Di Bus Wanita Berhijab Enggan Duduk di Samping Pria, Pertanyaan Netizen Undang Beragam Respon

Ilustrasi Penumpang Berkerudung. Sumber: Kompas

Pada tanggal 18 Maret 2019 kemarin, jagat sosial media Twitter dihebohkan dengan pernyataan yang dilontarkan oleh seorang penggunanya. Dalam isi cuitan tersebut, ia melontarkan pertanyaan yang sedikit menyinggung ke arah agama, dan menjadi ramai diperbincangkan karena setiap warganet yang membalas cuitan tersebut mengutarakan pandangannya masing-masing. Setidaknya, ada 205 pengguna Twitter yang bergabung membicarakan pernyataan ini, dan mendapatkan likes sekitar 345 kali.

Baca Juga: Agar Aman dan Nyaman Menggunakan Bus Malam, Tips Ini Layak Jadi Rujukan

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman legit.ng (18/3/2019), adalah @sire_liljosh, seorang pengguna Twitter yang melontarkan pernyataan yang membuat setiap pembaca untuk memberikan sudut pandangnya masing-masing. Dalam cuitan tersebut, @sire_liljosh mengatakan,

“Teruntuk saudara-saudariku yang beragama Islam, seorang wanita berkerudung enggan untuk masuk ke dalam bus umum karena dirinya tidak mau duduk di samping laki-laki. Pertanyaannya adalah, apakah (seorang wanita berkerudung) duduk di samping laki-laki itu termasuk haram atau hanya pilihan pribadi saja?”

Sebuah pertanyaan yang sederhana, bukan? Namun ini mengundang setiap pembaca untuk menelurkan persepsinya. Nampaknya, apa yang dicuitkan oleh @sire_liljosh ini merupakan pengalaman yang pernah ia lihat sebelumnya, dimana ada seorang wanita berkebangsaan Nigeria yang mengenakan hijab enggan untuk duduk di dalam sebuah bus umum karena tidak ada bangku kosong yang tersisa selain di samping kaum Adam.

“Dalam situasi seperti ini, tindakan tersebut (duduk di samping laki-laki) tidaklah haram, karena itu merupakan bus umum, dan duduk di sampingnya tidak berarti dia akan menganiaya dirinya atau sesuatu, jadi itu adalah keputusan pribadinya.” ujar seorang pengguna Twitter dengan nama akun @bashirg156.

“100% itu merupakan pilihan pribadi.” jawab akun dengan nama @deeejat_.

“Itu pilihan pribadi.” lanjut akun dengan nama @AG_hamzaa, senada dengan apa yang dilontarkan oleh @deeejat_ sebelumnya.

“Duduk di samping seorang pria tidaklah haram, melainkan pilihan pribadi. Jika Anda mengenakan hijab, bukan berarti Anda tidak bisa duduk di samping seorang pria atau bahkan berkomunikasi dengannya.” jawab netizen lain dengan nama akun @wavykimball.

Baca Juga: Agar Tahan Lama Berdiri di Angkutan Umum, Sebaiknya Baca Ini

Sebagaimana bisa Anda lhat sendiri, semua contoh jawaban yang dilontarkan publik atas pernyataan @sire_liljohn menyatakan bahwa duduk di samping seorang laki-laki bukanlah satu tindakan yang haram, melainkan pilihan pribadi. Mungkin wanita berkerudung ini sudah memiliki wudhu sehingga ia berusaha untuk tidak bersentuhan dengan lawan jenisnya, atau mungkin ia punya pandangan tersendiri sampai-sampai ia melakukan hal seperti itu.

Menurut Anda, apakah yang dilakukan oleh wanita ini tergolong haram atau tidak?