Belasan Perjalanan Kereta Api Diputar, Jalur Semarang Masih Sulit Dilewati

Banjir yang menggenangi wilayah Semarang belum juga surut. Tak hanya lalu lintas jalan raya yang saja, perjalanan kereta api juga terganggu. Seperti petak antara Semarang Tawang – Alastua yang merupakan langganan banjir, meskipun rel kereta api sudah ditinggikan. Hingga saat ini beberapa pengerjaan masih dilakukan seperti penambahan batu balas.

Perjalanan kereta api pun sementara tak bisa dilewati dan harus memutar. Menurut kabar dari berbagai sumber, Sebanyak 16 rute kereta api diputar imbas ada genangan air jalur KA KM 2+8/9 antara Stasiun Semarang Tawang – Stasiun Alastua. Selain itu, penumpang di beberapa perjalanan KA juga dipindahkan.

Rangkaian kereta melewati area banjir. (Foto: Dok. KAI)

Rekayasa pola operasi jalan memutar bagi KA dilakukan untuk mengurangi dampak kelambatan lebih tinggi lagi. Seluruh rute dialihkan melewati jalur alternatif seperti Cirebon, Purwokerto, Solo, Gundih, hingga Gambringan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan pihaknya telah mengerahkan lokomotif diesel hidrolik BB 304 agar perjalanan masih bisa melintas di area yang tergenang. Namun, karena ketinggian air terus meningkat, rekayasa pola operasi akhirnya menjadi opsi terbaik agar perjalanan tetap dapat dilanjutkan dengan aman.

Sebanyak 16 KA yang diputar untuk menghindari genangan air. Berikut daftar nya:
• KA 146 Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen – Surabaya Pasarturi – Banyuwangi memutar lewat Tegal – Prupuk – Solobalapan – Gundih – Gambringan
• KA 271 Airlangga relasi Surabaya Pasarturi – Pasar Senen memutar lewat Gambringan – Gundih – Solobalapan – Cirebon Prujakan
• KA 152 Brantas relasi Pasar Senen – Blitar memutar lewat Cirebon Prujakan – Purwokerto – Solobalapan
• KA 254 Kertajaya relasi Pasar Senen – Surabaya Pasarturi memutar lewat Cirebon Prujakan – Solobalapan – Surabaya Pasarturi
• KA 151 Brantas relasi Blitar – Pasar Senen memutar lewat Solobalapan – Purwokerto – Cirebon Prujakan.
• KA 163 Gumarang relasi Surabaya Pasarturi – Pasarsenen memutar lewat Gambringan – Gundih – Solobalapan – Cirebon
• KA 32 Pandalungan relasi Gambir – Jember memutar via Cirebon – Solo – Surabaya Pasarturi
• KA 4 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir – Surabaya Pasarturi memutar via Cirebon – Solo – Surabaya Pasarturi
• KA 30 Anjasmoro relasi Gambir – Surabaya Pasarturi memutar via Cirebon – Solo – Surabaya Pasarturi
• KA 92 Jayabaya relasi Pasarsenen – Malang memutar via Cirebon – Solo – Gundih – Gambringan
• KA 38 Brawijaya relasi Gambir – Malang memutar via Cirebon – Purwokerto – Solo
• KA 91 Jayabaya relasi Malang – Pasarsenen memutar lewat Cirebon – Solobalapan – Gundih – Gambringan
• KA 31 Pandalungan relasi Jember – Gambir memutar lewat Surabaya Pasarturi – Surabaya Gubeng – Solobalapan – Cirebon
• KA 3 Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi memutar lewat Surabaya Pasarturi – Surabaya Gubeng – Solobalapan – Cirebon
• KA 253 Kertajaya relasi Surabaya Pasarturi memutar lewat Surabaya Pasarturi – Surabaya Gubeng – Solobalapan – Cirebon
• KA 37 Brawijaya relasi Malang – Gambir memutar lewat Solobalapan – Purwokerto – Cirebon

Tentunya, dampak perubahan jalur ini merupakan bentuk adaptasi operasional untuk mengurangi dampak keterlambatan yang lebih besar. KAI pun memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pelanggan dan kami sedang berupaya secara maksimal agar seluruh perjalanan KA dapat kembali normal.

Yuk, Kenalan dengan Djoko Tingkir – Sang Kereta Penolong

Mulai Januari 2026, Trip.com Jual Tiket Kereta Cepat Whoosh

Trip.com, salah satu penyedia layanan perjalanan online global, hari ini mengumumkan kerja sama strategis dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator kereta cepat Indonesia; Whoosh, untuk mengintegrasikan penjualan tiket ke platform Trip.com.

