Eksklusif: Foto Kabin Penumpang Concorde Saat Ngebut Secepat Kilat Menuju New York

0
Suasana di kabin Concorde saat melesat di kecepatan Mach 2. Foto: George Freston/Hulton Archive/Getty Images

Concorde begitu mengena di hati avgeek seluruh dunia. Segala hal tentang Concorde hampir pasti menjadi buah bibir. Banyak alasan yang melatarbelakangi hal itu. Di samping pesawat penumpang pertama dengan kecepatan supersonik, foto-foto Concorde saat di udara, baik di dalam maupun di luar kabin, sangat jarang sekali.

Baca juga: Hari Ini, 28 Tahun Lalu, Barbara ‘Penata Rambut’ Harmer Resmi Jadi Pilot Wanita Pertama Concorde

Atas dasar itu, tak ayal, satu foto Concorde saat di udara, mampu berbicara banyak sekaligus bernostalgia dengan segala kenangan bersama Concorde. Terlebih, tak semua orang ketika itu bisa menyicipi sensai terbang bersama pesawat supersonik besutan Inggris-Perancis ini. Sebab, harga tiketnya sangat mahal, mencapai US$12.460 atau sekitar Rp180 juta (kurs 14.347).

Oleh karenanya, sekali lagi, ketika foto-foto yang menyangkut Concorde, apalagi ketika di udara, sudah pasti akan menjadi buah bibir di kalangan avgeek sedunia. Seperti foto suasana di dalam kabin Concorde saat di udara, seperti lansiran CNTraveller ini.

2 Maret 1969 atau 52 tahun yang lalu, merupakan momen yang sangat berharga bagi perusahaan kedirgantaraan asal Inggris (British Aircraft Corporation) – Perancis (Aerospatiale) yang berhasil menerbangkan perdana Concorde. Tidak terasa sudah 51 tahun Concorde menjadi bagian dari sejarah kedirgantaraan internasional.

Ketika itu, pesawat supersonik Concorde berhasil terbang perdana melalui prototipe pertamanya, Concorde 001. Saat itu, langit Kota Toulouse di Perancis menjadi saksi bisu dari terbangnya prototipe ini selama kurang lebih setengah jam lamanya.

Sejak saat itu, dibutuhkan waktu sekira tujuh tahun lamanya bagi perusahaan yang dikembangkan oleh Aerospatiale (Perancis) dan British Aircraft Corporation untuk bisa memulai layanan komersialnya.

Penerbangan penumpang terjadwal perdana dari Concorde ini terjadi pada 21 Januari 1976, dimana maskapai Air France menjabani rute penerbangan Paris – Rio de Janeiro, dan British Airways yang melakoni rute penerbangan London – Bahrain.

Dilihat dari desainnya, apa yang sangat membedakan Concorde dengan burung besi lainnya? Jika Anda menjawab bagian moncong pesawat dan sayapnya, maka jawaban Anda tepat! Ya, beberapa ahli di sektor aviasi percaya bahwa desain moncong pesawat yang menukik ke bawah akan memungkinkan visibilitas pilot menjadi lebih baik lagi.

Selain moncongnya, sayap delta (penampang datar sayap berbentuk segitiga) dikabarkan mampu memberikan stabilitas dan efisiensi saat mengudara.

Baca juga: Begini Detik-detik Pengambilan ‘Satu-satunya’ Foto Concorde Saat Melesat Mach 2

Dua inovasi yang selama ini bernaung di bawah nama besar Concorde memang termasuk ke dalam sistem aeronautika yang canggih pada jamannya – atau mungkin bahkan sampai sekarang. Jangan lupakan kecepatan jelajah Concorde yang mampu menembus angka 2.200 km per jam.

Memang, beberapa tahun ke belakang ini, ada sejumlah perusahaan yang berusaha untuk ‘membangkitkan’ nuansa Concorde – sebut saja Boom Technology dengan armada Mach 2.2 rancangannya, namun tetap saja, positioning Concorde sebagai pioneer dan sederet pesonanya tak pernah bisa digantikan dengan pesawat supersonik lainnya di masa mendatang.

Leave a Reply