Telanjang dan Berlarian di Kabin, Pria Ini Akhirnya Diamankan di Dalam Toilet Pesawat

Sebagai seorang penumpang pesawat bila terjadi sesuatu baik itu insiden kecil maupun besar maka akan ikut ambil bagian di dalamnya. Meskipun kejadian tersebut hanya sesuatu yang sepele dan mungkin tidak penting bagi penumpang pesawat.

Baca juga: Terobsesi Tayangan Video Porno, Penumpang Ini Bugil dan Lecehkan Pramugari di Kabin

Baru-baru ini seorang pria berusia sekitar 20 tahunan menanggalkan pakaiannya dan berlarian di lorong kabin Boeing 737. Diketahui pesawat Alaska Airlines yang ditumpanginya itu berangkat dari Seattle menuju Anchorage pada hari Senin (14/5/2018) kemarin.

KabarPenumpang.com melansir dari laman ajc.com (15/5/2018), insiden memalukan ini kemudian membuat beberapa penumpang men-tweet cuitan mereka di akun Twitter masing-masing. Dimana salah satu yang men-tweet insiden ini adalah Mantan Senator negara bagian Alaska, Johnny Ellis.

“Seorang pria yang benar-benar telanjang berlarian di lorong kabin dari depan ke belakang pesawat sambil berteriak dan melambai-lambaikan tangannya,” ujar Ellis di laman Twitternya.

Ellis juga menuliskan, pemuda tersebut akhirnya ditangani oleh penumpang lain dan menguncinya di dalam toilet pesawat. Juru bicara Alaska Airlines, Bobbie Egan mengatakan dalam sebuah pernyataaan, bahwa pemuda yang tidak disebutkan namanya itu ditahan selama penerbangan dan pesawat mendarat tanpa insiden.

Setelah mendarat, petugas penegak hukum di Bandara Internasional Ted Stevens Anchorage naik ke dalam pesawat dan menahan pemuda itu. Mereka membawanya ke gerbang kedatangan kemudian ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan.

Ellis kemudian menuliskan lagi dalam Twitternya ada kemungkinan salah satu dari petugas keamanan yang mengamankan pria itu adalah ayahnya.

Tak hanya Ellis, seorang penumpang lainnya yang merupakan penulis di Yahoo, Daniel Roberts mentweet, bahwa awalnya insiden tersebut sangat menakutkan.

“Semua baik-baik saja, banyak yang sekarang tertawa. Pria itu terkendali saat di belakang pesawat,” ujar Roberts.

Kapten pesawat Alaska Airlines dengan nomor penerbangan 107 tersebut mengatakan ini adalah kerja bagus.

Baca juga: Bertelanjang Dada, Penumpang di Tarmak Ini Sempat Pukul Petugas

Tak hanya itu, pada 3 Maret 2018 lalu, seorang pria berusia 20 tahun juga melepaskan pakaiannya dan telanjang saat menonton video porno di pesawat. Kemudian setelah diminta untuk mengenakan kembali pakaiannya oleh seorang pramugari, mahasiswa asal India ini ke toilet dan mencoba memeluk seorang pramugari lain.

Tindakannya tersebut tidak senonoh dan membuat keributan di area toilet dan dapur kabin. Sehingga sesampainya di bandara Dhaka, pemuda tersebut diamankan oleh pihak berwajib dan ditahan.

Nyeleneh! The Potland Experience Bus Siap Bawa ‘Pelesir’ Anda Bersama Lintingan Ganja di Tangan

Masih ingatkah Anda dengan Royal VIP Bus yang mengaplikasikan sensasi dugem di dalam sebuah bus? Ya, Anda bisa merasakan riuhnnya gemerlap dunia malam yang banyak digandrungi oleh anak muda ini di dalam Royal VIP Bus. Ternyata, Negeri Paman Sam memiliki bus tematik yang lebih nyeleneh ketimbang Royal VIP Bus di Indonesia, dimana setiap penumpang yang menggunakan layanan tersebut dapat bebas menghisap ganja. Wow!

Baca Juga: Royale VIP Bus, Pindahkan Nuansa Klub Malam ke Dalam Bus

Berdasarkan lansiran KabarPenumpang.com dari berbagai artikel terkait, adalah The Potland Experience Marijuana Tour yang merupakan penawaran terbaru dari salah satu perusahaan perjalanan wisata kelas wahid di Portland Oregon, Great Oregon Tours. Sesuai dengan namanya, bus yang didominasi warna ungu dengan gambar daun ganja pada bagian luarnya ini akan menawarkan sensasi berkeliling kota dengan lintingan ganja di sela-sela jari penumpang.

