Entaskan Kemacetan, BYD Luncurkan Straddle Monorail Perdana di Yinchuan

Sebagai langkah untuk mengurangi masalah kemacetan yang terjadi, sebuah manufaktur otomotif yang berbasis di Xi’an, Cina, BYD meluncurkan SkyRail di Yinchuan, Ibu Kota Ningxia Hui pada Jumat (1/9/2017) kemarin. SkyRail sendiri merupakan layanan kereta monorel komersial pertama yang dimiliki oleh BYD. Selain menjadi solusi strategis untuk masalah kemacetan lalu lintas, SkyRail juga merupakan alternatif transit kereta api dengan banyak keuntungan, salah satunya adalah biaya modal yang rendah.

Baca Juga: Berkiblat ke Jerman, Cina Hadirkan Skytrain Generasi Terbaru

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (5/9/2017), SkyRail merupakan sistem monorail tipe straddle pertama di Cina yang dikembangkan dalam lima tahun terakhir dan sudah menghabiskan dana sekitar US$760 juta atau setara dengan Rp 10,1 triliun. Sistem SkyRail di Cina memiliki tujuh rangkaian kereta, dimana masing-masing rangkaian terdiri dari tiga gerbong. Setiap gerbong dapat mengangkut sekitar 170 penumpang dan mampu melaju hingga kecepatan 80 km per jam.

Walaupun melaju dengan kecepatan yang bisa dibilang tidak pelan, namun pengoperasian dari SkyRail ini terbilang cukup sunyi, berkat penambahan teknologi yang membuat suara yang ditimbulkan tidaklah terlalu bising. Direncanakan, SkyRail ini akan melintasi beberapa gedung perkantoran, yang notabene selalu menimbulkan kemacetan dikala peak hours.

“Sistem transit massal merupakan solusi yang diperlukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di kota-kota besar. Peluncuran SkyRail menunjukkan bagaimana produk inovatif BYD dapat membantu mengurangi kemacetan di daerah perkotaan di seluruh dunia,” ungkap Direktur Utama BYD, Wang Chuanfu dilansir dari sumber yang terpisah.

Sumber: CleanTechnica.com

Diagendakan, Skyrail akan menguji coba monorail ini pada bulan Oktober mendatang, bertempat di Shenzhen. Lebih lanjut, BYD juga akan membangun lebih banyak jalur SkyRail yang tersebar di 20 kota di Cina para tahun 2018 yang akan datang.

Sistem perdana SkyRail di Yinchuan memiliki panjang jalur sekitar 5,7 km, yang mencakup delapan stasiun di dalamnya. Rencananya, Yinchuan akan memperluas jalur monorail mereka hingga 300km dalam waktu beberapa  tahun ke depan. Diketahui, pembangunan konstruksi SkyRail dimulai sejak bulan April kemarin dengan waktu pengerjaan selama empat bulan dengan biaya keseluruhan sekitar 600 juta yuan (US$91 juta) atau setara dengan Rp1,2 triliun.

Baca Juga: Thailand Setujui Mega Proyek Kereta Peluru dengan Cina

Berkaca ke dalam negeri, dimana hingga saat ini, warga Jakarta masih menunggu hadirnya sistem transportasi masa depan mereka, yaitu jaringan Metro Jakarta atau yang lebih dikenal dengan nama Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Dapat dibayangkan kapan Indonesia bisa mengoperasikan sistem monorail tipe straddle seperti SkyRail di Cina?

Sebagai Kota Terbesar di Asia Tenggara, Jakarta Justru Minus Jaringan Metro

Kemacetan di Ibu Kota memang selalu menarik untuk dibahas. Ini bukanlah perkara mencari siapa yang salah, namun lebih kepada bagaimana cara mengentaskan kemacetan yang semakin hari semakin “memerah” tersebut. Upaya pemerintah untuk menghadirkan sarana transportasi umum berbasis massal terus dikembangkan, mengingat kehadiran beberapa proyek pemerintah ini belum sepenuhnya berhasil meminimalisir kemacetan yang ada, seperti bus TransJakarta dan Commuter Line.

Baca Juga: Sebagai Kota Termacet di Dunia, DKI Jakarta Raih Posisi Ketiga!

Tidak hanya menghadirkan beberapa moda transportasi yang diharapkan dapat mengentaskan masalah kemacetan, pemerintah juga memberlakukan beberapa program untuk mengurai masalah yang sudah mengakar ini. Sebut saja pemberlakuan program ganjil-genap di sepanjang ruas jalan protokol Ibu Kota yang merupakan pengganti dari sistem three-in-one yang sudah dihapuskan sejak awal tahun 2016 silam. Selain itu ada juga pembangunan simpang susun Semanggi yang diprakarsai oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama.

Jika dibandingkan kota-kota besar di negara lain yang memiliki masalah yang sama dengan Jakarta, prediksi otoritas berwajib di sana mengenai relevansi bertambahnya jumlah kendaraan dengan kemacetan yang mungkin terjadi seolah dieksekusi dengan tepat. Ambil contoh negara tetangga kita, Singapura yang berhasil menjadikan jaringan Metro-nya sebagai “obat” dari masalah kemacetan yang ada di sana.

