Hadirkan Trem Listrik, Walikota Surabaya: “Tahun Depan Bisa Lebih Mahal”

Pemerintah Surabaya melalui walikotanya, Tri Rismaharini memutuskan untuk kembali menggenjot rencana pengadaan trem bertenaga listrik. Rencana tersebut akan masuk ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBN) tahun 2017 ini. Mulai padatnya kendaraan di kota Surabaya membuat pemerintah mengambil langkah untuk menambah sarana transportasi publik, dengan harapan agar warganya dapat meninggalkan kendaraan pribadi dan mulai menggunakan transportasi publik yang sudah disediakan.

Baca Juga: Tak Terasa Sudah 150 Tahun Sistem Perkeretaapian Belanda di Indonesia

Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman TheJakartaPost.com (9/6/2017), pemerintah pusat setuju untuk mengalokasikan dana sebesar Rp2,7 triliun dari Obligasi Syariah Negara dan sukuk untuk mendanai proyek tersebut. Diketahui, proyek ini ditargetkan selesai pada tahun 2019 mendatang. “Kementerian Perhubungan mengatakan dalam pertemuan tersebut bahwa pemerintah akan mengalokasikan dana sebesar Rp100 miliar dari APBN tahun ini untuk trem listrik Surabaya,” Pungkas Walikota yang akrab disapa Risma tersebut. “Tahun depan anggaran akan jauh lebih besar dari itu,” tambahnya singkat.

Tidak main-main, otoritas setempat mulai bergerak dalam mewujudkan pengadaan transportasi baru tersebut. Diketahui, sejumlah bangunan yang dianggap menghalangi jalur dari trem tersebut mulai dihancurkan menggunakan alat berat. Pundi-pundi rupiah pun mulai dikocorkan pemerintah sebagai dana kompensasi untuk warga yang tempat tinggalnya terusik akibat penggusuran lahan ini.

Pemerintah sepakat untuk memulai proyek ini di jalur Utara/Selatan terlebih dahulu. Rencananya, pembangunan ini akan dimulai dari Jl. Tunjungan menuju Stasiun Joyoboyo, dimana kedua titik tersebut terpisah jarak kurang lebih sejauh 11,4 km. Nantinya, Stasiun Joyoboyo akan pula dijadikan sebagai depot bagi 25 trem listrik yang akan beroperasi di jalur ini. Sementara itu, tahap kedua administrasi akan memulai proyek dari jl. Tunjungan menuju Jembatan Merah yang terbentang sejauh 6,8 km.

Baca Juga: Ternyata, Trem Listrik di Jakarta Lebih Dulu Ketimbang di Belanda

Lebih lanjut, Risma mengaku akan berkoordinasi dengan pihak PT KAI untuk menghidupkan kembali pengoperasian Stasiun Joyoboyo. Tidak hanya dengan PT KAI, Risma juga akan berkoordinasi dengan Dewan Legislatif Surabaya untuk memutuskan tarif trem dan subsidi pemerintah.

Seperti yang diketahui sebelumnya, rencana pembangunan trem ini sudah ada sejak lama. Pada Desember tahun lalu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan trem ini sudah tidak bisa ditunda lagi. Budi juga mengaku proyek ini bisa segera dijalankan tanpa harus menunggu Perpres. “”Tak perlu Perpres untuk Pembangunan Trem. Nanti akan dilelang terbuka,” tutur Budi. Ia juga mengaku optimis kehadiran trem listrik di Surabaya dapat memecah kemacetan yang semakin mengular. “Di Eropa masih menggunakan trem. Mudah-mudahan Surabaya menjadi percontohan angkutan massal Trem.” Tutupnya dilansir dari sumber terpisah.

Bisnis LCC Tak Selalu Mulus, Kasus Air Berlin Menjadi Contoh

Ditengah ketatnya kompetisi dunia penerbangan, meski dengan margin keuntungan yang tipis, layanan penerbangan berbiaya rendah atau LCC (Low Cost Carrier) umumnya sanggup bertahan ditengah himpitan. Namun faktanya tak semua LCC dapat berkibar, buktinya LCC asal Jerman, Air Berlin pada hari Selasa lalu telah ‘melempar handuk’ alias menyatakan bangkrut.

Baca Juga: Inilah Fakta di Balik Berhentinya Produksi Boeing 747-8 Intercontinental

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman skift.com (17/8/2017), pihak Air Berlin dinyatakan bangkrut pada Selasa (15/8/2017) karena sang pemegang saham, Etihad Airways menilai pihak Air Berlin sama sekali tidak memberikan keuntungan dan terlihat hanya akan mengandalkan pinjaman pemerintah untuk terus memperpanjang masa “terbangnya” dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.

