Ini yang Dilakukan Pilot dan Pramugari Saat Terjadi Kebakaran di Kabin Pesawat

0
Ilustrasi kebakaran di kabin pesawat. Foto: Istimewa

Kebakaran di dalam kabin tentu bukan keinginan siapapun. Namun, ketika itu terjadi, kru penerbangan, dalam hal ini pilot dan pramugari, harus bisa menanganinya dengan porsi masing-masing.

Baca juga: Intip Dibelakang Layar Pelatihan Awak Kabin Emirates

Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait ini sendiri tidak dikeluarkan oleh masing-masing maskapai, melainkan langsung oleh Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA), Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA), dan Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA).

Menurut dokumen Advisory Circular yang diterbitkan FAA, kebarakan di kabin pesawat harus sesegera mungkin ditangani atau paling tidak sebelum 8-10 menit. Bila tidak, api akan cepat menjalar ke bagian lain kabin hingga semakin sulit ditangani. Pada akhirnya, itu bisa berujung fatal.

“Kebakaran dalam penerbangan yang dibiarkan tanpa pengawasan, terutama yang tidak dapat diakses dengan mudah, dapat menyebabkan kegagalan yang sangat besar dan mengakibatkan hilangnya pesawat sama sekali,” bunyi keterangan di FAA Advisory Circular 120-80A berjudul “In-flight fires.”

“Uji kebakaran yang dilakukan oleh berbagai otoritas pengatur telah menunjukkan bahwa api yang dibiarkan menyebar ke area atas pesawat dapat menjadi tidak terkendali dalam waktu 8–10 menit,” bunyi keterangan lainnya.

Berdasarkan dokumen tersebut, sebagaimana dikutip Simple Flying, ketika kebakaran di dalam kabin terjadi, pilot setidaknya harus melakukan empat hal.

1. Melindungi diri sendiri dengan mengenakan alat pelindung, termasuk kacamata asap dan masker oksigen.

2. Segera daratkan pesawat di bandara terdekat atau mendarat darurat di lokasi aman lainnya selain bandara. Ini termasuk berkomunikasi dengan ATC bandara terkait insiden kebakaran di dalam kabin.

Perlu dicatat, pada proses ini, FAA menekankan, mendarat sesegera mungkin dapat menentukan hasil akhir berupa keselamatan kru dan penumpang serta pesawat itu sendiri atau sebaliknya, kebakaran hebat melanda dan menewaskan penumpang, kru, serta menghanguskan pesawat.

3. Memberi tahu pramugari agar mempersiapkan pendaratan darurat.

4. Bantu memadamkan api dengan peralatan dan perlengkapan yang tersedia, jika memungkinkan.

Tak seperti pilot yang harus berkomunikasi dengan pihak eksternal, dalam hal ini ATC, pramugari praktis hanya berfokus pada kebakaran itu sendiri dan keselamatan penerbangan, termasuk penumpang dan sesama kru. Setidaknya, ada tiga hal yang wajib dilakukan pramugari ketika terjadi kebakaran di pesawat.

1. Alih profesi menjadi pemadam kebakaran. Pramugari yang sudah siap untuk memadamkan api, dibantu dengan Protective Breathing Equipment (PBE), sejenis seragam tahan panas.

Cara pramugari memadamkan api juga bergantung pada penyebab dari mana api berasal. Sebagai contoh, bila itu disebabkan baterai lithium, maka cara memadamkannya ialah menggunakan air. Selain itu, bisa menggunakan fire extinguisher.

Baca juga: Kargo di Kabin Penumpang Bikin Pramugari Beralih Fungsi Jadi ‘Petugas’ Pemadam Kebakaran

2. Berkomunikasi dengan pilot di kokpit terkait lokasi, sumber api, dan seberapa parah kebakaran. Ini termasuk meminta penumpang untuk tetap tenang dan menggunakan masker oksigen bila memungkinkan.

3. Merelokasi penumpang, mencari persediaan fire extinguisher, memberi handuk untuk penumpang agar tetap bisa bernapas, dan menjauhkan barang-barang mudah terbakar dari sumber kebakaran. Perlu dicatat, prosedur penanganan kebakaran mungkin bisa berbeda, tergantung lokasinya. Seperti di dapur, lantai, toilet, oven, dan lainnya.

Leave a Reply