Iklan Pakaian Dalam dengan Model Pramugari Mendapat Kecaman

0
Iklan pakaian dalam dengan model seperti pramugari (dailymail.co.uk)

Seorang pramugari maskapai penerbangan kerap kali dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang. Hal ini karena mereka dianggap melakukan pekerjaan pelayan di dalam kabin. Bahkan mereka juga sering dilihat sebagai pembangkit hawa nafsu kaum pria karena seragam ketat yang digunakannya.

Baca juga: [18+] Hampir Separuh Pramugari di Jerman Pernah Alami Pelecehan Seksual!

Meski begitu sebenarnya ada standar seberapa ketat pakaian pramugari yang bertugas dalam kabin. Baru-baru ini seorang pramugari mengecam label pakaian dalam karena kampanye iklan menampilkan model-model berpakaian seperti pramugari dan menjilati seorang wanita yang mengenakan pakaian dalam.

(dailymail.co.uk)

KabarPenumpang.com melansir laman dailymail.co.uk (6/5/2020), pramugari tersebut bernama Amanda dan mengecam label pakaian dalam Honey Birdette. Amanda menulis postingan blog untuk situs feminis Collective Shout bahwa gambar-gambar itu membuat para pramugari menjadi sasaran. Dia mengklaim telah ada sejarah panjang pramugari yang melakukan seksualitas dengan kampanye iklan Honey Birdette.

“Maskapai penerbangan diketahui memiliki batasan tinggi badan, berat badan, dan usia untuk awak pesawat dan telah mewajibkan standar seragam yang ketat untuk pramugari wanita, termasuk persyaratan untuk mengenakan sepatu hak tinggi,” tulisnya.

Amanda mengatakan kampanye itu membuatnya merasa ‘objektif’, sebab tidak memberdayakan atau membangkitkan semangat, tetapi hanya memperkuat stereotip negatif dan sikap negatif terhadap perempuan di industri penerbangan.

“Itu membuat pekerjaan saya lebih sulit. Saya terkejut bahwa merek seperti Honey Birdette yang target pasarnya adalah wanita dan akan mempromosikan pakaian mereka sedemikian rupa sehingga merendahkan wanita,” ungkapnya.

“Jujur iklannya sepertinya mereka sudah merekam video Pornhub yang mahal. Ini mengecewakan,” tambahnya.

Collective Shout juga memposting ke Facebook mengatakan merek terus ‘mengobjektifikasi, merendahkan dan melemahkan perempuan’.

“Apakah Honey Birdette pada suatu saat mempertimbangkan bagaimana penggambaran seksis mereka terhadap awak kabin perempuan sebagai fantasi bertema porno dapat membahayakan para perempuan ini? Apakah mereka peduli? ” tulis Collective Shout.

Pendiri Honey Birdette Eloise Monaghan mengatakan kepada Courier Mail Collective Shout, “(Mereka) akan memutarbalikkan apa pun untuk memajukan agenda para wanita progresif Australia,” katanya.

Baca juga: Selain Pesona, Inilah Mengapa Awak Kabin Didominasi oleh Wanita

Monaghan mengatakan kelompok itu memiliki ‘pandangan prasejarah’ tentang kebebasan perempuan dan menuduh kelompok itu membenci perempuan karena mencintai tubuh mereka sendiri yang indah. “Mereka menyembunyikannya di bawah selubung kepedulian terhadap anak-anak. Ini sebenarnya sangat menjijikkan dan represif,” katanya.

Leave a Reply