Soal Taksi Udara, Inilah Serangkaian ‘PR’ yang Kudu Diselesaikan Volocopter

Lupakan mobil otonom dan mulai taruh perhatian Anda pada taksi udara! Ya, alih-alih membuat ruwet kondisi jalanan dengan manghadirkan moda otonom yang belum tentu dapat mengentaskan kemacetan, belakangan ini banyak perusahaan yang menghadirkan solusi terbaru di dunia transportasi, taksi udara!

Baca Juga: Terima Kucuran Dana Segar, Volocopter Fokus Kembangkan VTOL Andalannya

Sebuah perusahaan startup asal Jerman yang didukung oleh Intel Corp dan Damiler AG, Volocopter GmbH diketahui telah merancang sebuah helikopter bertenaga listrik yang akan menerbangkan para penumpang melintasi kepadatan jalanan perkotaan. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman Bloomberg.com (7/6/2018), helikopter yang dirancang minim polusi suara ini diharapkan dapat mulai beroperasi secara komersial pada tiga hingga lima tahun ke depan.

Beragam uji coba pun telah dilakukan, diantaranya yang paling menyita perhatian publik adalah uji coba di Las Vegas dan di Dubai. Kini, diketahui Volocopter GmbH tengah mengupayakan dana sekitar US$100 juta atau yang setara dengan Rp1,4 triliun untuk mempersiapkan pengembangan taksi terbang, sesegera mungkin. “Kami ingin jadi layanan taksi udara komersial pertama di dunia,” ungkap CEO Volocopter GmbH, Florian Reuter.

Berburu dengan waktu tidak hanya di sektor keuangan. Volocopter GmbH pun perlu meningkatkan kecepatan di segala lini, mengingat banyaknya kompetitor yang tidak bisa dipandang remeh. Sebut saja salah satu perusahaan aviasi terkemuka di dunia, Boeing yang turut memanaskan persaingan taksi udara nirawak semacam ini.

Selain itu, rentetan inovasi menarik pun perlu terus dikembangkan agar dapat meyakinkan investor untuk menyisihkan uangnya, dan regulator untuk mempercepat perizinan dari sarana transportasi masa depan ini.

Baca Juga: Didukung Intel Capital, Joby Aviation Siap Ramaikan Industri Taksi Udara

Dalam hal pendanaan, induk perusahaan Mercedes Daimler telah mengucurkan dana segar senilai US$29 juta atau yang setara dengan Rp404 miliar guna melancarkan proyek taksi udara Volocopter GmbH pada bulan Agustus 2017 silam, dan nilai tersebut sangatlah berarti bagi perusahaan mengingat sejumlah capaian yang harus mereka kebut tersebut.

Seperti yang diketahui bersama, moda Volocopter sendiri menggunakan 18 rotor yang memiliki tingkat kebisingan minim, sehingga tidak mengganggu penumpang. Dengan menggunakan formasi 4 penumpang dalam sekali perjalanan. Baru-baru ini, perusahaan tersebut tengah mengembangkan ruang tambahan untuk mengangkut paket atau kargo penumpang.

Dibanding 2017, Trafik Kendaraan via ASDP di Musim Mudik 2018 Naik Tipis

Setelah melayani arus mudik, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan kembali fokus melayani arus balik Angkutan Lebaran Tahun 2018 dimana puncak arus balik diprediksikan akan terjadi pada Selasa (19/6) dan Rabu (20/6).

Baca Juga: H-1 Lebaran, ASDP Ferry Catat 10 Persen Kenaikan Volume Pemudik Dibanding 2017

Dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diterima, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Imelda Alini mengatakan kendati arus balik Angkutan Lebaran akan lebih terdistributif dalam sepekan ke depan mengingat libur cuti bersama Idul Fitri yang relatif panjang, pemudik ferry diimbau tetap mengatur waktu perjalanannya saat kembali dari kampung halaman.

“Pemudik ferry diharapkan dapat menyeberang sebelum waktu puncak arus balik. Hal ini penting agar dapat menikmati perjalanan yang lancar, nyaman, dan selamat serta terhindar dari kepadatan saat arus puncak,” tutur Imelda.

