Bukan Monster, Ada Shakoki-Dogu di Stasiun Kizukuri Simbol Kota Tsugaru

0
Shakoki-dogu di Stasiun Kizukuri (soranews24.com)

Ada raksasa yang mirip dengan Dogouf, salah satu musuh kolosal pahlawan tokusatsu Ultraman di stasiun Jepang? Apakah artinya ini monster benar-benar menjajah dunia atau hanya sebuah halusinasi saja?

Baca juga: Yang Unik dari Stasiun Tawang, Alunan Gambang Semarang Gantikan Bunyi Bel

Ternyata bukan keduanya, sebab yang dikatakan raksasa ini merupakan shakoki-dogu yang merupakan sebuah patung raksasa dan dibangun di depan Stasiun Kizukuri yang berada di prefektur Aomori. Dilansir KabarPenumpang.com dari soranews24.com (30/7/2020), ketika dilihat malam hari, patung ini seperti memancarkan cahaya dari bagian matanya.

Stasiun Kizukuri malam hari (soranews24.com)

Tetapi kenyataannya tidak dan ketika terlihat di siang hari, patung shakoki-dogu tersebut hanya memiliki satu kaki. Ide pembuatan patung shakoki-dogu ini muncul saat arkeolog melakukan penggalian di wilayah Tohoku di timur laut Jepang dan menemukan figur tanah liat yang disebut dengan shakoki-dogu.

Arkeolog meyakini dogu tersebut berusia sekitar 2500 tahun dan kota Tsugaru tempat Stasiun Kizukuri berada merupakan tempat yang dianggap suci. Shakoki-dogu yang asli saat ini disimpan dalam Museum Nasional Tokyo dan yang dibuat di Stasiun Kizukuri merupakan replika dengan tinggi 17,3 meter.

Patung ini menempel di bagian depan dinding Stasiun Kizukuri dan kabarnya menghabiskan dana sekitar ¥100 juta saat pembangunannya. Untuk diketahui, konstruksi Stasiun Kizukuri selesai tahun 1992 lalu dan patung shakoki-dogu ini dibuat lebih besar dari aslinya yang ditemukan arkeolog.

Selain menjadi pemanis stasiun, ternyata patung ini menjadi simbol kota dan memiliki panggilan lucu yakni shako-chan. Bahkan alasan mata Shako-chan menyala di malam hari sebenarnya cukup manis, karena penerangan dimulai sekitar tiga menit sebelum kereta dijadwalkan berhenti di stasiun, membuat siapa pun merenungkan di luar bahwa jika mereka perlu naik, mereka harus mulai menuju platform.

Stasiun Kizukuri terutama digunakan oleh penduduk setempat, karena kota ini tidak mendapatkan banyak wisatawan atau pelancong bisnis. Karena itu, cara acuh tak acuh setiap orang berjalan di dekat shakoki-dogu raksasa, yang terlihat dengan ekspresi tenang dan damai, membuatnya merasa seperti Shako-chan mengatakan pada mereka semua, “Semoga harimu menyenangkan! Sampai jumpa lagi!” di pagi hari dan “Selamat datang kembali!” pada malam hari.

Baca juga: Stasiun Ini Dalamnya Melebihi Tinggi Patung Liberty Loh!

Jadi ternyata arsitektur Stasiun Kizukuri yang unik bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, membantu memberikan rasa identitas dan kebersamaan kepada komunitas tempat shakoki-dogu pertama kali berdiri sejak ribuan tahun yang lalu. Meski bentuknya tidak seratus persen menyerupai dogu aslinya, namun penduduk Jepang mengatakan shakoki-dogu di stasiun Kizukuri adalah salah satu bagian dari sejarah.

Leave a Reply