Laman resmi dari The Potland Experience Marijuana Tour, potlandiaexperience.com menyebutkan bahwa bus akan berkeliling di sekitaran kota Portland dalam rentang waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya, yaitu sekitar empat jam 30 menit. Dalam laman web tersebut pula Anda bisa melakukan pemesanan bangku semisal Anda ingin merasakan sensasi menghisap ganja tanpa khawatir akan diciduk oleh aparat keamanan.

Tidak bisa dipungkiri, beberapa negara di luar sana memang melegalkan budaya menghisap ganja, selama para konsumen bisa mempertanggungjawabkan tindakannya tersebut. Maka tidak heran semisal ada bus yang menawarkan layanan seperti The Potland Experience Marijuana Tour.

“Panduan kami adalah yang terbaik dalam bisnis semacam ini, dan Anda pasti akan ‘diedarkan’ menggunakan tur pot ini,” tulis pihak penyedia jasa dalam laman resminya. “Anda akan merasakan sensasi temporer menjadi bagian dari budaya marijuana yang berkembang di Portland,” tambahnya.

Berbeda dengan layanan bus wisata lainnya, The Potland Experience Marijuana Tour ini hanya beroperasi pada hari Kamis hingga Sabtu saja, dimana waktu operasionalnya dimulai pada pukul 11.00 hingga 15.30 waktu setempat dan hanya menyediakan bangku untuk 14 orang saja.

Baca Juga: Simba, Sleeper Bus Ultra Mewah Yang Siap Meluncur di 2018

Tidak hanya menyediakan tempat untuk menghisap ganja, bus ini pun akan melakukan permberhentian di beberapa titik, seperti Burnside Skate Park dan Voodoo Donut. Dijamin, ongkos US$75 atau yang setara dengan Rp1,1 juta yang harus disetorkan kepada pihak penyedia jasa tidak akan mengecewakan Anda.

Bagi Anda para penikmat ganja yang kebetulan tengah atau hendak mengujungi daerah Oregon, jangan lewatkan kesempatan langka seperti ini, ya!

Stasiun Cibungur, Kembali Jadi Terminal Peti Kemas

Indonesia yang memiliki jalur kereta dari barat hingga timur pulau Jawa ini memiliki banyak stasiun aktif. Namun tak sedikit juga yang mati dan tak lagi digunakan sebagai stasiun alias beralih fungsi menjadi restoran, hotel hingga sebagai cagar budaya saja karena jalur kereta yang mati.

Baca juga: Stasiun Gumilir Punya Sistem Sinyal Computer Based Interlocking Buatan Anak Bangsa

Tetapi ternyata sebagian yang menjadi cagar budaya pun masih tetap aktif beroperasi. Stasiun-stasiun kereta yang aktif biasanya menjadi persinggahan kereta baik untuk persilangan, melintas langsung atau yang menurunkan penumpang di stasiun tersebut.

Salah satu stasiun yang masih aktif adalah Cibungur. Stasiun ini berada di daerah Bungursari, Purwakarta. Berada di ketinggian +77 meter, merupakan stasiun kereta api yang lokasinya paling utara di Daerah Operasional II Bandung.

Pemandangan di stasiun Cibungur

Stasiun ini sempat berfungsi sebagai terminal peti kemas seperti stasiun Solo Jebres dan Indro. Namun karena sepinya kereta api barang di masa lalu, membuat terminal peti kemas Cibungur mau tak mau harus dinonaktifkan.

Pengaktifan kembalinya terminal peti kemas Cibungur karena disusul adanya pengaktifan kembali terminal peti kemas Solo Jebres yang digunakan oleh kereta api barang parcel dan terminal peti kemas Indro. Aktifnya terminal peti kemas ini sebagai wujud PT KAI dengan pelaku usaha dalam mendukung perkeonomian negeri.

Apalagi kereta api merupakan angkutan massal dimana bisa mendistribusikan barang lebih cepat karena bebas macet, mampu mengurangi polusi dan bebas jalan tanpa gangguan. Sehingga pada Maret 2017 kemarin Daop II kembali menjalankan kereta angkutan barangnya yang akan mengirimkan dari Cibungur ke stasiun Indro di Gresik.

