Inilah Tail Stand, Alat yang Bikin Pesawat Tidak ‘Duduk’ di Bandara

0
Pesawat United Airlines terjungkal ke belakang lantaran tak memakai tail stand. Foto: Twitter @JacdecNew

Penumpang pesawat yang tak menggunakan garbarata sudah pasti melihat pesawat seolah berdiri gagah. Akan tetapi, di beberapa pesawat dan di momen tertentu, pesawat tidak lagi gagah berdiri melainkan seolah ‘duduk’ atau terjungkal ke belakang lantaran kehilangan keseimbangan akibat pergerakan orang dan barang sebelum lepas landas maupun setelah lepas landas. Di sinilah alasan mengapa tail stand penting bagi pesawat.

Baca juga: Taildragger vs Tricycle Landing Gear: Ini Perbedaan-Persamaan dan Keunggulan-Kekurangannya

Belum lama ini, sebuah pesawat bernomor registrasi N78448 jenis Boeing 737-900 milik United Airlines terjungkal di area apron bandara Lewiston, Idaho, Amerika Serikat, pada Jumat, 17 September 2021.

Penyebabnya, apalagi kalau bukan tail stand yang tidak dipasang untuk menyeimbangkan pesawat. Di samping itu, saat penumpang di bagian depan meninggalkan pesawat, penumpang di bagian belakang masih bertahan dan membuat pesawat tak seimbang.

Insiden yang dialami United Airlines yang berangkat dari Los Angeles, AS, dan mendarat di Lewiston pada pukul 17.13 waktu setempat ini terjadi saat awak maskapai menurunkan penumpang dan petugas bandara melakukan bongkar muatan pesawat.

Pesawat dengan nomor penerbangan UA2509 itu kehilangan keseimbangan dan terjungkal ke belakang hingga ekor pesawat sampai menyentuh daratan atau dalam dunia penerbangan biasa disebut tail tipping.

Secara sederhana, dilihat dengan mata telanjang, kebutuhan pesawat terhadap tail stand memang begitu kental. Lihat saja, main landing gear atau roda pendaratan pesawat di bagian belakang bisa dibilang tepat berada di tengah badan pesawat.

Sedangkan nosewheel atau nose landing gear atau roda pendaratan bagian depan melengkapi main landing gear dan menyangga pesawat agar tak terjungkal ke depan.

Sederhananya, bila bagian depan pesawat saja disangga dengan roda, mengapa di bagian belakang tidak? Padahal, jarak antara main landing gear dengan ujung bagian belakang dan depan bisa dibilang sama atau paling tidak nyaris sama.

Karena itu, tak heran bila beberapa pesawat membutuhkan tail stand sebagai ‘pengganti’ landing gear untuk menyangga bagian belakang pesawat agar tak terjungkal ke belakang.

Dilansir Simple Flying, memang tak semua pesawat membutuhkan tail stand, entah itu yang berupa tiang lurus ataupun tripod, tiga kaki dengan satu tiang tegak lurus.

Dari berbagai sumber yang dihimpun, paling tidak, pesawat yang membutuhkan tail stand hanya ada beberapa, seperti Boeing 737-900, Boeing 747 freighter atau kargo, MD-10 kargo, C172, dan lainnya. Beberapa pesawat kecil seperti ATR-42/72 series juga membutuhkan itu. Tail stand ada yang dedicated di pesawat dan ada juga yang tidak.

Baca juga: Mengapa Beberapa Bandara Berlakukan Jam Malam Penerbangan? Ini Jawabannya

Saat bongkar muat, sebelum maupun sesudah terbang, keputusan pesawat menggunakan tail stand atau tidak dimiliki oleh maskapai selaku operator dan petugas ground handling sebagai penyedia jasa layanan bandara.

Meski pesawat terjungkal akibat tak memakai tail stand tidak menyebabkan kerusakan parah pada pesawat, namun, tetap saja, itu berbahaya dan biasa mencederai penumpang maupun petugas serta tentu saja menunda penerbangan atau paling tidak aktivitas di bandara.