Mulai 19 Juni 2018, KA Bandara Soetta Berangkat dari Stasiun Bekasi

Kereta Bandara Soekarno-Hatta atau Basoetta yang sudah beroperasi sejak Desember 2017 lalu, kini memperpanjang relasinya yang tadinya hanya dari Stasiun Manggarai, Sudirman, Duri dan Batu Ceper. Kini KA Basoetta hadir dan melayani penumpang dari Stasiun Bekasi.

Baca juga: Membentang 22 Km, Jokowi Hari Ini Resmikan KA Bandara Internasional Minangkabau

Hal ini membuat pecinta kereta api dan warga Bekasi yang ingin ke bandara lebih dimudahkan. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, KA yang dioperasikan oleh PT Railink tersebut mulai uji cobanya pada 19 Juni 2018 kemarin dari Stasiun Bekasi menuju ke Stasiun Bandara Soetta.

Untuk harga tiketnya pun masih diberlakukan tarif promo yang mulai berlaku pada 19 Juni hingga akhir Juni 2018 ini. Untuk relasi Bekasi-Sudirman BNI City tarif yang dikenakan Rp35 ribu sedangan Bekasi-Bandara Soetta Rp70 ribu.

Namun, nantinya setelah beroperasi dengan normal, tarif dari Stasiun Bekasi menuju Bandara Soetta ini akan menjadi Rp100 ribu. Bagi para pengguna kereta bandara ini, terdapat ruang khusus di pintu selatan Stasiun Bekasi untuk masuk ke peronnya.

Penumpang pengguna KA Bandara bisa membeli tiket di vending machine yang juga ada di pintu selatan atau dengan pemesanan online. Pembayarannya pun sama dengan stasiun lainnya menggunakan e-money atau mesin EDC bila menggunakan vending machine.

Kereta yang memiliki enam gerbong dalam satu rangkaian ini, dalam perjalannnya akan berhenti di stasiun Manggarai, Sudirman City, Duri, Batu Ceper dan Bandara Soetta. Hadirnya kereta bandara dari Bekasi, ternyata disambut antusias oleh para penumpang, apalagi KA Bandara akan hadir dan melayani delapan kali perjalanan dalam sehari.

Baca juga: Belum Genap Satu Bulan Beroperasi, KA Bandara Soekarno-Hatta Angkut 75 Ribu Penumpang

Berikut ini jadwal KA Bandara dari stasiun Bekasi hingga stasiun Bandara Soetta.
– Pukul 10:05 (berangkat BKS) – 10:47 (BNC) – 11:24 (BPR) – 11:37 (tiba BST)
– Pukul 11:10 (berangkat BKS) – 11:47 (BNC) – 12:24 (BPR) – 12:37 (tiba BST)
– Pukul 13:13 (berangkat BKS) – 13:47 (BNC) – 14:24 (BPR) – 14:37 (tiba BST)
– Pukul 14:11 (berangkat BKS) – 14:47 (BNC) – 15:24 (BPR) – 15:37 (tiba BST)

Stasiun Soetta (BST) menuju Stasiun Bekasi (BKS):
– Pukul 07:50 (berangkat BST) – 08:02 (BPR) – 08:36 (BNC) – 09:20 (tiba BKS)
– Pukul 08.50 (berangkat BST) – 09.02 (BPR) – 09.36 (BNC) – 10.15 (tiba BKS)
– Pukul 10.50 (berangkat BST) – 11.02 (BPR) – 11.36 (BNC) – 12.10 (tiba BKS)
– Pukul 11.50 (berangkat BST) – 12.02 (BPR) – 12.36 (BNC) – 13.15 (tiba BKS)

Gelontorkan Dana Rp13,9 Triliun, Petinggi Toyota Masuk Jajaran Direksi Grab

Produsen mobil Jepang, Toyota Motor baru-baru ini menggelontorkan dana US$1 miliar atau setara dengan Rp13,9 triliun kepada perusahaan transportasi berbasis aplikasi asal Malaysia, Grab. Kerja sama ini memulai tahap awalnya pada Agustus 2017 lalu melalui Toyota Tsuho Corp.

Baca juga: Setelah Rp16 Triliun dari Google, GoJek Kembali Dapat Kucuran Rp2 Triliun dari PT Astra Internasional

Dengan adanya suntikan dana tersebut, Grab tak hanya mengincar pangsa penjualan mobil tetapi juga memaksimalkan data pengemudi yang dikumpulkan melalui teknologi perekam TransLog. Sistem ini sendiri telah dipasangkan di 100 mobil rental milik Grab.