Berbeda dengan Singapura, Indonesia menganut azas ‘pemadam kebakaran,’ karena pembangunan umumnya baru akan dijalankan ketika “petaka” sudah di depan mata, bahkan ada yang menyebut sudah terjadi. Sebagai perbandingan, pada tahun 1981 silam, berlandaskan pada The Comprehensive Traffic Study, Pemerintah Singapura mulai berencana untuk membangun sebuah sistem transportasi baru yang bisa mengatasi kemacetan yang mungkin akan muncul dalam beberapa tahun ke depan, terlebih hasil studi tersebut mengatakan bahwa seluruh sistem bus di Singapura dinilai tidak praktis dan efisien. Dari situlah cikal bakal Mass Rapid Transit (MRT), yang kini menjadi salah satu primadona dunia transportasi di sana.

Jika dipantau lebih jauh lagi, beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara juga sudah membuktikan bahwa kehadiran Metro atau moda berbasis kereta yang memiliki jalur eksklusif dimana tidak akan ditemukan perlintasan sebidang, mampu menurunkan tingkat kemacetan yang ada. Sebut saja Manila yang mulai mengoperasikan jaringan Metro sejak tahun 1984, Singapura sejak tahun 1987, Kuala Lumpur pada tahun 1995, dan yang terakhir adalah Bangkok pada tahun 2004.

Baca Juga: Sejarah MRT Singapura, Dibangun di Atas Keterbatasan Lahan

Jadi tidaklah heran ketika ada jargon yang menyebutkan bahwa Jakarta merupakan kota terbesar di Kawasan Asia Tenggara yang tidak memiliki jaringan Metro. Setidaknya, jargon tersebut akan perlahan luntur ketika Metro Jakarta atau yang dikenal sebagai MRT Jakarta direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2019 mendatang. Mungkin langkah yang diambil oleh Pemprov DKI dalam menghadirkan sistem jaringan Metro di Indonesia sudah terlambat, namun tetap diharapkan ini merupakan moda transportasi yang bisa mengatasi masalah kemacetan.

Sebagaimana KabarPenumpang.com lansir dari laman theguardian.com, Jakarta juga disebut sebagai Scooter City, dimana banyak orang mengandalkan kendaraan beroda dua ini tidak hanya sebagai sarana transportasi mereka, tapi juga untuk mengirim barang dan lain-lain.

Merespon Tanggapan Masyarakat, MRT Jakarta Gandeng Qlue Indonesia

PT MT Jakarta bekerjasama dengan PT Qlue Performa Indonesia terkait dengan fasilitas aduan berbasis daring untuk mengetahui tanggapan masyarakat secara langsung terhadap proyek MRT Jakarta. Direktur PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, kerja sama ini dibuat agar warga Jakarta yang terdampak selama proses pembangunan, pengguna jalan dan calon pengguna MRT Jakarta bisa berkontribusi meenyampaikan laporan dan aspirasinya kepada pihak MRT Jakarta.

Baca juga: Keren! Ini Dia Penampakan Stasiun MRT Senayan

“Berdasarkan laporan tersebut, PT MRT Jakarta akan menganalisis masalah di lapagan sehingga kami mampi memberikan solusi yang tepat sasaran selama masa pembangunan menuju beroperasinya MRT Jakarta pada Maert 2019. Penanganan Keluhan atau komplain handling wajib menjadi bagian dari proses dan bukti kepada pemerintah, donor dan masyarakat bahwa kami berupaya membuat pembangunan fasilitas publik ini bersifat patisipati,” ujar William yang ddikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (6/9/2017).

Selain itu, CEO Qlue, Rama Raditya mengatakan, bahwa Qlue merupakan aplikasi berbasis media sosial yang memngkinkan warga untuk melaporkan keluhan secara langsung kepada para pembuat kebijakan dan aparat kota terutama penyedia fasilitas umum dan jasa publik agar adanya komunikasi dua arah tanpa terhambat birokrasi.

“Aplikasi ini terdiri atas aplikasi gawai dan papan instrumen yang mampu memantau, menganalisis, dan menyelesaikan masalah agar warga yang telah melaporkan keluhan turut berkontribusi terhadap perbaikan kota. Mereka juga akan merasa memiliki kota dan menjadi lebih berdaya,” ujar Rama.

Perjanjian Kerja Sama antar MRT Jakarta dengan Qlue akan berlangsung selama satu tahun dan ini bisa diperpanjang. Diharapkan kedepannya dengan kerja sama ini, warga Jakarta turut memiliki dan merawat fasilitas transportasi publik yang dapat dinikmati dalam waktu kurang dari 1,5 tahun kedepan. Laporannya sendiri bisa dikirim melalui telepon genggam dalam format teks, foto maupun video melalui sistem operasi Android maupun iOS dan memberikan geo tagging supaya laporan tersebut lebih akurat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya mewujudkan transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) yang akan menjadi salah satu solusi mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Hingga 29 Agustus 2017, secara garis besar pengerjaan MRT Jakarta telah mencapai 78,01 persen. Pengerjaan MRT Jakarta struktur bawah tanah telah selesai 89,27 persen (±6 km), sementara struktur layang sendiri telah selesai 66,86 persen (±10 km). Terdapat 13 stasiun yang sedang dibangun saat ini: 7 stasiun layang (Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja), dan 6 stasiun bawah tanah (Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia).