Dihimpun dari sumber lain, alasan vokal dibalik bangkrutnya Air Berlin adalah liltan hutang yang semakin mencekik. Terhitung, maskapai ini menanggung total kerugian sebesar 782 juta euro pada tahun 2016 silam. Tidak hanya masalah finansial, tidak disiplinnya Air Berlin juga menjadi faktor pendukung runtuhnya maskapai ini. Terlalu sering terlambat memberangkatkan penumpang (delay) membuat pelanggannya enggan untuk menggunakan jasa mereka kembali. Dari masalah tidak displin ini akhirnya kembali mengarah ke segi finansial dimana pihak maskapai wajib menggelontorkan dana ganti rugi kepada para penumpang dan denda kepada pengelola bandara.

Lufthansa nampaknya menjadi salah satu perusahaan yang serius untuk membantu beberapa bisnis Air Berlin. Ini terbukti dengan peran Lufthansa yang mengambil beberapa slot untuk memberikan kesempatan untuk benar-benar membantu pertumbuhan unit Eurowings yang terkenal dengan penerbangan berbiaya rendah (LCC). Langkah ini juga dapat mendompleng pengenalan rute menuju Amerika bagian Utara. Ini juga merupakan celah bagi Lufthansa mengingat kebangkrutan Air Berlin Plc yang dapat membuka jalan bagi Deutsche Lufthansa AG untuk membuka jalur penerbangan antar benua baru.

EasyJet Plc, LCC asal Inggris juga akan turut serta dalam membantu pertumbuhan unit Eurowings dengan mengedepankan diskon-diskon yang akan mengundang banyak pelanggan. Dengan begitu, Eurowings dapat membuka kesempatan untuk kembali menawarkan penerbangan LCC jarak jauh menggunakan armada milik Lufthansa yang hingga saat ini rute penerbangan mereka sangat terbatas, hanya dari Cologne menuju Bonn di Jerman. Pada saat yang bersamaan, slot penerbangan jarak pendek di Berlin dapat membantu EasyJet bersaing dengan kompetitornya, Ryanair di pasar ekonomi di Benua Biru.

Baca Juga: Load Factor Rendah, Maskapai-Maskapai Ini Tak Lagi Mendarat di Jakarta

Dilansir dari sumber yang sama, pihak Lufthansa mengungkapkan bahwa perusahaan yang berbasis di Cologne, Jerman ini tengah melakukan perbincangan serius mengenai pembelian suku cadang dari saingan nasionalnya, sementara itu EasyJet juga menunjukkan ketertarikannya dalam hal serupa. Kesempatan untuk mengakuisisi Air Berlin sangat dijadikan momentum oleh pihak Lufthansa, dimana perusahaan tersebut dapat meraup 8.600 tenaga kerja tanpa terikat kontrak. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang analis dari Sanford C. Bernstein & Co. Tidak hanya itu, ia juga mengatakan alasan strategis yang dilihat dari pergerakan EasyJet dalam mengembangkan model bisnisnya.

Sebelumnya, pihak Air Berlin berencana untuk melepaskan unit Niki sendiri dari Austria, yang memiliki 21 buah jet Airbus A321, dengan menggabungkannya dengan 14 pesawat dari TUI AG, salah satu operator tur terbesar di Eropa. Meskipun rencana tersebut mengalami kemunduran pada bulan Juni ketika TUI gagal menyetujui persyaratan dengan Etihad, pada hari Selasa mengatakan bahwa pihak TUI AG menyatakan siap untuk berpartisipasi dalam restrukturisasi Air Berlin.

Dirunut dari sejarahnya, Air Berlin berdiri sejak 1971, pada masanya maskapai ini pernah menjadi yang terbesar kedua di Jerman setelah Lufthansa. Bahkan di tahun 2012, Air Berlin yang melayani 52 rute penerbangan domestik dan internasional menempati posisi ketujuh maskapai terbesar di Eropa.

Gara-Gara Salah Administrasi, Perempuan Ini Tak Bisa Masuk Inggris Selama 10 Tahun

Urusan membuat visa bisa dikata gampang-gampang susah, selain kelengkapan dokumen, ada beragam faktor yang menyertai keberhasilan visa dikeluarkan oleh pihak Kedutaan Besar. Terlebih bila yang ingin disambangi adalah negara-negara dengan prosedur keamanan super ketat, seperti Amerika Serikat, Inggris dan Australia. Maka akan ada beragam prosedur yang ekstra untuk proses pembuatan visa.

Baca juga: Mudahkan Calon Penumpang, Bandara Gatwick Adopsi Augmented Reality

Dan terkait dinamika penerbitan visa, baru-baru ini dialami oleh Abbey Looker, perempuan asal New Plymouth, Selandia Baru yang dikabarkan tidak bisa masuk ke London, Inggris selama periode sepuluh tahun, lantaran visa yang tidak keluar. KabarPenumpang.com merangkum dari stuff.co.nz (20/7/2017), diceritakan bahwa Looker mengajukan visa Tier Five Youth Mobility online pada 6 Mei lalu dan mengirimkan dokumen tersebut tanggal 9 Mei. Looker dijadwalkan akan berangkat pada 19 Juni menuju Inggris. Penasaan atas proses penerbitan visa, Looker beberapa kali menelpon ke imigrasi Inggris untuk mengetahui kenapa visa yang diajukannya tidak juga sampai ke alamat Looker.

