Pramugari Garuda Indonesia Dikomplain Gegara Masker, Sinyal Kuat Penumpang Ingin Cuci Mata?

0
Ilustrasi pramugari gunakan masker. Foto: Istimewa

Garuda Indonesia memutuskan untuk menanggalkan penggunaan masker pada pramugari akibat banyak dikomplain penumpang dewasa. Rata-rata, mereka komplain karena tak bisa melihat ekspresi pramugari saat melayani mereka, entah sambil tersenyum atau sebaliknya.

Baca juga: Bak Tanpa Riasan Penuh, Inilah Rahasia Cantik ala Pramugari Singapore Airlines

“Banyak penumpang dewasa komplain tentang pramugari kami yang menggunakan masker,” kata Irfan belum lama ini dalam webinar Stadium Generate Binus Univesity.

Sinyal keputusan Garuda Indonesia untuk melepas pemakaian masker dan menggantinya dengan face shield, agar penumpang bisa melihat senyum (wajah) pramugari, sebetulnya sudah sejak awal Januari lalu disinggung bos maskapai pelat merah ini.

“Kalau pakai masker kan tidak ketahuan apa dia itu senyum atau bagaimana. Jadi (masker) bisa dibuka dan sebagai gantinya pakai face shield,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra kepada wartawan dalam konferensi pers virtual melalui Zoom, Jumat (5/6).

Meskipun Irfan tak menyebut jenis kelamin penumpang dewasa yang mengkomplain pramugari Garuda, namun, patut digarisbawahi bahwa pramugari memang tak bisa dilepaskan dari paras cantik atau paling tidak sedap dipandang mata.

Demikian juga sebaliknya, penumpang yang memutuskan untuk menggunakan jasa sebuah maskapai, besar kemungkinan salah satunya berkat konsistensi maskapai menjaga penampilan awak kabinnya, baik dari segi usia, wajah, postur, hingga penampilan, dengan sederet SOP terkait make up (agar tak terlalu menor) dan seragam pramugari itu sendiri agar terlihat anggun dan tak seronok.

Tak heran bila konsistensi maskapai untuk menjaga penampilan pramugari, beberapa di antaranya sampai berujung PHK. Salah satu maskapai yang pernah melakukan ini adalah Malaysia Airlines. Pada akhir Februari lalu, maskapai nasional Malaysia ini pernah memecat pramugari hanya karena kelebihan berat badan kurang lebih sebesar1 kg, yakni 61,7 kg, dari berat maksimum yang diizinkan sebesar 61 kg. Meskipun terdengar tak elok, namun, maskapai terpaksa melakukannya semata untuk menjaga kualitas pelayanan ke para pelanggan.

Kembali ke masalah pramugari Garuda Indonesia yang dikomplain karena masker, reputasi pramugari maskapai pelat merah ini memang patut diacungi jempol. Sejak tahun 2014 lalu, Garuda Indonesia berhasil menyabet gelar The World’s Best Cabin Crew versi Skytrax hingga tahun 2018.

Baca juga: Punya Standar Tinggi, Malaysia Airlines Pecat Pramugari yang Kelebihan Berat Badan Meski 1 Kg

Setahun berikutnya, predikat itu juga hampir kembali direbut setelah menempati posisi kedua di bawah Singapore Airlines. Penghargaan tersebut -dari segi layanan- dirasa sangat prestisius karena setidaknya ada sekitar 41 penilaian yang harus dilewati, mencakup postur, penampilan, pelayanan, hingga paras cantik pramugari.

Dari rekam jejak tersebut, wajar saja bila penumpang Garuda Indonesia komplain pramugari karena tak bisa melihat senyum mereka saat melakukan pelayanan, baik kepada penumpang pria maupun wanita. Hal itu juga menjadi indikasi kuat bahwa penumpang pun juga butuh dibuat senang sekalipun dengan sebuah senyum, mulai dari pertama kali masuk hingga keluar pesawat.

Leave a Reply