Pada fase pertama, panjang jalur Lebak Bulus – Bundaran HI adalah 16 kilometer dan akan melayani 173.400 penumpang setiap hari melalui 16 set kereta; 14 set kereta operasi dan 2 kereta cadangan. Total tempuh rute ini adalah 30 menit dengan jarak antar kereta 5 menit sekali. Kereta akan dioperasikan secara otomatis melalui sistem persinyalan Communication-Based Train Control (CBTC) yang merupakan teknologi baru bagi Indonesia.

Baca juga: Antara Viaduct, MRT dan Pergeseran Makna

Fase kedua Bundaran HI – Kampung Bandan ditargetkan mulai dibangun pada bulan Oktober 2018. Pemerintah berencana membangun MRT Jakarta untuk dua koridor, yakni Selatan – Utara dan Timur – Barat. Koridor Timur – Barat, dari Cikarang, Bekasi, hingga Balaraja, Banten, ini akan dimulai pada tahun 2020, membentang sepanjang 87 km. MRT Jakarta adalah terobosan baru bagi transportasi publik di kota ini. Tidak hanya akan meningkatkan mobilitas, MRT Jakarta juga akan memberikan manfaat tambahan, seperti perbaikan kualitas udara dan salah satu solusi mengatasi kemacetan, dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat Jabodetabek yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Hadapi Petir, Es dan Angin Kencang, Pesawat Sejatinya Telah Dirancang Untuk Kondisi Ekstrim

Sebagai penumpang pesawat yang sudah biasa menggunakan moda ini untuk bepergian, pernahkah Anda merasa sangat khawatir pada cuaca buruk saat akan tinggal landas? Pastinya rasa khawatir tetap ada dan manusiawi bila Anda akan terpikirkan hal-hal buruk. Meski teknologi radar cuaca sudah sangat maju, munculnya hujan, badai, awan gelap hingga kabut adalah keinginan alam dan sampai saat ini belum bisa diprediksi dengan tepat kapan akan terjadi.

Baca juga: Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik

Namun Anda harus berpikir secara bijak, bahwa pesawat yang Anda tumpangi sebenarnya sudah dirancang sedemikian rupa untuk menghadapi berbagai kondisi cuaca dan mampu mendarat dengan aman dalam kondisi ekstrim. Demikianlah pikiran positif yang harus dibangun agar Anda dapat menikmati penerbangan hingga sampai selama di tujuan. Dirangkum KabarPenumpang.com dari flights.com, berikut ini beberapa kondisi cuaca yang umumnya bisa membuat penumpang sedikit panik.

Es Menempel Disayap 
Saat Anda akan terbang dari Chicago, Minneapolis dan kota lainnya yang diselimuti salju sepanjang musim dingin, es yang menempel pada sayap pesawat adalah hal yang sering sekali terjadi. Duduk dekat dengan jendela memang tempat paling nyaman untuk meliat pemandangan, tetapi bila yang terlihat hanya kabut karena cuaca yang dingin, justru membuat tidak lagi menarik.

(www.flights.com)

Pada musim dingin, biasanya akan ada truk-truk yang akan menyirami pesawat dengan asap, sebab bila embun beku atau kristal-kristal es menempel di bagian tertentu pesawat terbang, bisa menghalangi aliran udara dan membuat pesawat tidak jadi lepas landas.

Selain itu cuaca saat hujan badai akan menjadi masalah saat lepas landas. Tetapi Federal Aviation Administration (FAA) mengatakan, semua pesawat yang ada memiliki ambang batas keselamatan tertentu. Seperti terbang melalui awan saat hujan, sebenarnya tak masalah, dikarenakan pesawat dirancang untuk menangani hujan badai yang signifikan.

Jelasnya adalah, pesawat tidak akan mengalami kebocoran walaupun hujan badai terjadi saat pesawat sedang terbang. Beda lagi bila hujan yang bisa membuat beku, ini adalah pengecualian untuk penerbangan. Sebab hujan tersebut bisa membuat es menumpuk di sayap dan pastinya pesawat yang Anda tumpangi tidak akan jadi lepas landas sama sekali.

Disambar Petir
Lain halnya lagi dengan pesawat yang terbang dan petir sedang terjadi di awan. Tak perlu panik sebab saat petir menyambar, akan menghasilkan aris listrik dan bergerak spanjang logam yang berada di pesawat sehingga kemungkinan arus listrik tersebut keluar dari bagian ekor.

Bagi Anda penumpang yang berada di dalam pesawat tak perlu khawatir, sebab bagian kabin didesain dengan sedemikian rupa dan kursi Anda tidak bisa menjadi konduktor listrik. Untuk diketahui, setiap pesawat di Amerika Serikat dalam setahun sekali pasti tersambar petir. Memang, petir menimbulkan bahaya pada penerbangan, tetapi penumpang tetap akan aman dalam pesawat.

