Jadi Operator Global Ke-11, Starlux Airlines Terima Unit Perdana Airbus A350-1000

Maskapai asal Taiwan, Starlux Airlines, telah menerima unit pertama Airbus A350-1000 dari 18 unit pesawat yang dipesan. Dengan pengiriman ini, Starlux menjadi operator global ke-11 yang mengoperasikan versi terbesar dari keluarga A350.

Pesawat A350-1000 terbaru ini akan bergabung dengan sepuluh armada pesawat A350-900 milik Starlux yang telah memberikan layanan penerbangan jarak jauh dari Taipei menuju Eropa, Amerika Utara, hingga beberapa destinasi lain di wilayah Asia-Pasifik.

Menandai kedatangan anggota terbaru armada mereka, Starlux Airlines memperkenalkan livery baru yang mencerminkan inovasi dan identitas maskapai. Desain tersebut memadukan elemen visual khas Starlux Airlines dengan motif serat karbon yang merepresentasikan material komposit canggih yang menjadi komponen penting dalam konstruksi pesawat.

Angka ‘1000’ pun ditampilkan secara menonjol pada badan pesawat untuk menegaskan posisi A350-1000 sebagai model pesawat terbesar yang saat ini diproduksi Airbus, sekaligus sebagai pesawat andalan terbaru Starlux Airlines.

Saat ini, Starlux mengoperasikan armada yang sepenuhnya terdiri dari pesawat Airbus, termasuk  A321neo, A330-900, dan A350-900. Kehadiran A350-1000 akan melengkapi armada eksisting maskapai tersebut secara optimal. Selain itu, Starlux Airlines juga telah memesan 10 unit pesawat kargo A350F sebagai bagian dari pengembangan jaringan logistik dan kargo maskapai tersebut di masa yang akan datang.

A350 merupakan pesawat berbadan lebar paling modern dan efisien di dunia, sekaligus menetapkan standar baru bagi penerbangan antarbenua. Desain A350 yang sepenuhnya baru mengintegrasikan teknologi dan aerodinamika mutakhir, sehingga menghadirkan efisiensi operasional dan kenyamanan penumpang yang unggul.

Didukung mesin generasi terbaru serta penggunaan material ringan, A350 menawarkan pengurangan hingga 25 persen dalam konsumsi bahan bakar, biaya operasional, dan emisi karbon dioksida (CO₂) dibandingkan dengan pesawat pesaing generasi sebelumnya. Selain itu, A350 dilengkapi dengan kabin Airspace yang nyaman dan luas, kursi yang lebih lebar, langit-langit kabin yang tinggi, serta pencahayaan yang dirancang untuk memberikan suasana perjalanan yang nyaman.

Sebagaimana pesawat Airbus lainnya, pesawat A350 sudah mampu beroperasi dengan campuran bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) hingga 50 persen. Airbus menargetkan seluruh pesawatnya dapat beroperasi dengan 100 persen SAF pada tahun 2030.

Hingga akhir November 2025, keluarga A350 telah mencatatkan hampir 1.500 pesanan dari 66 pelanggan di seluruh dunia.

Starlux Taiwan Terima Unit Perdana Airbus A350-900

Era Mobil Terbang Dimulai: Alef Model A Resmi Diproduksi dan Siap Mengangkasa

Impian fiksi ilmiah tentang kendaraan yang bisa menghindari kemacetan dengan terbang kini menjadi kenyataan. Alef Aeronautics, sebuah perusahaan teknologi ambisius, secara resmi mengumumkan bahwa kendaraan inovatif mereka, Alef Model A, telah berhasil melakukan penerbangan perdana dan kini resmi memasuki fase produksi. Kendaraan ini bukan sekadar konsep; Model A tercatat sebagai mobil terbang pertama yang menerima sertifikasi kelaikan udara khusus dari otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA).

Alef Model A membedakan dirinya dari kendaraan konsep lainnya dengan desain yang tetap menyerupai mobil konvensional namun memiliki kemampuan luar biasa. Menggunakan teknologi Vertical Take-Off and Landing (VTOL), mobil ini dapat lepas landas secara vertikal dari area parkir biasa tanpa memerlukan landasan pacu. Hal ini menjawab tantangan mobilitas perkotaan yang selama ini terhambat oleh keterbatasan infrastruktur bandara untuk kendaraan pribadi.

Secara spesifik, Alef Model A dirancang sebagai kendaraan listrik murni (EV) yang ramah lingkungan. Di jalan raya, mobil ini memiliki jangkauan berkendara hingga 322 kilometer (200 mil), sementara untuk rute udara, ia mampu menempuh jarak hingga 177 kilometer (110 mil).