Mulai Januari 2026, wisatawan dari seluruh dunia dapat memesan tiket Whoosh secara langsung melalui aplikasi dan situs web
Trip.com.

Kolaborasi ini bertujuan untuk menghubungkan wisatawan internasional dengan layanan kereta cepat di Indonesia sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalan secara signifikan, khususnya bagi traveler dari target pasar utama, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Dalam kolaborasi ini, Trip.com berperan sebagai penyedia layanan terintegrasi yang siap memenuhi seluruh kebutuhan wisatawan saat bepergian, mulai dari tiket kereta cepat hingga tiket pesawat, hotel, atau atraksi wisata lokal.

Whoosh telah mentransformasi perjalanan antara Jakarta dan Bandung karena mampu menempuh jarak 142 kilometer hanya dalam waktu 45 menit. Popularitasnya kian meroket setelah berhasil melayani lebih dari 6 juta penumpang pada tahun 2024, serta lebih dari 3 juta penumpang pada paruh pertama tahun 2025.

Untuk merayakan peresmian kerja sama ini, Trip.com dan KCIC akan memberikan promosi eksklusif dan paket perjalanan spesial menjelang tanggal peluncuran layanan.

Selain itu, Trip.com juga baru saja membuka kantor baru di BSD City, Tangerang, yang berfungsi sebagai pusat operasional lokal untuk memperkuat kolaborasi dengan instansi pemerintah, maskapai penerbangan, grup hotel, serta mitra pembayaran.

Shanghai Maglev – Kereta Bandara Tercepat di Dunia, Bisa ‘Ngewhoosh’ Sampai 500 Km per Jam

Tragedi Lion Air JT 610: 13 Menit Maut di Udara dan Drama Pencarian Kotak Hitam

Tujuh tahun telah berlalu sejak musibah dirgantara yang tidak terlupakan dalam sejarah penerbangan di Indonesia. 29 Oktober 2018 menjadi tanggal kelam bagi sejarah penerbangan Indonesia. Boeing 737 MAX 8 milik maskapai Lion Air, dengan nomor penerbangan JT 610 dan rute Jakarta–Pangkal Pinang, menghilang dari radar dan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Insiden yang menewaskan 189 orang ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga membuka kotak pandora yang mengguncang industri aviasi global.

Pesawat PK-LQP yang mengalami kecelakaan adalah armada Boeing 737 MAX 8 yang tergolong baru, baru beroperasi selama kurang dari tiga bulan. Pagi itu, penerbangan JT 610 lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 06.20 WIB.

Namun, hanya berselang 13 menit kemudian, tepat pukul 06.33 WIB, kontak dengan pesawat tersebut hilang secara tiba-tiba. Data penerbangan menunjukkan pola pergerakan yang tidak normal: pesawat berjuang dengan fluktuasi kecepatan dan ketinggian. Pilot sempat meminta izin kembali ke bandara (return to base), tetapi permintaan tersebut tidak sempat terealisasi.

Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kemudian mengungkap bahwa pesawat telah mengalami masalah teknis yang sama—ketidaksesuaian data sensor—pada penerbangan sebelumnya, namun perbaikan yang dilakukan tidak optimal.

Bingung dengan ‘Bahasa Teknis’ di Laporan Akhir KNKT Seputar JT-610? Ini Penjelasannya!

Setelah laporan hilang kontak, Basarnas mengumumkan bahwa pesawat dipastikan jatuh dan hancur berkeping-keping di Laut Jawa, sekitar 30-35 meter di bawah permukaan laut. Tidak ada satu pun dari 189 orang di dalamnya (181 penumpang dan 8 awak pesawat) yang ditemukan selamat.

Korban jiwa terdiri dari penumpang sipil, termasuk ASN dari berbagai kementerian dan lembaga yang bertugas di Pangkal Pinang, serta anggota keluarga. Proses identifikasi massal dilakukan secara dramatis di Jakarta untuk memberikan kepastian kepada keluarga yang menunggu dalam ketidakpastian.

Drama Pencarian Kotak Hitam
Mencari bangkai pesawat yang tenggelam di dasar laut yang berlumpur bukanlah pekerjaan mudah. Operasi pencarian menjadi sorotan nasional, terutama untuk menemukan dua “kotak hitam” yang menyimpan kunci misteri: Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).