Tak hanya itu, data yang dikumpulkan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, investasi yang diberikan Toyota tersebut juga akan mengarah ke layanan pengiriman makanan (GrabFood) dan pembayaran digital (GrabPay). Juru bicara Grab mengatakan, dana ini juga akan digunakan untuk mengembangkan kapasitas Financial Grab seperti pembayaran mobile, pembiayaan mikro dan asuransi serta mendongkrak ekaspansi GrabFood di Asia Tenggara.

“Grab sudah menjadi aplikasi yang diandalkan masyarakat, dan semakin banyak pengguna juga menggunakan Grab sebagai e-wallet mereka untuk melakukan pembayaran, atau untuk membeli makanan dan layanan pengiriman paket,” ujar juru bicara tersebut.

Grab juga berharap, pengguna bisa menggunakan aplikasi untuk layanan sehari-hari seperti pembayaran tagihan hingga pembelanjaan online. Layanan ride sharing ini sendiri memiliki tujuan menjadi satu platform mobilitas untuk segala kebutuhan bagi pengguna.

Adanya investasi dari Toyota sendiri, diketahui nilai perusahaan Grab bisa mencapai lebih dari US$10 miliar. Pihak Toyota sendiri akan menempatkan satu eksekutifnya di jajaran direksi Grab dan anggota khusus untuk tim Toyota juga akan diperbantukan sebagai pejabat eksekutif.

Presiden Grab, Ming Maa mengatakan, dengan kolaborasi ini pihaknya berencana membuat pola kerja yang efisien dalam akses mobilitas di kota besar di Asia Tenggara dan pendapatan mitra pengemudi berpotensi meningkat. Sedangkan Toyota mengaku dengan adanya kolaborasi inin, pihaknya berharap bisa mendapatkan konektifitas untuk penyewaan armada mobil Grab di seluruh Asia Tenggara.

Baca juga: Grab Bermitra dengan Cargo, Hadirkan ‘Kotak Penjual’ Kebutuhan Penumpang

“Kedepannya, bersama dengan Grab, kami akan mengembangkan layanan-layanan yang lebih menarik, aman dan nyaman untuk pelanggan kami di Asia,” kata eksekutif Toyota Shigeki Tomoyama.

Diketahui, sebelum Toyota berkolaborasi dengan Grab, PT Astra Internasional telah mengelontorkan dana sebesar Rp2 triliun ke GoJek Indonesia.

Terus Alami Peningkatan, Pemudik Belum Sepenuhnya Menyeberang dari Kampung Halaman

Memasuki H+4 Lebaran, trafik mobil pribadi dari Sumatera menuju Jawa mulai mengalami peningkatan. Tercatat, hingga Rabu (20/6) pagi mobil pribadi yang telah menyeberang kembali ke Jawa sebanyak 43.942 unit atau 44 persen dari total 99.294 unit mobil pribadi yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada arus mudik kemarin.

Baca Juga: ASDP: Dari Sumatera, Baru 125.194 Penumpang Kembali ke Pulau Jawa

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers, Direktur Utara PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi mengatakan, “Jika melihat data pada H+3 atau Selasa (19/6) trafik mobil pribadi mencapai 16 ribu unit lebih. Kami prediksikan Rabu (20/6) malam ini trafik mobil pribadi akan kembali meningkat. Trennya roda empat dari Sumatera ke Jawa akan mulai mengalir pukul 18.00 wib hingga dini hari,”

Namun, ASDP telah mengantisipasi perkiraan lonjakan mobil pribadi yang akan kembali ke Jawa malam ini. Diperkirakan, pada puncak arus balik H+4 kendaraan roda 4 mencapai 17.017 unit atau naik 5,8 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 16.083 unit. Adapun kapasitas terpasang yang disiapkan sekitar 19.200 unit sehingga terpakai sekitar 89 persen saat puncak arus.

Jika dibandingkan dengan total jumlah pemudik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera pada H-8 hingga H maka jumlah pemudik yang telah kembali ke Pulau Jawa sebanyak 386.676 orang atau baru 40 persen dari total penumpang 970.327 orang, kendaraan roda dua sebanyak 34.077 unit atau baru 41 persen dari total 83.845 unit, dan kendaraan roda empat/lebih sebanyak 46.345 unit atau baru 41 persen dari total 112.784 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera saat arus mudik kemarin.

Data mencatat, jumlah pemudik yang belum kembali ke Pulau Jawa sekitar 583.651 orang atau 60 persen lagi dari total 970.327 orang penumpang yang berangkat dari Merak pada arus mudik kemarin. Diikuti, jumlah roda dua yang belum kembali ke Jawa sebanyak 49.768 unit atau 59 persen lagi. Dan untuk mobil pribadi yang belum kembali ke Jawa sebanyak 55.352 unit atau 56 persen lagi dari total 99.294 unit yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera saat arus mudik kemarin.

