Embraer Hadirkan Livery Macan Tutul Salju Untuk Air Astana

0
(Stuff.co.nz)

Livery pesawat kerap kali bermacam-macam, seperti di AirAsia beberapa waktu lalu memajang ‘Turn Back Crime‘, ribuan foto di KLM dan beberapa maskapai lainnya. Bagaiman bila livery yang ada tak biasa yakni bagian kepala pesawat tergambar wajah seekor macan tutul salju?

Baca juga: Mei 2019, ANA Hadirkan Airbus A380 dengan Motif Unik Kura-Kura

Ya, Embraer salah satu produsen pesawat asal Brasil, menghadirkan livery bertema Ice cool dengan lukisan di salah satu pesawat E190-E2 barunya. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber stuff.co.nz (17/12/2018), pesawat E190-E2 ini ada lima dan armada terbaru untuk maskapai Air Astana yang merupakan maskapai nasional milik Republik Kazakhstan.

Dengan gambar moncong macan tutul salju di bagian hidung pesawat ini. Macan tutul salju merupakan simbol resmi Kazakhstan dan saat ini terancam kepunahan. Macan tutul salju bergabung dengan karya kreatif lain dari karya cat yang terinspirasi hewan pada model Embraer baru termasuk hiu dan harimau yang turun ke langit.

The livery eye-catching adalah bagian dari misi peningkatan kesadaran untuk penderitaan kucing besar yang berasal dari pegunungan Kazakhstan selatan. Peter Foster, Presiden dan CEO Air Astana mengatakan, bahwa pesawat E190-E2 tersebut akan terbang dengan rute baru ke Eropa Timur dan Cina.

“Kami semua di Air Astana dengan senang hati menerima E190-E2 pertama kami, dan kami berharap untuk kelancaran masuk ke layanan dan transisi sederhana untuk pilot kami. Kami tahu Embraer E-Jets dengan baik, dan memiliki harapan yang tinggi untuk mereka yang baru. pesawat generasi dalam hal ekonomi, dampak lingkungan, dan tingkat kenyamanan dan kemudahan bagi pelanggan kami,” ujar Foster.

E190-E2 menghilangkan kursi tengah dan dalam konfigurasi 2-2 serta dapat mengangkut hingga 150 penumpang. Air Astana akan mengoperasikan Embraer 190-E2 pada layanan domestik di Kazakhstan, serta ke tujuan di Rusia, Asia Tengah, Kaukasus dan Cina. Layanan komersial E2 perdana dari Astana ke Almaty dijadwalkan pada 19 Desember 2018.

Embraer mengklaim bahwa 190-E2 baru membakar 17 persen lebih sedikit bahan bakar dibandingkan pendahulunya, E190. E190-E2 telah beroperasi secara komersial dengan Widerøe dari Norwegia sejak April tahun ini.

Baca juga: Mulai dari Kado Hingga Rusa Santa Claus, Ini Dia Livery Pesawat Bertema Natal

“Tiga jet telah terkumpul mendekati dua ribu jam terbang untuk mencapai keandalan jadwal lebih dari 99 persen,” kata Embraer baru-baru ini.

Embraer memperkirakan 2.820 pesawat komersial hingga 150 kursi akan dikirimkan selama 20 tahun ke depan untuk negara-negara Eropa dan CIS (Commonwealth of Independent State bekas republik USSR).

Leave a Reply