Ketimbang Lepas Masker, Pramugari Garuda Kenapa Tak Pakai Masker Transparan Saja?

0

Garuda Indonesia kembali menuai polemik. Setelah permasalahan terkait utang jatuh tempo tuntas, kini maskapai pelat merah itu lagi-lagi jadi sorotan pasca kabar mengenai kebijakan mengganti penggunaan masker dengan face shield muncul ke permukaan. Bahkan, hingga berita ini ditulis, trending Twitter dengan keyword Garuda sudah dicuitkan lebih dari 4 ribu kali.

Baca juga: Pramugari Garuda Indonesia Dikomplain Gegara Masker, Sinyal Kuat Penumpang Ingin Cuci Mata?

Sebagaimana ramai diberitakan, hal itu diakibatkan dari banyak dikomplain penumpang dewasa. Rata-rata, mereka komplain karena tak bisa melihat ekspresi pramugari saat melayani mereka, entah sambil tersenyum atau sebaliknya. “Banyak penumpang dewasa komplain tentang pramugari kami yang menggunakan masker,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra belum lama ini dalam webinar Stadium Generate Binus Univesity.

Dirunut ke belakang, sinyal keputusan Garuda Indonesia untuk melepas pemakaian masker dan menggantinya dengan face shield, agar penumpang bisa melihat senyum (wajah) pramugari, sebetulnya sudah sejak awal Januari lalu disinggung bos maskapai pelat merah ini.

“Kalau pakai masker kan tidak ketahuan apa dia itu senyum atau bagaimana. Jadi (masker) bisa dibuka dan sebagai gantinya pakai face shield,” jelas Irfan kepada wartawan dalam konferensi pers virtual melalui Zoom, Jumat (5/6).

Seperti biasa, dalam menyikapi sebuah polemik, netizen selalu terbelah. Di antara mereka ada yang pro dan kontra. Dilihat KabarPenumpang.com, bagi mereka yang kontra, setidaknya alasan keamanan dan ketidakjelasan atau konsistensi maskapai mengikuti protokol kesehatan menjadi titik sorotan.

Sebab, di saat moda transportasi lain mewajibkan petugas memakai masker, Garuda Indonesia justru sebaliknya, melepas masker dengan dalih komplain dari penumpang. Padahal, dari segi keamanan, menanggalkan masker dan menggantinya dengan face shield dinilai membahayakan awak kabin dan penumpang. Bahkan, pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio menyebut taruhannya nyawa.

Lagi pula, dari sisi regulasi, memakai masker adalah protokol kesehatan dari WHO yang diadaptasi oleh ICAO. Di samping itu, aturan soal kapasitas kursi maksimal 70 persen juga bermasalah dan mengancam keselamatan. Kolaborasi dari keduanya tentu akan membahayakan. Tak ayal, dengan kebijakan yang sudah tersiar luas di masyarakat ini pun sampai mendapat sorotan dari media Malaysia, Astro Awani.

Padahal, ketimbang menuruti penumpang dan pada akhirnya menggadai keselamatan bersama dari ancaman wabah Covid-19 atau sebaliknya, tidak mendengarkan penumpang hingga mereka pun beralih ke maskapai lain, Garuda Indonesia dinilai beberapa kalangan masih mempunyai alternatif lain. Salah satunya, menggunakan masker transparan.

Masker transparan belakangan pamornya mulai naik setelah istri KASAD Jenderal TNI AD Andhika Perkasa, Diah Erwiany atau biasa juga disebut Diah Perkasa, menggunakannya akhir April lalu. Kala itu, ia disorot (publik) karena terharu saat mengetahui perjuangan tenaga medis di RSPAD Gatot Subroto. Di samping itu, netizen juga menyoroti penggunaan masker transparan yang dinilai tak menghalangi orang lain untuk melihat ekspresi wajah penggunanya.

Sementara itu, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menyebut alasan Garuda Indonesia mengakomodir aspirasi penumpang karena tak bisa melihat wajah pramugari absurd. Ia menekankan untuk jangan biarkan pramugari melepas masker. Seharusnya, manajemen tetap mewajibkan pramugari memakai masker sampai kondisi aman agar bisa melilndungi diri sendiri dan orang lain.

Baca juga: Garuda Indonesia Bakal Hapus Kewajiban Pakai Masker, Pramugari ‘Cukup’ Kenakan Face Shield

Meskipun demikian, sampai saat ini, Irfan mengaku pramugari Garuda Indonesia masih dan akan terus menggunakan masker dalam pelayanan. Ia pun menyebut bahwa ada pihak-pihak yang telah mempelintir kabar tersebut sehingga menuai polemik di masyarakat. “Dipelintir (pramugari Garuda lepas masker). Masker masih kita gunakan,” tegasnya kepada KabarPenumpang.com via pesan singkat.

“Masih terus dong (pramugari menggunakan masker). Komplain itu kan bagian dari feedback (dari penumpang),” tutupnya.

Leave a Reply