“Biasanya aplikasi visa memakan waktu dua minggu untuk diproses, tetapi saya sudah enam minggu belum mendengar kabar apapun,” ujar Looker. Sayangnya, Looker justru mendapat kabar bahwa pada 17 Juni atau dua hari sebelum keberangkatan dirinya ke London visa tersebut dikonfirmasi masih dalam proses. Tetapi, karena tiket pesawat sudah dibeli dan dibayar, dirinya memutuskan tetap berangkat dari Selandia Baru pada tanggal 19 Juni dan masuk ke Inggris dengan visa liburan enam bulan.

Saat Looker tiba di Inggris, perempuan ini tidak menemui masalah sedikitpun dan menikmati kota London dengan nyaman dan tenang. Namun muncul masalah pada enam hari kemudian, Looker bersama sang kekasih pergi ke Spanyol untuk wisata liburan lanjutan dan diakhiri dengan rute kembali ke Inggris. Nah, saat Looker tiba dari Spanyol, munculah masalah dengan petugas imigrasi di bandara Gatwick, London.

“Saya ditahan karena imigrasi menganggap saya berniat untuk tetap tinggal di visa liburan enam bulan saya,” kata Looker. Karena kejadian tersebut, Looker dikirim kembali (deportasi) ke Spanyol dan akhirnya dirinya berangkat ke Berlin untuk tinggal dengan teman-temannya. Dari informasi yang dirinya dapatkan, aplikasi visa kerja Tier Five telah ditolak karena dia telah ditahan di Gatwick.

Karena masalah tersebut, kini Looker dilarang masuk ke Inggris selama sepuluh tahun. “Ini adalah kesalahan administratif yang bisa memberi efek besar pada masa depan saya. Saya tidak berbohong pada dokumen saya dan saya berharap bisa membuktikan ini dan menghapus tuduhan penipuan dan larangan tersebut,” ujarnya.

Baca juga: Sejumlah Kalangan Desak Penghapusan Gerbong Kelas Satu dari Layanan Metro Inggris

Mungkin bagi Anda jadi penasaran, apa yang dimaksud dengan visa Tier Five Youth Mobility, visa ini khusus dikeluarkan oleh pemerintah Inggris untuk para pemuda dan pelajar dari negara Australia, Kanada, Jepang, Selandia Baru, Monako, Selandia Baru, Republik Korea dan Taiwan. Visa ini mengijinkan pemohon untuk tinggal dan bekerja di Inggris selama 2 tahun setelah wisuda.

Pengacaranya mengatakan bahwa ini bisa menjadi kasus sederhana, atau mungkin prosesnya panjang dan berlarut-larut. “Saya sudah diberitahu itu akan segera diputuskan, tapi butuh waktu lama. Ini adalah pengalaman yang mengerikan, saya diperlakukan seperti penjahat dan saya tidak melakukan kesalahan, saya hanya mengikuti peraturan,” jelas Looker. Menanggapi hal ini, ayah Looker, Grant Looker mengatakan, bahwa situasi ini sangat menggelikan. “Dia sekarang terdampar di Berlin karena pejabat imigrasi yang tidak kompeten.”

Terdampak Kisruh Diplomatik, Jamaah Asal Qatar Sulit Tunaikan Ibadah Haji

Akibat blokade yang diberlakukan oleh negara-negara Teluk, Qatar kini menjadi negara yang terkucil dari akses dunia internasional. Sebagai dampak blokade ekonomi dan perbatasan, warga Qatar mulai merasakan dampak lanjutan, dimana banyak jamaah asal Qatar sulit untuk masuk ke Arab Saudi untuk melaksanakan Ibadah Haji yang tengah berlangsung dari Agustus hingga awal September mendatang.

Sulitnya akses bagi jamaah asal Qatar terlihat dari maskapai penerbangan Arab Saudi pada Minggu (20/8/2017) lalu yang menyebut tidak dapat mendaratkan pesawat yang dikirimkan untuk mengangkut jemaah dari Qatar ke Arab Saudi, pasalnya tidak didapatkan izin mendarat dari otoritas Bandara Doha (Qatar) akibat perselisihan diplomatik.

Baca juga: Buntut Kisruh Diplomatik, Sejumlah Maskapai Penerbangan Lalukan Refund Tiket Dari dan Ke Qatar

Dilansir KabarPenumpang.com dari reuters.com (20/8/2017), beberapa negara Uni Emirat Arab lainnya yang berada dalam barisan politik telah memutuskan hubungan transportasi ke Doha pada Juni lalu. Namun pihak Riyadh bulan lalu mengatakan, bahwa pihaknya akan memfasilitasi perjalanan warga Qatar untuk melaksanakan Ibadah Haji.

Dengan adanya rute yang dibuka khusus jamaah Haji, maka perbatasan darat juga akan dibuka sementara ke Qatar. Raja Salman telah memerintahkan pengiriman sebuah pesawat Saudi Airlines untuk menerbangkan jemaah dari Qatar ke Jeddah dengan biaya mereka sendiri hingga bisa sampai ke kota Mekkah.