Para pengguna jasa diimbau tetap menjaga stamina tetap prima karena saat arus balik kondisi pemudik relatif kelelahan. Tetap mewaspadai cuaca buruk, serta keselamatan dan keamanan baik jiwa dan kendaraan selama di perjalanan.

Selanjutnya, dari Pelabuhan Lembar, NTB, dilaporkan, bila dibandingkan pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Padangbai ke Pelabuhan Lembar pada H-8 hingga H-1 maka jumlah pemudik yang telah menyeberang kembali dari Lombok ke Bali pada H+1 hingga H+3 sebanyak 16.014 orang atau 39 persen dari total penumpang 41.391 orang, kendaraan roda 2 sebanyak 4.304 unit atau 39 persen dari total kendaraan sebanyak 11.174 unit, dan kendaraan roda 4/lebih sebanyak 1.283 unit atau 29 persen dari total 4.372 unit yang menyeberang dari Bali ke Lombok pada arus mudik Lebaran kemarin.

“Situasi operasional serta pelayanan di Pelabuhan Lembar saat ini terpantau ramai lancar, aman & terkendali,” tutur GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar Yanus Lentanga.

Baca Juga: H-1 Lebaran, ASDP Ferry Catat 10 Persen Kenaikan Volume Pemudik Dibanding 2017

Sementara itu, dari Pelabuhan Ketapang dilaporkan,
bila dibandingkan dengan total jumlah pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang pada H-8 hingga H-1 maka jumlah pemudik yg telah menyeberang pada H+1 hingga H+3 dari Jawa ke Bali sebanyak 138.361 orang atau baru 32 persen dari total penumpang 436.258 orang yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada arus mudik kemarin. Diikuti kendaraan roda 2 sebanyak 18.159 unit atau baru 20 persen dari total 88.839 unit dan kendaraan roda empat/lebih sebanyak 17.233 unit atau baru 34 persen dari total 49.989 unit.

“Kami perkirakan, trafik penumpang dan kendaraan masih akan terus mengalir hingga puncak arus balik yang diperkirakan kembali terjadi pada akhir pekan ini,” tutur Elvi Yoza, GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang.

Inilah Pemandangan Fanstastik yang Bisa Anda Lihat dari Udara!

Setiap orang tentu memiliki seleranya masing-masing ketika ditanya soal, ”bangku favorit di pesawat?” Tidak ada yang salah dengan duduk di dekat lorong atau jendela, tentu mereka memiliki pembelaannya sendiri jika ditanya alasan memilih bangku tersebut. Mungkin duduk di dekat lorong akan memudahkan Anda untuk pergi ke toilet tanpa harus melangkahi penumpang lain, sedangkan duduk di samping jendela memungkinkan Anda untuk melihat ke arah luar.

Baca Juga: Inflighto, Mudahkan Penumpang Berbagi Keindahan dari Dalam Pesawat

Berbicara soal duduk di dekat jendela, ada banyak spot-spot ciamik yang akan menjadi sangat indah ketika dilihat dari ketinggian, contohnya dari dalam kabin. Beberapa spot tersebut dapat Anda saksikan secara langsung tanpa bantuan alat lihat seperti teropong. Berikut, KabarPenumpang.com himpun lima tempat yang dapat Anda lihat keindahannya dari dalam kabin, versi laman thepointsguy.com.

The Washington Monument and National Mall

Sumber: hepointsguy.com

Mengingat jaraknya yang tidak terlalu jauh dari bandara, maka tidak heran jika The Washington Monument and National Mall menjadi salah satu objek yang paling diburu oleh penumpang. Tapi tidak sembarangan, hanya jika pesawat take off dari runway 1, maka pemandangan yang disuguhkan sangatlah luar biasa. Sedangkan kebalikannya, jika pesawat take off dari runway 19, maka pemandangan yang tersaji sangatlah terbatas.

Zagros Mountains, Iran

Sumber: thepointsguy.com

Iran memang selalu memiliki kejutan dari alamnya, salah satunya dari Pegunungan Zagros. Pemandangan paling indah terpampang ketika pegunungan ini diselimuti oleh salju dan rute terbaik adalah dari Amerika Utara / Eropa dan Dubai (DXB), Abu Dhabi (AUH), atau Doha (DOH). Wisatawan cukup duduk di sebelah kiri arah pesawat untuk memaksimalkan ajang cuci mata ini.

Baca Juga: Glacier Express, Antarkan Anda Nikmati Indahnya Pemandangan Swiss

St. Helens Crater, Washington State

Sumber: thepointsguy.com

Gunung St. Helens merupakan salah satu gunung berapi aktif di Negeri Paman Sam dan menawarkan pemandangan yang luar biasa. Bagi penumpang yang ingin memanjakan matanya, pastikan pemandangan Anda menuju ke arah Utara dan take off dari salah satu landas pacu utama di bandara ini. Laman sumber menyebutkan bahwa penerbangan tersebut memiliki peluang terbaik untuk melihat pemandangan St. Helens Crater.