Keunggulan unik lainnya terletak pada sistem propulsinya; delapan baling-baling tersembunyi di dalam bodi mobil yang memungkinkan transisi mulus dari mode berkendara ke mode terbang. Saat di udara, bodi mobil akan miring secara unik sementara kabin penumpang tetap stabil, memberikan pengalaman terbang yang aman dan nyaman.

Keamanan menjadi prioritas utama dalam pengembangan Model A. Alef menyematkan berbagai sistem redundansi, mulai dari motor cadangan hingga parasut darurat, guna memastikan keselamatan penumpang dalam segala kondisi. Keberhasilan Alef dalam mengintegrasikan fitur keselamatan otomotif dan kedirgantaraan inilah yang membuat mereka selangkah lebih maju dibanding para kompetitornya di industri Advanced Air Mobility (AAM).

Antusiasme pasar terhadap teknologi ini sangat luar biasa. Meski dibanderol dengan harga yang cukup fantastis, yakni sekitar $300.000 (sekitar Rp4,6 miliar), Alef melaporkan telah menerima ribuan pesanan dari pelanggan di seluruh dunia. Produksi massal ini menandai titik balik sejarah transportasi global, di mana langit akan segera menjadi “jalan raya” baru bagi masyarakat umum.

Dengan masuknya Alef Model A ke jalur produksi, industri otomotif dunia kini resmi memasuki era baru. Bukan lagi soal seberapa cepat sebuah mobil berlari di aspal, melainkan seberapa efisien kendaraan tersebut bisa membelah cakrawala. Bagi mereka yang bosan dengan kemacetan panjang, masa depan yang lebih tinggi dan lebih cepat kini tinggal menunggu waktu untuk mendarat di garasi rumah.

Mobil Terbang X2 dari XPeng AeroHT Meraih Izin Terbang dari Pemerintah Cina

Tak Cuma Bersejarah, Jalur Kereta Api Ini Menyajikan Keindahan yang Patut Dicoba

Rindu menggunakan kereta api melintasi jalur-jalur yang unik dan nyentrik? Tentu masyarakat merasa puas dan terbayarkan dengan hanya melihat dari balik jendela saat naik kereta api ke destinasi tujuan favorit. Banyak jalur kereta api di Jawa dan Sumatra yang masih eksotis hingga saat ini. Bahkan hampir semua masyarakat pengguna setia kereta api yang sering melakukan perjalanan ke kota tujuan.

Adapun jalur-jalur kereta api khususnya di Pulau Jawa masih banyak memiliki pemandangan yang menarik pun bersejarah. Sangat jelas bahwa jalur tersebut masih meninggalkan jejak peninggalan masa kolonial Belanda yang hingga kini masih dipertahankan keasliannya bahkan masih bisa digunakan. Meskipun beberapa lokasi sudah terlihat berubah, namun sepanjang jalur kereta api masih terlihat keasliannya.

Banyak lintasan rel yang menghadirkan pemandangan alam luar biasa, mulai dari persawahan hijau, pegunungan, lembah sungai, hingga laut lepas. Hal inilah yang membuat perjalanan kereta api terasa seperti wisata. Berikut 5 jalur kereta api terindah di Indonesia yang menawarkan pemandangan luar biasa.

• Pekalongan – Semarang
Jalur kereta api Pekalongan – Semarang menawarkan pemandangan yang sangat beragam, mulai dari persawahan, pedesaan, perkotaan, hutan, hingga tepi laut utara Jawa. Yang paling ikonik berada antara Stasiun Batang dan Krengseng. Jalur ini melintasi pesisir utara Jawa, bahkan beberapa kali sangat dekat ke laut. Terdapat juga stasiun Plabuan yang menjadi satu-satunya stasiun aktif di tepi laut.

• Purwakarta – Padalarang
Jalur ini dikenal sebagai jalur legendaris Jakarta-Bandung. Jalur ini pernah berjaya dengan layanan KA Parahyangan, Argo Gede, dan Argo Parahyangan. Lintasan ini mulai dioperasikan pada 2 Mei 1906 oleh Staatsspoorwegen. Jalur ini merupakan lintasan pegunungan dengan banyak jembatan panjang dan tinggi melintasi lembah. Selepas Stasiun Purwakarta, kereta akan mulai menanjak dan meliuk-liuk di punggungan bukit.

Di jalur ini terdapat Jembatan Cisomang yang menjadi jembatan kereta api tertinggi yang masih aktif di Indonesia. Selain itu, terdapat Terowongan Sasaksaat sepanjang 949 meter yang merupakan terowongan aktif terpanjang. Pemandangan ditutup dengan tikungan besar Padalarang dengan panorama persawahan hijau.

