50 Unit Bus Bekas Transjakarta Terbakar di Terminal Mobil Rangka Rawa Buaya

Sebanyak 50 bus bekas Transjakarta terbakar di area Pool Terminal Rawa Buaya, Cengkarang pada Selasa (10/6/2025) kemarin. Kebakaran ini terjadi saat proses pemotongan rangka bus oleh perusahaan pemenang lelang.

Perwira Piket Pemadam Kebakaran (Damkar), Suroto AP mengatakan sekitar 50 unit bus bekas ludes dilalap api dalam peristiwa tersebut.

“Ini bus Transjakarta yang sudah bekas (yang terbakar),” ujarnya kepada awak media.

Total seluruh bus yang ada di Terminal Mobil Barang Rangka Buaya 104 unit. Namun yang terbakar 50 bus dan merupakan bagian dari 417 bus yang sudah dihapus atau dilelang.

Sehingga saat ini statusnya sudah menjadi asset pemenang lelang. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, kebakaran diduga akibat percikan api dari pemotongan bus dan mengenai bahan yang mudah terbakar.

“Di mana saat dilakukan pemotongan bus oleh pemenang lelang terjadi kebakaran, saat ini masih proses pendinginan,” jelas Syafrin.

Meski begitu, pihak Dishub DKI Jakarta belum dapat memperkirakan kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut. Syafrin mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemenang lelang untuk taksiran kerugian lebih lanjut.

Informasi kebakaran yang terjadi di Pool Terminal Mobil Rangka Rawa Buaya ini diunggah akun Instagram @humasjakfire. Dalam video terlihat jelas api berkobar dan melahap bus-bus yang ada dilokasi.

Video juga memperlihatkan, para petugas pemadam kebakaran telah tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Petugas damkar menerima informasi terjadinya kebakaran pada pukul 14.40 WIB dan operasi pemadaman kebakaran dimulai pukul 14.45 WIB.

Sedangkan proses pendinginan pada pukul 15.59 WIB. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat membutuhkan waktu hampir satu jam untuk mengendalikan api.

“Waktu mulai pemadaman pukul 14.45 WIB, pukul 15.31 WIB sudah dikendalikan,” ujar Kepala Seksi Operasional Gulkarmat Jakarta Barat, Syarifudin, yang dikutip dari Kompas.com.

Kebakaran terjadi pada objek kendaraan bekas yang berada di lokasi penyimpanan transportasi umum di Jalan Raya Ring Road, RT.08/RW.06, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Pada proses pemadaman dan pendinginan, damkar menurunkan 18 unit mobil damkar beserta 90 personel dikerahkan ke lokasi kebakaran.

Bus Bisa Terbakar Karena Power Bank? Simak Dulu Penjelasan Ini

Ini Lima Pilihan Sleeper Bus Nyaman Trayek Jakarta-Bali

Bosan bepergian ke Bali naik pesawat dan ingin mencoba naik moda transportasi lainnya? Bus bisa menjadi pilihan alternatif yang tepat dan keberangkatannya sudah ada dari Jakarta.

Bukan hanya bus biasa, tetapi sudah ada sleeper bus yang dioperasikan ke Pulau Dewata tersebut dan dilengkapi fasilitas yang nyaman. KabarPenumpang.com merangkum ada lima sleeper bus yang bisa menjadi pilihan keberangkatan dari Jakarta menuju ke Bali.

1. Cahaya Kembar Gemilang
Jika Anda ingin menikmati perjalanan yang modern dan mewah, Cahaya Kembar Gemilang bisa menjadi pilihan. Sleeper bus ini nyaman dengan kursi berbentuk kapsul lengkap dengan sliding door. Ini membuat penumpang seperti memiliki ruang pribadi. Dilengkapi dengan pendingin ruangan, bantal, selimut, dan port USB.

Bus berangkat dari Terminal Pondok Pinang pukul 15.00 WIB dan Terminal Pasar Rebo pukul 15.30 WIB. Tarifnya Rp850 ribu dan sepadan dengan penglaman mewah yang ditawarkan.

2. Unicorn Indorent
Pilihan menarik untuk perjalanan santai dari Jakarta ke Yogyakarta sebelum lanjut ke Bali. Meski bukan rute langsung, pengalaman dengan Unicorn tetap nyaman. Jadwal keberangkatan pukul 05.50 WIB dari Depot Unicorn di Jakarta memungkinkan kamu menikmati pagi sambil bersiap. Fasilitas seperti reclining seats, bantal, selimut, dan USB charger membuat perjalanan lebih rileks. Harga tiketnya terjangkau, hanya Rp400 ribu, cocok untuk yang nggak mau terburu-buru. Bus ini juga dilengkapi toilet, jadi nggak perlu khawatir di tengah perjalanan.