Hasil CVR Lion Air JT-610 Bocor ke Publik, KNKT Tegaskan Datanya Tidak Sama

Tiga hari setelah kecelakaan, pada 1 November 2018, tim penyelam gabungan berhasil menemukan FDR. Penemuan ini penuh perjuangan. Penyelam harus melawan arus bawah laut yang kencang dan jarak pandang yang minim. Beberapa penyelam menceritakan bagaimana mereka harus menggali ke dalam lumpur di dasar laut setelah alat pendeteksi sinyal ping memberikan indikasi kuat.

Namun, CVR, yang merekam percakapan di kokpit, baru berhasil ditemukan pada 14 Januari 2019 atau tiga bulan setelah insiden. Bagian penting kedua ini juga ditemukan terkubur di dasar laut.

Kesimpulan yang Mengguncang Dunia
Data dari kotak hitam akhirnya menguak penyebab utama: cacat pada desain sistem MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) di pesawat Boeing 737 MAX.

MCAS dirancang untuk mencegah hidung pesawat terangkat terlalu tinggi (stall). Namun, sistem tersebut mengandalkan satu sensor Angle of Attack (AoA) saja. Ketika sensor AoA rusak (akibat salah kalibrasi pasca perbaikan) dan memberikan data yang salah, MCAS secara otomatis dan berulang kali memaksa hidung pesawat menukik tajam ke bawah.

Serupa Kasus Lion Air JT-610, Kuat Dugaan Sensor Angle-of-Attack Ethiopian Airlines ET-302 Juga Bermasalah

Pilot berjuang keras selama penerbangan 13 menit untuk mengangkat hidung pesawat, tetapi ketidaktahuan mereka akan keberadaan MCAS (yang tidak ada dalam manual pelatihan) membuat perjuangan tersebut sia-sia.

Tragedi Lion Air JT 610 ini menjadi peringatan keras pertama tentang bahaya 737 MAX, yang kemudian disusul oleh kecelakaan Ethiopian Airlines ET 302. Insiden ini mengubah regulasi penerbangan, memaksa penarikan global (grounding) seluruh armada Boeing 737 MAX, dan menekankan pentingnya transparansi desain pesawat kepada pilot.

Keadaan Darurat, Jalur Cabang Kereta Api Jadi Solusi Tepat, Ini Lokasinya

Jalur kereta api di Indonesia khususnya di Pulau Jawa masih ada beberapa jalur pintas (shortcut). Jalur pintas ini merupakan jalur cabang yang berada di beberapa wilayah yang fungsinya bisa digunakan dalam keadaan darurat. Jalur kereta api mulai dari barat hingga timur Pulau Jawa memiliki 2 wilayah yaitu wilayah utara dan selatan.

Nah, jalur cabang tersebut hingga kini masih aktif dan dilewati kereta api reguler setiap harinya. Selain itu jalur cabang juga digunakan kereta api untuk jalur alternatif. Tak hanya jalan raya yang memiliki jalur alternatif, begitu pun dengan kereta api. Misalnya pada jalur utama terjadi masalah atau tragedi rintang jalan, seperti kecelakaan atau musibah dari bencana alam.

Lokasi-lokasi jalur cabang kereta api yang biasa digunakan untuk perjalanan memutar tersebut adalah Stasiun Cikampek, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Kroya, Stasiun Tegal, Stasiun Prupuk, Stasiun Brumbung, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Kertosono, Stasiun Tarik, Stasiun Sidoarjo, Stasiun Bangil, dan Stasiun Wonokromo.

Ilustrasi percabangan jalur kereta api. (Foto: Dok. Istimewa)

Kereta api yang mengalami Peristiwa Luar Biasa Hebat (PLH) yang hingga menutup jalur lainnya, pastinya membuat kereta api lainnya harus melewati jalur alternatif (memutar). Jalur cabanglah yang menjadi acuan utama untuk tetap melancarkan perjalanan kereta api meski waktu tempuh lebih lama.

Selanjutnya baru-baru ini jalur kereta api menghadapi cuaca yang tidak bersahabat di wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ya, banjir yang merendam wilayah tersebut membuat jalur kereta api ikut terendam akibat hujan yang mengguyur lebat. Akibatnya kereta api yang melewati wilayah Semarang terpaksa harus memutar melewati Surabaya dan Tegal. Bahkan sebelumnya kereta api mengalami keterlambatan bahkan dibatalkan.