Kereta angkutan peti kemas ini diberi nama Richmount Northern Express 2 (RNE 2) dengan formasi satu lokomotif dan 20 gerbong datar yang mampu mengangkut peti kemas sebanyak 40 TEUs atau seberat 840 ton. Pengoperasian kembali terminal peti kemas Cibungur ini juga salah satu bentuk sinergi BUMN antara PT KAI, PT Pupuk Kujang Cikampek dan PT Semen Indonesia.

Baca juga: Antre di Stasiun ini Dijamin Bikin Anda Betah Berlama-lama!

Tak hanya itu, dari arah barat stasiun Cibungur sendiri tadinya akan dibuat jalan pintas untuk memangkas waktu tempuh perjalanan kereta api yang selama ini harus langsir di Cikampek. Sayangnya hingga saat ini proyek jalur tersebut mangkrak alias tak berjalan.

Bukan hanya sebagai jalur peti kemas dan kereta, dekat stasiun Cibungur, pelancong yang ingin menikmati salah satu daerah di Purwakarta ini juga bisa mampir ke sate Maranggi Cibungur dengan berjalan sekitar 500 meter dari stasiun. Selain itu bila tak sempat berfoto di stasiun Purwakarta dengan kuburan kereta, di stasiun ini juga cukup bagus karena masih banyak pohon dengan pemandangan yang cukup menarik bagi pecinta fotografi.

Garuda Indonesia Lakukan Pengembalian 3.929 Barang Bawaan Penumpang yang Tertinggal di Kabin

Adanya barang bawaan penumpang yang tertinggal di kendaraan umum sudah wajar terdengar di keseharian, namun faktanya hanya beberapa operator kendaraan umum yang kemudian dapat mengumpulkan, menyimpan dan mengembalikan barang bawaan penumpang yang tertinggal tadi. Sejatinya dengan daftar manifes penumpang yang terekam baik, bukan perkara sulit bagi penyedia jasa transportasi untuk mengupayakan pengembalian barang bawaan penumpang yang tertinggal.

Baca juga: Tas Anda Hilang di Perjalanan? Tenang, Gadget ini Akan Tunjukkan Lokasinya!

Seperti maskapai Garuda Indonesia, Selasa (15/5/2018) kemarin telah mengumumkan berhasil menemukan dan mengembalikan sebanyak 3.929 barang penumpang yang tertinggal di kabin pesawat Garuda Indonesia selama periode Januari – April 2018. Adapun jenis barang yang tertinggal di kabin tersebut diantaranya handphone, laptop, tablet pc, hingga berbagai aksesoris penumpang seperti tas, dompet, kacamata, hingga jam tangan.

Pengembalian barang temuan yang tertinggal di kabin pesawat tersebut merupakan laporan dari anak perusahaan PT Gapura Angkasa sejalan dengan komitmen perusahaan melalui anak usaha Gapura Angka untuk menyediakan layanan ground handling terbaik dan terpercaya kepada para pengguna jasa.

Sebanyak 3929 barang tertinggal tersebut sudah dikembalikan dalam kondisi utuh kepada pemiliknya dan estimasi nilai temuan barang tertinggal tersebut adalah sebesar Rp 2,9 Miliar.

Direktur Layanan Garuda Indonesia Nicodemus P. Lampe dalam siaran pers mengungkapkan, “Capaian temuan barang tertinggal di kabin tersebut merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia dan Gapura Angkasa dalam mengedepankan budaya kerja yang jujur dan customer oriented dalam meningkatkan layanan kepada seluruh pengguna jasa”.

Baca juga: Global Locator, Alat Pelacak Posisi Bagasi Dalam Penerbangan

“Kami tentunya senantiasa berupaya untuk terus memastikan kualitas aspek layanan tetap terjaga dengan baik khususnya melalui komitmen untuk mengamankan dan mengembalikan barang yang tertinggal di kabin”, jelas Nico.

Dianggap Ilegal, Pengemudi Uber di Hong Kong Harus Bayar Denda Rp5,3 Juta

Seorang pengemudi Uber dikenakan denda HK$3 ribu atau setara Rp5,3 juta oleh pengadilan kota Kowloon. Denda ini dikenakan setelah pengemudi tersebut mengaku bersalah karena membawa penumpang tanpa izin yang tepat.