3. Gunung Harta
Bus dengan armada berwana hijau-merah khas ini, siap memberikan pengalaman yang premium. Penumpang akan menikmati perjalanan dengan duduk sembari selonjoran di reclining seat. Perjalanan Jakarta-Bali ini pun, penumpang dimanjakand dengan AC, bantal, selimut, dan hiburan audio-video. Cocok untuk perjalanan panjang tetap nyaman.

PO Gunung Harta, Kondang dengan Livery Hijau dan Ikon “Mickey Mouse”

Bus ini berangkat dari beberapa titik di Jakarta seperti Pondok Pinang dan Terminal Pulo Gebang, lalu tiba di Bali di Terminal Mengwi atau kantor Gunung Harta. Harga tiket mulai dari Rp600 ribu. Jadwal fleksibel, bus pertama pukul 10.00 WIB dan terakhir 16.45 WIB, jadi bisa disesuaikan dengan jadwal masing-masing penumpang. Dengan USB charging port dan toilet, perjalanan jadi lebih lancar. Gunung Harta adalah solusi praktis untuk liburan ke Bali tanpa stress.

4. Tami Jaya
Kalau perjalanan Yogyakarta-Bali ada direncana, Tami Jaya jadi pilihan yang wajib dicoba. Bus ini menawarkan fasilitas terbaik untuk perjalanan panjang, seperti kursi rebahan, AC, TV, hiburan karaoke, bagasi luas, dan USB port di tiap kursi. Berangkat setiap hari pukul 11.00 WIB, Tami Jaya memastikan kamu dapat tempat. Tiketnya Rp600 ribu, cocok untuk perjalanan nyaman 15-18 jam. Dengan fasilitas lengkap dan fokus pada kenyamanan, Tami Jaya siap menemani petualanganmu ke Bali.

5. Sinar Jaya
Dikenal sebagai operator bus yang nyaman dan terawat. Jika kamu ingin perjalanan Jakarta-Yogyakarta menuju Bali, coba sleeper bus mereka. Berangkat dari Cibubur pukul 07.30, kamu bisa duduk di kursi nyaman dengan tirai privasi. Fasilitas seperti selimut, USB port, makanan prasmanan, dan toilet bikin perjalanan bebas ribet.

Dengan tiket hanya Rp210 ribu, Sinar Jaya jadi pilihan ekonomis untuk perjalanan nyaman tanpa boros. Tiba di Terminal Giwangan, Yogyakarta, kamu bisa lanjut ke Bali dengan sleeper bus lainnya. Sinar Jaya, pilihan tepat untuk perjalanan hemat dan terencana.

Bus Super Mewah Milik Sinar Jaya, Punya Kabin Bawah Mirip First Class Pesawat

 

Kisah Tragis Masinis Lokomotif BB 301 27 Hingga Berakhir Mengenaskan

Lokomotif seri BB 301 merupakan lokomotif yang pernah berjasa melanglang buana di jalur kereta api Pulau Jawa. Seri BB 301 ini adalah lokomotif diesel hidraulik milik PT Kereta Api Indonesia buatan pabrik Fried Krupp dan Krauss-Maffei, Jerman Barat. Lokomotif ini pertama kali dipesan oleh KAI saat masih bernama Perusahaan Negara Kereta Api. Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1.010 kW dengan berat lokomotif sebesar 52 ton.

Namun keberadaannya saat ini hanya tinggal kenangan yang menyisakan beberapa diantaranya telah dijadikan monumen yang terpajang di beberapa stasiun besar maupun balai pelatihan kereta api. Sekilas memang lokomotif seri ini sama halnya seperti lokomotif BB 301 pada umumnya.

Namun jika ditelaah lebih dalam, ternyata ada kisah yang memilukan bahkan tragis pada salah satu seri lokomotif tersebut, yakni seri BB 301 27. Lantas apa yang menyebabkan lokomotif ini ramai dibicarakan yang dikaitkan juga dengan unsur misteri?

Lokomotif BB 301 27 di Surabaya Gubeng. (Foto: Dok. Lutfi Tjahjadi)

Dilansir laman diskusi Semboyan 35, pada masa sejarahnya, lokomotif BB301 27 mulai berdinas pada 3 Maret 1964, sebagai lokomotif milik Dipo Induk Bandung. Lokomotif ini sering kali berdinas KA Parahyangan. Nah, menuju ke cerita yang bisa dikatakan aneh dan misteri seputar BB 301 27 saat era tahun 1970-an tepatnya berada di Dipo Lokomotif Banjar. Konon diawali dari perselisihan seorang masinis dengan seorang asisten masinis karena masalah wanita.

