Dianggap Seronok, Soal Kostum Pramugari AirAsia Diadukan Ke Pejabat Malaysia

Sumber: phuketgazette.net

Terkenal sebagai maskapai penyedia jasa layanan Low Cost Carriers (LCC) terbaik di dunia sejak sembilan tahun yang lalu, AirAsia ternyata tidak melulu mendapat sorotan positif dari warganet. Seperti yang baru-baru ini santer dibicarakan adalah keluhan salah seorang penumpang yang menilai seragam awak kabin maskapai yang bermarkas di Kuala Lumpur ini terlalu vulgar dan menganggapnya tidak layak dikenakan oleh para awak kabin.

Baca Juga: Iklan Menjurus Seksis, AirAsia Menuai Kecaman dari Netizen

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Dr. June Robertson, seorang wanita asal Tawa, Selandia Baru ini mengatakan bahwa dirinya sempat risih karena seragam yang digunakan oleh awak kabin AirAsia terlalu mengumbar aurat, dengan rok yang sangat pendek dan bagian dada yang terbuka, ketika ia tengah berada dalam perjalanan dari Auckland menuju Kuala Lumpur pada bulan Oktober 2017 kemarin. “Wanita yang melayani kami di kursi kelas bisnis premium membiarkan blusnya terbuka dan saya bisa melihat bagian atas payudaranya,” tulisnya dalam surat keluhan.

Alih-alih melayangkan komplain kepada pihak penyedia jasa, Dr. June malah menyuarakan keluhannya tersebut kepada Senator Malaysia, Hanafi Mamat dan meminta perubahan atas seragam yang dinilai terlalu vulgar tersebut. “Saya risih dan memintanya untuk menutup ritsleting blus yang ia kenakan, karena pada saat itu ia membungkuk di atas kami,” imbuh Dr. June.

Tidak hanya selama penerbangan, Dr. June juga mengatakan bahwa dirinya sempat secara tidak sengaja melihat pakaian dalam seorang awak kabin dari maskapai lain yang tengah menunduk manakala ia tengah berbelanja di salah satu toko di bandara. Berbeda dengan respon para lelaki berhidung belang, Dr. June mengelompokkan insiden tersebut sebagai kejadian yang sangat menjijikkan.

Sudah barang tentu, kejadian yang kurang berterima tersebut membuat wanita yang mendeskripsikan dirinya sebagai wanita professional paruh baya yang sangat mencintai Malaysia ini tetap berpegang teguh pada pendiriannya, yaitu sangat tidak menyukai jika wanita didandani layaknya wanita tuna susila.

Baca Juga: Tampilkan Iklan Vulgar, Chocotravel Merasa Tak Ada Yang Salah

“Ketika Anda menunjungi Kuala Lumpur International Airport 2(KLIA 2), maka Anda akan dengan sangat mudah menemukan sejumlah wanita hilir mudik menggunakan seragam berwarna merah yang pakaiannya amat sangat minim. Ini akan membuat persepsi pelancong tentang Malaysia menjadi buruk, dan maskapai ini menjadi aktor utama di balik penurunan reputasi tersebut,” tulis Dr. June, dikutip dari laman stuff.co.nz (17/1/2018).

Menanggapi surat Dr. June yang dikirim pada bulan Oktober 2017 silam, Senator Hanafi mengatakan sebulan berselang bahwa semua awak kabin dari maskapai lokal harus mengenakan seragam yang sesuai dengan syariah. Senator Hanafi juga menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan para pelancong akan ‘menelurkan’ impresi buruk jika melihat awak kabin di bandara mengenakan pakaian yang terlalu seksi dan terkesan tidak terhomat.