Momen Mudik Lebaran, Saatnya Maksimalkan Kemampuan Fotografi

Biasanya selain bertemu sanak keluarga di kampung, pemudik juga memanfaatkan liburan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata. Dan biasanhya pula para pemudik ini tak mau kehilangan yang namanya momen saat bersama keluarga atau tempat wisata dan mengabadikannya dengan kamera di ponsel untuk di pamerkan di media sosialnya.

Baca juga: Foto Viral Ini Ingatkan Pentingnya Car Seat Untuk Anak

Dirangkum KabarPenumpang.com ada beberapa hal yang bisa membuat Anda terlihat akan melakukan perjalanan mudik. Berikut ini beberapa hal yang bisa memperlihatkannya.

1. Foto dirumah sebelum berangkat
Anda bisa berselfie ria dengan tiket bila menggunakan kereta api, pesawat ataupun bus. Namun baiknya berfotolah saat Anda sedang mengangkat tas untuk dimasukkan ke dalam mobil, ini justru mengesankan Anda akan mudik bersama keluarga. Biasanya momen ini yang jarang dilakukan orang untuk memperlihatkan mereka akan mudik.

2. Foto pemandangan di perjalanan
Ini biasa dilakukan orang-orang, sebenarnya tak perlu harus ber-selfie, dengan menunjukkan papan nama daerah yang Anda foto juga sudah bisa membuktikan Anda sedang melakukan perjalanan mudik. Tak hanya itu, selfie pun diperkenankan agar orang lain di media sosial Anda percaya kalau sedang mudik.

3. Foto kemacetan
Tahun lalu di jalur tol Brexit alias Brebes Exit (Brebes Timur) terjadi kemacetan parah. Bila Anda mengalami hal ini, berfotolah dengan kemacetan yang ada. Uniknya bila macet, dan foto Anda unggah ke media sosial bisa saja menjadi viral.

4. Foto Stasiun
Ini disarankan untuk Anda yang mudik menggunakan kereta api. Anda bisa memfoto nama-nama stasiun dimana kereta Anda lewat atau hanya sekedar berhenti sejenak menunggu sinyal. Biasanya, banyak teman-teman atau kerabat Anda yang akan bertanya di daerah mana, ini terjadi bila stasiun tersebut jarang ada orang yang tahu alias saat melewatinya mereka tertidur.

5. Foto tempat wisata di daerah Anda
Untuk menandakan dan memastikan kebenarannya Anda mudik. Saat ketempat wisata baiknya berfoto apalagi bila bersama keluarga. Foto di tempat wisata biasanya lebih bagus hasilnya karena pemandangan lebih indah dan sejuk.

6. Foto di hari Lebaran
Lebaran pastinya wajib untuk berfoto baik selfie maupun foto bersama-sama. Biasanya, akan banyak gaya yang terlihat saat berfoto keluarga. Dari foto yang formal sampai foto dengan gaya yang memberikan ekspresi-ekspresi berbeda.

Jurus Selamat Hindari Aksi Pencopetan di Moda Transportasi Massa

Sebagai pengguna jasa layanan transportasi umum, seperti Commuter Line, Anda mungkin tidak asing dengan himbauan untuk selalu menjaga barang-barang Anda agar tetap aman. Tiada lain himbauan tersebut dibuat agar Anda bisa lebih waspada dengan tindakan pencopetan. Tuntutan hidup yang semakin tinggi seolah membuat sebagian orang menjadi gelap mata, dan menghalalkan segala cara untuk bisa memenuhinya. Berangkat dari hal tersebut, KabarPenumpang.com meracik beberapa tips untuk menghindari tindak pencopetan di moda umum berbasis massa.

Pasang Headset Sebelum Berangkat

Sumber: wenweipo.com

Ini merupakan salah satu trik jitu untuk menghindari gadget Anda berpindah tangan. Pasang headset sebelum Anda menaiki moda berbasis massa, karena ada beberapa keuntungan, salah satunya adalah Anda masih leluasa bergerak dan dapat mulai memutar lagu kesukaan. Dengan menggunakan tips ini, maka lagu yang Anda putar akan otomatis berhenti ketika headset terlepas dari handphone.