Sayangya, walau sudah ada perintah tersebut, penerbangan pertama Saudi Airlines belum bisa lepas landas dari wilayah Arab Saudi, ini karena belum adanya izin pendaratan dari bandara tujuan di Doha. Hal tersebut dikatakan oleh Direktur maskapai Arab Saudi Airlines, Saleh al-Jasser.

Dia mengatakan, padahal perusahaan penerbangan tersebut telah mengajukan izin untuk mendarat beberapa hari yang lalu. Saat ini diketahui Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan transportasi dengan Qatar pada bulan Juni dan memberlakukan sanksi berdasarkan tuduhan Qatar mendukung militan ISIS, sesuatu hal yang sampai saat ini dibantah Doha.

Memang, pekan lalu Qatar sudah menyambut baik dengan keputusan Arab Saudi membuka perbatasan dan menyediakan penerbangan utuk peziarah Qatari. Tetapi, pihaknya menganggap hal tersebut seperti ada muatan alias motif politik di belakangnya.

Baca juga: Qatar di Blokade Negara-Negara Teluk, Bagaimana Nasib Qatar Airways?

Arab Saudi telah menyatakan bahwa jamaah Qatar tidak akan terpengaruh oleh pembatasan perjalanan, namun beberapa orang Qatar mengatakan bahwa mereka menghadapi kesulitan dalam mengatur perjalanan untuk haji, yang tahun ini berlangsung dari akhir Agustus sampai awal September. Saat ini jemaah Haji Qatar sudah mulai melewati perbatasan darat pada hari Kamis mendatang. Qatar telah menuduh Arab Saudi mempolitisasi perjalanan Haji dan telah mengajukan protes kepada PBB atas pelanggaran kebebasan beragama.

Kereta Cepat Bi-Mode Shinkansen Siap Dirakit di Tanah Britania Raya

Newton Aycliffe, yang terletak di sebelah Timur Laut Inggris merupakan saksi bisu dari lahirnya kereta penumpang bertenaga uap pertama di dunia pada tahun 1825. Kini, lokasi tersebut juga akan kembali menjadi menyaksikan pembangunan sebuah kereta api paling modern di dunia. Dengan menggaet Shinkansen dari Jepang, Inggris siap untuk melakukan peremajaan terhadap si ular besi.

Baca Juga: Bullet Train Siap Mengular di Ujung Barat Daya Inggris

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman euronews.com (27/7/2017), pabrik yang dibuka pada bulan September 2015 silam ini siap merakit kereta yang rencananya akan mengular di pesisir pantai timur dan barat pada akhir tahun ini. Newton Aycliffe ini dijadwalkan untuk merakit 122 kereta ekspress antar kota.

Shinkansen berperan dalam pembuatan desain dan beberapa bagian kereta, sedangkan perakitannya semua akan dikerjakan di Inggris. Ini dikarenakan tidak semua spesifikasi kereta buatan shinkansen sama persis dengan kebutuhan warga Inggris, seperti teknologi bi-mode, yang memungkinkan kereta beralih dari tenaga diesel ke tenaga listrik tanpa terdeteksi oleh penumpang.

“Kereta ini sangat unik. Ketika Anda tengah dalam perjalanan, dan mungkin saja garis overhead menyala, sang masinis bisa mengaktifkan bi-mode sehingga kereta yang semua bertenaga listrik akan berubah menjadi tenaga diesel tanpa harus berhenti, “jelas Nina Harding selaku Communications Manager di Hitachi Europe.

Kehadiran pabrik ini juga merupakan terbukti mendompleng pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Kurang lebih sekitar 1.000 lapangan pekerjaan baru di buka oleh pihak pabrik, dan jumlah tersebut tidak termasuk pekerjaan tidak tetap yang terkait dengan sistem sub-kontrak. “Kami membuka banyak lowongan pekerjaan, dan kami juga mensponsori beberapa perguruan tinggi teknik baru. Jadi kami mengharapkan bisa menginspirasi mereka untuk tetap mengharumkan nama kereta api,” terang Nina.

Baca Juga:  Ini Dia Kendala Utama Pembangunan Jalur Kereta Elizabeth

Kereta Shinkansen telah mengular di Jepang sejak tahun 1964. Kereta ini tidak hanya terkenal dengan kecepatan tingginya, tapi juga menawarkan kenyamanan, ketepatan waktu, dan keamanan yang luar biasa. Terbukti dengan tidak adanya kecelakaan serius yang melibatkan kereta api Shinkansen dalam periode setengah abad ke belakang. Selain Inggris, India juga telah mengumumkan akan menggunakan teknologi Shinkansen untuk kereta api berkecepatan tinggi pertamanya.

Bullet train karya Jepang sebelumnya pernah ada di wilayah Tenggara Inggris sejak 2009 silam di jalur Eurostar. Kereta British Rail Class 395 yang diberi nama Javelin tersebut terbukti mengurangi waktu tempuh dari Ashford menuju London secara drastis. Dengan kecepatan hingga 225 km per jam, jarak sejauh 85 km antara dua kota tersebut bisa ditempuh dalam waktu 30 menit saja.

