Cepat Temukan dan Cegah Pencurian Bagasi, Universitas di India Hadirkan Solusi di Ban Berjalan

Airchive.com

Barang bawaan seperti koper dari bagasi kargo sering telat bahkan dalam beberapa kasus ada yang hilang, padahal penumpang sudah menunggu di ban berjalan pada terminal kedatangan. Hal ini membuat tim dari Lovely Professional University (LPU) di Punjab menghadirkan sistem dengan solusi baru untuk memudahkan penumpang menemukan barang mereka di ban berjalan (conveyor belt).

Baca juga: Bayi Macan Tutul Lemas Setelah Disembunyikan di Dalam Tas Bagasi Kargo

Dilansir KabarPenumpang.com dari airport-technology.com (25/6/2019), sistem ini juga membantu penumpang mengingat untuk mengambil barang berdasarkan merek. LPU mencatat meski sistem keamanan yang ketat ada di sebagian besar bandara, tetapi masalah kehilangan dan pencurian bagasi masih sering terjadi.

Tak hanya itu, bandara juga belum memiliki sistem untuk menemukan atau melacak bagasi, sehingga penumpang kerap menunggu lama untuk bisa mengambil barang mereka dari ban berjalan.

Mahasiswa Teknik Elektronika dan Komunikasi di LPU Pawan Kumar Raghav mengatakan, pihaknya menggunakan teknologi pembuatan basis data penumpang yang ada di bandara bersama dengan teknologi yang paling banyak digunakan untuk logistik dengan barcode yang menggerakkan sistem. Bagasi pada ban berjalan akan dapat dilacak oleh penumpang dan diberitahukan terkait jadwal kedatangan bagasi mereka di LCD yang ditempatkan tidak jauh dari ruang tunggu.

“Selama proses, sistem pintar kami yang ditempatkan di gerbang keluar memverifikasi keaslian pemilik bagasi,” kata Raghav.

Para peneliti mengatakan sistem akan ditempatkan di ban berjalan di mana papan pajangan yang terkait akan menunjukkan perkiraan waktu kedatangan bagasi dengan rincian penumpang. Penumpang dapat maju sesuai perkiraan waktu kedatangan untuk mengambil barang bawaan dan keluar dari pintu bandara.

Kemudian saat keluar, sistem akan memindai dan mengautentikasi detail bagasi yang terkait dengan penumpang dan mencocokkannya dengan database terpusat. Gerbang hanya akan terbuka jika detailnya ternyata benar, sehingga hanya pemilik sah yang dapat mengambil bagasi mereka. Jika penumpang meninggalkan barangnya di ban berjalan, sistem akan mengingatkan penumpang tersebut untuk mengambil bagasi mereka.

“Kami telah membuat hubungan antara bagasi dan penumpang. Jika penumpang membawa bagasi melalui gerbang keluar yang tidak terkait dengannya, sistem pintar kami akan mengingatkan dan tidak membiarkan penumpang keluar dari bandara. Dengan demikian sistem kami membantu penumpang selama pengambilan bagasi dari ban berjalan serta melindungi bagasi dari pencurian,” katanya.

“Selama penelitian, kami tidak dapat menemukan sistem yang menyediakan layanan serupa dengan. Solusi kami sangat membantu untuk menyelesaikan masalah-masalah ini yang belum diatasi sejauh ini. Penumpang yang membayar sejumlah besar karena tiket pesawat akan mendapat manfaat dari teknologi ini. Kehilangan bagasi mereka akan dicegah dan mereka juga akan dengan mudah mengambil barang-barang mereka di bandara,” kata Gurjot Singh Gaba, Asisten Profesor di LPU.

Baca juga: Tiga Jam Menanti, Bagasi Penumpang Ryanair Baru Keluar dari Baggage Carousel

Para peneliti telah mengajukan permohonan paten untuk sistem tersebut, yang menurut mereka telah dipilih untuk komersialisasi oleh National Research Development Corporation (NRDC). Biaya teknologi akan tergantung pada jumlah conveyor belt. “Karena sebagian besar infrastruktur sudah ada, maka biaya implementasi tidak akan menjadi tantangan,” kata Gaba.