Mount Fuji, Japan

Sumber: thepointsguy.com

Salah satu ikon dari Negara Matahari Terbit ini pun menjadi salah satu pemandangan apik yang ditawarkan ketika Anda mengudara. Jika Anda mengudara menggunakan maskapai Japan Airlines, laman resmi maskapai tersebut menyediakan fitur agar penumpang bisa memaksimalkan pemandangan tersebut. Pengunjung bisa memasukkan informasi terkait soal penerbangannya dan pihak maskapai akan memberi arahan bangku mana yang memiliki probabilitas terbaik untuk melihat Gunung Fuji.

Perantau Asal Jawa Mulai Serbu Pelabuhan Bakauheni Pasca Libur Lebaran

Memasuki H+3 Lebaran, penumpang pejalan kaki mulai memadati Pelabuhan Bakauheni untuk kembali menuju Pelabuhan Merak. Tercatat sudah 45.662 orang pejalan kaki yang meninggalkan Sumatera sejak hari kedua Lebaran atau baru 31 persen dari total 146.413 orang yang telah menyeberang dari Jawa pada arus mudik kemarin.

Baca Juga: ASDP: dari Sumatera Baru 125.194 Penumpang Kembali ke Pulau Jawa

Dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diterima, GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Anton Murdianto mengatakan, sesuai prediksi penumpang pejalan kaki mulai mengalami peningkatan pada H+3 atau Selasa (19/6) hingga Rabu (20/6) atau H+4. Cabang Bakauheni telah menyiapkan 14 loket penumpang dan 31 loket kendaraan (17 loket roda empat dan 14 loket roda dua) untuk melayani arus balik Lebaran tahun ini.

“Saat puncak arus, penumpang pejalan kaki diprediksikan mencapai 25.931 orang atau naik sekitar 5,9 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 24.481 orang yang terjadi pada H+5. Dari kapasitas terpasang yang disiapkan sebanyak 72.000 orang, hanya terpakai 36 persen, sehingga sangat memadai melayani arus balik Lebaran,” ungkap Anton, Selasa (19/6).

Di Bakauheni, tren penumpang pejalan kaki ramai dari pagi hingga jelang sore hari. Namun, ASDP Cabang Bakauheni telah mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung di Pelabuhan demi mendukung kelancaran dan kenyamanan para pengguna jasa selama arus balik Lebaran.
Penumpang pejalan kaki dapat menikmati ruang tunggu yang nyaman berkapasitas hingga 1000 orang. Adapun di loket tiket penumpang telah disiapkan juga jalur khusus bagi ibu hamil, balita, lansia dan difabel. Selain itu juga disediakan fasilitas kesehatan, toilet, ruang menyusui dan fasilitas pendukung lainnya.

Untuk puncak arus roda dua dan roda empat diperkirakan
akan terjadi pada Rabu (20/6) atau H+4 dan Kamis (21/6) atau H+5. Saat puncak arus balik diperkirakan roda dua yang akan kembali ke Jawa mencapai 17.778 unit atau naik 4,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 16.975 unit. Kapasitas terpasang yang disiapkan sebanyak 60.000 unit, sehingga hanya terpakai 30 persen saja untuk sepeda motor.

Adapun untuk roda empat diperkirakan pada puncak arus balik H+4 mencapai 17.017 unit atau naik 5,8 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 16.083 unit. Adapun kapasitas terpasang yang disiapkan sekitar 19.200 unit sehingga terpakai sekitar 89 persen saat puncak arus.

Jika dibandingkan dengan total jumlah pemudik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera pada H-8 hingga H maka jumlah pemudik yg telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa, penumpang mencapai 242.031 orang atau 25
persen dari total penumpang 970.327 orang yang telah menyeberang dari Merak pada arus mudik kemarin.
Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 20.145 unit atau 24 persen dari total 83.845 unit. Lalu, kendaraan roda empat/lebih 29.140 unit atau 26 persen dari total 112.784 unit.

“Dengan demikian, total penumpang yang belum kembali ke Jawa sebanyak 728.296 orang atau 75 persen, lalu 63.700 unit roda dua atau 76 persen, dan 83.644 unit roda empat/lebih atau 74 persen,” sebut Anton lagi.

Baca Juga: Promosikan Tiket Online Lebaran, ASDP Ferry Gelar Undian Berhadiah

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono yang melakukan kunjungan ke Pelabuhan Bakauheni, Selasa (19/6) mengapresiasi antisipasi dan persiapan yang telah dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam menghadapi arus mudik maupun balik Lebaran.