Ini sangat mempengaruhi perjalanan penumpang yang pergi ke London setiap harinya. Lagi, kereta Javelin tidak hanya menawarkan kecepatan, tetapi juga kenyamanan penumpang. “Ketika peak hours saja, Anda masih bisa mendapatkan tempat duduk, serta ada pengisi daya gratis, sangat nyaman untuk kami,” ujar salah seorang penumpang Javelin, dilansir dari laman sumber.

Tekan Angka Kecelakaan, London Uji Coba Sistem Rem Otonom Pada Bus Umum

Mengingat faktor keselamatan berkendara memegang pengaruh penting di dalam setiap moda transportasi, maka dari itu Transportation for London (TfL) berencana untuk menguji sebuah teknologi baru yang akan menjadi terobosan dalam berkendara. Sistem pengereman otomatis dan sistem peringatan merupakan terobosan yang diharapkan dapat menunjang keselamatan dalam berkendara, bukan hanya di moda transportasi umum, melainkan pula di kendaraan pribadi. Sudah banyak kasus kecelakaan yang diakibatkan oleh sistem pengereman yang tidak berjalan dengan baik.

Baca Juga: Routemaster, Si Double Decker Merah Ikon Kota London

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman digitallook.com (16/8/2017), Walikota London, Sadiq Khan berencana untuk memberangus kasus kecelakaan yang sudah banyak menelan korban jiwa tersebut pada tahun 2030 mendatang. Teknologi baru ini akan diuji coba dengan melibatkan sejumlah teknisi dan para ahli terkemuka dari Transport Research Laboratory di Wokingham, sebuah kota belanja historis di Berkshire, 63 mil sebelah barat kota London, Inggris.

Adapun fokus uji coba ini adalah sistem pengereman darurat otonom, dimana sistem ini memungkinkan bus mendeteksi keadaan sekitar. Sementara itu, sistem peringatan lebih ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan para pejalan kaki akan kehadiran bus. Kedua terobosan ini secara tidak langsung akan merubah ulang desain bus untuk meminimalisir dampak tabrakan di bagian depan bus. Perubahan ini juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan penumpang serta memperbaiki visibilitas dari sisi pengemudi, termasuk pergantian desain cermin menjadi lebih baik.

Direktur Transportasi Darat TfL, Leon Daniels mengatakan langkah ini ditempuh dalam upaya untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan. “Kami bertekad untuk menekan angka kecelakaan yang selama ini terjadi di London, baik yang memakan korban luka hingga nyawa,” ungkap Leon. “Kami juga ingin meningkatkan kenyamanan para pejalan kaki dan pesepeda, tidak hanya nyaman, tapi juga aman,” tambahnya.

Baca Juga: Citymapper Temani Penumpang di London dengan Layanan Bus Malamnya

Kelak, hasil uji coba akan dicantumkan ke dalam standar keselamatan bus yang baru, yang nantinya akan dimasukkan ke dalam kontrak dengan operator bus di akhir tahun 2018. Di sisi lain, Valerie Shawcross selaku Deputy Mayor dari TfL mengatakan keselamatan dalam berkendara serta kenyamanan pengguna jalan merupakan hal terpenting yang tidak boleh dikesampingkan. “Tidak ada yang lebih penting bagi kami selain keamanan dan kenyamanan warga London,” ungkapnya dilansir dari sumber yang sama. “Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat jalan-jalan di London lebih aman dari tindakan-tindakan yang dapat merugikan orang banyak dan mengancam keselamatan para pengguna jalan, termasuk penumpang di dalam bus.” tutupnya.

Tahun 2020, Singapura Hapuskan Transaksi Tunai Pada Transportasi Berbasis Massal

Singapura membidik sebuah sasaran besar dalam sistem transportasi massal yang rencananya akan terealisasi pada tahun 2020 mendatang, yakni dengan menerapkan sistem cashless di semua transportasi umumnya.

The Land Transport Authority (LTA), selaku regulator transportasi Singapura bersama Transitlink mengatakan dalam siaran pers bahwa Account-based Ticketing yang sudah ada sejak bulan Maret 2017 telah berkembang pesat dengan lebih dari 100.000 pengguna dan bisa dikatakan sebagai “umpan yang membangun” dalam sistem cassless.

Baca Juga: Contactless Payment Paling Cocok Untuk Mass Transportation

Kedua belah pihak berencana untuk memperpanjang kontrak dengan Mastercard yang semula direncanakan hanya enam bulan tersebut. LTA dan TransitLink tengah berdiskusi mengenai skema pembayaran lainnya untuk turut disertakan. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (11/8/2017), adapun bukti nyata yang dilakukan kedua belah pihak untuk merealisasikan ide tersebut adalah menghapus layanan cash top-up di pusat layanan penumpang MRT, dan ini akan dilakukan secara bertahap per 1 September mendatang, serempak di 11 stasiun.

