Instrument Landing System Memungkinkan Pesawat Mendarat Ketika Berkabut

0
Sumber: shutterstock

Hingga detik ini, tidak ada yang bisa meragukan sulitnya dalam berkendara ketika turun kabut, begitu pun dengan para pilot. Nyawa dari puluhan hingga ratusan penumpang yang berada di sebuah maskapai dipertaruhkan dengan kepiawaian seorang pilot mengatasi kondisi seperti ini. Namun, seiring berjalannya waktu, sudah banyak bandara yang dilengkapi dengan Instrument Landing Systems (ILS) yang canggih, sehingga para pilot bisa mendarat dan mengudara bahkan dalam kondisi berkabut.

Baca Juga: Hang Nadim, Bandara dengan Landas Pacu Terpanjang di Indonesia

Dipelopori pada tahun 1929 silam, perengkapan ILS  dewasa ini memungkinkan awak pesawat mendekat ke arah landas pacu walaupun jarak visibilitas mereka sangat rendah, dan mereka dapat mengetahui secara real time apakah pesawat sudah sejajar dengan sumbu landasan. Tidak hanya sampai di situ, dengan adanya ILS ini, para pilot juga dapat mengetahui sudut yang tepat untuk mencapai zona touchdown dengan selamat.

Sebagaimana yang disarikan KabarPenumpang.com dari laman love2fly.iberia.com, ILS ini menggunakan beragam sinyal radio yang dipancarkan oleh peralatan pada instalasi berbasis darat, serta penyertaan peralatan on-board yang sesuai sehingga dapat menerima sinyal tersebut dan mengubahnya menjadi informasi yang relevan bagi para pilot.

Data penyelarasan sumbu landas pacu dipancarkan oleh radio dari antena yang disebut localiser, yang kerap kali ditemui di ujung landasan. Dari sinyal yang dipancarkan, pilot dapat menghitung orientasi sinyal kiri dan kanan yang diterima, dan mensejajarkan posisi pesawat dengan landas pacu. Instrumen on-board juga memungkinkan pilot mengetahui posisi pesawat terhadap landas pacu dari perbedaan intensitas sinyal yang diterima.

Baca Juga: 10 Bandara Ini Punya Landasan Paling Ekstrim

Data yang dikirim oleh ILS akan muncul di layar yang berada di dalam kokpit, bahkan beberapa model ILS mampu mengirimkan perintah pendaratan langsung ke sistem auto-pilot. Apabila Anda berpikiran lampu landas pacu merupakan bagian dari ILS, maka Anda salah besar. Karena lampu pada landas pacu merupakan bagian dari Approach Lighting System (ALS) yang juga berperan dalam membantu pilot melakukan pendaratan ketika kondisi berkabut.

ILS sendiri memiliki tiga kategori berbeda, yaitu kategori I, II, dan III. Masing-masing kategori memiliki ketinggian minimum untuk mendarat dan jarak pandang yang berbeda-beda. Terlepas dari kategori tersebut, di setiap pesawat harus dilengkapi dengan on-board instrument ini dan awak kapal yang terlatih untuk membaca informasi yang dikeluarkan oleh alat ini.

Baca Juga: Wow! Bekas Menara ATC ini Disulap Jadi Penthouse

Dalam prakteknya, pengendali lalu lintas udara bertanggung jawab untuk membimbing pesawat terbang menuju localiser landasan pacu saat mendekati bandara, walaupun beberapa pesawat mungkin menggunakan ILS secara bersamaan, menunjukkan rute untuk mengikuti dan menerapkan jarak pengaman yang diperlukan di antara setiap pesawat masuk yang dalam kondisi low-visibility perlu lebih besar dari biasanya. Keberadaan ILS juga bisa dijadikan sebagai pengatur keberadaan pesawat di sekitar landas pacu, sehingga jarak aman antar pesawat tetap terjaga, baik dalam kondisi berkabut ataupun cerah.

Leave a Reply