• Prupuk – Kroya
Merupakan jalur utama lintas selatan Jawa. Jalur ini mulai dioperasikan pada 1916–1917 oleh Staatsspoorwegen. Lintasan Prupuk hingga Purwokerto didominasi pegunungan tepatnya Pegunungan Pembarisan dan kaki Gunung Slamet. Penumpang akan melintasi berbagai jembatan seperti Tonjong dan Kalibelang. Salah satu yang paling panjang adalah Jembatan Sakalibel sepanjang 298 meter.

Setelah Stasiun Purwokerto, jalur menjadi lebih datar dan melintasi Sungai Serayu. Penumpang juga akan melewati Terowongan Notog dan Terowongan Kembar Kebasen. Semua keindahan ini dapat dinikmati dalam satu perjalanan.

• Cicalengka – Banjar
Jalur ini dibangun pada tahun 1887 hingga 1894 oleh Staatsspoorwegen. Awalnya dianggap mustahil karena kondisi alamnya yang ekstrem. Selepas Stasiun Cicalengka, kereta mulai menanjak tajam menuju Stasiun Nagreg. Stasiun ini merupakan stasiun aktif tertinggi di Indonesia dengan elevasi 848 mdpl. Jalur kemudian melintasi lereng Gunung Mandalawangi yang terjal dan berkelok.

Salah satu spot ikonik adalah tikungan tapal kuda Kadungora. Selain itu, penumpang juga akan melintasi Jembatan Cirahong yang unik karena digunakan kereta di atas dan kendaraan di bawah. Jalur ini berakhir di Stasiun Banjar sebagai stasiun penting pergantian masinis.

• Bogor – Cianjur
Jalur ini dibangun oleh Staatsspoorwegen dan mulai beroperasi penuh pada 10 Mei 1883. Hingga kini, lintasan ini dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daop 1 Jakarta dan Daop 2 Bandung. Penumpang akan disuguhkan pemandangan lembah Sungai Cisadane hingga Stasiun Maseng. Menjelang Stasiun Cigombong, panorama Gunung Salak dan Gunung Pangrango terlihat begitu memukau.

Setelah Stasiun Sukabumi, pemandangan pedesaan dan persawahan hijau menjadi suguhan utama. Salah satu momen ikonik adalah saat kereta melintasi Terowongan Lampegan sepanjang 686 meter. Terowongan ini merupakan yang tertua di Jawa Barat dan telah beroperasi sejak 1882. Untuk menikmati jalur ini, penumpang dapat menggunakan KA Pangrango relasi Bogor Paledang – Sukabumi dan KA Siliwangi relasi Sukabumi – Cipatat.

Sensasi Naik Kereta Api di Bumi Parahyangan Melewati Jembatan Terpanjang dan Tertua

Sejarah Stasiun Cicalengka: Saksi Bisu Pengasingan Trio Pribumi di Era Kolonial Belanda

Stasiun Cicalengka yang kita kenal merupakan stasiun besar yang berada di kawasan Bandung Timur. Jalur ujung bagi kereta Commuter Line rute Padalarang – Bandung – Cicalengka ini merupakan jalur ramai dengan aktivitas kereta api termasuk rute jarak jauh. Selain itu hingga kini Stasiun Cicalengka masih sibuk dengan aktivitas langsir untuk lokomotif penarik kereta lokal (Commutet Line) Bandung Raya.

Tak hanya itu, berdekatan dengan stasiun teppatnya berada di petak antara Cicalengka – Haurpugur merupakan saksi bisu peristiwa kecelakaan antara kereta api Commuter Line dengan Turangga yang mengakibatkan empat orang pegawai kereta api meninggal dunia dan lalu lintas kereta api di lintas selatan Jawa terutama di koridor Bandung – Kroya terganggu selama 26 jam.

Stasiun Cicalengka yang terletak di Cikuya, Cicalengka, Bandung. Stasiun yang terletak pada ketinggian +689 m ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung. Stasiun ini berada tak jauh dari Jalan Raya Cicalengka–Majalaya. Stasiun ini adalah salah satu stasiun utama di Kabupaten Bandung yang masih aktif setelah adanya pemekaran wilayah Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

Diketahui jalur yang melintasi Stasiun Cicalengka juga merupakan jalur bersejarah yang tak pernah hilang dan menjadikan bangunan di sepanjang jalur kereta api dijadikan cagar budaya oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI).