Baca juga: Uber Hadirkan Fitur Keamanan Untuk Penumpang dan Pengemudi

Di Hong Kong sendiri, Uber atau kendaraan ridesharing saat ini belum memiliki izin yang jelas. KabarPenumpang.com melansir dari laman coconuts.co (9/5/2018), bahwa putusan ini dilaporkan oleh HK01 menyusul penangkapan yang dilakukan terhadap 23 pengemudi rideshare dengan tuduhan yang sama.

Pengemudi pria tersebut bernama Sham Chung-man yang mengaku bersalah saat itu mengambil penumpang dari Yuen Long dengan tujuan ke Tsuen Wan tepatnya di Nam Fung Center pada 22 Juni 2017 kemarin. Penumpang Chung-man yakni Liu menggunakan aplikasi Uber untuk memesan ridesharing tersebut dan membayar tarifnya degan kartu kredit senilai HK$155 atau sekitar Rp276 ribu.

Sedangkan enam pengemudi yang disidang bersamaan dengan Chung-man membantah tuduhan tersebut dan kasus mereka ditunda sampai 21 Juni 2018 mendatang. Tak hanya itu beberapa waktu lalu sejumlah pengemudi rideshare ini berdiskusi dengan Coconuts HK terkait pengalaman mereka bekerja di sektor ini.

Apalagi sektor ridesharing sangat dikecam oleh pengemudi taksi konvensional dan dianggap ilegal oleh para pejabat. Peraturan lalu lintas jalan di Hong Kong mentapkan denda maksimal hingga HK$5 ribu atau sekitar Rp8,9 juta dengan masa tahanan tiga bulan saat kedapatan membawa penumpang sewaan dengan aplikasi tanpa izin.

Sampai saat ini sebanyak 30 ribu pengemudi Uber yang beroperasi di Hong Kong bekerja tanpa izin dengan mobil pribadi mereka. Padahal industri taksi konvensional tetap menentang operasional Uber di Hong Kong.

Tetapi pengguna dan Dewan Konsumen Kota ingin pihak berwenang untuk melegalkan layanan seperti Uber karena untuk memacu persaingan agar meningkatkan sektor ini. Sebab menurut mereka peraturan saat ini menghalangi untuk persaingan terhadap taksi konvensional dan ridesharing.

Baca juga: Dampak Grab Akuisisi Uber, Tarif di Filipina Melonjak Hampir 50 Persen

Pada 2015 lalu, petugas yang menggunakan pakaian preman melakukan operasi dan menangkap tujuh orang pengemudi. Dua diantaranya mengaku bersalah pada sidang Januari 2016 karena mengangkut penumpang dengan kendaraan pribadi.

Keduanya dikenakan denda HK$7 ribu atau sekitar Rp12,4 juta dan surat izin mengemudi mereka ditangguhkan selama satu tahun. Sedangkan Maret 2017 lalu, lima orang pengemudi dihukum atas tuduhan yang sama dan masing-masing dikenakan HK$10 ribu atau sekitar Rp17,8 juta dan tidak diperbolehkan mengemudi selama satu tahun.

Istilah ‘Chikan’ Masuk Kamus Internasional Berkat Tingginya Angka Pelecehan Seksual di Kereta Jepang

Kasus pelecehan seksual yang terjadi di moda transportasi massal memang sempat menggelayuti headline sejumlah media lokal belakangan ini. Para pelaku tindak asusila ini biasanya memanfaatkan momen kepadatan penumpang yang terjadi ketika peak hours. Ternyata, kasus seperti ini tidak hanya terjadi di dalam negeri. Para komuter wanita di Jepang pun turut menjadi korban dari aksi pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pria hidung belang ini.

Baca Juga: Antisipasi Pelecehan Seksual di KRL, Ikuti Tips Berikut Ini

Dalam laporan yang berhasil dirangkum KabarPenumpang.com dari laman japantimes.co.jp (21/4/2018), Departemen Kepolisian Metropolitan Jepang menunjukkan bahwa 1.750 kasus ‘meraba-raba’ atau penganiayaan dilaporkan pada tahun 2017, dimana 30 persen terjadi antara pukul tujuh dan sembilan pagi selama peak hours. Dari angka tersebut, lebih dari 50 persen kasus tersebut terjadi di dalam rangkaian kereta, sementara 20 persen lainnya terjadi di stasiun.