Selain itu, para pengguna jasa diimbau tetap menjaga stamina dan kesehatan karena saat arus balik kondisi pemudik relatif kelelahan. “Tetap waspadai cuaca buruk, serta keselamatan dan keamanan baik jiwa dan kendaraan selama di perjalanan,” katanya.

Demi kelancaran dan kenyamanan di perjalanan, pemudik pejalan kaki, dan yang membawa sepeda motor atau mobil pribadi, agar melakukan pembelian tiket berjadwal secara online yang dapat diakses selama 24 jam melalui http://tiket.indonesiaferry.co.id Pembelian tiket secara online berlaku untuk pemesanan maksimal H-1 keberangkatan.

Dengan beli tiket via online, tidak hanya dapat mengurangi antrian pembelian tiket di pelabuhan, pemudik yang membeli tiket online dapat menikmati jalur khusus di pelabuhan dengan waktu scan barcode (yang diterima setelah membayar tiket) lebih singkat, sehingga dapat lebih cepat menuju kapal.

Selain penjualan tiket online, khusus arus balik Lebaran PT ASDP juga membuka loket penjualan di luar area pelabuhan (buffer zone) untuk layanan go-show yang berada di Jembatan Timbang Watudodol yang dapat diakses pemudik sebelum menuju Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur.

Trafik Penumpang Naik 15 Persen
Sama halnya saat periode mudik, PT ASDP memastikan kesiapan alat produksi arus balik Angkutan Lebaran 2018 memadai, yang akan dilayani oleh 8 cabang, 13 pelabuhan, 43 dermaga, dan 217 unit kapal (termasuk swasta).

Selama periode arus mudik 2018, jumlah trafik penumpang dan kendaraan yang dilayani PT ASDP mengalami peningkatan mulai dari H-8 (7 Juni 2018) hingga HH (16 Juni 2018) di 7 lintasan yang dipantau PT ASDP.

Jumlah trip tahun ini sebanyak 9.583 trip atau naik 4 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 9.247 trip. Peningkatan trip ada di pelabuhan Bakauheni dan Ketapang. Lalu, untuk penumpang tercatat hingga hari kedua Lebaran sebanyak 2,48 juta atau naik 15 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 2,1 juta. Adapun peningkatan produksi penumpang di semua pelabuhan kecuali pelabuhan Kayangan, Lembar dan Tanjung Kelian.

Untuk kendaraan Roda-2, tahun ini tercatat mencapai 260.362 unit atau turun 6,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 278.934 unit. Penurunan terjadi di Pelabuhan Kolaka, Bakauheni, Kayangan, Lembar dan Pa dangbai.

Baca Juga: ASDP: Sepeda Motor dan Mobil Pribadi Dominasi Puncak Arus Mudik dari Bali ke Jawa

Dan untuk kendaraan roda 4 tercatat tahun ini sebanyak 314.420 atau naik tipis 0,26 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 313.595 unit.

Tahun ini, total jumlah pemudik Angkutan Lebaran di 7 lintasan diprediksi mencapai 4,2 juta orang atau naik 6 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 3,98 juta pemudik. Jumlah kendaraan roda 2 mencapai 451.340 unit atau naik 6,3 persen dibandingkan tahun lalu 424.470 unit, dan roda 4 mencapai 563.615 unit atau naik 5,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 532.970 unit.

Bandara Kuala Lumpur Hadirkan “MYairports” untuk Mudahkan Penumpang

Beberapa negara telah memiliki aplikasi untuk memudahkan penumpangnya saat bepergian melalui bandara mereka. Seperti Indonesia, pengelola bandara baik Angkasa Pura I maupun Angkasa Pura II memiliki aplikasi yang memudahkan penumpang mencari segala kebutuhan dan jadwal penerbangan mereka.

Baca juga: TripIt, Aplikasi Pemantau Panjang Antrean di Konter Keamanan Bandara

Belum lama ini pengelola bandara di Malaysia merilis aplikasi untuk Kuala Lumpur International Airport (KLIA). KabarPenumpang.com melansir dari laman airport-technology.com (6/6/2018), hadirnya aplikasi ini untuk memudahkan para pelancong dalam merencanakan perjalanan mereka secara detail sebelum bepergian.