Perkelahian sengit terjadi tepat di kabin lokomotif tersebut dengan berakhir petaka yang cukup mengerikan, yakni sang asisten masinis kehilangan nyawa setelah kepalanya dimasukkan ke kipas exhaust di ruang mesin. Kemudian sang masinis konon akhirnya mengakhiri hidupnya di atas lokomotif BB 301 27, tidak lama setelah perkelahian itu berakhir. Beberapa kejadian aneh pun yang terjadi di Dipo Lokomotif Banjar ini pun memulai bermunculan hal aneh yang tentunya menimpa lokomotif BB 301 27 tersebut.

Lokomotif BB 301 27 (Foto: Dok. Wikipedia)

Singkat cerita, setelah dari Dipo Lokomotif Bandung, BB 301 27 dipindahkan ke Depo Lokomotif Sidotopo. Saat di Sidotopo, keanehan lokomotif dengan julukan “roti tawar” ini pun kembali nampak. Lebih mengejutkannya, lokomotif BB 301 27 beberapa kali berjalan tanpa masinis. Saat memasuki era tahun 80-an lokomotif ini tiba-tiba berjalan sendiri di Indro, Gresik.

Beberapa orang mengira dari kejauhan bahwa lokomotif tersebut hanya gerakan langsir yang lengkap dengan masinis didalamnya, namun beberapa orang yang melihat dengan jarak dekat lokomotif tersebut ternyata berjalan sendiri tanpa dikendalikan masinis. Beruntung lokomotif ini bisa dihentikan oleh seorang masinis yang melompat keatas kabin.

Sementara di Depo Sidotopo, lokomotif ini juga kembali pernah berjalan sendiri hingga menghajar rumah penduduk. Bahkan di era tahun 90-an, lokomotif ini membuat Depo Sidotopo geger setelah lokomotif ini menghilang tiba-tiba dari area depo. Pencarian pun dimulai, hingga ke Madiun, Jember, Babat dan Malang. Setelah pencarian yang memakan waktu cukup lama ini, ternyata lokomotif BB 301 27 akhirnya ditemukan di Stasiun Benteng.

Petugas stasiun mengira lokomotif ini akan digunakan untuk langsiran, namun menurut penuturan warga sekitar, lokomotif ini kembali berjalan tanpa kru dan bisa membunyikan klakson sebagaimana lokomotif dikendalikan dan berjalan pada umumnya sedang berdinas. Kejadian tak terduga kembali terjadi saat lokomotif ini juga pernah berjalan tanpa masinis dari Solo Jebres namun berhenti setelah menghajar jalur buntu (badug) di Stasiun Palur.

Ilustrasi saat Lokomotif BB 301 tidak siap operasi. (Foto: Dok. Semboyan 35)

Setelah insiden berkali-kali yang menimpa lokomotif BB 301 27 ini ternyata sudah tak ada kejanggalan lagi saat dipindahkan ke Madiun. Depo Induk Madiun menjadi perpindahan lokomotif BB 301 27 berikutnya yang kemudian seringkali ditugaskan untuk menarik rangkaian Kereta Api Sri Tanjung. Memasuki tahun 2005, lokomotif BB 301 27 akhirnya masuk konservasi alias afkir di Balai Yasa Yogyakarta, dan tidak ada lagi kejadian aneh saat dikebunkan disana.

Bikin Penasaran, Inilah Maksud dari Huruf CC, BB dan D Pada Lokomotif

Libur Sekolah, ASDP Gratiskan Tarif Jasa Pelabuhan

PT ASDP Indonesia Ferry resmi menerapkan diskon tarif jasa pelabuhan hingga 100 persen selama periode sekolah mulai 5 Juni hingga 31 Juli 2025. Diskon ini berlaku pada tujuh lintasan komesial utama yakni Merak-Bakauheni (regular dan eksekutif), Ketapang-Gilimanuk, Lembar-Padangbai, Kayangan-Pototano, Sape-Labuan Bajo, Telaga Punggur-Tanjung Uban, dan Ajibata-Ambarita.

Kebijakan ini dikatakan ASDP sebagai bentuk stimulus ekonomi yang dikeluarkan oleh Kementeian Perhubungan (Kemenhub). Tujuannya adalah untuk memperkuat daya beli masyarakat, mempercepat perputaran ekonomi domestik selama musim libur sekolah, serta memastikan kelancaran distribusi logistik antarpulau, khususnya wilayah kepulauan.

“Diskon tarif jasa pelabuhan ini adalah bentuk kontribusi ASDP dalam menyukseskan program stimulus Pemerintah. Kami ingin manfaat kebijakan ini benar-benar dirasakan masyarakat, terutama pengguna jasa angkutan penyeberangan di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo dari keterangan tertulisnya, Jumat (9/6/2025).

Pemerintah menargetkan program stimulus ini akan menjangkau lebih dari 923.113 penumpang, terdiri dari: 812.240 penumpang kapal penumpang dan 110.873 penumpang kapal perintis. Sementara itu, khusus di layanan ASDP, diskon tarif diberikan kepada sekitar 506.830 penumpang dan 1.169.053 unit kendaraan berbagai golongan.

