Kereta di Jepang Gunakan Kecerdasan Buatan Guna Bantu Penumpang Disabilitas

0

Apa yang terjadi jika teknologi kereta di Jepang digabungkan dengan Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan yang menggunakan Virtual Reality (VR) atau realitas tertambah dalam membantu penumpang? Sepertinya ini akan menjadi pengalaman baru apalagi yang dibantu adalah para penumpang dengan kebutuhan khusus.

Baca juga: Doraemon Ulang Tahun Ke-50, Seibu Railway Hadirkan Kereta Bertema Robot Kucing Ikon Budaya Jepang

Saat ini Jepang sendiri membantu penyandang disabilitas dengan berbagai macam seperti menghadirkan jalur taktil berwarna kuning di sepanjang stasiun dan peron untuk penumpang tuna netra agar mudah naik dan turun kereta. Dilansir KabarPenumpang.com dari japan-forward.com (30/12/2019), tak hanya membantu penumpang tuna netra, para petugas stasiun juga dengan senang hati membantu para penyandang disabilitas lainnya ke peron dan memastikan mereka naik ke dalam kereta dengan aman.

Bahkan para petugas juga akan menghubungi kepala stasiun tempat penumpang itu tiba untuk membantu ketika keluar dari kereta api menuju peron. Namun bagaimana jika petugas stasiun tidak cukup dan banyak penumpang disabilitas yang harus dibantu? Dengan kehadiran teknologi AI, perusahaan West Japan Railway Techsia dan Mitsubishi Elektrik tengah melakukan pengembangan perangkat lunak yang memantau rekaman video dan mendeteksi apakah ada penumpang penyandang disabilitas di stasiun.

Teknologi ini juga mampu membedakan penumpang yang menggunakan kursi roda, tongkat untuk membantu jalan dan kereta dorong bayi. Nantinya setelah itu, ada atribut warna berbeda yang diberikan kepada mereka sehingga kepala stasiun dapat mengirimkan bantuan yang sesuai.

Perusahaan Jepang Omron, spesialis dalam industri elektronik dan otomasi, telah melangkah lebih jauh dengan menciptakan robot dengan menggunakan AI. Ini melewati perantara dan menciptakan sebuah mesin yang, di masa depan, dapat mengambil alih tanggung jawab pegawai stasiun yang mengawal penumpang berkebutuhan khusus ke peron.

Menggunakan peta digital stasiun, robot dihubungkan dengan kamera video yang diprogram untuk mengenali secara visual ketika seseorang dengan tongkat berjalan berdiri di area yang ditentukan. Bayangkan di masa depan ini adalah pintu masuk ke sebuah stasiun.

Robot kemudian bergerak di depan orang yang dimaksud, mengumumkan kehadirannya, dan mengajak orang tersebut untuk mengikutinya. Ada pegangan berguna yang bisa dipegang seseorang. Setelah robot membawa penumpang ke peron di lokasi di mana pintu kereta akan terbuka, robot akan mengeluarkan pesan “Anda telah mencapai tujuan”.

Baca juga: Minimalisir Tenaga Manusia, Jepang Mulai Kembangkan Puluhan Robot di Stasiun

Fitur menarik dari robot ini adalah bahwa ia bukan hanya sebuah mesin yang diprogram untuk mengikuti rute yang telah ditetapkan. Robot ini juga dapat bereaksi terhadap sekelilingnya, secara otomatis berhenti jika aliran komuter muncul di depannya. Model Omron telah digunakan untuk tujuan pembersihan di beberapa stasiun, namun model tersebut diharapkan dapat digunakan untuk membantu penyandang disabilitas dalam waktu dekat.