Stasiun Cicalengka dibangun sebagai bagian dari pembangunan jalur kereta api Priangan yang bertolak dari Stasiun Bogor Paledang. Jalur sepanjang 183 km ini melewati kota-kota besar Priangan, seperti Sukabumi, Cianjur, dan Bandung.

Tahun 1920-an, Cicalengka yang berjarak 27 km dari Bandung ini menjadi tempat tinggal Djuanda Kartawidjaja, sosok yang kelak menjadi Perdana Menteri di era Sukarno. Di masa-masa awal menuntut ilmu di Hogere Burgerschool (HBS), Djuanda yang lahir Tasikmalaya ini sempat mendapat julukan Treinjongen (pemuda kereta) karena bersekolah menggunakan kereta api antara Cicalengka dan Bandung.

Pada akhir tahun 1929, Stasiun Cicalengka menjadi saksi pengiriman trio pribumi, yakni Sukarno, Maskun Sumadireja, dan Gatot Mangkoepradja dari Yogyakarta ke Bandung. Mereka ditangkap setelah melakukan aktivitas politik di Solo dan Yogyakarta.

Menurut Her Suganda dalam Jejak Soekarno di Bandung 1921-1934 (2015), sebelum memasuki Bandung, mereka diturunkan di Stasiun Cicalengka dan dikirim ke Bandung menggunakan mobil.

Pada peristiwa Bandung Lautan Api, Stasiun Cicalengka juga dijadikan tempat transit bagi kereta api yang mengangkut dokumen-dokumen yang berkaitan dengan Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI).

Saat proses pemindahan berlangsung, para pegawai mengeluarkan arsip-arsip dari dalam gedung dan memasukkannya ke dalam gerbong-gerbong kereta yang telah disiapkan di rel yang terletak di sebelah selatan kompleks Balai Besar.

Gerbong-gerbong ini kemudian ditarik ke arah timur menuju Stasiun Cicalengka sebelum diungsikan ke kota tujuan. Selama proses pemindahan, Djuanda melakukan inspeksi dan pemeriksaan di stasiun tersebut.

Selain Stasiun Tertinggi Aktif di Indonesia, Yuk Temui Fakta Lainnya dari Stasiun Nagreg

KAI Ingatkan Penumpang Teliti Sebelum Naik Kereta: Hindari Salah Peron dan Salah Jadwal

Menggunakan kereta api tentu harus selalu menaati peraturan mulai dari stasiun keberangkatan, di perjalanan, hingga stasiun tujuan. Termasuk imbauan masyarakat yang menggunakan kereta api harus selalu melihat tiket sesuai dengan perjalanan, kereta api, serta stasiun tujuan. Jangan sampai penumpang terbawa kereta api atau melewati stasiun kedatangan yang sesuai dengan tiket.

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) tetap gencar menertibkan penumpang yang turun melebihi stasiun tujuan demi mendapatkan harga murah. Ataupun penumpang yang salah naik kereta api akibat kurang teliti dalam mengecek kembali jadwal yang tertera pada tiket. Hal ini cukup meresahkan lantaran menyerobot hak penumpang lain dan merugikan bagi KAI.

Seperti kabar yang baru-baru ini terjadi. Sejumlah penumpang kereta api relasi Banyuwangi-Yogyakarta salah naik rangkaian kereta saat turun sejenak di Stasiun Wonokromo, Surabaya. Rombongan penumpang yang semestinya menuju ke Yogyakarta itu, akhirnya berbalik arah kembali ke Banyuwangi. Pihak Daop 8 Surabaya pun minta penumpang lebih teliti.

Informasi yang dikutip dari laman Kompas menyampaikan bahwa awalnya, para penumpang itu menaiki KA Sri Tanjung relasi Banyuwangi (Ketapang) menuju Yogyakarta (Lempuyangan) yang melewati Stasiun Wonokromo, Surabaya.

Saat pemberhentian pertama di Stasiun Wonokromo, rombongan penumpang tersebut berniat keluar sejenak untuk mencari udara segar. Namun sayangnya, mereka justru salah naik kereta saat kembali ke rangkaian.

Disaat bersamaan ada rangkaian KA Sri Tanjung yang lain yang tujuannya arah Banyuwangi. Rombongan penumpang itu justru menaiki KA Sri Tanjung relasi sebaliknya, yakni relasi Lempuyangan-Ketapang. Barang-barang penumpang itu pun ikut KA Sri Tanjung Ketapang-Lempuyangan. Sedangkan pemiliknya berbalik arah ikut KA relasi Lempuyangan-Ketapang.

Pihak KAI merespons, sebenarnya memperbolehkan penumpang turun saat kereta berhenti sejenak di stasiun, asalkan memperhatikan aspek keselamatan. KAI pun mengimbau agar penumpang lebih teliti saat kembali ke rangkaian kereta agar tidak salah naik atau tertinggal.

