Bantu E-Commerce, Kereta Api Cina Kembangkan Jaringan Kargo Berkecepatan Tinggi

0
(yahoo.com)

Baru-baru ini, operator kereta api China Railway berencana untuk mempercepat pengembangan jaringan kargo berkecepatan tinggi. Hal ini dilakukan dengan harapan bisa memperkuat jaringan e-commerce dengan mengangkut paket berukuran premium dan kecil. Selain itu juga melakukan pengembangan untuk memperluas jaringan penumpang dan membangun sistem kontrol yang mengintegrasikan teknologi yang dikembangkan di dalam negeri.

Baca juga: Cina Bakal Punya Terowongan Kereta Cepat Pertama di Bawah Laut

Negeri Tirai Bambu ini pun berambisi menjadi pemimpin dunia dalam transportasi kereta api dan Kementerian Perhubungan mengindikasi akan melipatganda upaya untuk pengembangan jaringan maglev yang mampu mencapai kecepatan hingga 600 km per jam. Adanya rencanya pengembangan jaringan ini karena, biaya transportasi barang saat ini diperkirakan dua kali lipat dari Jepang dan Amerika Serikat.

KabarPenumpang.com merangkum yahoo.com (22/8/2020), karena masalah ini, Presiden Xi Jinping ternyata sudah mengidentifikasi biaya logistik yang tinggi sebagai penghalang pembangunan ekonomi. Bahkan mantan walikota metropolis barat daya Chongqing Huang Qifan telah menulis dalam jurnal lresmi yang terbit bulan lalu, bahwa biaya logistik Cina berjumlah 15 persen dari PDB dan ini hampir dua kali lipat dari AS, Eropa dan Jepang.

“Secara umum disepakati bahwa biaya logistik yang tinggi di China adalah salah satu faktor kunci di balik penggunaan rel kereta api yang relatif rendah untuk kargo yang mencapai sekitar 9,5 persen. Meningkatkan persentase menjadi 15 hingga 25 persen akan membantu mengurangi biaya logistik Cina secara signifikan,” tulis Huang.

Cina diketahui pertama kali menetapkan rencana untuk mengembangkan kereta barang berkecepatan tinggi pada tahun 2014, tetapi rencana tersebut ditangguhkan dua kali karena permintaan yang rendah. Proyek ini dihidupkan kembali pada akhir 2017 ketika China Railway Rolling Stock Corp, pembuat gerbong barang dan gerbong penumpang terbesar di dunia, mengatakan bahwa mereka sedang mengembangkan gerbong barang berkecepatan tinggi yang dirancang untuk memungkinkan forklift memuat dan menurunkan barang.

Rencana terbaru China Railway bertujuan untuk mengembangkan berbagai pengangkut kargo, termasuk kereta tugas berat dengan muatan 30 ribu ton, kereta barang ekspres lebih cepat dan peti kemas baru. Perusahaan juga berencana mendigitalkan fasilitas logistik di stasiun dan gudang kereta api.

Wu Guodong, wakil direktur departemen lokomotif dan mobil China Railway, mengatakan ada potensi besar untuk layanan pengiriman barang berkecepatan tinggi karena bisnis online terus berkembang di China. Jaringan kereta api berkecepatan tinggi China menjadi dua kali lipat pada tahun 2035 berdasarkan cetak biru baru.

“E-commerce China yang berkembang pesat memberikan potensi pasar yang sangat besar untuk layanan pengiriman ekspres. Kami secara aktif meneliti dan mengembangkan kereta barang berkecepatan tinggi kami dan melakukan studi lanjutan tentang permintaan dan pengoperasian pasar,” kata Wu.

Baca juga: Dewi Mazu Tertangkap Kamera Tengah Bepergian Naik Kereta Cepat di Cina

Mo Zhisong, direktur divisi persinyalan China Railway, mengatakan bahwa sistem kontrol pintar yang baru akan jauh lebih efisien dibandingkan dengan sistem blok tetap konvensional yang sudah berumur seabad.

“Interval kereta api akan dipersingkat dari periode minimum tiga menit saat ini menjadi dua menit, menghasilkan peningkatan kapasitas transportasi sebesar 30 persen,” kata Mo.

Leave a Reply