“Salah satunya dengan sosialisasi pembelian tiket ferry secara online, hal ini sangat bermanfaat bagi pengguna jasa,” tutur Djoko.

AirHelp Rilis Peringkat Bandara di Dunia, Tiga Bandara Inggris Berada di Posisi Bontot!

Bagaimana ceritanya jika negara sebesar Inggris memiliki bandara yang ternyata dibenci oleh warga bahkan para pelancong? Tentu ini menjadi sebuah pertanyaan besar, mengingat salah satu bandara tersibuk di dunia dapat Anda temukan di negara yang terkenal dengan liga sepak bolanya ini. Ternyata jika dirunutkan, inti permasalahannya tidak melulu terletak pada jadwal keberangkatannya saja yang berantakan, tapi lebih merujuk pada pengalaman penumpang.

Baca Juga: Duuh! Ini Dia 10 Bandara Terburuk di Dunia

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman globalconstructionreview.com (8/6/2018), London Stansted Airport dinobatkan sebagai bandara dengan pengalaman penumpang terburuk kedua di dunia setelah Kuwait Farwaniya International Airport. ‘Hebatnya’ lagi, Manchester Airport berhasil menduduki posisi kelima bandara terburuk di dunia, dan Edinburgh Airport berada dua posisi di atasnya. Data-data ini ditunjang oleh AirHelp, perusahaan yang membantu penumpang untuk mendapatkan kompensasi jika merasa tidak puas dengan pelayanan sebuah bandara.

Tentu hal tersebut menjadi sorotan sejumlah pihak yang kebingungan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Kendati semua bandara di Inggris telah mengedepankan aspek ketepatan waktu, namun para pengguna bandara merasa tidak puas dengan pelayanannya. Sebut saja nilai 1,1 (dari 10) yang diraih oleh London Stansted Airport ditinjau dari segi pengalaman penumpang. Sedangkan untuk Edinburgh Airport mendapat nilai 1,8 dari 10 untuk segi pengalaman penumpang, dan poin 2,6 dari 10 diraih oleh Manchester Airport.

Bahkan untuk bandara sekelas Heathrow saja, hanya menduduki peringkat 80 dari 141 bandara yang disurvei, dengan perolehan nilai 8,2 dari 10 untuk masalah ketepatan waktu, dan 2,8 untuk masalah pengalaman penumpang, ironis! Berbanding terbalik dengan Hamad International Airport di Doha yang dinobatkan menjadi bandara dengan tingkat pengalaman penumpang tertinggi di dunia, disusul oleh Athena International Airport di posisi kedua, Tokyo Haneda International Airport (Jepang) di posisi ketiga, Cologne Bonn Airport (Jerman) di posisi keempat, dan Changi International Airport di posisi kelima.

Sedangkan untuk posisi lima terbawah, dihuni oleh Stockholm Bromma Aiport, Paris Orly Airport, Lyon – Saint-Exupéry Airport (Perancis), London Stansted Airport, dan terakhir ada Kuwait Internasional Airport. Dari penjabaran di atas, adapun tiga poin utama yang menjadi dasar penilaian bandara tersebut adalah dari segi On-Time Performance (OTP), kualitas pelayanan, dan sentimen penumpang terhadap bandara terkait.

Baca Juga: 10 Bandara Ini Disebut Sebagai Yang Tersibuk

Sayangnya, AirHelp tidak turut menyertakan Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau bandara besar lain di Tanah Air seperti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali atau Bandara Kualanamu di Sumatera Utara ke dalam penilaian. Jika ketiga nama bandara tersebut masuk ke dalam perhitungan, kira-kira akan bertengger di posisi berapa ya?

JOOX dan AirAsia Rilis “Fly Away,” Musik Tanpa Internet di Pesawat

JOOX, penyedia layanan musik digital daring menjalin kesepakatan dengan AirAsia Group Indonesia untuk menghadirkan progam Lebaran untuk seluruh penumpang AirAsia. Kedua perusahaan bekerja sama untuk mengolaborasikan dua unsur penting yang sedang diminati dan saling melengkapi, yaitu musik dan travel. Melalui kolaborasi ini, para penumpang AirAsia mendapatkan kesempatan mengakses katalog musik JOOX tanpa internet selama menempuh perjalanan dan program Fly Away yang menggabungkan kegiatan menonton konser musik dengan traveling.