Setiap stasiun kereta api yang melayani naik dan turun penumpang tentu petugas stasiun selalu aktif menyampaikan informasi jika kereta api datang maupun berangkat melalui pengeras suara di area stasiun maupun rangkaian agar penumpang selalu bersiap-siap.

KAI juga menyarankan agar penumpang menanyakan segala informasi kepada petugas di stasiun agar tidak kebingungan. Harapan lainnya, komunikasi penumpang dengan petugas juga dapat membantu selama perjalanan.

Sering Mengundang Tanya, Inilah Alasan Trem Dihapuskan di Jakarta

Apa yang Terjadi Bila Pesawat Harus Segera Mendarat Darurat Saat Terbang Di Atas Lautan?

Selain terbang di atas daratan, pesawat umumnya terbang di atas lautan untuk mencegah korban jiwa lebih banyak andai terjadi kecelakaan. Namun, saat berada di atas lautan dan jauh dari bandara manapun, apa yang harus dilakukan pilot bila pesawat tiba-tiba dalam keadaan darurat dan harus segera mendarat?

Baca juga: Seberapa Jauh Pesawat Modern Terbang dengan Satu Mesin? Simak Jawabannya

Menurut mantan kapten pilot Midway Airlines, Charles Grimes, seperti dikutip dari Quora, meski ada pesawat dengan tiga mesin dan empat mesin, pada umumnya maskapai lebih memilih operasikan pesawat bermesin ganda atau dua mesin untuk melakukan penerbangan internasional lintas samudra, seperti penerbangan transpasifik dan transatlantik.

Di luar dua itu, penerbangan internasional tidak melewati lautan luas tak berujung. Dalam penerbangan penerbangan transatlantik dan transpasifik pun, sebetulnya tidak sepanjang perjalanan melewati lautan luas. Di pasifik misalnya, terdapat banyak negara-negara kepulauan yang tak sedikit dari mereka memiliki bandara.

Menjawab pertanyaan di atas, dalam penerbangan lintas samudra sekalipun, terdapat bandara-bandara yang digunakan pesawat untuk melakukan pendaratan darurat. Hal ini juga didukung dengan sederet keandalan pesawat dan SOP pilot-kopilot sebelum terbang.

Sebelum memulai penerbangan, pilot dan kopilot biasanya akan bertemu untuk membahas berbagai hal, seperti rute yang dilalui, bahan bakar minimum (bergantung pada jumlah awak, penumpang, kargo, cuaca, dan kemungkinan rintangan selama penerbangan), informasi cuaca, dan informasi bandara tujuan serta bandara yang dilalui sepanjang perjalanan.

Semua itu menjadi kewajiban pilot sebelum memulai penerbangan dan memegang peran vital terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan.

Pesawat juga diketahui memiliki kemampuan atau sertifikasi ETOPS (Extended-range Twin-engine Operational Performance Standards).

ETOPS sendiri memiliki beberapa kelas, mulai dari ETOPS 75, 90, 120/138, 180/207, hingga 370. Angka yang tertera di akhir merupakan durasi yang diijinkan untuk pesawat mengudara hanya dengan satu mesin.

Dengan dukungan ETOPS dan keberadaan bandara bahkan di pulau-pulau kecil di tengah lautan sekalipun, Charles memastikan bahwa seluruh jalur penerbangan (flight plan) yang direncanakan pilot-kopilot mampu menjangkau bandara dalam kondisi darurat, dalam hal ini salah satu mesinnya mati.

Akan tetapi, bila keadaan darurat yang terjadi sangat memaksa untuk pesawat melakukan pendaratan darurat saat terbang di tengah laut, misalnya karena kedua mesinnya mati, kehilangan tekanan, dan sebagainya, pilihan terbaik tentu mendarat di atas air.

Baca juga: Mengapa Pesawat Dilarang Terbang Melintasi Kutub Utara? Ini Jawabannya

Sepanjang sejarah penerbangan dunia, beberapa kali pesawat pernah melakukan pendaratan darurat di atas air. Salah satu yang paling terkenal adalah peristiwa “Miracle on the Hudson” dimana pesawat Airbus A320 US Airways Flight 1549 dihantam bird strike tak lama setelah lepas landas.

Sebetulnya pesawat yang diawaki oleh Kapten Chesley “Sully” Sullenberger itu masih dalam jarak jangkau ke bandara, tetapi Kapten Sully memilih mendarat di atas Sungai Hudson dan selamat.