Aplikasi dengan nama MYairports tersebut telah dirancang sebagai panduan perjalanan bandara yang bersahabat dengan penggunanya. Dimana aplikasi ini membantu penumpang menavigasi perjalanan mereka dari rumah sampai ke gerbang boarding dalam waktu sesingkat mungkin.

MYairports sendiri sudah terintegrasi dengan Big Data Analytics (BDA) dan tersedia dalam dua bahasa yakni Bahasa Inggris dan Melayu. Direktur pengelola Bandara Malaysia, Datuk Badlisham Ghazali mengatakan hadirnya aplikasi ini untuk membantu penumpang merencanakan perjalanan hanya melalui sentuhan jadi di ponsel pintar penumpang.

“Dengan aplikasi ini, Anda akan bisa mendapatkan pembaruan langsung pada informasi penerbangan, waktu yang tersisa untuk menaiki penerbangan Anda, belanja dan makan promosi dan informasi bandara penting. Yang lebih mengasyikkan, aplikasi MYairports kami akan menampilkan cara pencarian yang dinamis di sekitar KLIA,” ujar Badlisham.

Dengan diluncurkannya aplikasi MYairports menunjukkan perkembangan Bandara Malaysia untuk merangkul inisiatif digital 4.0 melalui interaksi digital dimana waktu nyata menjadi hal terpenting untuk penumpang. Saat ini, Bandara Malaysia sedang menjalani program transformasi digital yang mencakup penggunaan perangkat BDA dan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan operasi bandara dengan memperkirakan arus lalu lintas, mengelola fasilitas untuk penumpang dan mengurangi waktu antrian serta kemacetan.

Baca juga: Merespon Kebutuhan Penumpang, Angkasa Pura II Terapkan “Airport Go Digital”

“Untuk saat ini, aplikasi ini memiliki informasi tentang Terminal Utama KLIA. Namun, informasi tentang klia2, terminal kedua akan segera tersedia, diikuti oleh sisa bandara internasional. Fitur lain yang lebih menarik dalam fase mendatang akan mencakup waktu antrean langsung di berbagai titik kontak di bandara seperti check in dan loket imigrasi, serta pos pemeriksaan keamanan. Untuk pembeli, fitur ecommerce akan memungkinkan pembelian dibeli secara online dan dijemput di bandara pada saat kedatangan,” tambah Badlisham.

Potensial Ganggu Keselamatan dan Keamanan Penerbangan, Angkasa Pura I Imbau Warga Tidak Lepaskan Benda Terbang

PT Angkasa Pura I (Persero) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melepaskan balon udara, layang-layang, lampion, drones maupun benda terbang sejenis tanpa izin di kawasan bandara karena berpotensi membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Baca Juga: The Robird Drone, Robot Penangkal Bird Strike di Bandara Edmonton

Hal ini disampaikan guna menindaklanjuti sebanyak 14 laporan gangguan balon udara sejak 14 Juni 2018 yang dilaporkan oleh pilot-pilot yang melintasi wilayah pengaturan ruang udara militer Yogyakarta (Yogyakarta Military Control Airspace) seperti Wonosari, Kebumen, Sleman, Solo, Kulon Progo, Purworejo, Cilacap dengan variasi ketinggian mulai dari 4.000 kaki sampai dengan 25.000 kaki di atas permukaan laut. Dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diterima, petugas pun telah mengamankan 2 temuan balon yang dilepaskan oleh warga di dekat Bandara Adisucipto Yogyakarta siang kemarin.

Faik Fahmi selaku Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) mengatakan, “Laporan-laporan tersebut menjadi perhatian serius bagi kami, mengingat pelepasan balon udara dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Untuk itu, kami kembali menegaskan kepada masyarakat untuk tidak melepaskan balon udara dan/atau benda terbang lainnya tanpa izin di kawasan bandara”.

Adapun, sesuai dengan Undang-undang penerbangan Nomor 1 tahun 2009 pasal 421 ayat (2) menyatakan setiap orang yang membuat halangan (obstacle) dan atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan atau denda paling banyak Rp. 1 miliar.