Sebanyak empat kereta perjalanannya dibatalkan yaitu KA 189 Joglosemarkerto batal sepanjang relasi Alastua-Semarang Tawang KA 262, Blora Jaya batal sepanjang relasi Semarang Poncol-Alastua, KA 265 Ambarawa Ekspres batal sepanjang relasi Alastua-Semarang Poncol KA 231/232 Banyubiru batal sepanjang relasi Solo-Semarang Tawang.

Beberapa kereta api lainnya tetap melakukan perjalanan dengan dialihkan ke jalur memutar atau shortcut. Alasannya supaya penumpang tetap melanjutkan perjalanan walaupun alami keterlambatan. Karena faktor alam pun terkadang tidak diprediksi.

Hampir Punah! KAI Gandeng Komunitas Kereta Api Rawat Cagar Budaya Corong Air

Ini yang Terjadi Jika Jalur KA Rangkasbitung – Pandeglang Kembali Dioperasikan

Masyarakat khususnya yang berdomisili di Provinsi Banten, pasti sudah tak sabar menunggu pengoperasian kereta api (KA) di jalur Rangkasbitung – Pandeglang. Diketahui kawasan Pandeglang sudah sangat lama tak tersentuh kereta api lagi. Saat ini hanya ada beberapa rel yang tersisa dan bangunan stasiun di Pandeglang yang masih berdiri kokoh termasuk corong air bekas pengisian lokomotif uap yang saat ini sudah terawat.

Jalur kereta api Rangkasbitung – Labuan yang dibangun pada tahun 1908 ini memang berencana akan kembali dibuka dan mendapatkan sambutan baik dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat hingga kepala daerah, khususnya warga Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, reaktivasi jalur kereta tersebut diyakini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Nah, inilah dampak yang terjadi jika kereta api beroperasi di jalur tersebut. Reaktivasi jalur KA ini diperkirakan akan meningkatkan konektivitas di beberapa titik, meski dampaknya terhadap angkutan barang dari Rangkasbitung–Pandeglang tidak signifikan.

Jalur reaktivasi juga direncanakan mencakup beberapa titik stasiun, mulai dari Rangkasbitung, Kadomas, Pandeglang, Saketi, hingga Labuan. Meski begitu, sejumlah lahan jalur kereta saat ini sudah beralih fungsi, bahkan terdapat pemukiman di atas rel milik PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI).

Seorang warga berjalan diatas Jembatan Cirende yang merupakan jalur kereta api non aktif Rangkasbitung – Pandeglang. (Foto: Dok. Antara)

Pemprov Banten akan memulai tahapan persiapan pada tahun 2026, yang meliputi sosialisasi kepada masyarakat, sterilisasi jalur, serta kajian teknis. Semua langkah tersebut merupakan bagian penting dalam merealisasikan proyek reaktivasi yang sempat lama tertunda. Adapun reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung – Pandeglang akan memasuki tahap konstruksi pada tahun 2027.

Sistem persinyalan yang nantinya digunakan adalah mencakup secara elektrifikasi. PT KAI juga akan meningkatkan sistem persinyalan di jalur Tanah Abang–Rangkasbitung. Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik langkah ini dan berharap teknologi modern terus diterapkan di Banten. Digunakannya sistem elektrifikasi tersebut merupakan bagian dari transformasi transportasi nasional menuju moda yang lebih ramah lingkungan.
Dari berbagai sumber mengabarkan, jalur sepanjang 19 kilometer dari Rangkasbitung ke Pandeglang tersebut masuk dalam program reaktivasi jangka menengah. Proses reaktivasi ini telah ditunda dari target awal 2025 dan diharapkan dimulai pada tahun 2026, dengan dimulai dengan pembebasan lahan.

Berharap, reaktivasi jalur kereta ini diharapkan dapat segera terwujud guna meningkatkan mobilitas dan distribusi logistik, serta pemerataan pembangunan di Banten. Dan juga menjadi perjalanan singkat menuju sentra wisata yang ada di Pandeglang.

Menyusuri Sejarah Kereta Api: Prasasti Corong Air, Bukti Kokoh Jalur Kuno Rangkasbitung–Pandeglang

Stasiun Soka: Dulu Tempat Persilangan, Sekarang Jadi Tempat Kulineran

Destinasi wisata ke Kota Kebumen menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung. Apalagi masyarakat dari berbagai daerah di Pulau Jawa menggunakan sarana transportasi kereta api. Kota Kebumen yang dijuluki Kota Beriman ini, menawarkan tempat-tempat menarik khususnya kuliner.