Kebijakan ini mempertegas sinergi antara Pemerintah dan BUMN dalam membangun sistem transportasi yang inklusif, terjangkau, dan berkelanjutan, yang tidak hanya mendorong konektivitas wilayah, tapi juga memperkuat sektor pariwisata, logistik, dan perdagangan domestik.

ASDP berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang andal, aman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Rincian Tarif Setelah Diskon
Merak–Bakauheni Kapal Eksekutif
Dewasa: Rp 64.614
Gol II: Rp 104.230
Gol IVA: Rp 654.005
Gol VA: Rp 1.106.169
Gol VIA: Rp 1.883.078

Kapal Reguler
Dewasa: Rp 18.100
Gol II: Rp 46.400
Gol IVA: Rp 431.200
Gol VA: Rp 869.000
Gol VIA: Rp 1.444.600

Ketapang–Gilimanuk
Dewasa: Rp 6.400
Gol II: Rp 18.900
Gol IVA: Rp 171.400
Gol VA: Rp 339.900
Gol VIA: Rp 515.700

Lembar–Padangbai
Dewasa: Rp 59.800
Gol II: Rp 148.400
Gol IVA: Rp 1.137.900
Gol VA: Rp 2.156.200
Gol VIA: Rp 3.537.600

Kayangan–Pototano
Dewasa: Rp 14.800
Gol II: Rp 65.700
Gol IVA: Rp 519.300
Gol VA: Rp 787.000
Gol VIA: Rp 1.153.600

Telaga Punggur–Tanjung Uban
Dewasa: Rp 19.000
Gol II: Rp 45.000
Gol IVA: Rp 297.000
Gol VA: Rp 546.000
Gol VIA: Rp 799.000

Ajibata–Ambarita
Dewasa: Rp 10.000
Gol II: Rp 25.000
Gol IVA: Rp 170.000
Gol VA: Rp 322.000
Gol VIA: Rp 548.000

Sape–Labuan Bajo
Dewasa: Rp 89.500
Gol II: Rp 205.300
Gol IVA: Rp 1.696.700
Gol VA: Rp 3.253.400
Gol VIA: Rp 5.351.700

Pelabuhan Labuan Bajo Masuk Proyek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

Hore! Ojol Boleh Naik Turunkan Penumpang di Dalam Terminal Arjosari Malang

Pengemudi ojek online (ojol) kerap kali harus mengalah dengan pengemudi ojek setempat untuk mendapatkan penumpang. Bahkan awal-awal kehadirannya pun, hanya boleh menurunkan penumpang dan untuk penjemputan ada jarak yang ditentukan.

Saat itu, penumpang yang memesan ojol harus berjalan sekitar 200-300 meter dari pintu keluar baik terminal maupun stasiun. Belakangan ini, pengemudi ojol akhirnya bisa merasakan sedikit kelegaan.

Hal tersebut karena, diperbolehkan menjemput penumpang di pintu keluar tetapi hanya yang menggunakan aplikasi bukan yang menggunakan sharing kode. Seperti baru-baru ini pengguna layanan ojol bisa mendapatkan kemudahan di Terminal Arjosari, Malang, Jawa Timur.

Di mana pada hari Minggu (8/6/2025) kemarin, pengemudi ojek online secara resmi diberi izin untuk menaik turunkan penumpang di dalam area Terminal Arjosari, Malang. Kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi para pengguna transportasi umum yang mengandalkan layanan ride-hailing untuk perjalanan mereka selanjutnya.

Adapun titik-titik penjemputan dan pengantaran sudah terakomodasi serta mudah dijangkau. Lokasinya berada di Pintu Masuk 1 yang terletak di samping pintu, keluar terminal, dan sudah dibuka untuk umum.

Akses ini bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat tanpa hambatan. Dengan adanya titik penjemputan resmi di dalam area terminal, penumpang tidak perlu lagi berjalan jauh keluar untuk memesan ojol.

Jadi, penumpang pun cukup turun dari bus dan langsung melakukan pemesanan melalui aplikasi ride-hailing seperti Gojek atau Grab di lokasi yang telah ditentukan. Hal ini tidak hanya memberikan kenyamanan ekstra, tetapi juga meningkatkan keamanan, terutama pada malam hari atau saat cuaca tidak bersahabat.

Apabila pengguna layanan ojol memilih untuk dijemput di depan peron utama atau pintu depan terminal, maka akan dikenakan tarif parkir sesuai ketentuan Dinas Perhubungan. Namun, jika pengemudi masuk melalui Pintu 1, maka biaya parkir tidak dikenakan karena area tersebut berada di bawah pengelolaan langsung Terminal Arjosari.

