Heinrich Kubis – Awak Kabin Pertama di Dunia yang Cekatan dan Berpengalaman

Heinrich Kubis. Sumber: istimewa

Jika selama ini flight attendant itu selalu identik dengan wanita berparas cantik yang ditunjang oleh postur tubuh yang proporsional, tapi tahukah Anda bahwa flight attendant pertama di dunia bukanlah berasal dari kaum hawa? Ya, bagi Anda yang mendalami soal sejarah aviasi global, mungkin Anda tidak asing lagi dengan yang namanya Heinrich Kubis – sang awak kabin pertama di dunia.

Baca Juga: Ellen Church, Pramugari Pertama di Dunia yang Juga Punya Lisensi Pilot

Mundur jauh ke bulan Maret tahun 1912, dimana Heinrich Kubis menjadi awak kabin pertama yang melayani penumpang di dalam penerbangan balon udara DELAG Zeppelin LZ 10 Schwaben. Selain penerbangan tersebut, Heinrich Kubis juga menjadi awak kabin di dalam penerbangan Zeppelin LZ 129 Hindenburg yang terkenal. Sedikit informasi tambahan, LZ 129 Hindenburg ini mengalami kecelakaan pada 6 Mei 1937 di Lakehurst, New Jersey, dimana kecelakaan ini menewaskan 13 penumpang, 22 kru penerbang, dan satu ground crew.

Kembali ke cerita Heinrich Kubis, dimana ketika ia menjadi awak kabin pertama di dalam sejarah kedigantaraan global, ia melakukan apa yang selama ini dilakukan oleh awak kabin di setiap penerbangan – mulai dari melayani setiap kebutuhan penumpang hingga menyajikan makanan selama penerbangan.

Ketika Heinrich Kubis Tengah Melayani Penumpang. Sumber: istimewa

KabarPenumpang.com mengutip dari berbagai laman sumber, Heinrich Kubis sendiri lahir pada 16 Juni 1888. Pernah menelan asam garam di sejumlah hotel paling modis di Eropa, seperti Carlton di London dan Ritz di Paris, Heinrich Kubis seolah tidak asing lagi untuk bertemu dengan businessmen dengan “kantong berlapis”, aktris cantik, hingga politisi. Ternyata, di situlah awal mula Heinrich Kubis bertemu dengan Count Ferdinand von Zeppelin dan Doctor Hugo Eckener yang merupakan founder dari DELAG – yang ternyata merubah nasibnya kelak.

Mungkin dua founder ini merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Heinrich Kubis, sehingga mereka berani melemparkan penawaran kepada Heinrich Kubis untuk bergabung menjadi awak kabin di perusahaan yang mereka kelola – dan Heinrich Kubis menerimanya.

Heinrich Kubis Bersama Salah Seorang Korban Selamat dari LZ 129 Hindenburg. Sumber: istimewa

Pengalaman yang ia dapatkan selama bekerja di dunia perhotelan ini seolah menjadi bekal yang sangat berharga bagi Heinrich Kubis, dimana kala itu, ia mampu berbicara dalam tiga bahasa dan paham betul dengan kebutuhan para penumpang – bahkan sebelum si penumpang tersebut meminta. Selain itu, job desk Heinrich Kubis yang baru ini juga mengajarkannya banyak hal, salah satunya adalah memahami aspek teknis dari pesawat yang ia tumpangi, hingga prosedur keselamatan bagi para penumpang.

Baca Juga: On This Day: Penerbangan Trans-Atlantik Perdana yang Dibumbui Sejumlah Kendala

Ternyata jalan hidup Heinrich Kubis sebagai awak kabin pertama tidaklah mudah. Tercatat, ia pernah hampir menjadi korban dalam kecelakaan zeppelin LZ 129 Hindenburg. Beruntung, ia berhasil melolskan diri dan selamat dalam insiden mematikan tersebut.

Namun amat disayangkan, dunia seolah lupa akan predikat Heinrich Kubis selaku flight attendant pertama di dunia. Terbukti dari minimnya informasi yang dapat digali di dunia maya – ini seolah mengindikasikan bahwa dunia lupa dengan sosok Heinrich Kubis.