Menurut laman sumber, ke-11 stasiun tersebut meliputi: Admiralty, Bedok, Bukit Panjang, Buona Vista, Taman Farrer, HarbourFront, Hougang, Lakeside, Pasir Ris, Serangoon dan Yew Tee. Layanan cash top-up masih akan tersedia di mesin tiket umum yang ada, serta di mitra-mitra retail seperti 7-Eleven dan Cheers. “Kami akan memantau dampaknya kepada komuter sebelum menghapuskan layanan cash top-up di pusat layanan penumpang di stasiun kereta lainnya pada tahun depan,” ungkap salah satu sumber.

LTA dan Transitlink mengatakan bahwa para penumpang dapat menggunakan kartu bank pribadi mereka, serta metode pembayaran mobile seperti Apple Pay dan Android Pay. Sejak metode tersebut diaplikasikan ke mesin tiket umum pada Januari kemarin, transaksi cashless top-up sontak melonjak dengan sangat drastis. Terhitung lonjakan tersebut melebihi angka 70 persen dalam periode enam bulan saja.

Kedua belah pihak juga akan secara bertahap menghapuskan opsi pembayaran tunai untuk transaksi transportasi umum, termasuk untuk layanan pembayaran tiket di dalam bus serta layanan stored-value card services atau yang serupa dengan e-money yang diberlakukan oleh Commuter Line Jabodetabek. Penghapusan bertahap ini direncanakan akan terus berjalan hingga waktu beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Microchip Implan Digunakan Untuk Pembayaran Tiket Kereta di Swedia

“Pertumbuhan pembayaran elektronik telah berkembang dengan amat pesat, menggantikan pembayaran tunai dan top-up menjadi cashless yang terbukti lebih mudah untuk digunakan dan tidak perlu ribet menarik tunai,” ungkap Lam Wee Shann, direktur grup dari Unit Pengembangan Teknologi dan Industri di LTA.

“Tujuan kami adalah untuk memberlakukan sistem pembayaran cashless di semua transportasi umum pada tahun 2020 dan kami bertekad untuk melakukannya dengan meningkatkan pengalaman tentang tiket cashless bagi semua penumpang,” tambahnya. Lam menambahkan bahwa tonggak utamanya adalah pembukaan jalur rel utama cashless pertama di Jalur Thomson – Pesisir Pantai Timur pada tahun 2019 mendatang.

LTA dan TransitLink menyadari bahwa beberapa penumpang mungkin memerlukan panduan untuk beralih ke sistem angkutan umum tanpa uang tunai, oleh karena itu TransitLink akan menempatkan agen layanan pembantu di 11 stasiun MRT tersebut. Adapun salah satu tujuan lain dari penghapusan pembayaran tunai adalah memungkinkan industri angkutan umum untuk menghindari timbulnya biaya penanganan uang tunai yang meningkat, dimana biaya tersebut dapat diinvestasikan kembali untuk memperbaiki sistem transportasi umum.” ungkap juru bicara LTA.

Seorang Pria Nekat Membunuh Sang Istri di Kapal Pesiar

Kapal Pesiar Alaska dibuat heboh pada 25 Juli 2017 yang lalu saat para penumpang kapal tersebut menikmati makan malamnya. Ini lantaran seorang penumpang diduga melakukan pembunuhan terhadap istrinya. Pria tersebut bernama Kenneth Manzanares yang didakwa melakukan pembunuhan terhadap istrinya, Kristy Manzanares.

Baca juga: MSC Meraviglia, Kapal Pesiar Terbesar dari Mediterranean Shipping Cruises

Dilansir KabarPenumpang.com dari globaws.calne (28/7/2017), kejadian tersebut berawal dari adanya teriakan dari salah satu kamar di kapal pesiar tersebut. Charles Rowlen saat itu bersama dengan sang istri yang tengah mandi dan mendengar teriakan yang tidak normal seperti halnya orang berteriak.

Setelah mendengar teriakan tersebut, Rowlen dan istri keluar dan melihat dari atas balkon seorang pria yang berlumuran darah. “Saya mendengar ada ada lebih dari dua atau tiga orang wanita atau anak perempuan. Yang pastinya suara wanita menjerit. Istriku seorang perawat dan dia hampir saja meloncat dan mengatakan kami harus masuk kembali ke kamar, karena ada pengumuman bahwa pihak keamanan kapal menuju ke tempat terdengarnya teriakan,” jelas Rowlen.

Selain Rowlen, seorang penumpang lain bernama Chris Ceman sedang berada di lorong dekat kamar tempat pembunuhan tersebut terjadi. “Seorang gadis kecil keluar dari ruangan itu sambil berlari, dan meminta bantuan karena orangtuanya bertengkar. Dia terdengar putus asa, tapi kejadian tersebut membuat kru kapal datang secepat mungkin,” ujar Ceman.