Meski kini ojol diizinkan beroperasi dalam area terminal, pengguna dan pengemudi tetap diimbau untuk mengikuti aturan yang berlaku demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Petugas terminal akan tetap melakukan pengawasan agar titik jemput dan antar tetap tertib dan sesuai dengan prosedur.

Sebaiknya Anda Tahu, Ini Ciri Bus Layak dan Tak Layak Operasional

Paling Unik, Stasiun MRT Sawah Besar dan Mangga Besar Bakal Jadi yang Terdalam di Bawah Tanah

Pembangunan MRT Fase 2 masih terus dikerjakan hingga target yang telah disesuaikan. MRT fase 2 akan melanjutkan rute yang telah ada pada fase 1, yang menghubungkan Lebak Bulus di Jakarta Selatan hingga Bundaran HI di Jakarta Pusat.

Rute fase 2 akan memperpanjang jalur MRT menuju Kota, yang akan menghubungkan Bundaran HI ke Stasiun Kota di Jakarta Barat, dengan total panjang jalur sekitar 8,3 km. Proyek ini dirancang untuk menciptakan konektivitas yang lebih baik antara pusat kota dan wilayah-wilayah sekitarnya, termasuk stasiun-stasiun besar yang terintegrasi dengan moda transportasi lainnya, seperti KRL dan TransJakarta.

Pembangunan Fase 2A MRT Jakarta terdiri dari dua tahap. Tahap pertama mencakup jalur utama sepanjang sekitar 5,8 kilometer dengan enam stasiun bawah tanah (Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok) dan satu stasiun at-grade (Kota), yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1728 Tahun 2018 mengenai Penetapan Lokasi untuk Pembangunan Jalur MRT koridor BHI-Kota.

Dari beberapa stasiun MRT pada Fase 2A ini ada stasiun yang menjadi sorotan media dan warganet karena keunikan dan merupakan pertama kali yang pembangunan stasiun dengan kedalaman hampir 30 meter.

Dilansir dari laman MRT Jakarta, pekerjaan konstruksi MRT Jakarta fase 2A dengan cakupan pekerjaan pembangunan Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar, serta terowongan bawah tanah mulai dari Harmoni hingga Mangga Besar sepanjang total 1,8 kilometer (terowongan dan stasiun).

Nah, ternyata Stasiun MRT Mangga Besar dan Stasiun MRT Sawah Besar merupakan dua stasiun terunik, lho. Mau tahu kenapa? Karena hal ini dikarenakan keduanya merupakan stasiun bertingkat bawah tanah pertama di Indonesia.

Peta rute jaringan MRT Fase 2A. (Foto: Dok. instagram/@jsclab)

Dibangun hingga empat lantai di bawah tanah, Stasiun Mangga Besar memiliki panjang mencapai 223 meter dengan lebar 19 meter serta kedalaman 29 meter. Sementara Stasiun Sawah Besar dibangun sepanjang 250 meter, kedalaman 28 meter, dan lebar 17 meter.

Bisa dibayangkan stasiun yang memiliki empat lantai pertama nantinya akan dirasakan masyarakat termasuk warga Jakarta yang merasakan kedalaman stasiun yang melebihi stasiun-stasiun MRT lainnya. Kedua stasiun ini akan menjadi penanda bahwa anak bangsa Indonesia mampu membangun sebuah karya infrastruktur ikonik yang memiliki tantangan teknis cukup tinggi. Saat ini, khusus di Stasiun MRT Mangga Besar, baru dibangun diagprahm wall/d-wall atau dinding penahan tanah.

MRT fase 2 adalah langkah besar dalam upaya meningkatkan kualitas transportasi publik di Jakarta. Dengan rute yang menghubungkan lebih banyak area strategis dan konsep yang terintegrasi dengan moda transportasi lain, fase 2 diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mengurangi kemacetan dan mempercepat mobilitas warga Jakarta.

Jika pembangunan berjalan sesuai rencana, MRT fase 2 akan mulai beroperasi pada tahun 2027, menjadikan Jakarta lebih modern dan efisien dalam hal transportasi publik.

Proyek MRT Jakarta Fase 2A Terus Berjalan, Fase 3 dan 4 Juga Tak Kendor

Filipina Jadi Negara Keempat Bagi Taksi Listrik VinFast

Taksi VinFast VF e34 baru saja diluncurkan perusahaan transportasi Vietnam, Green & Smart Mobility (GSM) di Filipina. Ini menjadi negara keempat di Asia Tenggara yang menerima taksi listrik setelah Vietnam, Laos, dan Indonesia.

Meskipun ada banyak taksi dan layanan transportasi online seperti Grab, layanan taksi di Filipina dipnuhi kendaraan tua. Bahkan tak jarang mobil ini tidak aman dan tidak efisien, serta pengemudi yang tidak sopan dan korup dengan menagih biaya bukan dengan argo taksi.