Usahakan Simpan Barang Berharga Anda di Tempat yang Sulit di Jangkau

Setelah Anda mengaplikasikan tips pertama, lebih baik Anda menggenggam handphone dan tidak menyimpannya di saku, hal ini bertujuan agar si copet lebih sulit untuk merebut handphone Anda. Namun, Anda juga harus tetap waspada dan jangan lengah ketika menggunakan moda umum berbasis massa. Sedangkan untuk barang berharga lainnya, Anda bisa menyimpannya di dalam tas pada saku yang paling dalam, atau menyimpan dompet pada saku celana depan, karena saku celana depan dinilai lebih mudah untuk diperhatikan daripada saku celana belakang. Ada cara lain untuk menyimpan barang berharga yang Anda bawa, yaitu dengan menyimpannya di tempat yang tidak terpikirkan oleh si copet, seperti membuat saku di perut yang tidak terlihat dari luar, di pakain dalam/pelapis, dan lain sebagainya.

Usahakan Berdiri Tidak di Dekat Pintu

Bukan hanya penumpang yang memiliki posisi favorit saat di kendaraan umum, copet pun memiliki tempat favorit. Kebanyakan copet lebih memilih untuk beraksi di dekat pintu daripada di tengah kerumunan, karena dengan beraksi di dekat pintu akan memudahkannya untuk melarikan diri setelah mendapatkan barang yang sudah diincarnya. Sedangkan apabila copet melancarkan aksinya di tengah kerumunan, ia akan kesulitan untuk kabur setelah aksinya selesai.

Jangan Memindahkan Barang Berharga Anda Ketika Sudah Berada di Dalam Moda

Ini merupakan hal sepele yang mungkin bisa berdampak besar bagi Anda. Ketika Anda memindahkan barang berharga di dalam moda, seperti handphone, dompet, atau benda lain, maka si copet dapat dengan mudah mengetahui dimana letak benda tersebut setelah Anda pindahkan. Persiapkanlah semuanya secara matang sebelum berangkat, termasuk menyiapkan ongkos terlebih dahulu dan memisahkannya dari dompet. Secara tidak sadar, tindakan seperti ini bisa saja memancing copet untuk melihat isi dompet dan melancarkan  aksinya terhadap Anda.

Waspadai Gerak Gerik yang Mencurigakan

Tingkah laku aneh kerap kali diperlihatkan oleh copet sebelum beraksi, entah karena gugup atau kurang percaya diri. Namun fakta di atas tidak berlaku bagi copet yang sudah mahir. Seperti sudah menjadi rahasia umum ketika copet kerap kali beraksi dalam kelompok. Kelompok copet ini biasanya memanfaatkan momen ketika pintu terbuka, terutama bila terjadi hambatan. Tidak ada salahnya untuk lebih waspada karena bisa saja hambatan tersebut dilakukan oleh sekumpulan copet yang hendak mengalihkan perhatian Anda.

Siasati Waktu

Bagi Anda yang terlalu paranoid dengan aksi para pencopet, tips yang satu ini bisa dilakukan demi menjaga barang-barang berharga Anda. Jangan berangkat ketika peak hour atau jam sibuk, lebih baik persiapkan diri Anda untuk berangkat lebih awal. Ada beberapa keuntungan yang akan didapat ketika Anda memutuskan untuk berangkat lebih awal, pertama Anda tidak akan terlalu berdesak-desakan di moda tersebut. Kedua, biasanya copet beraksi ketika kondisi moda penuh, dengan kata lain jika moda tersebut lengang, maka kemungkinan copet beraksi lebih sedikit. Untuk jam pulang kerja, Anda bisa memilih untuk pulang sedikit lebih larut.

Tips Pilih Jasa Porter di Stasiun

Porter adalah sebutan bagi orang-orang yang menawarkan jasa sebagai pengangkut barang di tempat-tempat umum. Para porter ini bisa ditemukan di stasiun kereta api, bandara, terminal bus, pelabuhan dan beberapa tempat lainnya. Apalagi saat musim mudik seperti ini, penumpang yang menggunakan kereta api lebih banyak dari hari biasanya dan barang yang dibawa pun lebih banyak.

Baca juga: Penerbangan Dibatalkan, Penumpang Porter Airlines Malah Diancam Petugas!

Porter yang ada di stasiun biasanya pekerja yang dikontrak PT KAI untuk membantu penumpang dan ada tarif yang disediakan untuk penumpang saat menggunakan jasa mereka. Mereka biasanya menggunakan baju seragam sah yang diberikan PT KAI.