Sebelumnya pada 7 Mei 2018, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia juga telah menetapkan Peraturan Menteri No. 40 tahun 2018 yang mengatur lebih spesifik mengenai peraturan penggunaan balon udara pada kegiatan adat atau budaya masyarakat, seperti penetapan standar diameter maksimal 4 meter dan tinggi 7 meter untuk balon berbentuk oval dan/atau apabila balon tidak berbentuk oval atau bulat, maksimal dimensi 4 meter x 4 meter x 7 meter.

Pemilihan warna balon pun harus mencolok, memiliki minimal 3 tali tambatan yang terpaku atau terkait dengan pemberat di tanah dan diterbangkan dengan ketinggian maksimal 150 meter di wilayah udara yang tidak terkontrol (uncontrolled airspace). Adapun peraturan spesifik menyebutkan juga bahwa pelepasan balon udara harus berada 15 km di luar radius kawasan bandara dan pendaratan helikopter.

Baca Juga: Lagi, Insiden Drone Tabrak Pesawat Komersial Kembali Terulang

“Mengingat bandara merupakan salah satu area yang masuk ke dalam kawasan keselamatan operasi penerbangan, PT Angkasa Pura I (Persero) senantiasa bekerja sama dengan seluruh pihak seperti Direktorat Jenderal Udara (DJU), AirNav Indonesia, TNI, maskapai penerbangan dalam melakukan pengawasan balon udara di kawasan bandara. Kami pun telah secara aktif mengedukasi masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan 13 bandara AP1 terkait peraturan keselamatan dan keamanan penerbangan di kawasan bandara, sehingga masyarakat menjadi paham dan patuh terhadap aturan dalam melaksanakan kebiasaan maupun aktivitas adat setempat,” tambah Faik.

Silverpilen, Legenda Kereta Hantu Milik Warga Stockholm

Berapa banyak cerita kereta hantu di dunia? Mungkin tidak terlalu banyak, salah satunya di Indonesia terkhusus warga Jakarta dan sekitarnya. Ya, kereta hantu Manggarai, merupakan cerita terfenomenal yang pastinya tak asing lagi di telinga warga Jakarta.

Baca juga: Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta

Tapi, ternyata bukan hanya di Jakarta yang punya kereta hantu, negara Swedia tepatnya di kota Stockholm juga memiliki kisahnya sendiri. KabarPenumpang.com mengumpulkan dari beberapa laman sumber kisah tentang kereta Silverpilen yang dikabarkan sering beroperasi pada tengah malam.

Kereta ini disebut Silverpilen karena di cat berwarna perak dan berbeda dari kereta Swedia pada umumnya yang berwarna hijau terang. Silverpilen sendiri dalam bahasa Swedia diartikan sebagai kereta peluru perak.

Stasiun Kymlinge

Kereta ini dibuat pada tahun 1960 dengan delapan gerbong. Uniknya kereta ini dirancang sedikit berbeda dengan kereta lainnya, dimana pintu harus digeser untuk membukanya.

Pada masanya kereta ini dulu belum begitu terkenal dikalangan penduduk lokal sampai kereta komuter berekspansi di Stockholm. Dimana jaringan baru dibuat dan stasiun Kymlinge pun didirikan untuk melayani penumpang di wilayah yang baru berkembang.

Sayangnya stasiun tersebut tidak pernah beroperasi hingga kini dan bangunannya dibiarkan terbengkalaian begitu saja. Hingga akhirnya stasiun tersebut berubah menjadi menyeramkan dan disebut stasiun hantu oleh warga lokal.

Kisah kereta Silverpilen ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan jika terlihat mengular pada tengah malam di kereta. Sebab beberapa penumpang mengatakan, kereta ini sering mengambil penumpang dan mereka yang naik tidak akan turun lagi.

Tetapi beberapa penumpang yang pernah naik kereta itu tengah malam dan kembali mengaku sempat hilang dan tiba di pemberhentian beberapa bulan kemudian. Ini bisa dikatakan keberuntungan, sebab bila diturunkan di stasiun Kymlinge mereka tidak akan pernah terlihat atau kembali lagi.

Baca juga: Legenda Kereta Hantu Manggarai, Antara Fakta dan Mitos

Ada pepatah lokal Swedia yang populer tentang stasiun Kymlinge ini “Bara de doda stiger av I Kymlinge” yang artinya hanya orang yang mati yang turun di stasiun Kymlige.