Baca juga: Anda Takut Naik Pesawat Terbang? Mungkin Aerophobia Penyebabnya!

Angin Kencang
Angin juga bisa menjadi salah satu penyebab yang membuat jantung Anda berdebar kencang saat berada dalam pesawat. Angin bisa membuat turbulensi udara, tetapi tidak semuanya selalu disebabkan oleh angin. Turbulensi sendiri sebenarnya juga bisa terjadi bila ada aliran angin yang kuat atau badai angin.

Kabar baiknya adalah angin yang ekstrem umumnya aman untuk penerbangan meski bisa membuat minuman Anda tumpah atau tidak bisa menggunakan toilet untuk sementara waktu. Saat lepas landas atau mendarat, angin hanya akan menjadi faktor biasa, sebab pesawat bisa menahan sekitar 25 knots atau sekitar 47 km per jam angin yang melintas di landasan.

Jangan Asal Melipir, Ini Dia Tips Aman Gunakan Fasilitas di Rest Area

Melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan pribadi memang menyenangkan. Selain kita bisa bebas pergi di kota tujuan tanpa harus bersusah payah menggunakan kendaraan umum yang ada di sana, pengalaman selama perjalanan pun bisa membawa cerita tersendiri. Selain itu, kita juga bisa bebas memilih rute yang hendak ditempuh, berbeda dengan jika kita menggunakan kendaraan umum yang rutenya sudah ditentukan oleh pihak penyedia jasa layanan.

Baca Juga: Mau Travelling, Ini Tips Buat Melipat Pakaian Yang Hemat Tempat!

Namun, tidak melulu kondisi fisik mendukung kita untuk terus melakukan perjalanan tersebut tanpa beristirahat. Terkadang kita harus menepi sejenak untuk menghilangkan rasa lelah dan kantuk yang mulai menggelayuti mata. Jika diperhatikan, sudah banyak lahan kosong yang disulap menjadi tempat beristirahat, baik di jalan tol maupun di jalan umum yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya.

Jika Anda mulai lelah di perjalanan, segeralah menepi. Tapi, jangan asal menepi lho! Mengingat tempat beristirahat tersebut merupakan tempat asing bagi kita, maka diperlukan kewaspadaan ekstra terhadap kemungkinan terjadinya tindak kriminal yang dikhawatirkan akan mengganggu perjalanan Anda. Berikut KabarPenumpang.com paparkan lima tips memilih tempat beristirahat yang aman dilansir dari laman adventure.howstuffworks.com.

Tetap Awas Terhadap Kondisi Sekelilingmu
Jangan biarkan rasa lelah mengganggu fokus Anda, tetaplah “melek” akan kondisi sekelilingmu. Perhatikan lokasi istirahat Anda, jangan lupa catat patokan yang akan memudahkan pihak yang berwenang menjangkau tempat Anda jikalau ada kejadian yang tidak diinginkan, seperti tindakan kriminal atau kondisi darurat lainnya. Usahakan juga untuk tidak parkir di tempat yang terpencil atau jauh dari keramaian tempat istirahat, karena dikhawatirkan di sanalah tepat orang-orang yang memiliki niat jahat berada.

Parkirlah di Tempat yang Terang dan Aman
Biasanya orang-orang yang memiliki niat jahat akan berpikir berulang kali untuk melancarkan aksinya di tempat yang terang, karena gerak-geriknya akan mudah terlihat oleh orang-orang yang berada di sekitarnya. Selain parkir di tempat yang terang, usahakan juga untuk parkir di tempat yang aman dan juga mudah terpantau oleh Anda.

Pilah Pilih Tempat Beristirahat
Jangan sembarangan memilih tempat beristirahat, pastikan tempat yang Anda pilih aman dan layak. Lebih baik Anda mencari tempat yang sedikit lebih jauh namun aman ketimbang Anda berhenti di tempat yang terlihat kurang aman. Pastikan juga Anda mengunci kendaraan dengan baik dan tidak meninggalkan barang-barang berharga di dalam mobil.

Baca Juga: 6 Tips Ampuh Menahan BAB Saat Perjalanan Jauh

Lakukanlah Semuanya Secara Wajar
Tetaplah berlaku santun terhadap semua orang yang Anda temui di tempat peristirahatan. Janganlah berlaku angkuh selama berada di tempat beristirahat karena dengan begitu, orang-orang yang memiliki niat jahat akan berasumsi bahwa Anda berasal dari kalangan berada dan mulai menyusun rencana untuk melancarkan aksi jahatnya.

Usahakan Untuk Tidak Bermalam
Walaupun kondisi Anda sudah sangat lelah, usahakan untuk tidak bermalam di sana. Banyak negara yang telah membuat peraturan untuk tidak bermalam di tempat beristirahat karena adanya peningkatan tindak kriminal di sana. Jika terpaksa, pastikan kendaraan Anda sudah dikunci dengan baik dan diparkirkan di tempat yang aman, seperti di depan mini market, karena biasanya di mini market ada kamera pengawas yang memantau ke arah luar sehingga kendaraan Anda bisa terpantau oleh kamera pengawas tersebut.

