Bagaimana Cara Pilot Kemudikan Pesawat Saat di Darat? Simak Jawabannya Di Sini

0
Ilustrasi pilot nganggur. Foto: Reuters / Mike Stone

Beragam insiden terjadi bukan hanya saat pesawat di udara, namun juga di darat, dalam hal ini di bandara. Umumnya, insiden di bandara tak sampai menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, insiden di darat bandara, yang didominasi oleh senggolan atau tabrakan kecil antar pesawat, tabrakan kecil antara pesawat dengan tiang, dan lain sebagainya, tetap saja tidak diharapkan semua pihak.

Baca juga: Mengapa Kokpit Disebut Kokpit? Inilah Jawaban dari 3 Teori Termasyhur

Mengemudikan pesawat saat di bandara memang tidak mudah. Selain harus mempertimbangkan lebar sayap pesawat setiap ingin bermanuver, pesawat juga tak berada dalam kendali pilot dengan sempurna. Sebab, dengan kecepatan hanya 20 mil per jam rudder, slats, dan flaps yang bisa mempengaruhi gerak pesawat saat di udara, nyatanya tak bisa berbuat banyak untuk mengarahkan pesawat saat di darat.

Lantas, bagaimana cara pilot mengemudikan pesawat saat di bandara? Selain rudder, slats, dan flaps, pilot masih mempunyai tiller sebagai komponen kemudi pesawat di darat. Tiller biasanya terletak di bagian depan kanan atau kiri kokpit, di sebelah kiri side stick (Airbus) atau yoke (Boeing) atau di sebelah kanan kedua kemudi itu.

Tak seperti side stick atau joy stick dan yoke yang memiliki kesamaan fungsi namun perbedaan nama, tiller memiliki sebutan atau nama yang sama di seluruh pesawat, namun bentuknya berbeda-beda di setiap pesawat. Tiller di pesawat komersial pada umumnya berbentuk melengkung seperti kait. Di pesawat lain, tiller berbentuk seperti setengah lingkaran atau bulan sabit serta berbentuk pie.

Posisi tiller di kokpit pesawat A350. Foto: Joao Carlos Medau via Wikimedia Commons

Kendati pun berbeda-beda, kesemuanya itu tetap memiliki fungsi yang sama, yakni mengarahkan roda depan ke kiri dan ke kanan. Dengan begitu, proses taxiing bisa dengan mudah dilakukan.

Dilansir Simple Flying, seorang pengamat penerbangan, Aaron Johnson, menyebut bahwa tiller hanya ada di pesawat komersial besar.

“Di beberapa pesawat yang lebih kecil, pilot memutar roda depan melalui rudder pedals. Namun pesawat lain yang lebih kecil tidak memiliki hardware yang diperlukan untuk membelokkan roda. Jadi mereka tetap tegak,” jelasnya.

Baca juga: Lima Evolusi Wahana ‘Penderek’ Pesawat, Dari Mulai Tangan Kosong Sampai Teknologi Canggih

Oleh karenanya, untuk pesawat-pesawat kecil, pilot harus menggunakan teknik differential breaking, yang menurut MIT School of Engineering, bekerja dengan mengerem roda di satu sisi pesawat. Hal ini menyebabkan salah satu roda melambat atau menjadi pusat gravitasi dan membuat roda depan ikut mengarah ke sisi yang sama dengan salah satu roda tadi. Dengan begitu, pilot bisa mengarahkan pesawat ke arah yang ingin dituju.

Selain itu, jika pesawat memiliki setidaknya dua mesin, bukan mesin tunggal seperti biplane, pilot dapat menggunakan differential throttling. Teknik ini menambah daya dorong pada mesin di sisi yang berlawanan dengan roda yang berhenti, memungkinkan pesawat untuk berbelok lebih mudah.

Leave a Reply