Mengapa Beberapa Bandara Berlakukan Jam Malam Penerbangan? Ini Jawabannya

0
Kondisi pendaratan pesawat pada malam hari, penuh dengan lampu Airfield Lighting System (AFL) sebagai alat bantu pendaratan. Foto: pics.alphacoders.com

Di banyak tempat, aktivitas penerbangan di bandara internasional semakin sibuk saat dini hari. Tetapi, di beberapa bandara, penerbangan dini hari nyaris tidak ada di bawah aturan jam malam penerbangan. Mengapa demikian?

Baca juga: Kurangi Emisi Suara di Tengah Malam, Bandara Heathrow Patok Biaya Ekstra untuk Maskapai

Diakui atau tidak, bandara memang jadi salah satu sumber kebisingan. Sedang calon penumpang pesawat saja merasa terganggu dengan suara bising mesin pesawat saat menuju bandara, sebelum masuk ke dalam terminal, apalagi warga sekitar yang jelas-jelas menghabiskan banyak waktu di sana. Pasti sangat kebisingan dan terganggu.

Setiap hari, pagi sampai sore, penduduk di sekitar bandara ‘dipaksa’ menikmati kebisingan dari suara mesin pesawat dan lainnya. Di malam hari, waktu dimana mereka seharusnya bisa menikmati kesunyian malam, juga direnggut begitu saja oleh aktivitas di bandara yang tak kenal waktu.

Namun, di beberapa negara, penduduk di sekitar bandara bisa menikmati malam dengan penuh ketenangan, jauh dari hiruk-pikuk aktivitas bandara. Itu karena bandara tersebut melakukan jam malam penerbangan.

Sebagaimana namanya, jam malam penerbangan berarti melarang penerbangan di malam hari. Biasanya dari pukul 23.00 sampai 05.00.

Sekalipun tetap ada penerbangan malam, sudah pasti harus melalui prosedur yang ketat, seperti tingkat kebisingan sangat rendah (biasanya pesawat modern semisal Embraer 195-E2) sampai menambah biaya ekstra nan mahal untuk setiap lepas landas dan mendarat. Ini umumnya membuat maskapai mau tak mau memilih mendarat di bandara yang tak menerapkan kebijakan jam malam penerbangan.

Selain itu, di bandara yang menerapkan jam malam, aktivitas penerbangan juga masih dimungkinkan terhadap pesawat yang mengalami keadaan darurat dan harus mendarat di bandara tersebut. Selebihnya, pesawat benar-benar dilarang lepas landas dan mendarat.

Dilansir Simple Flying, salah satu bandara yang menerapkan jam malam penerbangan adalah Bandara Frankfurt, Jerman, mulai dari pukul 23.00 sampai 05.00. Meski terlihat segalanya berjalan sesuai aturan, tetapi, pada prosesnya ada saja kejadian-kejadian menarik.

Disebutkan, pada tahun 2019, penerbangan Lufthansa menggunakan pesawat Airbus A340 dijadwalkan mendarat di Bandara Frankfurt sebelum pukul 23.00 atau ambang batas terakhir penerbangan. Tetapi, dalam perjalanan, terjadi keterlambatan dan dipastikan tiba di atas jam 23.00.

Alhasil, pesawat yang sudah menuju bandara terpaksa balik kanan menuju Bandara Koln. Penumpang akhirnya diangkut menggunakan bus ke Bandara Frankfurt kurang lebih dua jam perjalanan.

Di luar jam malam, Bandara Frankfurt rupanya tetap memberlakukan biaya ekstra untuk setiap kebisingan yang dihasilkan pesawat. Tahun 2015, LATAM harus membayar €869 untuk setiap pendaratan pesawat A340-300 dan €267 untuk setiap pendaratan Boeing 787 Dreamliner di Bandara Frankfurt.

Baca juga: Mengenal Polusi Suara Pesawat: Bisa Bikin Stres Sampai Kardiovaskular! Penumpang-Pilot Terdampak

Lufthansa juga demikian, harus membayar €2.173 untuk setiap pendaratan Boeing 747-400, Boeing 747-8 sebesar €1.292, dan Airbus A380 sebesar €1.298.

Sejak tahun 2012 sampai 2015, persentase biaya ekstra kebisingan di Bandara Frankfurt meningkat 120 persen. Hal ini diklaim sebagai upaya untuk mendorong maskapai agar menjalankan lebih banyak penerbangan di siang hari.