Adapun rentang usia korban pelecehan ini sangatlah jauh, yakni dari umur 10 hingga 50 tahun. Tepatnya, 0,4 persen korban dalam laporan tersebut berada di bawah usia 10 tahun, diikuti oleh 28,3 persen remaja, 42,6 persen dari korban di usia 20-an, 11,3 persen di usia 30-an, 3,3 persen di usia 40-an, 1 persen di usia 50-an dan 13,1 persen sisanya tidak diketahui.

Sampai-sampai, warga Jepang menambahkan kata ‘Chikan’ ke dalam kamus mereka, yang berarti seseorang yang melakukan tindakan pelecehan publik secara terus-menerus, seperti meraba-raba dan tindakan lainnya yang masuk ke dalam kategori pelecehan seksual. Uniknya lagi, istilah Chikan ini sendiri sudah diakui secara internasional.

Baca Juga: Gagal Kencani Wanita di Toilet Stasiun, Pria ini Malah Mendekap di Balik Jeruji Besi

Guna menekan angka pelecehan ini, beragam kampanye melalui media sosial pun digalakkan. Fungsinya, untuk mendorong para korban membuka mulut tentang pengalaman burukyang pernah mereka alami.

Terlepas dari aksi kampanye yang dilakukan di luaran sana, Pemerintah Inggris yant juga turut memperhatikan perkembangan kasus ini menyarankan kepada para korban pelecehan ini untuk, “berteriak pada pelaku untuk menarik perhatian dan meminta sesama penumpang untuk memanggil staf keamanan kereta,”

I-SAW-U, Teknologi Anti Blind Spot Pada Angkutan Bus

Masalah ruang gelap atau yang akrab disebut blind spot memang terkadang membuat seorang pengemudi merasa kagok untuk menyusul kendaraan yang berada di depannya. Ya,ruang yang tidak terlihat di kaca spion ini kerap menjadi salah satu faktor kecelakaan lalu lintas di berbagai belahan dunia. Sudut terluar dari kaca spion merupakan ancaman blond spot paling lumrah yang ditemukan dari berbagai kasus kecelakaan. Selain itu, tiang penyangga kaca depan pun kerap kali masuk ke dalam celah blind spot.

Baca Juga: Bus Singapura Gunakan Aroma Terapi Sebagai Tanda

Guna mengatasi permasalahan semacam ini, sebanyak 20 bus akan menjalani uji coba selama enam bulan guna mengetes keandalan dari sistem peringatan blind spot. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com, Land Transport Authority (LTA) Singapura mengatakan bahwa pengujian inovasi ini dimulai per tanggal 16 April kemarin.

Sistem peringatan blind spot ini sendiri dikembangkan oleh Singapore Technologies Kinetics, dimana sistem ini akan memberikan sinyal kepada pengemudi semisal ada pejalan kaki, pengendara sepeda, atau pengguna jalan lain yang mendekat dan tidak terlihat oleh si pengemudi melalui kaca spion.

Go-Ahead Singapore, SBS Transit, SMRT Corporation, dan Tower Transit Singapore merupakan empat operator bus yang menjajal teknologi ini terlebih dahulu sebelum peluncuran resmi. Ada pun komposisi dari uji coba ini terdiri dari 10 bus tingkat dan sisanya merupakan bus konvensional.

Sistem yang dikenal dengan nama Integrated Smart Advanced Warning Unit (I-SAW-U) ini sendiri terdiri dari empat kamera dan enam sensor yang dipasang di beberapa sudut bus, seperti bagian depan, belakang, dan di atas bus. Ketika sensor tersebut berhasil menangkap obstacle, maka alarm yang terpasang di kabin pengemudi akan berbunyi dan menampilkannya secara visual. Cara kerja yang hampir mirip dengan sensor mundur pada kendaraan-kendaraan modern dewasa ini.

Sumber: channelnewsasia.com

Sensor pengingat ini sendiri memiliki dua tingkat, kuning dan merah. Sensor kuning akan menyala jika ada kendaraan yang berjarak satu meter dari tubuh bus, sedangkan sensor akan menjadi merah semisal ada kendaraan yang berjarak 0,5 hingga 0,8m dari bus.