Bahkan para porter ini pun ada yang gratis dan berbayar alias tergantung dimana penumpang menggunakannya. Untuk memudahkan Anda sebagai para pengguna moda transportasi, berikut ini ada beberapa tips yang KabarPenumpang.com rangkum sebelum menggunakan porter di stasiun

1. Lihat kondisi barang
Sebelum menggunakan porter untuk membantu Anda, lihat barang bawaan. Bila saat itu Anda pergi sendirian dan barang cukup banyak bisa menggunakan jasa porter mengangkatnya sampai ke dalam kereta api. Penggunaan porter ini juga bisa saat Anda bepergian dan membawa anak-anak sehingga mungkin kesulitan mengangkat barang yang banyak.

2. Seragam
Porter yang resmi menggunakan seragam baik itu di bandara dan stasiun. Maka baiknya pilih porter resmi yang menggunakan seragam ketimbang dengan porter yang tidak resmi. Sebab bisa saja Anda dimintai pembayaran yang lebih mahal dibandingkan dengan petugas porter yang disediakan. Porter resmi juga bisa menjamin keamanan barang bawaan Anda saat masuk ke kereta.

Baca juga: Update Terbaru Aplikasi KAI Access, Tawarkan Fitur Check In Online dan Pesan Meals

3. Porter stasiun ada tarif khusus
Saat ini pihak PT KAI tengah menyiapkan pemesanan untuk porter melalui aplikasinya. Namun belum jelas kapan bisa memesan porter melalui aplikasi tersebut. Tetapi tenang saja, saat ini porter yang disediakan pihak KAI sendiri menggunakan seragam dengan tarif sekitar Rp10 ribu sampai Rp25 ribu untuk mengangkat barang bawan Anda dari dan sampai ke dalam kereta. Sehingga bila porter meminta tips lebih, penumpang bisa memberikan aduan kepada pihak KAI terkait masalah tersebut.

Ingin Mudik via Jalur Udara? Buat Perjalanan Lebih Nyaman dengan Tips Berikut!

Sebagai salah satu kasta paling tinggi di dunia transportasi, pesawat tidaklah kehilangan para penggemarnya meskipun harga yang ditawarkan cukup tinggi seperti halnya musim mudik seperti saat ini. Alih-alih terjebak macet ketika memilih untuk menggunakan moda darat seperti kendaraan pribadi atau bus, para pemudik lebih memilih untuk mengeluarkan budget lebih untuk naik pesawat. Sialnya, tidak hanya satu orang yang memiliki pola pikir seperti ini. Alhasil, kepadatan di bandara menjadi ancaman nyata bagi para pemudik.

Baca Juga: Jadi Penumpang Tunggal di Penerbangan Garuda Indonesia, Sosok Pengusaha Asal Palu Menjadi Viral

Padatnya pemudik bisa berpengaruh pada perjalanan Anda pribadi, maka dari itu, KabarPenumpang.com akan sarikan sejumlah cara untuk membuat perjalanan udara Anda lebih menyenangkan, dikutip dari laman businessinsider.sg.

Jangan Tergesa-Gesa
Salah satu kebiasaan orang Indonesia yang bisa menjadi bumerang bagi dirinya sendiri adalah selalu melakukan segala sesuatunya mepet waktu, tidak terkecuali jika dirinya hendak naik pesawat yang tidak kenal istilah tunggu menunggu. Alih-alih perjalanan Anda menjadi tidak menyenangkan setelah lelah berburu waktu agar tidak ketinggalan pesawat, ada baiknya Anda pergi lebih awal dan menunggu di bandara. Dengan begitu, Anda bisa memanfaatkan waktu tunggu di bandara untuk makan, mengisi daya gadget, atau persiapan mengudara lainnya.

Gunakan Lounge
Kendati tidak semua orang memiliki akses gratis masuk ke dalam lounge, tapi tidak ada salahnya jika mengeluarkan sedikit uang untuk menikmati fasilitas dan layanan yang ada di dalamnya. Semakin tinggi harga yang Anda bayar, maka semakin maksimal pula pelayanan dan kudapan yang akan Anda dapat di dalamnya.

Menginap di Hotel
Tidak ada salahnya jika Anda yang membawa budget lebih untuk meluangkan waktu bermalam di hotel dekat dengan bandara. Tanpa disadari, ada beberapa keuntungan dari opsi ini, salah satu yang paling menonjol adalah Anda tidak perlu terburu-buru untuk pergi ke bandara. Kecuali Anda terlambat bangun.