Kereta ini terdiri dari delapan gerbong tetapi sudah berhenti beroperasi sejak tahun 1996 dan rangkaiannya tersebar di berbagai lokasi. Ada dua yang masih bisa dilihat para pelancong yakni di depo kereta tersebut tepatnya di kota Hagglund dan di Akademi Kepolisian kota Stockholm sedangkan sisanya sama sekali tidak diketahui keberadaannya.

Angkasa Pura I: Trafik Penumpang Arus Mudik 2018 Tertinggi ada di Bandara Ngurah Rai

PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat pertumbuhan trafik penumpang dan pesawat pada masa arus mudik Lebaran 2018 sejak 7 Juni (H-8) hingga 15 Juni (H1) masing-masing sebesar 8,2% dan 9,7% dibanding periode yang sama pada 2017 lalu.

Baca juga: Terus Menanjak, Angkasa Pura I Catat Pertumbuhan Trafik Arus Mudik Dibanding Tahun 2017 

Trafik penumpang pada periode H-8 hingga H1 Lebaran 2018 mencapai 2.596.746 orang, tumbuh 8,2% dari 2.398.694 orang di periode yang sama pada 2017. Sedangkan trafik pesawat pada periode ini di 2018 mencapai  20.553 pergerakan pesawat, tumbuh 9,7% dari 18.733 pergerakan di periode yang sama pada 2017.

Trafik penumpang tertinggi sejak H-8 hingga H1 terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dengan total trafik penumpang mencapai 623.382 orang, naik 10,8% dibanding periode yang sama pada 2017 yang sebanyak 562.215 orang. Dari total trafik penumpang pada 2018 tersebut, trafik penumpang internasional masih lebih tinggi dibanding trafik penumpang domestik, yaitu 335.742 penumpang internasional dan 287.640 penumpang domestik.

Posisi trafik penumpang tertinggi kedua terjadi di Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan total trafik mencapai 558.338 orang, naik 1,79% dari 548.519 orang pada periode yang sama di 2017. Trafik penumpang tertinggi ketiga terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang mencapai 325.429 orang, naik  3,02% dari 315.889 orang pada periode yang sama di 2017. Sementara itu, pertumbuhan trafik penumpang tertinggi terjadi di Bandara Frans Kaisiepo Biak dengan pertumbuhan 100,65%, naik menjadi 16.899 orang pada 2018 dari 8.422 orang pada 2017.

Trafik Penumpang pada 15 Juni (H1)
Pada 15 Juni 2018 (H1), trafik penumpang di 13 bandara Angkasa Pura I sebanyak 246.590 orang, tumbuh 2,15% dari 241.402 orang pada H1 Lebaran 2017. Trafik penumpang tertinggi pada H1 ini terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali yang mencapai 74.931 orang, naik 12,03% dari 66.884 orang pada H1 Lebaran 2017.

Sedangkan trafik penumpang tertinggi kedua terjadi di Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan total penumpang sebanyak 51.812 orang, turun 3,03% dari 53.430 orang pada H1 Lebaran 2017. Trafik penumpang tertinggi ketiga terjadi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang sebanyak 22.067 orang, turun 19,51% dari 27.416 orang pada H1 Lebaran 2017.

India Ciptakan Lokomotif yang Bisa Tembus Banjir

Pada pemberitaan yang lalu, pernah dibahas tentang kenapa kereta api yang disarankan untuk tidak menerjang banjir. Kali ini sebuah inovasi hadir dari Negeri Bollywood, India dimana jaringan perkeretaapiannya tengah mengembangkan sebuah lokomotif yang mampu menerjang banjir, bahkan dengan ketinggian 12 inchi (sekitar 30 cm). Tentu saja selain menuai decak kagum dari sejumlah golongan, namun sempat tersirat sedikit ketakutan ketika kereta semacam ini diciptakan dan tetap mengular menerjang banjir.

Baca Juga: Kenapa Kereta Tidak Bisa Menembus Rel Yang Tergenang Banjir? Ini Dia Jawabannya!

