“Clear of Bus Check,” Sistem Untuk Memeriksa Keselamatan Anak di Dalam Bus Sekolah

0
Clear of Bus Check (busnews.com.au)

Banyak anak-anak yang sering tertinggal di dalam bus ketika mereka tanpa pendampingan. Hal ini kemudian membuat Transportme menghadirkan sebuah inisiatif baru yakni Clear of Bus Check. Ini merupakan sistem pemeriksaan keselamatan yang diluncurkan di 50 bus sekolah di Jalur Bus Warrnambool Victoria, Queensland, Australia.

Baca juga: Teknologi Low-Floor Mudahkan Penumpang Difabel Naik Bus

KabarPenumpang.com melansir busnews.com.au, tujuan Transportme membuat sistem ini untuk mengatasi anomali abadi yang kerap terjadi, di mana anak-anak sering tertinggal di dalam bus. Bahkan awal tahun ini, di Queensland seorang balita meninggal karena terperangkap dalam minibus yang panas.

Karena takut terulang kembali peristiwa semacam ini, Transportme mempercepat teknologi Clear of Bus Check dan bekerja sama dengan Warrnambool Bus Lines dan Isanet. Mereka mengatakan, teknologi ini sangat mudah digunakan untuk operasional di dalam bus.

“Apa yang harus kami pastikan dan lihat saat mengembangkan Pemeriksaan Bebas Bus ini adalah kesalahan pengemudi dan rasa puas diri. Kami perlu memastikan bahwa jika pengemudi tidak menyelesaikan pemeriksaan ini dengan cara yang seharusnya yakni rantai komando diberitahukan dan dapat memperbaiki situasi,” kata direktur pelaksana Transportme Tooth.

Dia mengatakan, pihaknya tidak bisa menjelaskan secara rinci tentang bagaimana bisa mencapai hal ini karena keduanya cukup intens dan juga terkait dengan masalah IP. Tooth menyebutkan bahwa Isanet telah memberi mereka beberapa perangkat keras khusus penggunaan untuk memastikan pengembangan dapat terpenuhi.

Menurut Transportme, teknologi Clear of Bus Check akan memastikan pengemudi harus berjalan ke belakang untuk menyelesaikan pemeriksaan mereka di dalam bus. Tooth menambahkan, sistem akan memastikan manajemen dan pengemudi diberi tahu jika pemeriksaan harus diselesaikan.

Dia menyebutkan, pada dasarnya, ini menggunakan generator kode pin yang ditautkan di bagian belakang bus untuk memastikan pengemudi berjalan ke belakang, melihatnya dan memasukkan pin ke antarmuka di area pengemudi. Kode tersebut cukup kecil sehingga mereka harus cukup dekat untuk membacanya.

“Kami telah mendengar cerita tentang pengemudi yang menekan tombol di bagian belakang bus dengan sapu dan itulah jenis masalah yang kami tahu harus kami hadapi, oleh karena itu kami menghabiskan berjam-jam bekerja dengan Isanet tentang logika sistem, dan apa yang bisa terjadi jika seorang pengemudi melakukan X atau Y,” jelasnya.

“Pada akhirnya, kami sekarang memiliki sistem komprehensif yang akan memastikan pengemudi menyelesaikan pemeriksaan mereka dan akan secara drastis mengurangi kemungkinan anak atau penumpang tertinggal di dalam bus. Namun yang sama pentingnya, manajemen sepenuhnya menyadari bahwa pemeriksaan tersebut telah atau belum selesai,” tambahnya.

Tooth mengatakan, jika bisa menghindari tragedi seperti tewasnya balita di Queensland, maka ini adalah hal yang baik. Dia menyebutkan, pihaknya mendorong semua operator untuk melihat lbih dekat pada sistem mereka dan juga tahu bahwa pengemudi seratus persen melakukan pemeriksaan itu.

Baca juga: Percantik Kota dan Menyenangkan Anak-anak, Halte Bus di Ontario Tampil dengan Corak Pastel

“Ini adalah sesuatu yang harus mereka yakini, karena tidak ada yang ingin melihat terulangnya apa yang terjadi di Queensland,” kata Tooth.

LEAVE A REPLY