Karyawan Airbus Banting Setir Jadi Relawan Medis Selama Pandemi Corona

0
Mike, salah satu karyawan Airbus yang tergabung dalam komunitas Merseyside and Cheshire Blood Bikes (MCBB) tengah bersiap sebelum mulai mengirimkan pasokan medis ke NHS (The National Health Service) di Inggris. Foto: deeside.com

Wabah corona telah mengubah banyak hal. Tak terkecuali dengan Mike Wright. Bila biasanya ia bergelut dengan komponen-komponen pesawat di fasilitas perakitan Airbus di Broughton, Wales Utara, kini ia bersama rekan-rekannya dari komunitas Merseyside and Cheshire Blood Bikes (MCBB) lebih disibukkan dengan aktivitas sosial.

Baca juga: Kargo di Kabin Penumpang Bikin Pramugari Beralih Fungsi Jadi ‘Petugas’ Pemadam Kebakaran

Dikutip dari deeside.com, sebetulnya Mike sudah bergabung dengan komunitas tersebut sejak 18 bulan lalu. Namun, keinginannya untuk terus aktif terkadang sempat terhalang dengan pekerjaan, khususnya sebelum wabah corona menyerang akhir Desember lalu. Saat itu (sebelum wabah corona merebak), Airbus memang tengah mengalami lonjakan pesanan pesawat baru yang cuku tinggi. Tak heran bila Mike dibuat sibuk karenanya.

Akan tetapi, sejak Eropa menjadi titik episenter baru virus Cina, ditambah adanya kasus Corona yang menjangkiti karyawan Airbus, produsen pesawat tersebut pun perlahan mulai menghentikan sementara proses produksi. Otomatis, karyawan diliburkan untuk sementara waktu. Kesempatan itulah yang kemudian coba dimanfaatkan Mike untuk lebih aktif menjadi sukarelawan, dalam hal ini memberikan pasokan medis ke The National Health Service (NHS) di Inggris.

“Saya telah menjadi pendonor darah selama 40 tahun dan saya mendekati sumbangan ke-108 saya pekan depan. Teman-teman MCBB sudah jauh lebih dari itu. Awalnya, saya hanya coba berbincang dengan sukarelawan dari komunitas MCBB di rumah sakit setempat dan dari sanalah awal mula saya bergabung. Saya suka sepeda motor. Saya sudah mulai mengendarainya sejak usia 13 tahun,” ujar Mike

“Biasanya, contact person dari MCBB menerima telepon dari rumah sakit dan meminta kami untuk mengumpulkan suplai emergency. Bisa berupa apa saja, mulai dari darah, ASI, peralatan medis, atau medical notes. Contact person MCBB kemudian menghubungi anggota, termasuk saya untuk memberi arahan apa yang harus diambil dan ke mana harus mengambilnya,” lanjut Mike.

Selama pandemi corona, Mike mengaku berjibaku hampir sepanjang hari, tak kenal siang ataupun malam. Sebetulnya, sekitar 100 anggota MCBB bebas memilih waktu untuk berkotribusi, pagi, siang, ataupun malam, dalam rentang durasi 3-40 jam. Adapun Mike, selagi mampu dan sempat, ia tak mau menyianyiakan momen ini untuk mengambil durasi maksimal semata untuk membantu kebutuhan pasokan medis NHS.

Jauh sebelum benar-benar terjun ke lapangan, berjibaku sepanjang hari hingga 40 jam kerja, para anggota sudah lebih dahulu menjalani serangkaian tes, mulai dari ketahanan fisik, kemahiran dalam berkendara, hingga safety riding. Tak heran, bila pria lansia seperti Mike mampu menjalani tugas berat sebagai sukarelawan karena mereka adalah orang-orang pilihan.

Mike mengaku, apa yang ia lakukan sudah mendapat restu dari Airbus, selaku perusahaan tempatnya bekerja. Bahkan, Airbus sangat mendukung aktivitasnya tersebut dan rutin mengadakan kegiatan donor darah secara reguler di Broughton, untuk kemudian di salurkan ke NHS.

Baca juga: Maskapai Swedia dan Inggris Dorong Awak Kabin Jadi Relawan Rumah Sakit Selama Pandemi

Meskipun ia sudah cukup uzur untuk terus berjuang seperti sekarang ini, berjibaku sepanjang hari mencapai 40 jam atau dua hari non stop, ia mengaku senang atas apa yang ia kerjakan. Telebih ketika ia mendapatkan kabar gembira dari NHS bahwa banyak pasien tertolong berkat kerjasama dengan dirinya dan MCBB.

“Tapi saya suka membantu orang. Itu ditanamkan dalam diri saya ketika saya berada di Angkatan Bersenjata meskipun sebagai cadangan. Perasaan bangga, haru, dan tak bisa dijelaskan dengan kata-kata kerap saya rasakan ketika pihak rumah sakit memberitahu bahwa saya bisa membuat perbedaan besar bagi kehidupan seseorang,” tutup Mike.

Leave a Reply