Mengenal Polusi Suara Pesawat: Bisa Bikin Stres Sampai Kardiovaskular! Penumpang-Pilot Terdampak

0
Sumber: istimewa

Polusi suara pesawat atau aircraft noise pollution sudah menjadi makanan sehari-hari bagi pekerja bandara, baik itu staf darat maupun udara. Polusi suara pesawat (disebut juga pencemaran suara) telah lama dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, seperti gangguan tidur, gangguan jantung (kardioviskular) dan stres.

Baca juga: Kurangi Emisi Suara di Tengah Malam, Bandara Heathrow Patok Biaya Ekstra untuk Maskapai

Peneliti di Inggris dan AS juga menemukan, warga yang tinggal dekat bandara internasional dan terpaksa mendengarkan suara bising pesawat memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan stroke.

Karenanya, industri kedirgantaraan global mulai mencari cara agar polusi suara pesawat dapat diminimalisir, baik melalui kebijakan ataupun inovasi teknologi.

Pada Mei tahun lalu, Bandara Heathrow, London, Inggris telah mematok biaya lebih mahal sampai lima kali lipat akibat kebisingan yang ditimbulkan untuk semua penerbangan yang tiba dan berangkat pada pukul 23.30-06.00 waktu setempat. Dengan kebijakan tersebut, diharapkan emisi atau polusi suara di jam-jam tersebut akan mengalami penurunan.

kebijakan mematok tarif lebih akibat kebisingan yang ditimbulkan maskapai bertujuan untuk membatasi jumlah penerbangan yang mengganggu komunitas atau warga di sekitar bandara. Bagi maskapai yang tetap nekat beroperasi di waktu ‘terlarang’, siap-siap saja merogoh kocek untuk membayar tagihan lima kali lipat dari tarif normal.

Juru bicara bandara tersibuk ketujuh di dunia dan paling sibuk di Eropa pada 2018 lalu dengan 80,1 juta penumpang ini mengatakan, langkah tersebut merupakan respon otoritas bandara terhadap keluhan sekaligus masukan masyarakat untuk mencari cara agar mereka bisa isitrahat dengan tenang di malam hari.

Selain itu, langkah ini juga bagian dari rencana bandara dalam memperluas area bebas polusi udara di sekitar bandara.

Dua tahun sebelumnya, atau pada Juni tahun 2018 lalu, NASA berhasil menyelesaikan serangkaian uji coba pada teknologi untuk mengurangi suara yang dihasilkan oleh airframe (rangka) pesawat dan suara yang dihasilkan saat melakukan pendaratan.

Rangkaian uji coba ini dilakukan melalui rangkaian penerbangan Acoustic Research Measurement (ARM) di Armstrong Flight Center, California, Amerika Serikat (AS).

Dihimpun dari berbagai sumber, polusi suara pesawat terbagi menjadi tiga kategori; kebisingan mekanis, kebisingan aerodinamis, dan kebisingan dari sistem pesawat.

Kebisingan mekanis biasanya terjadi saat putaran bagian-bagian mesin, seperti bilah kipas, mencapai kecepatan supersonik.

Kebisingan aerodinamis terjadi akibat dari aliran udara di sekitar permukaan pesawat, terutama saat terbang rendah dengan kecepatan tinggi.

Adapun kebisingan dari sistem pesawat merupakan sistem tekanan dan pengkondisian kokpit, kabin, dan unit daya tambahan atau auxiliary power unit (APU).

Baca juga: NASA Uji Coba Sayap Pesawat Canggih untuk Kurangi Kebisingan

Dengan kata lain, dari ketiga kategori definisi polusi suara udara di atas, bisa dibilang selama pesawat beroperasi, sekalipun belum close door, taxiing, lepas landas, terbang di udara, mendarat, sampai tiba di apron, pesawat tetap mengeluarkan suara bising. Setidaknya dari APU, ketika menunggu penumpang di apron bandara.

Lebih lanjut, efek buruk dari polusi suara pesawat bisa dibilang bukan hanya berdampak pada pekerja aviasi, mulai dari pilot, pramugari, ground handler, sampai staf darat, tetapi juga penumpang, mengingat polusi suara pesawat juga terjadi di dalam kabin.