Hadapi Delay di Bandara, Anda Bisa ‘Survive’ Tanpa Smartphone

Bosan tingkat dewa pasti terjadi pada penumpang yang tertunda penerbangannya hingga lebih dari dua jam. Hal ini bisa membuat penumpang resah selama menunggu, mungkin baca majalah, bermain game di smartphone, sampai update status, upload foto di sosmed telah dilakukan. Tapi toh, itu semua sudah mainstream, bahkan sudah menjemukan untuk menunggu dalam ketidakpastian.

KabarPenumpang.com merangkum dari flights.com, bahwa ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan seperti bermain atau lainnya, apalagi bila terjebak keterlambatan bersama keluarga atau pasangan.

Baca juga: Saking Nyamannya, 9 Bandara Ini Buat Penunjungnya Lupa Pulang

Berikut ini ada enam hal yang bisa Anda lakukan saat menunggu penerbangan akibat keterlambatan.

1. Bermain sebagai mata-mata
Mungkin permainan ini akan membuat Anda kaget karena menjadi daftar teratas memangkas kebosanan. Sebagai seorang mata-mata yang handal, permainan ini bisa dilakukan dengan observasi. Cukup mata Anda sebagai alat utama untuk bermain ini. Bila Anda bersama pasangan atau keluarga, beri mereka petunjuk sampai mereka bisa menebak apa yang sedang Anda pikirkan. Ini permainan sederhana tetapi membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk menebak satu hal dari penglihatan dan pikiran Anda.

2. Menjadi seorang pemburu
Saat bersama keluarga dan pasangan terjebak dalam keterlambatan pesawat, Anda bisa memberikan satu daftar pencarian yang bisa dicari untuk bermain dan ada di ruang tunggu bandara. Ajak mereka menemukan barang-barang tersebut sebanyak mungkin, bila sudah mendapatkan barang temuan, kemudian foto untuk disimpan dan dikumpulkan berapa banyak barang-barang yang bisa ditemukan.

3. Menjadi seorang reporter
Tuliskan pengamatan Anda saat berada di ruang tunggu bandara. Mungkin kelakuan anak kecil, petugas bandara hingga orang yang berada di depan Anda bisa menjadi bahan tulisan. Mungkin dalam pengamatan Anda bisa saja ada hal-hal unik yang kemungkinan menarik untuk menjadi bahan tulisan. Jangan sungkan bertanya, karena sebagai reporter dadakan pertanyaan Anda pada peumpang lain bisa menjadi tulisan yang lebih berbobot lagi.

4. Berpikir untuk membeli sesuatu
Setiap bandara biasanya memiliki keunikan tersendiri. Baik dari bagian seni di terminal-terminalnya hingga melihat hal-hal baru yaang bisa di beli untuk menjadi kenangan.

Baca juga: 7 Tips Belanja Indah di Bandara Changi

5. Masakan bandara
Sembari menunggu, Anda bisa berputar keliling bandara untuk mencari makanan. Biasanya saat sudah menemukan makanan yang Anda suka seringkali juga membanding-bandingkan harga dengan bandara lainnya. Untuk mencari makanan yang murah meriah pastinya Anda bisa mencari makanan lainnya hitung-hitung bermain di bandara sembari membakar kalori.

6. Minuman
Bila lima hal lainnya tak bisa mengilangkan kebosanan Anda, carilah bar untuk menjadi alsan menghilangkan kebosanan. Pilihlah salah satu pesanan paling eksotis di menu.

Luncurkan Electric Vehicle, Renault Janjikan Tempuh 279 Km Sekali Charge

Produsen otomotif multinasional asal Prancis yang didirikan pada tahun 1899, Renault telah mengumumkan harga dan spesifikasi dari Kangoo Van ZE 33, sebuah van listrik yang dapat melaju sejauh 170 mil atau setara dengan 279 km dalam sekali charge. Pihak Renault sendiri sudah membuka harga untuk empat varian Light Commercial Vehicle (LCV) –nya. Tidak hanya membocorkan soal harga, Renault juga memberikan opsi kepada para pembelinya mengenai baterai yang terpasang di moda tersebut.

Baca Juga: Ubah Tampilan dan Mesin, Royal Mail Siap Kejutkan Warga Inggris Minggu ini

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman am-online.com (4/9/2017), Anda wajib memberikan mahar senilai £14.194,67 jika ingin membawa pulang van listrik ini. Harga tersebut sudah termasuk Plug-in Van Grant, namun belum termasuk pajak. Mengenai opsi yang disebutkan di atas, Renault membebaskan pembelinya untuk memilih apakah mereka akan menyewa baterai atau tanpa menyewa baterai.

Harga sewa baterai sendiri mulai dari £49 yang secara teoritis mampu melaju hingga 4.500 mil per tahun dan meningkat menjadi £81 hingga 10.500 mil per tahun. Untuk soal charging, pengisian daya bisa di upgrade yang memungkinkan baterai tersebut penuh dalam waktu pengisian enam jam saja. Sementara itu, dalam waktu satu jam pengisian, memungkinkan van tersebut melaju sejauh 21 mil.