Insinyur Utama Singapore Technologies Kinetics, Mr Lewis Tan mengatakan bahwa sistem ini memungkinkan para pengemudi untuk lebih awas terhadap lingkungan sekitar. “Dapat mencegah terjadinya kecelakaan,” tutur Mr Lewis. “Kami ingin mewujudkan kesadaran situasional yang lebih baik di sekitar kendaraan. Dengan begitu, kami telah berperan serta dalam meningkatkan keselamatan pengemudi dan penumpang,” tandasnya.

Ia melanjutkan bahwa sudah ada 40 tenaga pengemudi yang dilatih menggunakan I-SAW-U, salah satunya adalah Azman Tumin. Pengemudi layanan Go-Ahead Singapore ini mengatakan bahwa sistem baru yang tengah ia pelajari ini tidaklah terlalu sulit untuk dioperasikan.

Baca Juga: Ini Dia! Beberapa Rambu Lalu Lintas Yang Aneh di Singapura

“Sangat mudah untuk menggunakan peralatan (I-SAW-U) dan itu akan membantu kami memastikan keamanan mengemudi kami. Ini mengingatkan kita tentang berbagai rintangan yang dapat kita hadapi ketika di jalan, ”katanya.

Kendati masih belum turunnya putusan dari pihak berwenang akan penggunaan teknologi ini, namun Mr Lewis berjanji untuk terus melakukan pengembangan sembari mengumpulkan data-data tidak valid yang timnya temukan selama masa uji coba tersebut.

Niat Berbagi Minuman Justru Bikin Heboh di Kabin, Penumpang Ini Terpaksa Diturunkan dari Pesawat

Bepergian bersama teman ke suatu tempat memang sangatlah menyenangkan. Namun apa jadinya jika dalam perjalanan tersebut, Anda dan teman-teman justru duduk dikelas penerbangan yang berbeda? Mungkin Anda akan merasa tidak enak dan ingin berbagi apa yang dirasakan di penerbangan kelas satu dengan teman yang duduk di kelas ekonomi.

Baca juga: Delta Airlines Berikan Prosecco Gratis di Penerbangan Jarak Jauh

KabarPenumpang.com melansir dari laman inc.com (13/5/2018), penerbangan American Airlines dari Philadelphia menuju Atlanta mau tak mau harus menurunkan salah seorang penumpang yang berada di kelas satu. Hal tersebut dikarenakan penumpang yang dimaksud bersama dua orang temannya yang duduk dikelas ekonomi awalnya bersikeras untuk naik bersamaan.

Apalagi barang bawaan untuk masuk kompartemen atas terlalu banyak. Kemudian penumpang kelas satu tersebut duduk di kursinya sedangkan dua temannya menuju kelas ekonomi tempat dimana kursi mereka berada.

Setelah itu, awak kabin menyapa delapan penumpang yang berada di kelas satu dan menanyakan apakah mereka menginginkan minuman sebelum keberangkatan, kemudian penumpang tersebut meminta minuman dua gelas tetapi awak kabin mengatakan, dirinya hanya boleh memesan satu minuman pada satu waktu.

Hal ini membuat penumpang tersebut memesan double shot satu untuk dirinya dan satu untuk penumpang wanita disebelahnya. Padahal wanita tersebut bukanlah teman penumpang itu alias orang asing. Setelah kedua pesanan tersebut diantarkan, penumpang itu langsung menuju ke kabin ekonomi.

Sayangnya awak kabin menghentikannya dan mengatakan penumpang tersebut harus tetap di kabin kelas satu. Penumpang pria itu kemudian mengatakan bahwa dirinya harus ke toilet dengan minuman tersebut, tetapi awak kabin menegaskan toilet penumpang kelas satu ada di bagian depan pesawat.

Pria tersebut akhirnya duduk kembali di kursinya dan mengirimi teman-temannya pesan untuk menggunakan toilet. Sayang, temannya terhenti oleh awak kabin yang berdiri diperbatasan kelas satu dan ekonomi.

Awak kabin kemudian menyuruh dua orang itu ke bagian belakang pesawat karena toilet untuk kelas ekonomi ada di bagian belakang. Brian Kelly dari The Points Guy yang melihat hal tersebut memuji awak kabin yang menunjukkan bahwa ada perbedaan dari kelas satu dengan ekonomi.