Beragam khas kuliner yang disajikan membuat masyarakat yang berkunjung makin penasaran dan menambah pengalaman dalam berwisata. Beragam lokasi kuliner tentu sudah biasa menjajakan dipinggir jalan raya. Tapi bagaimana mencoba kuliner yang dulunya merupakan stasiun kereta api (KA) yang dulunya sempat aktif?

Ya, masih si wilayah Kota Kebumen, ada sebuah stasiun yang dijadikan tempat kuliner unik yang dulunya tempat beroperasi kereta api untuk kedatangan dan keberangkatan. Namanya Stasiun Soka. Nah, stasiun ini merupakan stasiun kecil yang sudah tidak aktif digunakan untuk operasional KA.

Tak cuma bangunannya yang kecil, ternyata stasiun ini juga terkenal dengan lokasinya yang memiliki ciri khas daerah tersebut. Masyarakat sekitar sangat kenal dengan Stasiun Soka ini yang lokasinya dekat dengan kawasan industri genting yang dinamakan Genting Soka.

Saat ini Stasiun Soka yang sudah tidak melayani operasional KA disulap menjadi tempat kuliner yang bernama Warung Sepur. Ya, lokasi yang digunakan adalah Stasiun Soka itu sendiri. Tak Cuma menikmati hidangan, pengunjung yang datang juga bisa menikmati pemandangan lajunya kereta api yang melintas dari barat maupun timur stasiun.

Stasiun Soka yang diubah menjadi tempat kuliner.

Dengan lahan yang disulap menjadi area tempat makan, Warung Sepur memiliki tempat yang lebih nyaman dan ramaah bagi pengunjung yang menikmatinya. Tak hanya itu, rimbunan pohon jati menambah suasana menjadi lebih terlihat hijau.

Bagi penikmat hobi kereta api, sepertinya tempat ini sangat cocok untuk mengabadikan KA yang lewat sekaligus icip-icip makanan khas Warung Sepur dengan harga yang cukup terjangkau.

Diketahui, Stasiun Soka bisa dikatakan masuk kategori kecil. Namun, fungsi dan peranannya sangat besar di zaman Kolonial Belanda hingga tahun 2019. Nuansa bangunan era Kolonial masih begitu terasa. Kokoh, dinding tebal, pintu dan jendela campuran model krepyak dan lokal.

Bangunan Stasiun Soka juga memiliki bentuk dan modelnya tidak jauh beda dengan stasiun kecil lain, salah satunya di Wonosari. Bentuk bangunan utamanya memanjang persegi empat, lengkap dengan pintu-jendela yang masih cukup kuat. Atapnya terbuat dari kayu sebagai penopangnya.

Selain itu, saat Stasiun Soka masih beroperasi, banyak kereta api yang singgah untuk pergantian jalur. Karena waktu itu jalur kereta api di sepanjang Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto masih menggunaka satu jalur (single track). Tak heran, KA yang berada di Stasiun Soka harus berhenti untuk pergantian jalur. Diketahui Stasiun Soka saat itu hanya memiliki dua jalur aktif yang tersedia.

“Baso,” Bukan Cuma Makanan, Tapi Juga Nama Bekas Stasiun di Sumatera Barat

Anjlok Terus Berulang, Pemerintah Mewajibkan KAI untuk Lakukan Audit Para Pekerjanya

Sabtu (25/10) kemarin, publik dikejutkan dengan adanya peristiwa yang tidak diduga pada perjalanan kereta api. Peristiwa anjloknya kereta api (KA) Purwojaya Fakultatif rute Gambir ~ Cilacap di Stasiun Kedunggedeh ramai di media sosial. Berbagai gambaran video dan foto yang berkaitan dengan tragedi anjloknya KA tersebut telah tersebar di masyarakat.

Rangkaian KA Purwojaya yang anjlok di Stasiun Kedunggedeh. (Foto: Dok. KAI)

Mengejutkan sekaligus tak disangka akibat peristiwa tersebut perjalanan KA terganggu hingga berjam-jam lamanya. Bahkan hingga menggunakan rangkaian darurat karena kereta api yang semestinya datang tepat waktu, ternyata terlambat hingga di stasiun tujuan. Pun berbagai stasiun yang searah dengan lokasi anjlok dipenuhi dengan kereta api jarak jauh yang menunggu giliran untuk berjalan.