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman MumbaiMirror.com (11/6/2018), lokomotif yang tengah dikembangkan oleh Central Railways ini nantinya akan ditugaskan untuk menarik rangkaian kereta lokal maupun jarak jauh yang terdampar di tengah banjir. Dengan dioperasikannya kereta ini kelak, maka sudah tidak ada lagi cerita kereta yang terjebak akibat banjir, karena selama ini jika terjebak bajir, kererta akan berhenti hingga genangan air yang menutupi rel surut.

Manajer Kereta Api Central Railways Divisi Mumbai, SK Jain mengatakan bahwa kereta kerap bermasalah setiap habis terendam banjir. “Sebut saja air yang masuk ke dalam motor traksi di bagian bawah mesin, hal ini dapat menyebabkan gagal mesin,” ujarnya. Modifikasi tingkat lanjut memang dibutuhkan agar air tersebut tidak masuk dan menggenangi motor traksi. Tidak hanya itu, pada kereta baru ini pun turut disematkan pula sensor yang setiap saat akan memantau suhu dari motor dan mengirimkannya ke masinis.

Pihak Central Railways sendiri mengaku uji coba akan lokomotif ini telah rampung dan kereta tengah berada di Gudang Lokomotif Kurla, “Siap untuk beroperasi, dan inovasi ini akan membantu perkeretaapian India untuk menyelesaikan permasalahan yang terus berulang,” ungkap salah satu pejabat di Central Railways.

Baca Juga: 165 Tahun Kereta Api Mengular di Rel India

Seperti yang sudah disebutkan di atas, inovasi semacam ini memang terdengar mampu mengentaskan masalah ketika musim penghujan tiba, namun ada satu kekhawatiran yang timbul ketika sebuah kereta teus mengulat menerjang banjir, yaitu bagaimana semisal banjir menutupi kerusakan jalur atau ‘menyembunyikan’ rintangan besar yang bisa saja menghambat laju kereta api? Tentu hal seperti ini bukan tidak mungkin terjadi walaupun tingkat kemungkinannya kecil, bukan? Jadi inovasi ini dapatkah mengentaskan lebih dari satu masalah tanpa harus menghadirkan masalah lainnya?

H-1 Lebaran, ASDP Ferry Catat 10 Persen Kenaikan Volume Pemudik Dibanding 2017

Memasuki H-1 Lebaran, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah mengangkut 1.650.433 orang pemudik di 7 lintasan utama penyeberangan terpantau nasional atau naik 10 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 1.495.271 orang pemudik.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2018, ASDP Siapkan 217 Kapal di Tujuh Lintasan

Dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers (14/6/218), tercatat 7 lintasan penyeberangan utama (terpantau nasional) selama arus mudik dan balik yakni, Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Panajam-Kariangau (Balikpapan), Bajoe-Kolaka, dan Tanjung Kelian-Tanjung Api-api.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Imelda Alini mengatakan, jika melihat data Posko, trafik pemudik ferry secara total di 7 lintasan utama penyeberangan yang terpantau nasional mengalami kenaikan sekitar 2-12 persen.

“Hingga H-1 untuk total penumpang naik sekira 10 persen dari 1,495 juta di tahun lalu menjadi 1,65 juta. Lalu sepeda motor naik 2 persen dari 176.061 unit tahun lalu menjadi 179.572 unit tahun 2018. Dan untuk roda 4 dari 176.986 unit di tahun 2017 menjadi 198.693 unit di tahun 2018 atau naik sekitar 12 persen,” tutur Imelda menyebutkan rinci, Kamis (14/6).

Tahun ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan telah mengantisipasi dengan baik layanan Angkutan Lebaran yang diharapkan berjalan lancar, tertib, aman dan nyaman dengan target dapat mengangkut 4.222.071 orang pemudik dan 1.014.955 unit kendaraan di 7 lintasan utama terpantau nasional selama periode mudik pada H-1 hingga H+7 Lebaran.

Adapun target 4,2 juta pemudik tersebut naik 6 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 3,98 juta pemudik. Lalu, jumlah kendaraan roda 2 mencapai 451.340 unit atau naik 6,3 persen dibandingkan tahun lalu 424.470 unit, dan roda 4 mencapai 563.615 unit atau naik 5,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 532.970 unit.