Naik Kelas
Semisal Anda merupakan seorang penumpang yang jarang sekali mengudara, tidak ada salahnya jika Anda meng-upgrade bangku Anda ke layanan Bisnis atau First Class, karena itu akan meningkatkan pengalaman Anda mengudara.

Baca Juga: Mudahkan Penumpang Agar Tak Tertinggal Pesawat, Traveloka Hadirkan Fitur Check In Online

Buat Diri Anda Senyaman Mungkin
Memang memanjakan diri sendiri selama menempuh perjalanan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ada sebagian orang yang cukup mengendar musik, ada yang lebih memilih untuk tidur, membaca, atau bahkan ada saja orang yang merasa nyaman ketika ia mengudara ditemani dengan makanan ringan.

Pria ini Selfie Bersama Korban Kecelakaan. Netizen: Barbarisme yang Tidak Anda Sangka

Melakukan selfie di objek wisata atau tempat hiburan lain bukanlah menjadi satu hal yang aneh, namun apa jadinya jika Anda mengabadikan foto diri sendiri dengan menggunakan kamera depan dengan latar belakang korban kecelakaan? Nampaknya hal tersebut akan mudah menuai respon keras dari masyarakat yang mengetahuinya.

Baca Juga: Terjepit Pintu Kereta, Pria di Brisbane Ini Dilarikan Ke Rumah Sakit

Percaya atau tidak, hal tersebut benar-benar terjadi mana kala seorang pria mengabadikan momen berlatarbelakang tim medis yang tengah menyelamatkan nyawa seorang wanita berkebangsaan Kanada di Piacenza Station, Italia. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (4/6/2018), momen tersebut berhasil diabadikan oleh salah seorang fotografer media setempat yang menyerukan bahwa orang tersebut, “sudah kehilangan etikanya,”

Kejadian tersebut terjadi ketika seorang wanita mengalami cidera yang cukup parah dan tim medis pun berhamburan mendatangi di korban yang tergeletak tak berdaya di rel. Ketika tengah berusaha untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban, terlihat seorang pemuda yang menggunakan kaos dan celana berwarna putih ini mengangkat tangannya yang memegang ponsel ke atas dan mengabadikan momen yang seharusnya tidak diabadikan ini.

Entah siapa yang melaporkan, namun tak lama berselang setelah kejadian selfie tersebut, petugas keamanan datang dan meminta dengan paksa agar swafoto yang barusan ia abadikan dihapus. Untungnya, foto yang menampilkan selfie si pria dengan pose ‘V for Victory’ ini tidak tersebar, hanyalah foto dari sang fotografer berita sajalah yang sukses memancing emosi dari setiap pembaca beritanya yang bertajuk “Barbarisme yang Tidak Anda Sangka: Selfie Berlatarkan Tragedi.” di harian Liberta.

Baca Juga: Dua Hari Meninggal di Toilet Baru Ditemukan Karena Salah Nomor Kereta

Kejadian ini sendiri terjadi pada 26 Mei 2018 kemarin dan dikabarkan si wanita yang menjadi korban kecelakaan ini kakinya terpaksa diamputasi. Ada banyak versi yang menceritakan mengapa si wanita bisa tergeletak begitu saja di rel. Ada yang mengatakan bahwa si wanita terlalu terburu-buru masuk ke dalam kereta sehingga dirinya terjatuh, ada juga sumber yang mengatakan bahwa si wanita terjatuh akibat pintu kereta yang terbuka di sisi yang salah.

Terlepas dari alasan mengapa si wanita bisa jatuh ke rel, tindakan yang dilakukan oleh pria ini sangatlah tidak terpuji dan patut menuai cibiran dari khalayak luas. Selain tidak etis, ‘menari di atas penderitaan orang lain’ memang bukanlah tindakan yang layak ditiru.

Sriwijaya “Travel Pass” Memang Memikat, Tapi Jangan Lupa Ada Syarat dan Ketentuan Berlaku

Belum lama ini Sriwijaya Air menghadirkan promo unik bagi pelanggannya yakni Sriwijaya Travel Pass Ini menjadi kemudahan yang hakiki bagi pelancong dengan hanya dengan menjadi unlimited flight membership dan membayar Rp12 juta sudah bisa terbang ke semua rute dengan Sriwijaya atau Nam Air selama satu tahun. Sayangnya promo pembelian Travel Pass ini hanya berlangsung dari 9 April-9 Juni 2018 kemarin.