Diketahui, dari dokumen pengadilan, beberapa orang sudah ke kamar tersebut sebelum penangkapan terjadi dan meliaht pria di ruangan tersebut dan istrinya sudah tegerletak di lantai dengan darah yang berlumuran. Saat ditemukan berlumuran darah, ternyata kepala korban luka parah dan dinyatakan tewas di tempat kejadian.

Baca juga: Garap Wisata Bahari, Pelni Canangkan Layanan Kapal Pesiar

Akibat kejadian tersebut, Kenneth dijadikan tersangka dan ditahan dengan tangan diborgol oleh pihak kemanan kapal pesiar Alaska di sebuah ruagan dekat kamarnya. Kemudian saat FBI datang, dan ditanya aalsan membunuh sang istri, Kenneth menjawab “Dia tidak akan berhenti menertawakan saya.” Tak hanya itu, setelah menjawab hal tersebut, Kenneth mengatakan dengan berkeluh kesah, “Hidupku sudah berakhir.”

Berdasarkan Luas Lahan,10 Bandara Ini Jadi Yang Terbesar di Dunia

Ada beragam ukuran yang mengindikasikan ‘besarnya’ suatu bandara, bisa diukur dari fasilitas untuk calon penumpang, area parkir, sampai dukungan apron untuk fungsi lalu lintas penerbangan. Namun yang paling mudah menjadi ukuran terbesar adalah luas lahan pada keseluruhan area si bandara yang dimaksud. Dan KabarPenumpang.com merangkum dari worldatlas.com tentang bandara-bandara yang dianggap terbesar berdasarkan luas lahan yang dikelolanya.

Baca juga: Duuh! Ini Dia 10 Bandara Terburuk di Dunia

1. Bandar Internasional King Fahd
Bandara ini adalah yang terbesar di dunia dan memiliki luas 78 ribu hektar. Desain bandara ini dimulai tahun 1976 dan di rancang oleh arsitek Yamsaki dan Associates bersama dengan Aerosystem Internasional.

Pembangunan awal bandara ini dimulai 1983 dan selesai tahun 1999. Bandara ini memiliki enam terminal penumpang. Tiga diantaranya untuk proses penumpang, satu untuk kedatangan, satu untuk keberangkatan dan satu untuk asrama. Adapun luas terminal penumpangnya yakni 3.520.000 persegi dan dilengkapi banyak loket pelanggan dimana 66 disediakan untuk maskapai Saudi, 44 untuk maskapai asing da sisanya untuk imigrasi dan bea cukai.

Pada bagian atas bandara King Fadh memiliki masjid dengan desain modern yang mampu menampung 2000 jamaah. Bandara ini juga memiliki terminal yang diperuntukkan bagi keluarga kerajaan, pejabat pemerintah dan pejabat asing. Luas terminal kerajaan seluas 177 ribu persegi.

2. Bandara Internasional Denver
Bandara yang terletak di Colorado, Amerika Serikat ini merupakan bandara terbesar kedua di dunia dan Amerika Serikat dengan luas wilayah 13.736 hektar. Bandara ini memiliki landasan pacu terpanjang di Amerika tahun 2015 lalu dan menjadi bandara tersibuk ke 18 di dunia dan ke enam di Amerika Serikat dengan lalu lintas dengan penumpang lebih dari 54 juta penumpang.

Denver Internasional Airport

Denver juga memiliki koneksi domestik terbesar ketiga di AS dan memiliki koneksi nonstop di seluruh Eropa, Asia, Amerika Utara dan Amerika Latin yang melayani 178 destinasi. Selama enam tahun berturut-turut, bandara terbesar di dunia ini terpilih sebagai bandara terbaik di Amerika Utara dari tahun 2005 sampai 2010.

Bandara ini berfungsi sebagai pusat utama Frontier Airlines dan yang terbesar keempat untuk United Airlines dengan memiliki 375 keberangkatan setiap hari dari 141 destinasi.

Diketahui, bandara Denver adalah satu-satunya bandara AS yang enerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang mencakup seluruh bandara. Mulai beroperasinya bandara ini tanggal 29 Oktober 1993 lalu.

3. Dallas / Fort Worth International
Bandara Dallas menjadi yang ketiga terbesar di dunia dengan luas bandara 7800 hektar. Bandar ini terletak di Amerika Serikat.

4. Shanghai Pudong InternationalDuuh! Ini Dia 10 Bandara Terburuk di Dunia
Bandara yang berada di negeri tirai bambu ini menempati urutan keempat terbesar di dunia dengan luas bandara 3.350 hektar.

Bandara internasional Charles de Gaulle

5. Charles de Gaulle
Menjadi salah satu tujuan wisata, negara Perancis juga memiliki bandara terbesar di dunia dengan luas 3.200 hektar.

6. Madrid Barajas
Bandara di Spanyol ini memiliki luas 3.050 hektar dan menempati urutan keenam dari 10 bandara terbesar lainnya.

Madrid Airport

7. Bangkok International
Bangkok, tempat destinasi paling sering dikunjungi masyarakat dunia. Bandara Bangkok sendiri memiliki luas 2.980 hektar

8. Chicago O ‘Hare
Diurutan kedelapa ada Chocago O’Hare yang berada di Amerika Serikat dengan memiliki luas 2.160 hektar.