Akibat peristiwa tersebut, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menyampaikan permintaan maaf atas anjloknya kereta Purwojaya relasi Gambir – Kroya saat melintas di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh km 56+1/2, pada Sabtu (25/10) pukul 14.14 WIB.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan bahwa informasi pertama anjloknya KA tersebut karena adanya laporan dari masinis KA 58F yang melaporkan adanya anjlokan dua kereta bagian belakang sesaat setelah melintas di jalur emplasemen Kedunggedeh, adapun stamformasi rangkaian KA purwojaya 1 Lokomotif 8 K1 (kelas ekskutif) 1KM (Kereta Makan) dan 1 Kereta Pembangkit Dengan volume sebanyak 232 penumpang.

Selain kejadian yang menimpa KA Purwojaya, sebelumnya di bulan yang tepatnya pada Rabu (22/10) Kereta Rel Listrik (KRL) juga mengalami peristiwa anjlok di rel wesel Stasiun Rangkasbitung. Peristiwa itu terjadi ketika KRL dengan tujuan Tanah Abang bertolak dari Stasiun Rangkasbitung. Namun, beberapa saat kemudian kereta mengalami anjlok.

Imbas dari insiden itu, perjalanan Commuter Line dari dan menuju Stasiun Rangkasbitung sementara hanya bisa dilayani melalui satu jalur. Dalam laman Instagram @commuterline juga menjelaskan bahwa KAI commuter akan melakukan rekayasa perjalanan untuk mengurangi keterlambatan.

Dari dua kejadian tersebut ternyata disorot Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda. Ia mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan audit keselamatan independen untuk memastikan objektifitas rekomendasi perbaikan layanan kereta api di tanah air.

Seperti pada Agustus lalu setidaknya ada tiga kasus yakni anjloknya KA Argo Bromo di Subang, KRL di Stasiun Jakarta Kota, lalu ada Kereta Kuala Stabas di Lampung. Bulan ini kembali terjadi yakni Kereta Purwojaya di Kedunggedeh Bekasi.

Dia menegaskan tingginya intensitas kereta anjlok merupakan bentuk krisis keselamatan transportasi di tanah air. Menurutnya ada tiga masalah utama yang seringkali menjadi pemicu kecelakaan kereta api di Indonesia yakni usia prasarana, akumulasi kerusakan sarana, dan adanya cacat prosedur operasional.

Langkah tersebut di antaranya melakukan peremajaan infrastruktur dengan teknologi terbaru. Jalur rel yang berusia tua harus diremajakan. Selain itu harus ada teknologi pengawasan rel seperti track geometry measurement system untuk memindai kerusakan rel secara otomatis.

Usianya Lebih dari Satu Abad, Stasiun Karawang Masih Terlihat Megah dan Makin Eksis

Jalur Kereta Api di Wilayah Ini Tak Tersentuh Jalur Ganda Sama Sekali

Era kemajuan kereta api di Indonesia memang sudah terlihat dari berbagai infrastruktur dan bangunan. Seperti rangkaian kereta yang sudah di modifikasi menjadi tingkat kenyamanan yang tinggi, fasilitas di kereta maupun stasiun yang modern, serta jalur ganda kereta api yang sudah tersebar di berbagai wilayah.

Dari berbagai kemajuan pembangunan tersebut ternyata masih ada yang mempertahankan keasliannya, seperti bangunan stasiun yang kental akan cagar budaya dan jalur tunggal kereta api di beberapa wilayah. Nah, ternyata masih ada wilayah kereta api yang masih dipertahankan jalur tunggalnya, padahal disaat wilayah lain sudah harus menggunakan jalur ganda.

Stasiun Ketapang merupakan stasiun ujung timur Pulau Jawa, yang memasuki wilayah Daop 9 Jember. (Foto: Dok. Istimewa)

Wilayah ini berada di Daerah Operasi (Daop) 9 Jember. Bagi kalian yang pernah naik kereta api ke wilayah tersebut mungkin tahu bahkan hafal sekali bahwa jalur tersebut hanya memiliki jalur tunggal. Stasiun yang dilewati wilayah Daop 9 Jember ini meliputi:
• Stasiun Pasuruan
• Stasjun Rejoso
• Stasiun Grati
• Stasiun Bayeman
• Stasiun Probolinggo
• Stasiun Leces
• Stasiun Malasan
• Stasiun Ranuyoso
• Stasiun Klakah
• Stasiun Randuagung
• Stasiun Jatiroto
• Stasiun Tanggul
• Stasiun Bangsalsari
• Stasiun Rambipuji
• Stasiun Mangli
• Stasiun Jember
• Stasiun Arjasa
• Stasiun Kotok
• Stasiun Kalisat
• Stasiun Ledokombo
• Stasiun Sempolan
• Stasiun Garahan
• Stasiub Mrawan
• Stasiun Kalibaru
• Stasiun Glenmore
• Stasiun Sumberwadung
• Stasiun Kalisetail
• Stasiun Temuguruh
• Stasiun Singojuruh
• Stasiun Rogojampi
• Stasiun Banyuwangi Kota
• Stasiun Argopuro
• Stasiun Ketapang