Baca juga: Lebaran 2018: Garuda Indonesia Tingkatkan Kapasitas Penerbangan Hingga 8 Persen

Hadirnya Travel Pass ini, dikatakan pihak Sriwijaya untuk memudahkan bagi penumpang yang memang sering bepergian atau memiliki mobilitas tinggi agar lebih nyaman dan mudah. Tapi, jangan lupa syarat dan ketentuan berlaku dimana untuk airpot taxes, insurance, PPN dan admin fee tidak termasuk dalam paket ini.

Salah seorang pengguna Sriwijaya Tarvel Pass Ulul Azmi yang juga pegawai BUMN mengatakan sangat terbantu dengan adanya promo ini. Pasalnya pria yang sering dipanggil Azmi ini tinggal terpisah dengan sang istri yang berada di Semarang.

“Saya sangat terbantu dengan adanya Sriwijaya Travel Pass ini. Soalnya cara penggunaannya juga mudah hanya masuk ke aplikasi mobile Sriwijaya dan masuk dengan nomor ID melalui reedem untuk megakses penerbangan khusus member,” ujar Azmi yang dihubungi KabarPenumpang.com, Senin (11/6/2018).

Dia mengaku, selain memudahkan mobilitas, saat mudik sekarang dirinya hanya membayar sekitar Rp255 ribu untuk tiket pergi dan pulang. Salah satu hal unik dan mungkin paling menyebalkan yang pernah dirasakan Azmi saat menggunakan member tersebut adalah pesawat delay hingga tujuh jam dengan keberangkatan dari bandara Ahmad Yani Semarang menuju Soekarno-Hatta, Cengkareng.

“Mau balik ke Jakarta dari Semarang, harusnya berangkat pesawat jam 16.00 sore tapi delay sampai jam 23.00 pesawat baru berangkat. Saat mau komplain mikir lagi, harusnya bisa dapat pengembalian uang karena lebih dari lima jam, tapi karena ingat pakai Travel Pass saya urungkan niat. Takut nanti cuma bisa pakai tiga bulan lagi Travel Passnya,” ujar Azmi sembari bercanda.

Baca juga: Promosikan Tiket Online Lebaran, ASDP Ferry Gelar Undian Berhadiah

Ternyata tak hanya Sriwijaya yang memiliki promo seperti ini. Dunia penerbangan internasional juga mengenal promo seperti ini dan pernah diterapkan oleh Surf Air maskapai asal Amerika Serikat.

Maskapai ini menawarkan keanggotaan all you can fly senilai US$3225 atau setara Rp44,9 juta per bulannya dan bisa menikmati terbang sepuasnya ke kota-kota di Eropa seperti London, Cannes, Geneva dan Zurich. Karena bukan maskapai berjadwal, penumpang Surf Air tidak perlu melalui pemeriksaan yang ketat dan bisa datang 15 menit sebelum penerbangan.

Adapula Azul Airlines asal Brazil yang menawarkan terbang sepuasnya dengan Azul Airpass selama 21 hari dengan harga US$499 setara dengan Rp6,9 juta atau 10 haru dengan kisaran harga US$399 setara dengan Rp5,5 juta. Untuk Sriwijaya sendiri, promo ini berlaku bagi orang dewasa atau diatas 13 tahun dan hanya untuk si pemegang identitas yang terdaftar.

THR Turun, Jangan Lapar Mata! Intip Tips Belanja Efisien Untuk Pulang Kampung

Selain mudik, apa lagi sih hal yang identik dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri? Bukan ketupat, bukan pula opor ayam, tapi THR (Tunjangan Hari Raya)! Ya, sudah mendarah daging dari jaman dulu, pembagian THR selalu menghiasi rekening Anda beberapa hari sebelum Hari Raya tiba. Sudah barang tentu, belanja menjadi opsi sejumlah lapisan masyarakat yang hendak menikmati hasil jerih payahnya tersebut.