Baca juga: 10 Bandara Ini Punya Landasan Paling Ekstrim

9. Kairo Internasional
Bandara Kairo yang terdapat di Mesir ini memiliki luas 2.550 hektar dan berada diurutan kesembilan terbesar di dunia.

Cairo Airport

10 Beijing Capital International
Diurutan kesepuluh ditempati Bandara Beijing yang memiliki luas 2.330 hektar.

Tak Lagi Gunakan Timer, Secerdas Apa Sistem Pengaturan Lalu Lintas Baru di India?

Nama kota di Selatan India ini terdengar unik, yaitu Surat, dengan penduduk 4,8 juta jiwa, Surat memiliki pertumubuhan lalu lintas kendaraan yang sangat pesat, dan kini Surat tengah menanti sebuah sistem pengaturan lalu lintas cerdas. Nantinya, Adaptive Traffic Control System (ATCS) ini akan dipasang di setiap persimpangan jalan, baik besar maupun kecil. ATCS sendiri akan beroperasi menggunakan sensor tertanam.

Baca Juga: Tekan Jumlah Kendaraan Pribadi, India Hadirkan Bus Berbasis Aplikasi

Dalam mengimplementasikan rencana ini, Surat Minicipal Corporation (SMC) telah mengalokasikan dana sebesar Rs103 crore, dimana nantinya Intelligent Traffic Management System (ITMS) ini akan menggantikan peran dari sistem manajemen lalu lintas terpadu yang sudah ada. Sebagaimana KabarPenumpang.com himpun dari laman timesofindia.indiatimes.com (2/8/2017), sistem persinyalan canggih ini juga terbukti sukses mengatur lalu lintas di beberapa negara di Eropa serta Cina.

Menurut laman sumber, ITMS ini tengah dirancang sedemikian rupa sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di India. Diketahui, sebuah perusahaan yang berbasis di Thiruan Bahru telah mengantongi tender untuk mengurus proyek yang akan mengubah rona dari lalu lintas di negara penghasil film Bollywood tersebut.

Otoritas setempat telah mengidentifikasi kurang lebih ada sekitar 267 persimpangan di Surat. Itu artinya, kurang lebih ada sekitar 398 kamera CCTV yang turut dipasang berdampingan dengan sensor tersebut. Kamera virtual loop yang menjadi bagian dari sistem pengaturan lalu lintas cerdas ini akan terus membaca situasi lalu lintas di lokasi dan menyesuaikan durasi lampu lalu lintas. Sensor cerdas ini akan memperpanjang durasi lampu hijau bagi jalur yang terlihat padat, dan sebaliknya ‘memainkan’ durasi lampu merah untuk jalur yang memiliki volume kendaraan yang lebih lengang.

Saat ini, lampu lalu lintas di sana masih menggunakan sistem timer, dimana para pengguna kendaraan wajib berhenti ketika lampu merah menyala selama 120 detik, baik kondisi jalur tersebut lengang ataupun ramai. Tentu saja dengan pengaplikasian sistem lalu lintas semacam ini tidak cocok untuk kota dengan volume kendaraan yang cukup padat. Maka tidak heran jika sistem timer ini terus dipertahankan, kota tersebut akan semakin semerawut, mengingat pertumbuhan kendaraan yang seakan tidak bisa dihentikan.

Baca Juga: Bicara Kemacetan Lalu Lintas, Bangalore Lebih Parah dari Jakarta!

Sebuah sumber resmi mengatakan bahwa badan sipil yang menangani proyek ini telah berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk peluncuran sistem ATCS. Tidak hanya mengatur kepadatan lalu lintas, jaringan kamera ini juga dapat memantau para pelanggar lalu lintas, dan akan mengirimkan surat tilang ke rumah yang bersangkutan.

Mungkin peribahasa “sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui” tepat untuk menggambarkan sistem pengaturan lalu lintas cerdas ini. Tidak hanya mengatur para pengguna kendaraan, sistem ini juga dapat memudahkan para pejalan kaki. Akan ada sebuah penanda kepada para pedestrian agar menyebrang jalan dalam waktu 10 hingga 20 detik, selama durasi lampu hijau untuk pejalan kaki menyala.

Menurut data yang dimiliki oleh Regional Transport Office (RTO), kota ini memiliki sekitar 2,9 juta kendaraan yang memenuhi jalanan tiap harinya, dimana sekitar 170.000 kendaraan bertambah setiap tahunnya. “Surat merupakan kota pertama di negara bagian Gujarat dan kedua setelah Hyderabad yang memiliki sistem manajemen lalu lintas seperti ini.” ungkap salah seorang perwira senior di Kementerian Lalu Lintas setempat.

Melihat solusi yang akan diterapkan di Surat, rasanya ideal juga untuk diterapkan di Jakarta, mengingat problem lalu lintas yang ada relatif mirip, dan lampu lalu lintas di Jakarta sebagian besar masih menggunakan sistem timer.