Bahkan dia tahu aturan yang berlaku pada maskapai American Airlines tersebut. Adanya cerita Kelly ini dibenarkan oleh seorang juru bicara American Airlines dimana pelanggan yang menyebabkan gangguan selama proses boarding tersebut diturunkan dari pesawat dan dua temannya yang ada di kabin ekonomi tidak diturunkan.

Baca juga: Tangkal Masuknya Penumpang Mabuk, Inggris Perketat Peredaran Alkohol di Bandara

“Kami menawarkan untuk penerbangan selanjutnya tetapi dia menolak dan kami memberikan pengembalian dana penuh,” ujar juru bicara American Airlines.

Penumpang pria tersebut sebenarnya tidak dipermasalahkan memberikan minuman ketemannya. Tetapi hal yang dilakukannya bertentangan dengan hukum federal dimana peraturan 14 CFR 121.575 menyatakan, tidak ada orang yang boleh minum minuman beralkohol di dalam pesawat kecuali pemegang sertifikat yang mengoperasikan pesawat telah menyajikan minuman itu kepadanya.

Hiba Utama, PO Legendaris yang Berkibar di Bisnis Bus Pariwisata

Siapa yang tak kenal dengan Perusahaan Otobus Hiba Utama? PO ini sangatlah legendaris dibandingkan dengan yang lainnya. Hadir di Indonesia sejak 1949, PO Hiba Utama tumbuh untuk memenuhi kebutuhan transportasi yang nyaman, aman dan berkualitas.

Baca juga: PO Pahala Kencana, dari Kudus Hingga Akhirnya Berpusat di Jakarta

Kini, banyak PO yang menutup garasinya dan PO Hiba Utama justru bertahan dari persaingan yang ada. PO Hiba Utama kini menjadi salah satu yang terus berkembang meski sengitnya persaingan bus sekarang.

Bahkan kini PO Hiba Utama sudah berkembang menjadi sebuah grup perusahaan bus bernama Hiba Group. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, PO Hiba Utama sendiri memiliki perbedaan dengan PO lainnya, dimana Hiba Utama lebih mengutamakan layanananya pada pariwisata dan antar jemput karyawan.

Sedangkan PO lainnya membuka trayek baik itu pulau Jawa maupun ke luar pulau Jawa seperti Bali, Sumatera hingga Lombok. Namun, setelah melebarkan perusahaanya, Hiba Utama mendirikan PO Laju Prima pada akhir tahun 90-an.

PO Laju Prima ini yang kemudian memiliki layanan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Awal pendirian PO Laju Prima ini memiliki trayek Merak-Bandung PP dan Merak-Kampung Rambutan PP.

Dengan berkembangnya perusahaan ini, dengan memiliki keberagaman armada, PO Hiba Utama memiliki pool yang tersebar dikawasan Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Tahun 1998 hingga 2003, Hiba Group terpilih sebagai pilot project udara bersih yang diadakan oleh Swiss Foundation for Technical Cooperation (Swiss Contact).

Ini adalah sebuah proyek peduli lingkungan dalam pengurangan emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar. Pada proyek ini Hiba Group dengan armadanya berhasil mengurangi emisi gas buang sampai dengan 70 persen dan melanjutkan proyek tersebut hingga mencapai target mengurangi emisi gas buang hingga lebih dari 95 persen.

Melihat komitmen dan keberhasilan Hiba Group selama ini, Swiss Contact akan melanjutkan kerja sama dalam proyek Eco Driving, di mana pengemudi akan diajarkan cara mengemudi yang baik dan benar agar kendaraan dapat lebih hemat bahan bakar. Tak hanya itu, PO Hiba Utama sendiri selalu memilih bus premium dengan sasis terbaik selain menggunakan body buatan karoseri dalam negeri, PO yang satu ini juga tak segan mengimpor bus build up dari luar negeri seperti Golden Dragon.

Baca juga: PO Sinar Jaya, Tawarkan Kenyamanan dengan Harga Bersahabat

Tetapi Hiba Utama kini lebih banyak terlihat menggunakan bus dari karoseri dalam negeri seperti beberapa seri bus menggunakan body Legacy Sky SR-1 dari Laksana. Body Jetbus SHD 2 milih Hiba Utama menggunakan dari karoseri Adiputro.

Hiba Utama pernah mendapatkan penghargaan Adi Karya Wisata selama empat tahun berturut yakni tahun 1993, 1994, 1995 dan 1996. Mereka juga mendapatkan penghargaan dari Adikaryottama Wisata pada 1996 dan 2001 lalu.

