Awak Kabin Jual Foto dan Video Cabul, British Airways Tengah Lakukan Penyelidikan Ketat

0
awak kabin unggah foto cabul di media sosial untuk cari penghasilan tambahan (7news.com.au)

Sepertinya perilaku awak kabin maskapai luar negeri membuat manajemen melakukan penyelidikan lebih dalam. Hal ini dikarenakan, awak kabin menjual foto dan video cabul mereka untuk menghasilkan uang tambahan selama pandemi Covid-19. Para awak kabin ini pun bekerja di maskapai yang cukup terkenal seperti British Airways, Ryanair dan EasyJet.

Baca juga: Pramugari Jajakan Diri dan Berikan Layanan Seksual, British Airways Lakukan Investigasi

Para awak kabin ini memiliki akun media sosial terlarang untuk memposting foto atau video cabul ketika di pesawat. Tak hanya menjual foto dan video, beberapa diantaranya bahkan menjual sepatu serta celana ketat di eBay dengan harga £3 (AU$5) hingga £180 (AU$325).

KabarPenumpang.com melansir 7news.com.au (8/12/2020), sebuah akun instagram bernama Cabin Crew Used memposting foto dan video cabul sejak Juli lalu. Caption pada bio dari akun Instagram tersebut “Saya adalah awak kabin. Saya telah menggunakan stoking untuk dijual. DM untuk gambar dan video.”

Pramugari Ryanair yang tidak dikenal juga menjalankan halaman OnlyFans, di mana dia mengenakan biaya £10 (AU$18) sebulan untuk berlangganan. OnlyFans memungkinkan pembuat untuk mengupload konten di balik paywall dan menagih pelanggan untuk melihatnya. Tetapi sebagian besar memposting video dan gambar dengan X-rated.

Sebuah video menunjukkan pramugari menggoyangkan kakinya di atas pesawat dengan caption, “Halo semuanya! Jangan ragu untuk DM untuk apa pun yang Anda pikirkan, dan ‘selamat datang di pesawat’.”

Selain itu, seorang pramugari EasyJet memulai akun cabul pada bulan Maret tepat ketika pandemi Covid-19 pecah. Dia menggambarkan dirinya sebagai “pramugari Milf dari London, di sini untuk mengurus semua kebutuhan nakal fetish kaki Anda”.

Dia secara teratur memposting foto cakep saat berpose di sebelah logo EasyJet. Wanita itu juga memiliki akun OnlyFans di mana dia mengenakan biaya £6,50 per bulan (AU$12) untuk gambar dan video. Sedangkan dua awak kabin British Airways menjalankan akun media sosial yang cakap dan meraup uang tunai di OnlyFans.

Salah satunya, bernama Cabin Crew Goddess, secara teratur memposting foto kakinya dengan seragam BA-nya. Dia mengenakan biaya £15 sebulan (AU$27) bagi orang-orang untuk berlangganan ke situs OnlyFans eksplisit miliknya. Seorang lainnya, bernama Stacey Anne, menggambarkan dirinya sebagai awak kabin asal Inggris.

Dia mengenakan biaya £12 sebulan (AU$22) untuk situs OnlyFans-nya, dan juga mengunggah foto-foto yang dibalut perlengkapan BA-nya. Adanya masalah ini, membuat Bristish Airways kemudian angkat bicara.

“Kami mengharapkan standar perilaku tertinggi dari semua kolega kami setiap saat dan kami sedang menyelidiki klaim tersebut,” ujar juru bicara British Airways.

Baca juga: Gegara Video Ciuman dengan Rekan Kerja Tersebar Luas, Awak Kabin Gay Menggugat China Southern Airlines

Sedangkan juru bicara EasyJet mengatakan, hal tersebut tidak mencerminkan standar tinggi yang mereka harapkan atau perwakilan dari kru yang profesional. Ryanair mengaku akan menyelidiki masalah tersebut.

LEAVE A REPLY