Baca Juga: 7 Tips Belanja Indah di Bandara Changi

Bahkan tidak sedikit juga orang-orang yang berniatan untuk memboyong THRnya tersebut ke kampung dengan bentuk yang sudah ditransformasikan menjadi barang, seperti baju dan lain-lain. Nah, mengingat rasa dermawan setiap orang mendadak meningkat ketika memegang banyak uang, maka tidak heran jika setiap orang yang hendak pulang kampung akan membelanjakan THRnya tersebut dan menjadikannya buah tangan.

Tentu saja belanja untuk pulang kampung ini tidak bisa sembarangan dan perlu perhitungan yang tepat sasaran. Jangan sampai keasyikan belanja dan akhirnya malah ‘melubangi’ rekening Anda di bank. Maka dari itu, KabarPenumpang.com sarikan sejumlah tips yang dapat Anda coba realisasikan ketika mempersiapkan momen pulang kampung, dihimpun dari sejumlah laman sumber.

Pertama, pastikan Anda tidak melulu tergiur dengan iming-iming diskon yang terpampang di hampir setiap toko. Ya, dengan kata lain, Anda harus membulatkan tekad terlebih dahulu sebelum mulai berburu baju Lebaran atau perlengkapan lainnya, jangan sampai Anda khilaf dan membeli barang yang semestinya tidak Anda beli. Sayang, bukan?

Kedua, Anda juga dituntut untuk tidak ceroboh memilih promo. Tidak sedikit kita lihat di pusat perbelanjaan, ada banyak sekali promo yang disertai dengan tanda bintang berukuran super kecil pada akhir tulisan. Ya, biasanya pada bagian bawah promo tersebut tercantum kalimat yang menjelaskan bahwa promo berlaku setelah Anda berbelanja dengan minimal pembayaran sekian rupiah. Alih-alih menghabiskan uang untuk promo semacam itu, ada baiknya uang Anda digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, bukan?

Baca Juga: Agar Barang Bawaan Tak Kena Denda, Cermati Ketentuan dari Bea Cukai di Bandara!

Tips ketiga yang juga bisa Anda coba adalah berbelanja secara online. Selain dapat meminimalisir lapar mata dengan melihat barang secara langsung, belanja online pun dapat dilakukan dimanapun Anda berada, tidak perlu capek-capek mengantri, berdesak-desakan, atau berpanas-panasan di jalan.Tapi jangan asal comot saja, pastikan toko online tempat Anda berbelanja sudah memiliki nama dan rating yang bagus dari pembeli.

Sumber: istimewa

Dan yang terakhir efisienlah dalam berbelanja. Selain dapat menghindari uang yang terbuang percuma, dengan memilah kebutuhan mana yang patut untuk dibeli dan keinginan mana yang bisa dikesampingkan, ini dapat mempengaruhi perjalanan mudik Anda. Tentu Anda sering melihat ada banyak mobil yang mengangkut barang-barang secara ilegal di bagian atasnya, kan? Ya, itu adalah salah satu tanda kurang efisiennya masyarakat dalam menghabiskan uang THR. Bijaksanalah dalam membelanjakan uang THR Anda!

Waspadai Gejala Microsleep, Inilah Antisipasi Rujukan dari KNKT

Menempuh perjalanan panjang sendiri menggunakan kendaraan pribadi memang satu hal yang sangatlah membosankan, terutama Anda dipaksa untuk melewati sebuah jalan tol yang notabene memiliki medan yang hanya lurus saja. Secara tidak langsung, kondisi jalanan tersebut mempengaruhi kondisi Anda ketika berkendara, bukan tidak mungkin Anda akan terserang fenomena Microsleep.

Baca Juga: Ketua KNKT: Depnaker Perlu Turun Tangan Tinjau Jam Kerja Pengemudi Shuttle

Dari namanya saja, sepertinya Anda semua sudah bisa menebak fenomena apakah ini. Ya, dilandaskan pada siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), fenomena microsleep merupakan sebuah kondisi dimana otak tidur tapi tubuh tetap beraktifitas. Dengan kata lain, microsleep adalah momen dimana hilangnya kesadaran dan perhatian karena merasa lelah dan mengantuk.

Durasi dari microsleep ini sendiri beragam, mulai dari satu hingga 30 detik sebelum akhirnya terjaga kembali, itupun kalau Yang Maha Kuasa masih memberikan kesempatan ia untuk bangun kembali. Dengan menjadikan kelelahan sebagai salah satu faktor utama terjadinya fenomena microsleep, maka tidak heran jika KNKT selalu menghimbau kepada setiap pengendara yang hendak berkendara menggunakan kendaraan pribadi atau pengemudi bus untuk selalu menjaga ketahanan tubuhnya.