Kehadiran VinFast, diharapakan dapat mengubah reputasi buruk ini dengan armada listrik, pengemudi terlatih, dan aplikasi hingga layanan tersebut tersedia baik dengan pemesanan maupun di jalan. GSM juga berharap, kehadiran mereka bisa memperbaiki masalah kesopanan, pengemudi diberi posisi penuh waktu dengan gaji dan intensif tetap bukan kontrak harian dan Batasan.

Di Vietnam, pengemudi GSM ini disebut ebagai duta hijau. Karena mereka mengembangkan rasa bangga dan tujuan yang mendalam untuk elampaui sekedar mencari nafkah. Bahkan secara aktif membentuk lanskap transportasi yang modern dan memberikan layanan yang ramah lingkungan, berkelas, dan berkualitas tinggi kepada pelanggan.

GSM di Filipina juga bermitra dengan R&E Taxi, perusahaan layanan taksi terbesar di Manila. Yang mana GSM sudah memiliki lebih dari 30 stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik.

Dilansir dari cleantechnica.com, GSM memilih VinFast VF e34 dengan warna cat khusus yang disebut Nerio Green. Dilengkapi dengan sistem pemantauan pandangan sekeliling 360 derajat, peringatan lalu lintas lintas belakang, dan deteksi titik buta.

Pembeda utama lainnya untuk armada GSM adalah sistem pemantauan aktif S2S (Secure to Safe). Setiap taksi dilengkapi dengan kamera pengawas yang memantau bagian dalam dan luar.

Di Vietnam, Indonesia, dan Laos, sistem ini secara otomatis meningkatkan deteksi ancaman dan kecelakaan jalan selama jam-jam berisiko tinggi dari pukul 10.00 malam hingga 06.00 pagi. Jika terjadi keadaan darurat, tombol darurat yang dapat diakses tersedia bagi pengemudi dan penumpang untuk segera memberi tahu pusat operasi perusahaan.

Sistem analisis proaktif bertenaga AI merupakan produk dari perusahaan VinGroup lainnya, VinAI. Sensor pintar memantau perjalanan secara real-time untuk menemukan anomali seperti penyimpangan rute yang tidak biasa atau tanda-tanda bahaya.

Jika AI mendeteksi potensi ancaman atau tombol darurat ditekan, AI akan segera memberi tanda kepada tim pemantauan khusus yang bertugas 24/7. Menurut pejabat GSM di Filipina, sistem ini sudah ada dan untuk memastikan kepatuhan terhadap undang-undang privasi data Filipina, semua rekaman kamera dienkripsi dan dihapus secara otomatis setelah 48 jam kecuali diperlukan untuk penyelidikan resmi.

Si Tosca dari Vietnam, Ini Dia Taksi Listrik Xanh SM

Hari ini, 35 Tahun Lalu, Pilot British Airways Selamat Setelah 22 Menit Berjuang Melawan Dekompresi

10 Juni 1990 atau tepat 35 tahun lalu, mungkin menjadi hari yang tak akan terlupakan bagi kapten pilot British Airways, Tim Lancaster. Betapa tidak, saat penerbangan tampak aman dan berjalan mulus, tiba-tiba kaca depan pesawat (cockpit windshield atau biasa juga disebut aircraft windshield) pecah dan menarik Tim keluar. Ketika ia berpikir bakal menemui ajal, seorang pramugara pun datang bak pahlawan dan memberikannya kesempatan hidup lebih lama.

Baca juga: Pernah Dengar Seberapa Tebal Kaca Pesawat? Simak Di Sini Jika Belum

Insiden menegangkan ini kembali hangat diperbincangkan ketika gambar rekonstruksi untuk film dokumenter berjudul Air Crash Investigation – Blow Out di National Geographic Channel beredar luas 2005 silam. Berdasarkan laporan akhir (Aircraft Accident Report 1/92) oleh Aircraft Accident Investigation Branch (AAIB) tentang kecelakaan, diketahui pesawat BAC 1-11 British Airways berhasil mendarat dengan mulus. Proses lepas landas ini dikendalikan penuh oleh co-pilot, Alastair Atchison.

Dikutip dari dailymail.co.uk, saat tiba di ketinggian tertentu, tak lama setelah lepas landas, Tim mengambil alih pesawat. Di sini, keduanya sudah mulai melepas shoulder harness tetapi masih menggunakan buckle. Adapun buckle atau sejenis seat belt di kursi penumpang milik Tim, sudah sedikit direnggangkan dan tidak demikian untuk co-pilot.

Ketika pesawat mencapai ketinggian sekitar 17.300 kaki, tepat di langit Didcot, Oxfordshire, Inggris, tiba-tiba terjadi ledakan kerasa dan pesawat dipenuhi dengan kabut kondensasi. Beberapa detik sebelum itu, seorang pramugara, Nigel Ogden, yang hendak masuk ke kokpit untuk menawarkan minuman hangat, coba mengecek keadaan pilot dan co-pilot.