Uniknya, stasiun-stasiun yang dilewati kereta api di Daop 9 Jember ini mayoritas masih menggunakan persinyalan mekanik. Selain itu kebanyakan bangunan stasiunnya pun masih tergolong cagar budaya PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI).

Seperti beberapa area di wilayah Daop 2 Bandung, jalur ini masih menggunakan jalur tunggal. Mengingat area yang dilewati masih memiliki bukit terjal dan terdapat terowongan yang mungkin sulit untuk ditembus jika membuat jalur ganda. Selain itu kereta api yang melintas juga tergolong sedikit dibanding wilayah lain yang memiliki perjalanan kereta apinya lebih ramai.

Meski begitu, wilayah Daop 9 Jember masih memiliki panorama yang menawan. Justru dari pengalaman masyarakat penggemar kereta api, walaupun masih memiliki jalur jalur tunggal tapi momen terbaiknya adalah saat di berhenti di stasiun untuk menunggu pergantian jalur (bersilang) dengan kereta api yang berlawanan arah.

Melayani Aspirasi Masyarakat, KA Pandawangi Tambah 6 Perhentian Stasiun Baru di Daop 9 Jember

Ada Aturannya, Lho! Inilah Tips Saat Gunakan Toilet Kereta Api dengan Benar

Kamar kecil atau toilet merupakan bagian yang tak bisa ditiadakan pada kereta penumpang. Fasilitas yang dibutuhkan penumpang ini tentu memiliki bentuk dan desain interior yang berbeda sesuai kelas keretanya. Seperti pada toilet kelas ekonomi dan eksekutif yang didesain berbeda.

Toilet kereta api yang saat ini semakin nyaman digunakan semula merupakan terobosan bagus saat Ignasius Jonan yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI). Ia menginginkan toilet khususnya di kereta tidak boleh kalah dengan toilet bandara.

Upaya PT KAI untuk menerapkan Toilet Ramah Lingkungan (TRL) juga menjadi sisi perubahan yang positif. Hingga saat ini penumpang yang menggunakan toilet sudah merasa nyaman, rapi dan bersih. Karena petugas kebersihan diatas kereta acap kali membersihkan toilet saat setelah penumpang menggunakannya.

Karena merupakan fasilitas umum, perlu adanya kesadaran dan tanggung jawab dalam diri penumpang saat menggunakannya. Beberapa aturan tertulis tentang menjaga kebersihan juga sudah dipajang di sana. Sayangnya, tak sedikit orang yang masih kurang memerhatikan hal tersebut.

Toilet kereta api.

Nah, supaya toilet tetap bersih dan nyaman, berikut kabarpenumpang memberikan tips saat menggunakan toilet, berikut ini:

1. Tutup dan kunci pintu dengan benar
Pintu toilet kereta didesain khusus, agar mudah dibuka dan ditutup penumpang. Saat masuk ke dalamnya, pastikan sudah menutup dan mengunci pintu dengan baik. Jika menutupnya dengan baik, tanda bahwa toilet sedang digunakan akan menyala dan terlihat dari dalam ruangan penumpang (pada kereta eksekutif/ekonomi premium). Orang lain pun tahu dan tidak akan membuka pintu toilet sembarangan.

2. Jangan merokok di dalam toilet
Semua perjalanan kereta api harus bebas rokok, termasuk di dalam toilet. Banyak kejadian penumpang yang tidak tahan, akhirnya merokok di dalam toilet. Jika ketahuan, petugas akan menurunkan penumpang tersebut langsung di stasiun selanjutnya tanpa ada toleransi. Selain itu, merokok di dalam toilet juga akan membuat baunya menempel di ruangan dan membutuhkan waktu lama untuk menghilangkannya. Penumpang berikutnya akan merasa terganggu saat hendak menggunakan toilet tersebut.