Enam Cara Pramugari Atasi Jet Lag, Nomor 4 Harus Lihat Matahari

Menjadi pramugari/pramugara tak melulu soal jalan-jalan keliling dunia, wisata kuliner di banyak negara, hidup mewah dan glamor, pamer foto-video di destinasi wisata favorit dunia, dan lainnya. Terkadang, mereka juga harus menikmati hal yang mungkin bagi banyak orang tak menyenangkan, yaitu jet lag.

Baca juga: Banyak Minum Air Mineral Jadi Obat Manjur untuk Jetlag!

Lantas, bagaimana cara pramugari/pramugara atasi jet lag? Dilansir Simple Flying, berikut enam caranya. Sebagai informasi, enam cara dalam mencegah jet lag ini juga bisa diterapkan oleh penumpang, tidak terbatas pada pramugarai/pramugara saja.

Minum air putih
Minum air putih atau air mineral dalam jumlah banyak dipercaya dapat mencegah jet lag. Hal ini sudah menjadi saran dari para dokter di seluruh dunia terhadap pramugari/pramugara.

Alasannya, mereka berada di dalam kabin yang bertekanan, sehingga kondisi di dalam kabin dapat dengan mudah membuat tubuh mengalami dehidrasi. Maka dari itu, banyak meminum air putih (bukan air lainnya seperti kopi apalagi alkohol) selama perjalanan jarak jauh akan membuat tubuh pramugarai/pramugara, termasuk juga para penumpang, tetap terhidrasi dan dipercaya dapat terhindar dari jet lag.

Nyemil
Nyemil atau makan makanan ringan (camilan) penting untuk pramugari/pramugara, termasuk juga penumpang. Dengan memakan camilan bisa terhindar dari gejala jet-lag dan kembung akibat terbang. Camilannya pun tidak boleh sembarang, harus camilan yang lembut, mudah dicerna, sehat, dan alami agar maksimal menggantikan nutrisi tubuh yang hilang.

Maksimalkan waktu istirahat
Pada penerbangan jarak jauh, pramugari diberikan waktu istirahat tergantung pada lamanya penerbangan. Ini biasanya antara satu sampai tiga jam. Bagi beberapa awak kabin, momen tersebut digunakan untuk menonton film dan mendengarkan musik.

Sebagian lainnya memanfaatkan untuk tidur walau hanya sekedar memejamkan mata. Ini penting untuk membiarkan tubuh istirahat sejenak agar pulih lebih cepat saat terbangun dari tidur.

Pilih rute siang hari
Tubuh memiliki mekanisme tersendiri, yaitu beraktivitas di siang hari dan berisitirahat di malam hari. Karena penerbangan berlangsung 24 jam, penting bagi pramugari untuk memanksimalkan jadwal pada siang hari selama itu memungkinkan, semata agar di malam hari mereka bisa bebas dari tugas dan istirahat.

Tidur
Serupa dengan nomor tiga, tidur menjadi cara terampuh mengatasi jet lag. Jet lag merupakan gangguan tidur temporer berupa rasa kantuk pada siang hari dan sulit tidur pada malam hari, yang timbul setelah melakukan perjalanan jarak jauh dengan pesawat dan melewati zona waktu yang berbeda.

Baca juga: Atasi Jenuh, Apa yang Dilakukan Pramugari di Pesawat Saat Penerbangan Jarak Jauh? Ini 13 Jawabannya

Maka dari itu, cara terbaik adalah dengan memaksakan tidur agar mekanisme tubuh bisa menyesuaikan dengan kondisi di tempat tujuan.

Jangan maksa dan ambil lembur
Bagi workaholic, begitu ada kesempata lembur dan terus bekerja tanpa libur itu adalah pilihan menantang. Tetapi, tidak dengan tubuh. Tubuh ada batasnya dan ketika jadwal libur tiba, manfaatkan itu untuk melakukan aktivitas seperti biasa, bukan terus memaksa bekerja. Dengan manfaatkan waktu berlibur, pramugari/pramugara dapat terhindar atau pulih lebih cepat dari jet lag.

Mengenal Bandara Internasional Maiquetia: Gerbang Utama Caracas dan Saksi Bisu Gejolak Venezuela

Bagi siapa pun yang berkunjung ke Venezuela, baik untuk urusan bisnis minyak, misi diplomatik, maupun wisata, perjalanan mereka hampir dipastikan dimulai dari Bandara Internasional Maiquetia “Simon Bolivar” (CCS). Terletak di pesisir Maiquetia, sekitar 21 kilometer dari pusat ibu kota Caracas, bandara ini bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan simbol kedaulatan dan cermin ekonomi negara yang berada di persimpangan Amerika Selatan dan Laut Karibia.