Diasumsikan, untuk mengisi daya sekitar 12kWh, pemilik moda akan dikenakan biaya sekitar £2,64. Dimana dengan 12kWh, sebuah Electric Vehicle (EV) dapat menempuh jarak sekitar 60 km hingga 80 km. Tentu saja asumsi tersebut tergantung dari kecepatan dan hambatan selama perjalanan.

Adapun kelengkapan moda ini diantaranya radio DAB, kerangka dari bahan baja, kaca pintu yang dioperasikan secara elektrik, dashboard yang berukuran cukup besar, kain pelapis jok, lampu bagasi, hingga setelan stir dan kursi pengemudi. Belum lagi teknologi khusus ZE Voice-Alerting yang tersedia di Renault Kangoo Van ZE 33 memungkinkan pejalan kaki mengetahui keberadaan mobil listrik di sekitarnya. Ditambah dengan fitur pemanas pra-perjalanan yang memungkinkan penumpang memanaskan kendaraan sebelum mereka bepergian. Fitur ini akan sangat berguna, terlebih jika musim dingin tiba.

Baca Juga: Nissan Leaf, Mobil Listrik Favorit Perusahaan Taksi dan Pengguna Pribadi

New Kangoo Maxi Crew Van ZE 33 dan Kangoo Maxi Crew Van Cab ZE 33 memiliki kursi yang dapat dilipat pada bagian kabin penumpangnya. Jadi, Anda cukup melipat kursi ini jika hendak membawa beban berlebih. Untuk tipe standar dari moda ini memiliki panjang sekitar 4,28m dan mampu menampung volume hingga 3m kubik, sedangkan untuk tipe Maxi memiliki panjang 4,66m dan mampu menampung volume hingga 4,6 m kubik.

Terdapat juga sensor parkir yang terletak di bagian bumper belakang dan depan, sistem navigasi, hingga sarana hiburan, Renault R-LINK. Apakah Anda tertarik untuk memiliki salah stau varian dari van terbaru milik Renault ini?

Konsep Audi City Bus, Inikah Gambaran Bus Masa Depan?

Dewasa ini, banyak manufaktur otomotif yang berlomba-lomba untuk mengembangkan teknologi futuristik yang terpasang di armada mereka guna menghasilkan moda transportasi yang tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga mampu memberikan kenyamanan lebih dan pengalaman baru kepada para penggunanya. Demi mewujudkan sebuah bus futuristik yang bisa diproduksi dalam waktu 10 tahun mendatang, sebuah manufaktur automobile asal Negeri Bavaria, Audi tengah merancang sebuah desain konseptual City Bus.

Baca Juga: Olli, Bus Autonomous yang Bisa Diajak Bicara

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman behance.net, salah satu aspek kunci di balik pengadaan proyek ini adalah memberikan kenyamanan tinggi kepada para penggunanya. Sementara itu, minimnya getaran yang ditimbulkan oleh moda ini membuat aksesibilitas para penggunanya menjadi lebih tinggi. Tidak melupakan para penyandang disabilitas, bus ini juga menyediakan sebuah ruang khusus yang lebih besar, khusus untuk mereka.

Audi City Bus sendiri memiliki bentuk yang cukup unik. Layaknya sebuah balok yang diberi mesin dan roda, bus gandeng dengan enam roda ini siap untuk mencuri perhatian bagi siapa saja yang melihatnya. Perpaduan wana hitam dan putih di bagian luar bus ini akan memperkuat kesan elegan yang coba ditonjolkan oleh Audi. Terdapat dua varian yang rencananya akan dikembangkan oleh Audi, yaitu single-bus dan bus gandeng. Layaknya kebanyakan bus konvensional, Single-City Bus milik Audi akan menggunakan 4 roda saja.

Beralih ke bagian kabin, interior yang digunakan Audi akan mengkombinasikan bahan plastik, karet, dan logam. Di setiap tiang di dalam kabin akan dilengkapi dengan tombol yang dapat memberi sinyal kepada pengemudi jika ada penumpang yang hendak turun. Bagian unik lainnya dari City Bus ini adalah pewarnaan ubin kabin yang memiliki arti tersendiri. Ubin dengan warna gelap menandakan area tersebut digunakan untuk mobilitas para penumpang, sementara ubin dengan warna terang ditujukan untuk zona tempat duduk dan berdiri penumpang selama dalam perjalanan.

Platform kaca transparan di kedua sisi bus memungkinkan penumpang untuk melihat kondisi di luar moda. Keunikan lainnya muncul dari kursi pengemudi, dimana driver bisa menyesuaikan tempat duduk mereka melalui layar sentuh. Alih-alih menggunakan kaca spion yang terkesan kuno, Audi mengganti fitur ini dengan kamera digital. Canggih bukan?

Baca Juga: Sirocco, Bus Dengan Roda Sejajar Calon Transportasi Masa Depan

Diharapkan, solusi penggantian kaca spion dengan kamera digital ini dapat meningkatkan kewaspadaan pengemudi terhadap sekelilingnya, termasuk meminimalisir blind spot yang kerap kali menjadi masalah bagi para pengemudi. Di bagian depan, Audi akan menempelkan sebuah layar digital yang akan menampilkan nomor serta tujuan bus itu. Sebagai gambaran, layar digital tersebut mungkin akan mirip dengan yang sudah terpasang di TransJakarta dan beberapa Commuter Line, namun yang akan digunakan Audi tentunya lebih canggih.

