gerbong kereta peluru, dengan masinis dan konduktor yang juga dilengkapi dengan penyemprot dan senter sehingga mereka dapat menghalau para penyerang ini. Jaket anti-senjata tajam dan bident (semacam senjata tajam bercabang dua) untuk menangkap penjahat juga akan disiapkan di semua halte shinkansen dan stasiun kereta konvensional besar.

“Selain itu, operator kereta juga sudah mulai menambah jumlah pasokan alat medis seperti obat merah, perban, dan perlengkapan P3K lainnya di setiap kereta,” tutur salah satu juru bicara dari JR East.

Sumber: japantimes.co.jp

Penyerangan terhadap petugas kereta api di Jepang agaknya cukup sering terjadi, mengingat jumlah penumpang yang sangat membludak di kala peak hours – ketika jumlah penumpang semakin banyak, ‘gesekan’ penumpang dengan petugas pun akan semakin besar terjadi. Belum lagi ‘gesekan’ yang terjadi antar sesama penumpang yang juga diprediksi akan meningkat.

Kembali ke awal tahun 2019 kemarin, JR East juga meluncurkan peraturan baru yang diperuntukan bagi penumpang dimana mereka dilarang untuk meludahi petugas kereta. JR East menyebutkan bahwa tindakan meludah kepada petugas semacam ini memang masuk ke dalam kategori pelanggaran minor. Kendati begitu, ketidakpuasan penumpang terhadap keseluruhan sistem kereta api di Jepang kerap dilampiaskan kepada petugas.

Baca Juga: Dianggap Pelanggaran Minor, di Kereta Komuter Jepang Ada Marka “Dilarang Meludahi Petugas”

Tentu saja, ini merupakan tindakan yang tidak adil bagi petugas kereta yang sejatinya tidak mengetahui terlalu mendalam terkait kesalahan yang terjadi pada keseluruhan sistem kereta. Wah, jika melihat rangkaian berita ini, ternyata para pengguna kereta di Jepang masih bisa dikategorikan sebagai orang bar-bar juga ya!

 

Leave a Reply