Baca juga: Tas Terkena Minyak dan Barang Hilang, AirAsia Hanya Ganti Rungi Rp103 Ribu

Jika selama ini musik streaming hanya dapat dinikmati dengan internet dan hal ini tidak dapat dilakukan saat penumpang berada di dalam pesawat, maka JOOX dan AirAsia menghadirkan program “Nikmati musik di pesawat tanpa internet” yang memungkinkan penumpang untuk bebas mendengarkan musik favorit secara offline untuk menemani perjalanan mereka.

Seluruh peumpang AirAsia yang melakukan pembelian rute domestik selama periode 28 Mei – 28 Juni 2018 dapat menikmati layanan JOOX VIP selama 1 bulan. Musik dapat dinikmati saat mereka melakukan perjalanan dengan mengunduh lagu-lagu favorit sebelumnya dan memutarnya melalui aplikasi JOOX mereka saat perjalanan ditempuh.

Di periode Juni 2018, pengguna JOOX dapat mengikuti kegiatan Fly Away yang akan mengirimkan pengguna beruntung untuk terbang ke Jepang dan menyaksikan salah satu konser musik terbesar di Asia, bersama dengan Air Asia dan JOOX. Jepang sendiri merupakan salah satu negara yang menjadi destinasi favorit konsumen AirAsia saat ini.

Benny Ho, Senior Director of Business Development, International Business Group, Tencent mengutarakan bahwa kolaborasi ini adalah untuk tetap dapat memberikan layanan musik berkualitas bagi penggunanya dalam segala kondisi. “Sebagai market leader di Indonesia, kami berusaha untuk mengerti hal-hal yang tengah menjadi trend di kalangan anak muda. Travel dan konser musik merupakan dua hal yang selalu bersinggungan. Oleh sebab itu bekerja sama dengan AirAsia merupakan salah satu hal yang dapat menunjang trend tersebut dan sejalan dengan komitmen JOOX yaitu bahwa musik dapat didengarkan dimanapun dan kapanpun” ungkap Benny Ho, dikutip dari siaran pers yang diteri KabarPenumpang.com (19/6/2018). JOOX sendiri bukan sekadar platform streaming musik, melainkan platform hiburan. Di dalamnya ada konten karaoke, video, lirik lagu, bahkan peer-to-peer.

Baca juga: Urat Malu Putus, Penumpang AirAsia Ini Kekeh Pindah Ke Bangku Premium

Rifai Taberi, Direktur Niaga AirAsia Indonesia mengungkapkan bahwa pihaknya sangat antusias menyambut kerja sama ini. “Sebagai maskapai penerbangan hemat yang beroperasi di Asia Pasifik, kami selalu mengedepankan kenyamanan bagi seluruh penumpang kami,” tutur Rifai. Bagi AirAsia sendiri, kolaborasi dengan JOOX ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk menyempurnakan pengalaman perjalanan dengan membuat setiap konsumen tetap terhibur di pesawat dan menjadikan konser musik sebagai salah satu destinasi travel.

Maeklong, Pasar Lipat di Lintasan Jalur Kereta

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata pasar? Tentu saja bayangan yang muncul pertama kali adalah sebuah tempat ramai dimana di dalamnya terdapat penjual yang menjajakan barang dagangnnya dan juga pembeli. Lalu apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata rel kereta? Sebuah jalur yang terbuat dari besi yang digunakan sebagai “jalan” dari kereta. Lalu, bagaimana jika kedua tempat tersebut dijadikan satu? Tentu saja beberapa dari Anda akan merasa keheranan dan seakan tidak percaya bahwa terdapat beberapa pasar yang berdiri di atas rel kereta yang masih aktif.

Bagi Anda yang pernah melanglang buana di Thailand, mungkin nama pasar ini akan sedikit membawa Anda kembali bernostalgia dengan suasana di negeri seribu Pagoda ini. Pasar Maeklong, sebuah pasar yang berada di sebuah jalur perlintasan kereta komuter yang menghubungkan Wongwian Yai, Bangkok dan Samut Songkhram di Thailand. Pasar ini berada 72 km sebelah barat daya kota Bangkok. Namun bagaimana bisa sebuah pasar terletak di sebuah rel aktif?

Sumber: yukepo.com
Sumber: yukepo.com

Pedagang yang tengah asyik menjajakan barang dagangannya dipaksa mengalah oleh kereta yang hendak lewat dengan cara membereskan dagangannya, melipat terpal yang melintang agar tidak mengganggu kereta yang hedak melintas tersebut. Lebih hebatnya lagi, para pedagang ini bahkan sudah hafal kapan jadwal kereta akan melintasi rel yang membentang sejauh 67 km itu. Setelah kereta sudah sepenuhnya melintasi pasar tersebut, para pedagang kembali membuka terpal dan kembali menjajakan barang dagangannya. Selain menjadi trade mark, pasar ini juga merupakan salah satu pasar yang menjajakan makanan laut segar terbesar di Thailand.

