Cabin Fever, Film yang Dibuat Melalui Aplikasi Zoom dan WhatsApp

0
Tim Greene (mg.co.za)

Segala sesuatunya telah berubah ketika virus corona baru atau Covid-19 menjadi pandemi di seluruh dunia. Perubahan tersebut terjadi di semua bidang bukan hanya satu bidang. Baru-baru ini seorang sutradara memproduksi sebuah film dengan judul Cabin Fever yang Didistribusikan oleh Video Vision, film ini memulai debutnya di DStv Box Office pada 5 Agustus 2020.

Baca juga: Ledakkan Boeing 747 Asli untuk Film Tenet, Sutradara Christopher Nolan: Lebih Efisien

Di mana semua proses pembuatan film ini melalui berbagai macam cara dengan meeting melalui aplikasi Zoom, pengambilan gambar dengan kamera ponsel dan mengirimnya melalui WhatsApp. Bisa dikatakan pembuatan ini benar-benar tanpa harus keluar ruangan dalam tempat tinggal.

Tim Greene yang bertindak sebagai sutradara, penulis naskah, produser, editor dan humas mengatakan, memiliki para pemain (aktor) yang luar biasa di mana mereka bisa melakukannya sendiri. KabarPenumpang.com merangkum mg.co.za (5/8/2020), Tim mengatakan bersama semua aktor berkumpul di Zoom dan membaca adegan tertentu.

“Saya memberi petunjuk. Dalam hal kamera saya mungkin berkata, jadi pada saat itu, biarkan saja melayang dari Anda dan meletakkannya di atas meja sehingga berada dalam jarak dekat dan sekarang berada di tempat luas,” ujarnya.

Tim mengaku setelah itu panggilan Zoom di tutup dan menunggu file dari semua aktor melalui WhatsApp. Dia mengatakan sembilan dari sepuluh dirinya sangat terkesan dengan kerja kamera. Orang-orang ini berkarakter saat mereka menonton diri mereka sendiri di layar ponsel mereka, sementara mereka harus memikirkan apa yang harus ada di latar belakang, di mana cahayanya dan sebagainya. Itu adalah proses yang luar biasa, sangat intensif.

“Kita semua menjadi ahli dalam menangani kamera karena semua orang memiliki kamera di tangan mereka sepanjang waktu hari ini. Saya rasa tidak ada dari mereka yang memiliki pengalaman dalam pembuatan film. Tetapi jika Anda berpikir tentang James Cunningham di apartemen di Abu Dhabi, memerankan Andrew, ada adegan di mana Jenna [Upton] meneleponnya untuk mengatakan bahwa mereka akan mengambil alih rumah dan dia benar-benar menyinggung masalah lain, tentang kode tagar yang dia temukan. Dan dia hanya membiarkan kamera menjauh darinya, jadi dia ada di sudut kanan layar,” kata dia.

Dia mengatakan dalam pembuatan film ini adalah 30 hari, bangun pagi melakukan aktivitas pekerjaan rumah tangga dan hanya menulis tiga adegan. Tim juga benar-benar mempercayai insting dan tidak ada draft kedua.

“Kami tidak memiliki logistik truk dan toilet serta peralatan kamera dan, Anda tahu, semua hal yang menghambat produksi film. Meskipun super hi-tech, di satu sisi juga terasa low-tech, seperti perusahaan teater jadul. Hanya sutradara dan aktor yang melakukan tugas mereka,” kata dia.

Baca juga: Seperti di Film James Bond “Golden Eye,” Rusia Kembali ‘Hidupkan’ Kereta Lapis Baja dengan Peluncur Rudal Balistik

Dia ingin film yang dibuatnya terasa seperti film dan yang lebih penting adalah ini merupakan film fitur bukan film pendek baru. Secara estetika, TIm ingin memiliki nilai sinematik meskipun tidak dapat meninggalkan ruangan. Meski cakupannya kecil, Tim ingin citra terasa signifikan.

Leave a Reply