“Jika melihat pergerakan data, kami melihat ada tren positif dari pengguna jasa ferry selama periode Mudik Angkutan Lebaran tahun ini. Kami optimis target angkut 4,2 juta pemudik dapat tercapai selama periode angkutan Lebaran, dan kapal ferry kini sudah menjadi pilihan moda transportasi yang dapat diandalkan,” tuturnya lagi.

PT ASDP memastikan kesiapan alat produksi selama Angkutan Lebaran 2018 memadai, yang akan dilayani oleh 8 cabang, 13 pelabuhan, 43 dermaga, dan 217 unit kapal (termasuk swasta). “Kami telah mengantisipasi dengan baik untuk kesiapan alat produksi selama angkutan Lebaran dengan jumlah kapasitas terpasang memadai baik untuk arus mudik dan balik. Berbagai fasilitas pendukung di pelabuhan dan kapal juga telah disiapkan bagi pengguna jasa sehingga dapat menikmati pengalaman yang berkesan selama melakukan perjalanan mudik dengan kapal ferry,” kata Imelda.

Baca Juga: Promosikan Tiket Online Lebaran, ASDP Ferry Gelar Undian Berhadiah

PT ASDP mengapresiasi kerjasama yang telah terjalin antara perseroan dengan regulator dan seluruh mitra kerja penyeberangan yang telah mendukung kelancaran layanan Angkutan Lebaran baik saat arus mudik maupun arus balik mendatang. “Tahun ini, layanan angkutan mudik Lebaran bisa dikatakan telah dipersiapkan dengan matang, sehingga dapat meminimalisir potensi lonjakan dan kepadatan yang dialami pengguna jasa. Kami harapkan, saat arus balik nanti pemudik juga tetap dapat menikmati pelayanan prima dari layanan angkutan penyeberangan yang lancar, aman nyaman dan selamat,” sebutnya lagi.

Terus Menanjak, Angkasa Pura I Catat Pertumbuhan Trafik Arus Mudik Dibanding Tahun 2017

PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat adanya pertumbuhan trafik penumpang dan pesawat pada masa arus mudik Lebaran 2018, terhitung sejak H-8 yang jatuh pada 7 Juni 2018 kemarin hingga 13 Juni 2018 atau H-2 Lebaran. Pertumbuhan tersebut tercatat masing-masing sebesar 10,24% dan 10,44% dibanding periode yang sama pada 2017 lalu.

Baca Juga: Jelang Pengoperasian Terminal Baru Bandara Ahmad Yani, Angkasa Pura I Gelar “Operasi Boyong”

Berdasarkan siaran pers yang didapatkan oleh KabarPenumpang.com, Kamis (14/6/2018), trafik penumpang pada periode H-8 hingga H-2 Lebaran 2018 mencapai 2.074.063 orang, tumbuh 10,24% dari 1.881.442 orang di periode yang sama pada 2017. Sedangkan trafik pesawat pada periode ini di 2018 mencapai  16.193 pergerakan pesawat, tumbuh 10,44% dari 14.662 pergerakan di periode yang sama pada 2017. Pertumbuhan dua digit juga terjadi pada trafik kargo di periode yang sama, yaitu tumbuh sebesar 15,31% menjadi 11.804 ton pada 2018 dari 10.237 ton pada 2017.

Trafik penumpang tertinggi sejak H-8 hingga H-2 terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dengan total trafik penumpang mencapai 474.345 orang, naik 9,97% dibanding periode yang sama pada 2017 yang sebanyak 431.240 orang. Dari total trafik penumpang pada 2018 tersebut, trafik penumpang internasional lebih tinggi dibanding trafik penumpang domestik, yaitu 256.246 penumpang internasional dan 217.399 penumpang domestik.

Posisi trafik penumpang tertinggi kedua terjadi di Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan total trafik mencapai 444.363 orang, naik 3,29% dari 430.213 orang pada periode yang sama di 2017. Trafik penumpang tertinggi ketiga terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang mencapai 275.317 orang, naik  8,34% dari 254.110 orang pada periode yang sama di 2017. Sementara itu, pertumbuhan trafik penumpang tertinggi terjadi di Bandara Frans Kaisiepo Biak dengan pertumbuhan 123,81%, naik menjadi 14.512 orang pada 2018 dari 6.484 orang pada 2017.