Bukan para pedagang di sini tidak takut tersambar kereta saat bergadang, mereka mengaku mulai berdagang saat rel kereta ini mulai beroperasi. Mereka mengatakan sudah tidak ada tempat lagi apabila mereka pindah. Berdasar pada situasi itulah, akhirnya ada kesepatakan dari pihak berwenang dan para pedagang untuk tetap menghidupkan aktivitas jual beli di atas rel kereta api. Selain membereskan terpal yang melintang dan barang dagangannya, para pedagang juga termasuk kreatif dengan memasangkan roda pada bagian bawah lapak mereka, tidak dibuat paten. Ini bertujuan untuk mempermudah “evakuasi” dagangan saat kereta lewat.

Sumber: isanook.com
Sumber: isanook.com

Saat kereta hendak lewatpun, para pedagang ini tidak menyingkir terlalu jauh, bahkan kurang dari satu meter. Menurut data yang dilansir dari laman pikiran-rakyat.com, 19 Juni 2016, para pedagang ini juga sudah memprediksi kecepatan kereta saat melintasi pasar tersebut. “Sudah aman mundur satu meter. Barang dagangan tidak ada yang terbang. Soalnya kereta kalau melintas wilayah ini, lajunya tidak kencang. Kereta akan berjalan pelan, sekitar 15 km per jam. Pedagang di sini pun sudah terampil bongkar pasang tenda, sebelum kereta datang,” ujar Waen, seorang pedagang yang menjajakan aneka keripik.

Pemandangan ini tentu saja membuat para pelancong yang sengaja datang ke pasar Maeklong senyum sumringah melihat aksi dari para pedagang yang seolah menantang maut tersebut. Apabila Anda berencana untuk menghabiskan waktu libur Anda di Thailand, sempatkan diri untuk mengunjungi pasar tersebut pada pukul 08.30, 11.10, 14.30, dan 17.40 karena pada jam-jam tersebut, para pedagang mulai bersiap untuk membereskan dagangannya sebelum kereta melintas. Sebagai tambahan, waktu antara Indonesia bagian barat dan Thailand hampir tidak ada perbedaan karena letak geografisnya yang bisa dibilang sejajar. Apakah Anda tertarik untuk mendatanginya?

Angkasa Pura I: Trafik Penumpang H-8 Hingga H+1 Lebaran 2018 Naik 8,4 Persen

PT Angkasa Pura I mencatat pertumbuhan trafik penumpang dan pesawat pada masa arus mudik Lebaran 2018 sejak 7 Juni (H-8) hingga 17 Juni (H+1) masing-masing sebesar 8,4 persen dan 9,1 persen dibanding periode yang sama pada 2017 lalu. Trafik penumpang pada periode H-8 hingga H+1 Lebaran 2018 mencapai 3.138.909 orang, tumbuh 8,4 persen dari 2.895.688 orang di periode yang sama pada 2017.

Baca juga: ASDP: Dari Sumatera, Baru 125.194 Penumpang Kembali ke Pulau Jawa

Sedangkan trafik pesawat pada periode ini di 2018 mencapai  24.864 pergerakan pesawat, tumbuh 9,1 persen dari 22.773 pergerakan di periode yang sama pada 2017.  Trafik penumpang tertinggi sejak H-8 hingga H+1 masih terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dengan total trafik penumpang mencapai 773.157 orang, naik 11 persen dibanding periode yang sama pada 2017 yang sebanyak 695.690 orang.

Posisi trafik penumpang tertinggi kedua terjadi di Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan total trafik mencapai 676.018 orang, naik 2,37 persen dari 660.371 orang pada periode yang sama di 2017. Trafik penumpang tertinggi ketiga terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang mencapai 379.059 orang, naik 2,2 persen dari 370.567 orang pada periode yang sama di 2017.

Sementara itu, pertumbuhan trafik penumpang tertinggi terjadi di Bandara Frans Kaisiepo Biak dengan pertumbuhan 90 persen, naik menjadi 18.984 orang pada 2018 dari 10.064 orang pada 2017. Trafik Penumpang pada 17 Juni (H+1), trafik penumpang di 13 bandara Angkasa Pura I sebanyak 283.456 orang, tumbuh 12,7 persen dari 251.425 orang pada H+1 Lebaran 2017.

Trafik penumpang tertinggi pada H+1 ini terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali yang mencapai 76.426 orang, naik 13 persen dari 67.650 orang pada H+1 Lebaran 2017. Sedangkan trafik penumpang tertinggi kedua terjadi di Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan total penumpang sebanyak 60.900 orang, tumbuh 7,3 persen dari 56.743 orang pada H+1 Lebaran 2017.