Kapten Timothy Lancaster (tengah), didampingi rekan-rekannya (kiri ke kanan) Alistair Atchison, John Howard, Nigel Ogden, Susan Prince, dan Simon Rogers setelah kecelakaan terjadi. Foto: Shutterstock

Ia pun terkejut saat melihat kepala dan leher sang pilot sudah berada di luar jendela. Beruntung, buckle yang sudah dilonggarkan sedikit memperlambat pilot terlempar keluar akibat dekompresi eksposif. Sudah begitu, kaki Tim juga tersangkut di throttle pesawat.

Dengan sigap, Ogden pun meraih kaki dan memegangi celana Tim. Beberapa saat kemudian, pramugara lainnya, Simon Rogers, pun turut membantu. Selama 22 menit, kondisi tersebut terus berlangsung sebelum akhirnya sang co-pilot berhasil mendaratkan pesawat rute Birmingham (Inggris)-Malaga (Spanyol) itu dengan selamat di Southampton, Inggris, tanpa adanya korban jiwa.

“Yang bisa saya ingat adalah melihat Alastair Atchinson, co-pilot, berjuang untuk mengendalikan pesawat dan berteriak “Mayday! Mayday!” ke radio,” kata Ogden.

Ketika itu, disebutkan, Tim sudah dalam keadaan pingsan akibat kekurangan oksigen saat terjadi dekompresi eksplosif. Di samping itu, ia juga tak mengenakan emergency oxygen. Ia pun dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi tangan patah, radang dingin, dan memar parah.

Baca juga: Kaca Depan Kokpit Retak, Pilot Boeing 737 Hainan Airlines Terpaksa Return to Base

Hasil investigasi menemukan bahwa kaca depan pesawat itu baru saja diganti sebelum penerbangan berlangsung. Tetapi, sekrup yang digunakan tak cocok karena terlalu kecil. Akibatnya, ketika terjadi getaran, 87 sekrup tersebut lepas dan terjadilah apa yang terjadi.

Usai kejadian itu, sang co-pilot, Alastair Atchinson, menerima Polaris Award atas aksi heroiknya mendaratkan pesawat seorang diri dalam keadaan darurat. Sedangkan Ogden, yang juga mengalami luka-luka dan radang dingin, menerima penghargaan Queen’s Commendation for Valuable Service in the Air.

Sebaiknya Anda Tahu, Ini Ciri Bus Layak dan Tak Layak Operasional

Dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi darat, pemerintah dan masyarakat diimbau untuk lebih jeli dalam mengenali kondisi kendaraan umum, terutama bus. Menurut Kementerian Perhubungan, banyak kasus kecelakaan terjadi akibat bus yang dioperasikan dalam kondisi tidak layak.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber ciri-ciri bus yang layak dan tak layak operasional. Berikut ini adalah ciri-ciri bus yang layak dan tidak layak operasional, beserta tanda-tanda yang dapat dikenali secara kasat mata.

Ciri-ciri bus layak operasional adalah kondisi fisik terawatt. Sehingga tidak ada karat parah yang terdapat pada bodi bus dan cat masih dalam kondisi baik serta tidak mengelupas.

Ban tidak aus dan sesuai dengan standar ketebalan minimal, mesin dan sistem pengereman berfungsi baik. Bus yang layak operasional pun mesinnya tidak mengeluarkan asap dan saat pengereman responsif serta tidak menimbulkan suara yang mencurigakan.

Tidak ada tanda-tanda oli atau bahan bakar bocor. Selain itu, bus yang layak operasional juga memiliki perlengkapan keselamatan yang lengkap seperti memiliki pemadam kebakaran, palu pemecah kaca, dan sabuk pengaman.

Semua lampu bus berfungsi dengan normal termasuk lampu rem, sein, dan lampu darurat. Memiliki pintu darurat yang dapat digunakan dengan mudah.

Yang terpenting adalah memiliki izin dan surat-surat lengkap, seperti KIR (uji kendaraan) masih berlaku, STNK dan izin trayek yang lengkap serta sah. Pengemudi dan kru pun professional dengan SIM sesuai kelas, tampak sigap, dan tidak dalam pengaruh zat berbahaya serta dilengkapi dengan seragam atau identitas resmi.

Sedangkan ciri-ciri bus tak layak operasional adalah bodi bus rusak dan tak terawat seperti penyok, karat, atau nyaris copot. Selain itu, kaca yang pecah dan tidak dapat dibuka dalam keadaan darurat.

Ban gundul, sudah aus, retak-retak, atau tidak seragam (kanan dan kiri ukuran tak sama) juga menjadi ciri bus tak layak operasional lainnya. Kemudian sistem rem yang terasa blong, lambat respon, lampu mati atau redup terutama di malam hari pun membuat bus tak layak operasional.