Sejarah bandara ini dimulai pada tahun 1945, ketika pemerintah Venezuela menyadari perlunya gerbang udara yang modern untuk mendukung industri minyak yang sedang tumbuh pesat.

Dibangun dengan bantuan teknis dari Amerika Serikat (melalui Pan American Airways), bandara ini awalnya dikenal sebagai Bandara Internasional Maiquetia sebelum akhirnya dinamai untuk menghormati pahlawan kemerdekaan Amerika Selatan, Simon Bolivar.

Selama dekade 1970-an, bandara ini mengalami renovasi besar-besaran yang menjadikannya salah satu bandara paling modern di kawasan tersebut pada masanya, lengkap dengan lantai mosaik kinetik ikonik karya seniman Carlos Cruz-Diez di terminal internasional yang kini menjadi latar foto populer bagi para migran dan pelancong.

Secara teknis, Bandara Simon Bolivar memiliki kapasitas operasional yang sangat mumpuni. Bandara ini dilengkapi dengan dua landasan pacu utama yang sangat panjang untuk mendukung pesawat berbadan lebar (wide-body). Landasan pacu 10/28 memiliki panjang sekitar 3.500 meter, sementara landasan pacu sekunder 09/27 mencapai 3.000 meter.

Dengan panjang landasan tersebut, Caracas mampu melayani penerbangan jarak jauh langsung menuju Eropa dan Amerika Utara, serta menampung pesawat kargo berat yang membawa kebutuhan vital bagi negara tersebut.

Fasilitas di dalamnya mencakup dua terminal utama, domestik dan internasional, yang dihubungkan oleh jalur pejalan kaki. Meski sempat mengalami penurunan kualitas layanan akibat krisis ekonomi kronis, bandara ini tetap menyediakan layanan bea cukai, kargo, serta ruang tunggu VIP untuk tamu-tamu negara. Perannya sebagai pintu masuk diplomatik sangat krusial, karena di sinilah pesawat-pesawat kepresidenan dari sekutu asing sering mendarat.

Terkait dengan operasi penangkapan Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat pada Januari 2025 (berdasarkan linimasa narasi terkini), banyak yang bertanya: Apakah bandara ini ikut diserang oleh AS?

Dalam kacamata taktis operasi khusus seperti yang dilakukan oleh Delta Force dan 160th SOAR, target utama biasanya bersifat sangat spesifik (presisi), seperti istana kepresidenan Miraflores atau markas intelijen. Bandara Internasional Maiquetia umumnya tidak menjadi target pemboman atau serangan destruktif skala besar untuk menghindari jatuhnya korban sipil dan kerusakan infrastruktur publik yang vital bagi penduduk.

Namun, dalam operasi tersebut, pasukan khusus biasanya melakukan “pengamanan area” atau kontrol elektronik atas menara pengawas bandara untuk mencegah angkatan udara Venezuela memberikan bantuan atau mencegah Maduro melarikan diri melalui jalur udara. Jadi, alih-alih hancur karena serangan bom, bandara ini lebih berperan sebagai titik strategis yang harus dikuasai atau dinetralkan sementara secara taktis selama operasi berlangsung.

Hingga saat ini, Bandara Maiquetia tetap berdiri sebagai titik pusat yang paling sibuk di Caracas, menjadi saksi bisu dari setiap pergantian kepemimpinan dan dinamika politik yang terjadi di “Negeri Bolivar” tersebut.

Ketika Pesawat Turbolet L-410 Maskapai Venezuela Dibiarkan Hilang Selama 5 Tahun

Pintu Timur Stasiun Bogor Menuju Alun-alun akan Ditutup, Ini Kata Pemkot Bogor

Stasiun Bogor merupakan stasiun pemberhentian terakhir perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL). Jalur selatan yang selalu ramai ini menjadi satu-satunya stasiun yang tentu dipadati oleh masyarakat khususnya yang berdomisili di Kota Bogor. Tak hanya itu selain masyarakat asli Bogor, banyak yang berbondong-bondong dari wilayah lain menuju ke Kota Bogor hanya untuk sekedar destinasi atau pun berwisata.

Seperti contoh pada data terakhir saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu, volume stasiun tertinggi yaitu Stasiun Bogor jumlah pengguna selama periode Nataru di angka 1.030.47 orang. Data tersebut merupakan hasil dari keseluruhan pengguna Commuter Line dari arah Jakarta yang menuju ke Stasiun Bogor untuk berwisata.