KNKT sendiri mengatakan ada beberapa gejala yang ditimbulkan seseorang yang mulai terserang fenomena microsleep. “Mulai dari kecepatan yang tidak teratur ketika mengemudi, sering ngerem mendadak, tubuh yang tiba-tiba tersentak, kepala yang sering mengangguk, menguap, hingga mata yang sering berkedip,” ujar Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono. Semua gejala yang disebutkan oleh suksesor dari Tatang Kurniadi tersebut merupakan tanda-tanda kalau otak si pengemudi sudah harus segera diistirahatkan.

Tapi tidak sedikit dari mereka yang malah mengindahkan himbauan untuk menepi sejenak dan beristirahat. Kebanyakan dari para pengemudi ini lebih memilih untuk terus mengemudi dalam kondisi mengantuk, padahal seperti yang sudah kita ketahui bersama, mengemudi dalam kondisi mengantuk sangatlah berbahaya bagi keselamatan orang banyak.

Maka dari itu, selain menghimbau untuk tidak melanjutkan berkendara ketika tubuh sudah merasakan lelah, Soerjanto turut membocorkan beberapa langkah yang dapat mengantisipasi terjadinya fenomena microsleep. “pastikan jam tidur terjaga, sekitar tujuh hingga sembilan jam sebelum berkendara, lalu pengemudi bisa berhenti setiap empat jam sekali dalam kondisi jalan lancar atau macet sekalipun,” tutur Soerjanto.

Baca Juga: Tidak Dapat Ongkos Losmen, Pengemudi Bus Mudik Gratis Kalang Kabut

Selain pola hidup yang mesti diperbaiki, asupan makanan dan minuman pun ternyata dapat mempengaruhi ketahanan tubuh. “konsumsi kopi justru disarankan, namun berikan jarak waktu sebelum mengemudi,” paparnya. “Selain itu, pengemudi juga bisa melakukan aktivitas kecil ketika berkendara, agar tidak cepat capek.” tutup Soerjanto.

Kereta Sleeper Berada di Rangakaian KA Argo Bromo Anggrek, Ini Fasilitas Mewahnya

Kereta api Luxury atau yang dikenal dengan kereta sleeper hari ini, 12 Juni 2018 resmi dioperasikan PT Kereta APi Indonesia (KAI). Kereta sleeper ini akan beroperasi dan dirangkaikan dengan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan relasi stasiun Gambir-Surabaya Pasarturi.

Baca juga: Siap-Siap! PT KAI Akan Jual Tiket Sleepers Train 10 Juni Mendatang

Keberangkatan kereta ini dari stasiun Gambir pukul 09.30 WIB dan dari Surabaya Pasarturi pukul 08.00 WIB untuk yang pagi dan untuk malam dari Gambir pukul 21.30 WIB sedangkan Suraabaya Pasarturi pukul 20.00 WIB. Perjalanan baik dari Jakarta menuju Surabaya atau sebaliknya menghabiskan waktu selama kurang lebih sembilan jam.

Pemilihan KA Argo Bromo Anggrek sendiri karena kereta ini memiliki perjalanan yang tercepat rute Jakarta-Surabaya. Dalam rangkaian KA Argo Bromo Anggrek ada empat kereta sleeper yang dirangkaikan selama beroperasi.

Kereta sleeper yang dimiliki PT KAI saat ini merupakan salah satu bentuk inovasi terbaru dalam peningkatan layanan.

“Dengan adanya layanan luxury class ini, masyarakat jadi memiliki lebih banyak pilihan kelas perjalanan sesuai dengan tarif dan pelayanannya,” ujar Direktur Utama Edi Sukmoro.

Untuk saat ini, tiket kereta luxury class hanya tersedia dari tanggal 12-25 Juni 2018 dan relasi yang ada baru dari Gambir menuju Surabaya Pasarturi dengan KA Argo Bromo Anggrek. Untuk pengenalannya pun KAI memberlakukan tiket promo Rp900 ribu untuk setiap penumpangnya.

Dengan harga ini layanan yang diberikan pun layakanya kelas bisnis di pesawat. Sehingga penumpang yang menggunakan kelas luxucry class bisa menikmati hal pelayanan yang tak jauh berbeda dengan kelas bisnis pesawat.