3. Hindari menggunakan toilet saat kereta berhenti
Ada aturan tertulis yang biasanya dipajang di pintu toilet tentang waktu yang tepat untuk menggunakannya, yakni saat kereta berjalan. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Dahulu, sebagian besar kereta menggunakan sistem pembuangan kotoran langsung.

Meskipun sudah menerapkan teknologi TRL, penumpang tetap diimbau untuk tidak menggunakan toilet saat kereta berhenti di stasiun. Salah satu alasannya adalah lubang ventilasi atau jendela toilet cukup rendah, sehingga ada kemungkinan terlihat dari luar, jika tidak ditutup dengan baik.

4. Pastikan toilet dalam keadaan bersih setelah digunakan
Setelah menggunakan toilet, pastikan kondisinya bersih. Kloset dalam keadaan sudah di-flush, tidak ada sampah tisu di wastafel atau lantai, serta pembalut atau kotoran lainnya sudah dibuang di tempat sampah. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab saat menggunakan fasilitas umum. Setelah melakukan kebersihan toilet, membuat penumpang selanjutnya nyaman saat hendak menggunakannya.

5. Gunakan fasilitas dengan bijak
Di dalam toilet kereta api, terdapat berbagai fasilitas umum yang bisa digunakan. Mulai dari sabun cuci tangan, tisu, kantong plastik, dan air. Gunakan fasilitas tersebut dengan bijak dan tidak boros. Selesai menggunakan tisu, plastik, atau pembalut, langsung buang ke tempat sampah yang disediakan.

Itulah tips cara menggunakan toilet kereta api agar baik dan benar. Dengan mengikuti tips-tips di atas, pengalaman menggunakan toilet selama perjalanan kereta bisa jadi lebih nyaman dan aman.

Di Balik Toilet Kereta Api yang Nyaman, Jangan Lupa ada Jasa Petugas Pengisian Air

Wow! Stasiun Purwokerto Bakal Punya Peron Tinggi, Kira-kira Selesai Kapan Ya?

Stasiun Purwokerto merupakan stasiun besar yang sangat ramai didatangi wisatawan dari berbagai wilayah. Apalagi kereta api yang singgah di stasiun ini memang wajib untuk berhenti.

Tak hanya itu, dari segi harga tiket kereta api menuju Stasiun Purwokerto pun bervariasi. Mulai dari harga yang terendah dari subsidi pemerintah, hingga harga yang paling mahal sekelas eksekutif dan wisata.

Stasiun Purwokerto terletak di pusat Kota Purwokerto, Jawa Tengah. Lokasinya menjadikan stasiun ini sebagai titik transit strategis untuk menjangkau berbagai destinasi populer dan fasilitas kota.

Sejarah pun menyebutkan bahwa Stasiun Purwokerto merupakan salah satu stasiun kereta api utama di Jawa Tengah yang mulai beroperasi sejak tahun 1916. Dibangun oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS), stasiun ini awalnya dirancang sebagai penghubung jalur selatan Pulau Jawa.

Arsitektur khas kolonial yang masih terjaga hingga kini menjadi daya tarik tersendiri bagi para penumpang dan pengunjung. Selain nilai historisnya, stasiun ini memiliki fasilitas modern yang menunjang kenyamanan perjalanan penumpang.

Ya, kenyamanan inilah yang membuat Stasiun Purwokerto kini akan memiliki wajah baru. Wajah baru yang membuat penumpang merasa mudah saat naik dan turun kereta api. Karena bagian peron stasiun ini akan di tinggikan.

Pengerjaan peron tinggi di Stasiun Purwokerto. (Foto: Dok. KAI)

Hingga pertengahan Oktober 2025, proyek peningkatan fasilitas tersebut telah mencapai 66,5 persen dan ditargetkan rampung pada 14 Desember 2025. Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Persero (KAK) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto, Krisbiyantoro yang dikutip dari laman RRI, menjelaskan bahwa pembangunan peron tinggi ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pelanggan saat naik dan turun kereta api.

Peron tinggi tersebut dirancang dengan standar ketinggian 100 sentimeter dari kop rel, menyesuaikan dengan desain pintu kereta jarak jauh dan menengah. Selama proses pembangunan, KAI memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan normal.

Peningkatan jumlah pelanggan juga mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan KAI. Faktor pendukungnya antara lain peningkatan kualitas layanan, keandalan waktu tempuh, serta kenyamanan fasilitas stasiun dan rangkaian kereta yang terus diperbarui.

Mengenang Purwokerto Timur, Stasiun Termegah yang Bernilai Sejarah