Mendengar kabar dari berbagai laman di media sosial bahwa rencana akses pintu Stasiun Bogor akan dilakukan penutupan untuk penumpang Commuter Line yang berada di Stasiun Bogor. Penutupan tersebut merupakan usulan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan kebijakan yang direncanakan. Akses pintu Stasiun Bogor yang akan dilakukan penutupan adalah akses pintu timur stasiun.

Pintu Timur Stasiun Bogor yang diusulkan untuk ditutup berada di Jalan Nyi Raja Permas atau berhadapan dengan kawasan Alun Alun Kota Bogor. Dari informasi yang dikutip dari laman Radar Bogor bahwa Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi mengatakan penutupan Pintu Timur Stasiun Bogor tidak untuk semua akses. Usulan itu hanya berlaku bagi penumpang yang hendak keluar saja serta mengurai kepadatan yang selama ini terjadi di kawasan Alun Alun Kota Bogor dan Jalan Nyi Raja Permas.

Setiap hari libur, warga yang datang ke Alun Alun Kota Bogor sendiri mencapai lebih dari seribu. Sehingga penutupan itu, bagian dari langkah penataan. Usulan menutup pintu bagian timur Stasiun Bogor ini pun belum dipastikan atau masih dalam perencanaan. Pemkot Bogor masih menempuh beberapa langkah strategis lainnya untuk merealisasikan rencana tersebut.

Chusnul menambahkan pengunjung Alun Alun Kota Bogor diminta untuk tetap menajaga kebersihan. Mereka juga diimbau untuk bisa menjaga ketertiban. Sementara itu untuk pedagang asongan dan Pedagang Kaki Lima (PKL) juga agar tidak berdagang di dalam Alun Alun. Karena bisa merusak estetika keindahan dan kenyaman dari Alun Alun itu.

Sebelumnya selain pintu timur, Stasiun Bogor memiliki beberapa pintu keluar dan masuk di titik lainnya dengan penataan ulang agar mudah diakses penumpang. penataan ulang akses keluar dan masuk penumpang di Stasiun Bogor dilakukan pada Sabtu, 20 Desember 2025 lalu.

Dalam kebijakan terbaru ini, gate yang sebelumnya berada dalam satu deretan kini dipisahkan ke dua titik berbeda guna meningkatkan kelancaran pergerakan penumpang. Untuk akses masuk, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) memindahkan gate ke area belakang lokasi musik. Sementara itu, gate keluar kini ditempatkan di depan gerai Alfa Ekspres.

Secara fungsional, gate yang ada tetap dapat digunakan baik untuk masuk maupun keluar apabila diperlukan dalam kondisi tertentu. PT KAI berharap perubahan ini dapat meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta efisiensi mobilitas penumpang di Stasiun Bogor, sekaligus mendukung integrasi akses antarstasiun yang berada dalam satu kawasan.

Akses Keluar Stasiun Bogor Kini Ada Dua Pintu

Pantau Kelancaran Pelayanan Selama Masa Nataru, KAI Services Andalkan Unit Command Center

Masa Nataru 2025 / 2026 baru saja berakhir pada Minggu, 4 Januari 2026. Selama masa liburan akhir tahun tersebut, KAI Services mengoperasikan unit Command Center untuk memantau semua unit pelayanan dapat berjalan dengan baik dan lancar selama 24 jam nonstop.

Pemantauan dilakukan secara real-time untuk mendeteksi dini kendala di lapangan dan pengambilan keputusan cepat. Data dari petugas lapangan langsung terhubung ke Command Center melalui sistem interkoneksi antar-aplikasi.

Menurut Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, Melalui Command Center, kami dapat memastikan seluruh layanan KAI Services tetap optimal selama periode masa Nataru 2025 / 2026 yang baru saja selesai di hari minggu 4 Januari kemarin. Dengan pemantauan 24 jam dan analisis berbasis data, setiap tantangan di lapangan dapat segera direspons secara cepat dan tepat,

“Angkutan Nataru 2025 / 2026 yang berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Puncak arus penumpang yang liburan diperkirakan pada Rabu 24 Desember 2025 terus dipantau oleh Unit Command Cemter yang mempersiapkan seluruh pekerjanya melakukan posko selama 24 jam nonstop “ ujar Nyoman dalam keterangan resminya pada (5/1).

Command Center KAI Services menjadi pusat untuk melakukan kegiatan Monitoring agar mendapatkan data yang valid dan update mengenai kondisi yang terjadi di lapangan secara real time. Command Center menampilkan data-data secara visual yang bisa menjadi tolak ukur untuk mencari solusi bila terjadi permasalahan di lapangan.

Pantau Pergerakan Penumpang KRL Jabodetabek, PT KCI Andalkan E-Ticketing Monitoring Center