Keliling Bandara dan Pesawat Lebih Mudah dengan Virtual Reality Ocean3D

0
Ilustrasi virtual reality bandara dan pesawat. Foto: airport-technology.com

Virtual reality (VR) lambat laun makin populer di dunia penerbangan. Sebab, VR dinilai sangat memudahkan calon penumpang yang memiliki berbagai kekhawatiran karena satu dan lain hal saat berkunjung ke sebuah bandara. Studi menunjukkan, satu dari empat orang di Inggris berpeluang mengidap cacat, baik fisik maupun mental, yang membuatnya khawatir menemui berbagai hal sulit saat di bandara. Karenanya, VR hadir untuk memberikan gambaran sebelum mereka berkunjung.

Baca juga: Selain Manjakan Penumpang, Layanan Virtual Reality Buka Peluang Peningkatan Laba Maskapai

Ocean3D, salah satu startup pengembang teknologi VR yang sudah berpengalaman membuat VR Kementerian Kesehatan Inggris (NHS), stasiun, hotel, dan real estate, menyebut selain sangat bermanfaat bagi penumpang, layanan teknologi VR bandara dan pesawat juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya, seperti city tour virtual bandara, hingga training karyawan.

Perusahaan yang belum lama ini memenangkan kompetisi Innovation Gateway dalam acara New Civil Engineer Future of Airports ini, memanfaatkan digital twin technology (teknologi digital twin) sebagai salah satu instrumen utama VR. Teknologi tersebut membuat VR lebih realistis, entah itu di ruang pribadi maupun di ruang publik, yang dapat diakses di semua jenis perangkat elektronik kapan dan di manapun.

Dalam prosesnya, platform VR Ocean3D juga memanfaatkan teknologi Matterport -sistem kamera dan layer yang mampu memindai sebuah area- untuk membuat model virtual reality dari sebuah lokasi. Proses ini umumnya bisa menyita waktu cukup singkat atau sebaliknya, tergantung dari luas area yang ingin dipindai atau discan.

“Ini (VR Ocean3D) mirip dengan Google Earth tetapi pada tingkat yang lebih cepat. Itulah yang diinginkan traveller awam. Semua orang ingin tahu ke mana mereka akan pergi, berapa lama mereka akan sampai di sana dan seperti apa jadinya sebelum mereka benar-benar melakukannya,” jelas direktur Ocean3D, Chris Wood, seperti dikutip dari airport-technology.com.

Setelah tayang, peta virtual Ocean3D dapat dimodifikasi dengan beberapa update terbaru dan disematkan beberapa tools seperti informasi lengkap berdasarkan lantai, video, menu, dan fitur chatting, yang pada dasarnya membuat panduan digital lengkap bandara. Tak hanya itu, untuk alasan keamanan, pengguna juga dapat mematikan kamera yang menampilkan dirinya.

Baca juga: First Airlines, “Maskapai” Jepang dengan Penerbangan Virtual Reality Pertama

Dengan berbagai kemudahan yang diberikan VR bandara dan pesawat, Ocean3D berharap penumpang jadi lebih antusias untuk bepergian, baik trip pertama maupun trip kesekian kalinya. Apalagi dalam situasi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Sebab, keraguan yang selama ini dialami sudah bisa tertangani dengan baik melalui VR; terlebih bagi penumpang berkebutuhan khusus, baik fisik maupun mental.

“Satu dari empat orang di Inggris akan memiliki beberapa bentuk kecacatan, apakah itu fisik atau mental dan kita perlu memperhatikan orang-orang itu, yang lebih dari 80 persen di antaranya akan memiliki kecacatan tak tampak (mental),” pungkas Wood.

Leave a Reply