Bus yang tak dilengkapi alat keselamatan, uji KIR kadaluarsa, pengemudi ugal-ugalan pun menjadi ciri yang menjelaskan bus tak layak operasional. Sehingga, masyarakat diimbau untuk tidak segan melapor kepada petugas jika menemukan bus dalam kondisi mencurigakan atau tidak layak jalan. Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama.

Bus Tak Layak Operasional, Tanda Silang Merah Jadi Penanda Penting

Merasa Jenuh? Yuk Kunjungi Destinasi Wisata Menarik Dekat dengan Stasiun Purwosari

Berlibur di Kota Solo ternyata tak kalah seru dan menyenangkan dengan destinasi lainnya yang dekat dengan stasiun besar yang satu ini. Ya, Stasiun Purwosari tanya menyajikan kuliner dan tempat menginap yang nyaman dan terjangkau, tapi ada juga destinasi wisata yang menyenangkan dan menghilangkan kejenuhan selama di kota tersebut yang patut kalian kunjungi.

Biasanya Stasiun Purwosari sangat identik dengan kereta wisatanya yang melewati Jalan Slamet Riyadi, Surakarta dengan rute Stasiun Purwosari sampai dengan Stasiun Solo Kota pulang-pergi. Nah, selain itu wisatawan dapat berkunjung ke museum, Keraton Surakarta, taman, dan masih banyak lagi yang tak jauh dari Stasiun Purwosari.

Daripada penasaran, berikut kabarpenumpang akan menyajikan tempat-tempat wisata dekat dengan Stasiun Purwosari, sekaligus lokasi untuk menunggu waktu check in di penginapan.

Keraton Surakarta Hadiningrat
Keraton Surakarta salah satu tempat populer yang wajib didatangi saat ke Solo. Terletak di Jalan Kemandungan, Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah. Jarak Keraton Surakarta dari Stasiun Purwosari 4,5 kilometer atau selama 13 menit perjalanan dengan kendaraan.

Wisatawan di Keraton Surakarta dapat melihat benda-benda bersejarah seperti senjata kuno, kereta kencana, dan benda pusaka lainnya di museum keraton. Jangan lewatkan mengabadikan momen pada bangunan keraton. Keraton Surakarta Hadiningrat buka setiap hari kecuali Jumat, mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB dan Sabtu sampai 15.00 WIB.

Kampung Batik Kauman
Kampung Batik Kauman salah satu tujuan wisata yang tidak boleh dilewatkan, pengunjung dapat berbelanja kain atau baju batik. Selain itu dapat juga bisa belajar mengetahui dan mencoba membuat motif kain batik.

Terdapat kurang lebih 30 industri batik di Kampung Batik Kauman ini. Batik di Kampung Batik Kauman memiliki ciri khas motif klasik yang didasarkan pada pakem atau standar keraton. Kampung Batik Kauman berjarak sekitar 3,7 kilometer dari Stasiun Purwosari, dapat ditempuh selama 11 menit perjalanan.

Taman Sriwedari Surakarta
Taman Sriwedari merupakan sebuah kompleks taman yang terletak di Jalan Slamet Riyadi Nomor 275, Kecamatan Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. Jarak Taman Sriwedari dari Stasiun Purwosari sekitar tujuh menit perjalanan dengan kendaraan.

Pengunjung dapat duduk bersantai di taman, terdapat museum edukasi, dan terkadang taman ini dijadikan sarana pertunjukan seni wayang orang, pertunjukan musik, dan ada kebun binatang mini. Taman Siwedari Surakarta buka selama 24 jam dan tidak ada biaya masuk atau gratis.

Monumen 45 Banjarsari
Monumen 45 Banjarsari terletak di Setabelan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Jarak Monumen 45 Banjarsari dengan Stasiun Purwosari 3,8 Kilometer atau 10 menit perjalanan. Monumen 45 Banjarsari merupakan taman terbuka dengan fasilitas taman bermain, musala, dan toilet.

Pengunjung dapat bersantai sambil melihat relief-relief rangkaian kejadian perjuangan rakyat Solo sejak perang kemerdekaan sampai Orde Baru. Monumen 45 Banjarsari buka setiap hari selama 24 jam dan gratis.

Itulah beberapa kawasan destinasi wistasa yang dijangkau dari Stasiun Purwosari. Stasiun ini sudah terlihat megah dan luas meskipun ornamen bangunan cagar budayanya masih bisa terlihat hingga saat ini. Dan juga banyaknya kereta api yang berhenti di Stasiun Purwosari pun sudah bisa melayani naik dan turun penumpang termasuk Kereta Rel Listrik (KRL) dengan rute Yogyakarta – Palur pp.

Tak Sekadar Sebagai Cagar Budaya, Stasiun-stasiun di Solo Ini Jadi Daya Tarik Wisatawan