Armada Baru IVECO Siap Saingi Pamor Mercedes Sprinter 315 CDI

Bagi sebagian orang, terutama yang berkecimpung di dunia penyediaan moda-moda berat seperti truk, mungkin mereka tidak asing dengan perusahaan manufaktur otomotif asal negeri Pizza yang berbasis di Turin, Industrial Vehicles Corporation (IVECO). Produk IVECO banyak digunakan di daerah Papua, contohnya seperti di perusahaan pertambangan PT Freeport Indonesia. Namun, kali ini IVECO akan menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari biasanya, dimana produk ini sudah dinantikan kehadirannya oleh banyak orang.

Baca Juga: Mercedes Benz Sprinter 315CD: Mewahnya Layanan Shuttle Jakarta – Bandung

IVECO akan meluncurkan tiga varian bus dengan dua kapasitas tempat duduk, 11 plus driver dan 16 plus driver. Moda baru ini dilengkapi dengan mesin Euro6 yang terkenal bersih dan tidak lupa sejumlah perangkat keselamatan selama berkendara akan pula ditambahkan ke dalam minibus ini. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman busnews.com.au (1/9/2017), rencananya bus ini akan mengambil pangsa pasar para perusahaan penyedia jasa layanan transportasi sebagai armada untuk pengoperasian harian mereka.

Untuk Shuttle11, moda seberat 4,5 ton ini menggunakan wheelbase 3520 mm dengan atap H2 (dengan tinggi 1820 mm), dimana tersedia 12 tempat duduk termasuk pengemudi di dalamnya. Sedangkan untuk Shuttle16, moda ini berbasiskan wheelbase yang lebih panjang, yaitu 4100mm. Varian ini juga menggunakan atap H2 yang akan mencegah kepala setiap pengguna moda ini terbentur. Moda seberat 6,1 ton ini mampu menampung 17 penumpang termasuk pengemudi.

Dengan spesifikasi yang ditawarkan, beberapa operator penyedia layanan jasa transportasi lebih memilih varian Executive16, dimana spesifikasinya hampir sama dengan Shuttle16, yang membedakan hanya penggunaan atap H3 (tingginya 2010 mm) yang lebih tinggi. Untuk bagian bagasi, IVECO menggunakan pintu yang dapat terbuka 270 derajat pada semua varian minibus baru ini.

Mesin Euro6 milik IVECO, F1C, 4-cylinder turbodiesel engine dengan ‘Unijet’ common rail injection dan 4 katup silinder dipilih IVECO sebagai mesin penggerak utama dari ketiga moda ini. Spesifikasi tersebut dipadukan dengan pembangkit listrik yang dapat menghasilkan 170 horsepower (125kW) dan dilengkapi dengan kurva torsi datar dengan torsi maksimum mencapai 400Nm. Dengan standar mesin seperti yang sudah dijabarkan di atas, IVECO telah memenuhi ukuran emisi Euro6, dengan kombinasi Diesel Oxidation Catalyst (DOC) dan Diesel Particulate Filters (DPF) control, dimana kombinasi tersebut akan meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Baca Juga: Menjajal Jakarta-Bandung Menggunakan Shuttle Premium Cititrans

IVECO menggunakan transmisi otomatis dengan 8 kecepatan, dan semua varian yang akan dirilis dalam waktu dekat ini semuanya dilengkapi dengan cruise control, yaitu sebuah teknologi yang memberikan pengemudi kebebasan mengendarai mobil pada kecepatan stabil, tanpa kaki harus terus menerus menekan pedal gas. Rencananya, IVECO akan merilis moda ini pada kuartal ketiga tahun 2017.

Digalang-galang, moda baru milik IVECO ini merupakan kompetitor yang siap menurunkan pangsa pasar dari Mercedes Sprinter 315 CDI. Moda yang digunakan oleh salah satu penyedia jasa layanan shuttle, Cititrans ini disokong oleh mesin diesel common rail yang memiliki kapasitas ruang bakar 2.143cc. Menggunakan transmisi 6 percepatan, Mercedes-Benz Sprinter 315 CDI juga sudah lolos emisi Euro 3. Untuk melaju dengan kecepatan 130 km per jam tetap stabil dan akselerasi tetap enteng. Jadi, apakah IVECO akan berhasil mengambil pangsa pasar dari Mercedes Sprinter 315 CDI?

Per 8 September 2017, Jasa Marga Terapkan Single Tarif di Ruas Tol Jagorawi

Pada tanggal 8 September 2017 tepat pukul 00.00 WIB akan terjadi perubahan sistem transaksi pembayaran tol dari sistem transaksi terbuka dan tertutup menjadi sistem transaksi terbuka pada jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi). Kemudian transaksi tol di Gerbang Tol (GT) Cimanggis Utama dan Cibubur Utama ditiadakan.