Baca juga: Dibanding 2017, Trafik Kendaraan via ASDP di Musim Mudik 2018 Naik Tipis 

Trafik penumpang tertinggi ketiga terjadi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang sebanyak 28.683 orang, naik delapan persen dari 26.561 orang pada H+1 Lebaran 2017.

“Untuk arus balik di 13 bandara Angkasa Pura I, diprediksi akan mencapai puncaknya pada 22-24 Juni. Selain itu, total trafik penumpang pada masa angkutan Lebaran 2018 sejak 7 hingga 24 Juni diprediksi mencapai 5.504.107 orang, tumbuh enam persen dari 5.205.962 orang pada masa angkutan Lebaran 2017,” kata Israwadi, Corporate Secretary PT Angkasa Pura I yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Senin (18/6/2018)

ASDP: Dari Sumatera, Baru 125.194 Penumpang Kembali ke Pulau Jawa

Pemudik mulai bergerak meninggalkan Pulau Sumatera untuk kembali ke Jawa dalam arus balik Lebaran H+1 atau Senin (18/6). Tercatat baru 125.194 orang dan 15.093 unit kendaraan roda empat yang telah kembali menyeberang dari Bakauheni menuju Merak.

Baca juga: Dibanding 2017, Trafik Kendaraan via ASDP di Musim Mudik 2018 Naik Tipis

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Imelda Alini mengatakan, kondisi arus balik di Pelabuhan Bakauheni saat ini masih relatif normal lancar. “Diperkirakan mulai besok trafik penumpang dan kendaraan akan meningkat menyusul instansi pemerintahan dan swasta mulai kembali beraktivitas pada Kamis (21/6/2018),” tutur Imelda yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Senin (18/6/2018).

Posko Data Bakauheni mencatat jumlah penumpang yang telah menyeberang kembali ke Merak mencapai 125.194 orang atau baru sekitar 13 persen dari total penumpang 970.327 orang yang menyeberang ke Sumatera pada arus mudik lalu.

Diikuti kendaraan Roda 2 sebanyak 9.909 unit atau baru 12 persen dari total 83.845 unit yang menyeberang ke Sumatera san kendaraan roda empat atau lebih baru 15.093 unit atau 13 persen dari total 196.629 unit yang menyeberang dari Merak.

Posko data Bakauheni pada H+1 atau Minggu (17/6/2018) hingga Senin (18/6/2018) pukul 08.00 (per 24 jam) mencatat jumlah trip mencapai 131 trip atau naik 7 persen dibandingkan realisasi 2017.

Penumpang yang menyeberang dari Bakauheni ke Merak pada H+1 mencapai 78.786 orang atau naik 28 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 62.578 orang.

Adapun untuk roda dua mencapai 6.463 unit atau naik 22 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 5.286 unit. Untuk roda empat atau ebih tercatat baru sebanyak 230 unit yang menyeberang atau turun 11 persen bila dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 259 unit.

Selanjutnya, dari Posko data Lembar dilaporkan bila dibandingkan dengan total jumlah pemudik dari Pulau Bali ke Pulau Lombok dari H-8 hingga H-1 maka jumlah pemudik yang telah menyeberang dari Lombok ke Bali sebanyak 5.025 orang atau baru 12 persen dari total penumpang 41.391 orang. Lalu, kendaraan Roda dua sebanyak 1.323 unit atau baru 12 persen dari total 11.174 unit dan kendaraan roda empat atau lebih sebanyak 383 unit atau baru 9 persen dari total 4.372 unit.

Baru 10 Persen
Sementara itu dilaporkan, bila dibandingkan total jumlah pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang pada H-8 hingga H-1, maka jumlah pemudik yang telah kembali menyeberang dari Jawa ke Bali sebanyak 45.450 orang atau baru 10 persen dari total penumpang 436.258 orang.

Kendaraan roda 2 yang telah kembali ke Bali via Gilimanuk tercatat 5.130 unit atau baru 6 persen dari total kendaraan roda dua sebanyak 88.839 unit. Kendaraan roda empat atau lebih sebanyak 5.620 unit atau baru sekitar 11 persen dari total kendaraan 49.989 unit yang menyeberang ke Ketapang pada arus mudik kemarin.

Baca juga: Potensial Ganggu Keselamatan dan Keamanan Penerbangan, Angkasa Pura I Imbau Warga Tidak Lepaskan Benda Terbang

GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Elvi Yoza mengatakan, saat ini kondisi cuaca di Pelabuhan Ketapang berawan, dan situasi operasional serta pelayanan saat ini terpantau ramai lancar, aman dan terkendali.

“Diperkirakan peningkatan arus mulai terjadi pada Rabu (20/6) dan masa puncak arus balik terjadi pada akhir pekan,” katanya menandaskan.