Sambut Ramadhan, Awak Kabin Citilink Hadir dengan Seragam Baru dan Beri Takjil Gratis

Dalam hitungan dua hari kedepan, Bulan Suci Ramadhan akan dijelang. Dalam upaya untuk menarik minat dan meningkatkan pelayanan untuk para pengguna jasa, maka serangkaian program dijalankan selama satu bulan penuh, seperti yang dilakukan maskapai Citilink mulai 14 Mei kemarin dengan tampilan seragam awak kabin yang lebih segar, baik untuk awak kabin yang berhijab maupun tidak.

Baca juga: Citilink Punya Rute Baru Jakarta-Penang, Negara Kedua Penerbangan Internasional Setelah Timor Leste

Tak hanya itu, Citilink juga memberikan takjil gratis untuk seluruh penerbangan yang mendekati jam berbuka puasa serta menghadirkan menu tambahan sebagai pilihan berbuka puasa di Udara. Vice President Corporate Secretary & CSR Citilink Indonesia Ranty Astari Rachman mengatakan, pada 14 Mei 2018 secara resmi seluruh awak kabin Citilink Indonesia menggunakan seragam baru yang menunjukkan semangat baru untuk terus maju kedepan sebagai maskapai LCC premium.

Mengambil momentum Bulan Suci Ramadhan, Citilink tidak hanya memperkenalkan seragam baru awak kabin tetapi juga seragam pramugari berhijab Citilink. Hal ini agar awak kabin yang berhijab dapat beribadah dan bekerja secara bersaman dan tidak menghalangi aspek safety serta layanan kepada penumpangnya.

Ranty mengatakan, bahwa diperlukan juga citra baru untuk menjawab segala tantangan industri penerbangan yang ada saat ini. Salah satunya dengan penggunaan seragam baru yang sekaligus menunjukkan perubahan strategis atas kerja keras seluruh karyawan yang telah memberikan pertumbuhan dan reputasi positif bagi maskapai.

Seragam baru awak kabin Citilink (Citilink Indonesia)

“Desain menggunakan hijab ini kami sediakan karena satu dari lima pramugari kami menggunakan hijab. Jadi mereka dapat bekerja dan beribadah. Kami sudah evaluasi baju hijab ini tidak mangganggu aspek dari safety cabin crew dan para penumpang dapat dilayani dengan lebih baik lagi,” ujar Ranty yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (14/5/2018).

Dalam desain seragam awak kabin terbarunya, Citilink memperkenalkan motif Gurdo Aji yang berarti Anak burung Garuda yang terbang mengikuti arah angin untuk terus terbang lebih tinggi dan jauh. Perpaduan warna hijau dan motif Gurdo Aji mencerminkan tekad Citilink dalam memberikan kenyamanan dalam pelayanan dan kepastian serta mengutamakan keselamatan penumpang.

Menyambut bulan Suci Ramadhan Citilink juga memberikan free takjil untuk seluruh penerbangan yang mendekati jam berbuka puasa. Penumpang dapat merasakan sensasi berbuka puasa bersama di atas udara dengan beragam jajanan pasar yang paling sering dicari untuk dijadikan menu berbuka. Rasanya yang manis disajikan bersama dengan santan hangat akan menambah kesegaran bagi anda yang sedang berpuasa.

Selain itu selama bulan Ramadhan 2018 Citilink akan menambah menu pilihan Cita Rasa Nusantara Hot Meals yang menggugah selera seperti Nasi Padang, Mie Jawa dan Lontong Medan yang dapat memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian yang hilang setelah berpuasa. Menu tersebut akan dihadirkan sebagai bagian dari Menu Special Ramadhan yang dapat dipesan penumpang melalui layanan pre-book meals di www.citilink.co.id.

Baca juga: 10 Seragam Pramugari Paling Ikonik di Dunia

Dengan semangat berbagi kepada sesama Citilink akan menyisihkan Rp5 ribu untuk setiap pembelian Menu Special Ramadhan yang akan disalurkan untuk kegiatan sosial Citilink PEDULI.

“Selama bulan puasa Citilink Indonesia ingin tetap memberikan nuansa ramadhan kepada penumpangnya yang menjalankan ibadah puasa sambil menempuh perjalanan jauh, sambil berbagi kepada yang membutuhkan,” tutup Ranty.