Baca juga: Tahun 2020, Singapura Hapuskan Transaksi Tunai Pada Transportasi Berbasis Massal

KabarPenumpang.com merangkum dari siaran pers (5/9/2017), sistem transaksi saat ini (eksisting) sebagai berikut yakni, Sistem Transaksi terbuka ruas Cawang-Taman Mini/Dukuh dengan sistem pentarifan tol merata (single tarif). Sistem Transaksi terbuka ruas Cawang-Cibubur dengan sistem pentarifan tol merata. Sistem Transaksi tertutup ruas Simpang Susun Cimanggis sampai dengan Bogor/Ciawi (sesuai asal tujuan) dengan sistem pentarifan tol proporsional.

Sedangkan pasca perubahan sistem transaksi, sistem transaksi berubah menjadi Sistem Transaksi terbuka dengan sistem pentarifan tol merata akan diberlakukan dari ruas Cawang sampai dengan Bogor/Ciawi.

Tak hanya itu, adanya perubahan sistem transaksi ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor : 692/KPTS/M/2017 tanggal 31 Agustus 2017, sehingga tarif tol yang berlaku mulai tanggal 8 September 2017 pukul 00.00 WIB untuk Jalan Tol Jagorawi.

Berikut ini tarif tol baru tujuan Jakarta (Cawang) menuju Bogor/Ciawi:
– Gol. I   : Rp6500
– Gol. II  : Rp9500
– Gol. III : Rp13000
– Gol. IV : Rp16000
– Gol. V  : Rp19500

Adapun pemberlakuan perubahan sistem transaksi pembayaran tol akan berdampak terhadap mekanisme transaksi tol. Pada masa transisi, pengguna jalan tol ke arah Bogor maupun ke Jakarta dapat mengikuti panduan yakni, transaksi ke arah Bogor pada pukul 23.30 sampai 24.00 WIB di Gerbang Tol Masuk Arah Bogor, pengguna jalan diberikan KTM. Hal ini dilakukan karena setelah pukul 24.00 WIB, peralatan tol di Gardu Keluar diubah menjadi peralatan tol Sistem Transaksi terbuka, sehingga tidak dapat membaca membaca Kartu Tanda Masuk Elektronik (KTME).

Kemudian, pukul 00.00 WIB di Gerbang Tol Keluar Arah Bogor pengguna jalan yang tidak membawa KTM dikenakan tarif tol merata (dengan tarif setelah perubahan sistem transaksi dilakukan), sedangkan untuk pengguna jalan yang membawa KTM dikenakanan tarif tol proporsional sesuai dengan asal tujuan.

Untuk transaksi ke arah Jakarta pukul 23.30 sampai 24.00 WIB di Gerbang Tol Masuk Arah Jakarta, pengguna jalan diberikan KTME. Hal ini dilakukan karena setelah pukul 24.00 WIB, peralatan tol di Gardu Keluar diubah menjadi peralatan tol Sistem Transaksi terbuka, sehingga tidak dapat membaca membaca KTME.

Pukul 00.00 WIB di Gerbang Tol Masuk Arah Jakarta pemakai Jalan Tol dikenakan tarif tol merata (dengan tarif setelah perubahan sistem transaksi dilakukan), dan diberikan Kartu Khusus (sebagai tanda sudah membayar tol di Gardu Masuk) yang harus diserahkan di Gardu Keluar. Untuk pukul 00.00 di Gerbang Tol Keluar Arah Jakarta pengguna jalan yang membawa KTM dikenakan tarif tol proporsional sesuai dengan asal tujuan sedangkan untuk pengguna jalan yang tidak membawa KTM dan menyerahkan Kartu Khusus tidak dikenakan pembayaran tol.

Dalam mempercepat proses transaksi pembayaran di jalan tol, diiimbau kepada pengguna jalan tol untuk dapat menggunakan uang elektronik, dimana di Jalan Tol Jagorawi, pembayaran tarif tol dengan menggunakan uang elektronik telah dapat menerima e-Toll dan e-Money (Bank Mandiri), Brizzi (BRI), TapCash (BNI) dan Blink (BTN) pada seluruh gerbang tol.

Baca juga: Cina Adaptasi Sistem Pembayaran Tiket Kereta Bawah Via Smartphone Android

Jasa Marga bekerjasama dengan Bank Issuer uang elektronik akan melakukan penjualan uang elektronik secara rutin di seluruh gerbang tol. Jasa Marga juga menyiapkan proses isi ulang (top up) secara tunai di dalam gardu yang dapat dilakukan pada GT Cibubur 1 (gardu 2) dan GT Cibubur 2 (gardu 9) yang selanjutnya akan dilakukan penambahan pada GT Bogor 2 (gardu 15) dan GT Ciawi 2 (gardu 15). Sedangkan untuk proses top up dengan menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) dapat dilakukan di seluruh kantor gerbang tol.

Diharapkan pasca perubahan sistem transaksi dapat mengurai kepadatan Jalan Tol Jagorawi karena simpul kepadatan di GT Cimanggis Utama dan GT Cibubur Utama dihilangkan sehingga lalu lintas terdistribusi di beberapa titik.