Berhentikan 400 Pilot dan Ribuan Awak Kabin, Emirates Lakukan PHK Gelombang Kedua

0
Awak kabin Emirates tes Covid-19 (paddleyourownkanoo.com)

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) gelombang kedua kembali dilakukan Emirates pada hari Selasa (9/6/2020). Mereka melakukan perubahan pada tenaga kerjanya untuk mengurangi biaya dalam menanggapi kesulitan ekonomi karena pandemi Covid-19.

Baca juga: Emirates Mulai Tahapan PHK, Dimulai dari Staf Kontrak

Meski begitu, pada PHK gelombang kedua ini, Emirates tidak menyebutkan secara rinci berapa banyak yang akan diberhentikan. Namun sumber yang tidak disebutkan mengatakan ada 400 pilot Airbus A380 dan A200, Boeing 777, serta 6.500 awak kabin dan beberapa teknisi telah diberhentikan.

KabarPenumpang.com melansir paddleyourownkanoo.com (9/6/2020), maskapai ini juga telah memperpanjang pemotongan pembayaran 50 persen hingga September untuk menghemat keuangan karena mayoritas armada A380 dan Boeing 777 milik Emirates tetap beroperasi.

“Mengingat dampak signifikan pandemi terhadap bisnis kami, maka kami tidak dapat mempertahankan sumber daya berlebih dan harus mengukur jumlah tenaga kerja kami sesuai dengan pengurangan operasional. Setelah meninjau semua skenario dan opsi, kami sangat menyesal bahwa kami harus membiarkan beberapa orang kami pergi,” kata juru bicara Emirates.

Diketahui, pada Selasa (9/6/2020), ratusan pilot dan awak kabin Emirates telah dipanggil ke sebuah perguruan tinggi pelatihan in-house di kota untuk pertemuan individu. Selama pertemuan tatap muka satu-satu tersebut banyak dari mereka yang hadir mengatakan diberitahu akan menjadi mubazir karena maskapai memulai gelombang kedua PHK massal.

PHK gelombang kedua ini menargetkan karyawan dengan kasus-kasus disiplin aktif dan juga mereka yang telah menderita penyakit jangka panjang menurut sumber yang memahami masalah tersebut. Karyawan yang dipilih untuk pemberhentian, mereka menerima email sebelum tengah malam di hari Senin yang berisi undangan rapat.

Salah satu awak kabin yang di PHK mengatakan petugas keamanan ditempatkan di sekitar kampus pelatihan ketika para manajer memproses jajaran karyawan yang menghadiri pertemuan mereka. Para karyawan kemudian dikawal keluar dari pintu belakang tanpa terlihat orang lain di akhir pertemuan.

Bulan lalu, Emirates awalnya membantah laporan bahwa mereka telah membuat keputusan untuk memberhentikan hingga sepertiga dari tenaga kerjanya tetapi kemudian mengkonfirmasi bahwa kehilangan pekerjaan akan terjadi di seluruh bisnis. Maskapai menolak untuk mengatakan berapa banyak karyawan yang akan menjadi mubazir.

Baca juga: Bos Emirates Prediksi Akan Ada Lebih Banyak Maskapai Bangkrut di Akhir Tahun

“Kami telah berupaya untuk mempertahankan keluarga saat ini sebagaimana adanya, kami meninjau semua skenario yang mungkin untuk mempertahankan operasi bisnis kami, tetapi sampai pada kesimpulan bahwa kami, sayangnya, harus mengucapkan selamat tinggal kepada beberapa orang luar biasa yang bekerja dengan kami,” kata juru bicara Emirates pada 31 Mei.

Leave a Reply