Beruang Serang Pekerja Konstruksi Kereta Peluru Shinkansen Gegara Kehabisan Biji Pohon Ek

0
ilustrasi beruang

Terjadi serangan oleh beruang di lokasi pembangunan jalur kereta peluru Shinkansen. Salah satu pekerja konstruksi berusia 49 tahun di Prefektur Fukui, Jepang harus menderita patah kaki dan luka serius di bagian tubuh lainnya.

Baca juga: ‘Serangan’ Beruang Bikin Penerbangan di Rusia Terhenti Puluhan Menit!

Serangan beruang ini terjadi pada Jumat (23/10/2020) kemarin dan ternyata dalam serentetan serangan tersebut setidaknya tujuh orang terluka dalam kurun sepuluh hari terakhir. KabarPenumpang.com melansir dari laman globalconstructionreview.com (26/10/2020), ahli konservasi mengatakan, bahwa serangan terjadi karena beruang kekurangan biji pohon ek.

Di mana biji pohon ek merupakan makanan beruang hitam Asia yang sebagaian besar herbivora. Karena kekurangan makanan, maka beruang keluar dari habitat hutan mereka dan berkonflik dengan manusia yang dianggap mengganggu tempat tinggalnya.

Sebelum insiden ini terjadi masyarakat peduli beruang dan hutan Jepang telah meminta pemerintah nasional serta lokal untuk menjaga habitat beruang. Di mana masyarakat bisa mengambil biji pohon ek ke dalam hutan dan menanam pohon penghasil kacang.

Populasi beruang hitam Jepang diperkirakan berjumlah antara 15 ribu hingga 20 ribu ekor. Untuk diketahui, sepuluh menit sebelum menyerang pekerja konstruksi di jalur Hokuriku Shinkansen, beruang itu menyerang seorang karyawan pria berusia 56 tahun di West Japan Railway Co. yang sedang melakukan peregangan sekitar pukul 08.30 pagi sebelum giliran kerjanya di halaman rel.

Dia menderita goresan yang tidak mengancam jiwa di leher dan bahu. Sekitar pukul 11.00 pagi, beruang itu, yang digambarkan sebagai jantan dewasa sepanjang satu meter, ditembak dan dibunuh oleh tim pemburu setempat. Di tempat terpisah, pada hari Jumat, beruang lain menyerang seorang wanita berusia 70-an di kota prefektur Ono sekitar pukul 13.00 siang saat dia masuk ke mobilnya.

Beruang menggigit bagian belakang kepala dan lengan kirinya sebelum meninggalkan tempat kejadian. Luka-lukanya tidak mengancam nyawa.
Sekitar seminggu sebelumnya, seekor beruang menyerang empat orang berusia antara 50-an hingga 90-an di Hakusan, Prefektur Ishikawa, dan merusak sebuah mobil polisi, sebelum ditembak mati.

Baca juga: Lockdown di Turki, Bikin Beruang Cokelat Cari Makan di Stasiun

Serangan tersebut menyebabkan seorang pria berusia 95 tahun dan seorang wanita berusia 63 tahun terluka parah. Dua pemburu jantan, berusia 57 dan 72 tahun, menderita luka ringan setelah bertemu dengan hewan tersebut. Selama melakukan aksinya, beruang itu menyerang sebuah mobil polisi, menusuk salah satu bannya.

Leave a Reply