Apa sih yang bisa didapatkan penumpang kelas luxury atau kereta sleeper ini? Ya, penumpang bisa merasakan kursi yang bisa direbahkan 170 derajat secara elektrik atau bisa dibilang dari kursi duduk menjadi tempat tidur. Kemudian bisa mendapatkan private entertaiment berupa TV 12 inci dengan headset, USB charging power source, foldable food tray, bantal dan selimut.

Adapula tempat sampah, kaca, cup holder, kompartemen untuk menyimpan sepatu, majalah dan hanger untuk meletakkan jaket atau sweater per kursi. Selain itu kenyamanan lainnya adalah dalam satu kereta sleeper hanya berisikan 18 orang penumpang.

Baca juga: Sleepers Train di Jepang Sukses Angkat Pamor Wilayah yang Dilaluinya

Pengguna kereta sleeper juga tak perlu takut kelaparan, karena akan disediakan makanan, minuman serta cemilan yang diberikan secara cuma-cuma. Bagi pemudik yang ingin menggunakan kereta ini, bisa memesannya melalui KAI Access, website KAI, mitra resmi KAI dan melalui loket. Namun, saat KabarPenumpang.com mengeceknya, tiket kereta luxucy class ini sudah habis terjual hingga tanggal 16 Juni 2018.

Bawa Benih Lobster, Penumpang Lion Air Terancam Pidana 10 Tahun!

Maskapai Lion Air kerap kali mengalami delay dalam memberangkatkan pesawatnya, entah karena masalah teknis atau non teknis. Seperti beberapa waktu lalu delay terjadi karena penumpang bercanda soal bom bahkan penangan seorang penumpang yang berteriak-teriak di dalam pesawat dan mengakibatkan kericuhan di dalam kabin.

Baca juga: Tiga Isu Bom Terpa Lion Air Dalam Waktu Dekat, Buat Netizen Kernyitkan Dahi. Ada Apa?

Sehingga mau tak mau, pihak Lion Air dan petugas keamanan harus melakukan sterilisasi dan mengamankan orang-orang tersebut. Namun, pada hari Minggu (10/6/2018) hal unik yang menyebabkan keterlambatan keberangkatan kembali terjadi dimana ditemukan benih lobster dalam tas seorang penumpang.

KabarPenumpang.com mengabarkan dari siaran pers yang diterima, pesawat JT162 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng menuju Bandara Internasional Changi Singapura pada 10 Juni 2018 kemarin berangkat pukul 14.22 WIB yang seharusnya berangkat pukul 13.45 WIB. Keterlambatan ini disebabkan seorang wanita berinisial JN yang harus diperiksa petugas keamanan bandara atau avsec Soetta dan security Lion Air karena kedapatan membawa benih lobster dalam kopernya.

Benih lobster tersebut berada di dalam cairan yang terbungkus plastik dan ditemukan dalam jalur pemeriksaan keamanan 2 atau security check point terminal keberangkatan. Karena kejadian ini, mau tak mau barang bawaan JN yang berada di bagasi pun harus diturunkan untuk dilakukan pemerikasaan ulang (screening).

Akibat pemeriksaan ulang tersebut, penerbangan terlambat dan JN pun tidak diikutkan dalam penerbangan tersebut. JN dilakukan penanganan sesuai prosedur dan diserahkan kepada pihak Bea Cukai untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dari pengamatan penulis, harusnya pada pemeriksaan keamanan pertama, benih-benih ini terlihat sehingga bisa ditangani lebih lanjut. Namun luput dan terdeteksi jelas saat pemeriksaan kedua sebelum masuk ke ruang tunggu gate penerbangan.

Baca juga: Lion Air Group Jadi 5 Maskapai Teratas Pembawa Penumpang Terbanyak ke Singapura

Benih lobster ini sendiri berpotensi merugikan negara hingga miliaran rupiah sehingga pembawa bisa dikenakan Pasal 102A huruf a UU No.17/2001 tentang Kepabeanan. Dimana seseorang yang mengekspor tanpa pemberitahuan pabean dipidana karena melakukan penyelundupan dengan penjara minimal satu tahun dan maksimal sepuluh tahun serta denda paling kecil Rp50 juta dan maksimal Rp5 miliar.