Baca Juga: Bandara Kertajati Buka Lima Rute Penerbangan Mudik dan Lima Kloter Haji 2018

Pada 13 Juni 2018 (H-2), trafik penumpang di 13 bandara Angkasa Pura I sebanyak 302.978 orang, tumbuh 0,06% dari 302.800 orang pada H-2 Lebaran 2017. Trafik penumpang tertinggi pada H-2 ini terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali yang mencapai 73.760 orang, naik 5,31% dari 70.044 orang pada H-2 Lebaran 2017.

Sedangkan trafik penumpang tertinggi kedua terjadi di Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan total penumpang sebanyak 67.460 orang, turun 3,93% dari 70.217 orang pada H-2 Lebaran 2017. Trafik penumpang tertinggi ketiga terjadi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang sebanyak 39.486 orang, turun 2,27% dari 40.402 orang pada H-2 Lebaran 2017.

Tak Pandang Bulu, Langgar Tata Cara Berpakaian Bisa Depak Penumpang dari Penerbangan

Walaupun tidak ada aturan tertulis yang mengatur tentang cara berpakaian ketika berada di dalam kabin pesawat, namun hal tersebut layaknya tidak dijadikan alasan untuk berpakaian seenaknya. Karena di Indonesia sendiri masih terbilang cukup sensitif untuk masalah tata krama berpakaian, jadi para penumpang seolah sudah mengerti pakaian seperti apa yang harus ia kenakan ketika terbang, yang penting tidak mengumbat aurat.

Baca Juga: Kenakan Pakaian Berlapis-Lapis, Pria Ini Dicekal di Bandara Keflavik!

Pun dengan yang terjadi di luar negeri sana, dimana seorang penumpang dituntut untuk mengenakan pakaian sewajarnya ketika hendak mengudara. Jangan seperti seorang model majalah pria dewasa, Iryna Ivanova yang sampai-sampai dilarang mengudara oleh maskapai JetBlue karena dirinya kedapatan menggunakan pakaian yang tidak senonoh.

Diwartakan KabarPenumpang.com dari laman racked.com (1/6/2018), Iryna kala itu mengenakan rok rajut panjang yang memperlihatkan bagian celana dalamnya. Mungkin dimata para pria hidung belang, pemandangan tersebut sangatlah indah, namun tidak bagi awak kabin yang berupaya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tidak perduli dengan latar belakang yang menggelayuti namanya, Iryna tetap tidak diijinkan untuk mengudara bersama LCC yang bermarkas di New York City ini selama ia masih menggunakan pakaian semacam itu. Iryna berdalih bahwa dirinya membawa celana cut-off namun ia menyangka bahwa celana seperti itu tidak berkenan digunakan di penerbangan.

Namun petugas JetBlue tersebut mengatakan bahwa tidak ada yang salah jika mengenakan celana cut-off, berbanding terbalik dengan literatur yang dibaca oleh Iryna. “Yang penting celana dalam Anda tertutupi,” tukas petugas tersebut. Akhirnya Iryna melapisi rok rajutnya tersebut dengan celana jeans model robek-robek tersebut.

Bahkan, seorang rock-star sekelas Billie Joe Armstrong dari Green Day saja tidak kebal dengan aturan tidak tertulis seperti ini. Pada tahun 2011, vokalis band asal Amerika ini sempat dikeluarkan dari maskapai Southwest karena enggan menaikkan celananya yang melorot, dimana kala itu, celana melorot tengah jadi tren.

Baca Juga: Tanggalkan Pakaian Sebelum Mengudara, Pria Ini Tunda Keberangkatan Pesawat

Etika dan perilaku penumpang dalam berpakaian selayaknya sesuai dengan akidah yang berlaku, tidak memamerkan aurat, dan tidak juga berlebihan. Seperti halnya yang terjadi pada seorang penumpang berhijab lengkap pada tahun 2016 silam, dimana ia terpaksa diamankan petugas keamanan karena disangka salah satu anggota dari kelompok muslim radikal dan dikhawatirkan akan membahayakan penerbangan maskapai JetBlue tersebut.