Korean Air Batalkan Program Flight to Nowhere, Gegara Covid-19?

0
Korean Air jadi salah satu maskapai yang beroperasi di rute tersibuk dunia, Seoul-Jeju. Foto: Getty Images

Korean Air akhirnya membatalkan program flight to nowhere. Tak diketahui secara pasti alasan dibalik itu. Namun, kuat diduga pembatalan dilakukan karena wabah Covid-19 yang tak kunjung mereda di Negeri Ginseng.

Baca juga: Korean Air Kembali Terbangkan A380, Pertanda Industri Penerbangan Mulai Sehat?

Sejatinya, Korean Air sudah menjadwalkan penerbangan flight to nowhere pada 27 Februari mendatang setelah mendapat izin dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi. Meskipun belum ada detail pasti, rencananya flight to nowhere Korean Air akan mencakup penerbangan internasional ke Jepang, selain keliling Korea Selatan.

Baik flight to nowhere ataupun rutenya, Korean Air mengklaim bahwa itu datang dari industri pariwisata. Dengan demikian, penerbangan tak kemana-mana atau take off dan mendarat di bandara yang sama ini akan diliputi kesuksesan meraup untung besar, sebagaimana penerbangan flight to nowhere oleh maskapai lain.

“Kami telah mendapatkan beberapa permintaan dari industri pariwisata. Kami sedang mempersiapkan pengoperasian penerbangan tamasya, dan mendiskusikan periode penjualan dengan pihak terkait seperti agensi,” kata juru bicara Korean Air, seperti dikutip dari Simple Flying.

Korean Air tentu bukanlah yang pertama meluncurkan flight to nowhere di Korea Selatan. Sebelumnya, Asiana Airlines dan Air Seoul jadi dua yang terdepan menggaungkan flight to nowhere. Tetapi, hanya Asiana Airlines yang berhasil menjalankan flight to nowhere pada 12 Desember lalu. Adapun anak perusahaannya, Air Seoul, membatalkan rencana tersebut. Keduanya disinyalir bakal memulai kembali flight to nowhere dalam waktu dekat.

Sedangkan di internasional, flight to nowhere sudah lebih dahulu dijalani oleh berbagai maskapai dunia. Qantas tercatat pernah menjalankan flight to nowhere selama 8,5 jam pada 10 Oktober 2020. Sebelum Qantas, maskapai EVA Air, China Airlines, All Nippon Airways (ANA), Singapore Airlines, dan Royal Brunei Airlines telah lebih dahulu meluncurkan “flights to nowhere” atau terbang tanpa tujuan.

Hanya saja, konsep yang ditawarkan berbeda. EVA Air menawarkan “flight to nowhere” dengan tetap memiliki negara tujuan, yakni ke Jepang (serupa dengan konsep flight to nowhere Korean Air). Hanya saja, maskapai tersebut tidak mendarat di Negeri Sakura dan kembali ke Taiwan untuk mendarat di bandara semula.

Berbeda dengan EVA Air, maskapai Taiwan lainnya, China Airlines lebih ke ranah wisata edukasi. Konsep “flight to nowhere” salah satu maskapai terbesar di Taiwan itu mengajak penumpang masuk ke kabin pesawat tanpa terbang ke suatu destinasi. Di sini penumpang dapat mengenang pelayanan pramugari dan rasanya duduk di kursi pesawat. Selain itu, maskapai ini juga menawarkan pelajaran menjadi pramugari untuk anak-anak.

Baca juga: Flight To Nowhere Ala Thai Airways, Terbang Sambil Ziarah ke 99 Tempat Suci Umat Buddha

Selain dapat belajar menjadi pramugari, melalui kegiatan ini para penumpang juga berakting seolah mereka akan liburan ke negara lain. Setiap penumpang tetap harus melakukan check-in, melakukan pemeriksaan paspor, dan bahkan ada petugas keamanan yang siap mengarahkan penumpang menuju pesawat.

Kembali ke Korean Air, tidak ada keterangan apapun apakah maskapai nasional Korea Selatan ini akan memulainya di kemudian hari atau mengubur itu selamanya. Bila melihat dari kinerja keuangan, dimana maskapai justru mencetak keuntungan sebesar US$219 juta sepanjang tahun 2020 di saat maskapai lain rugi besar bahkan bangkrut, Korean Air besar kemungkinan tidak akan menjajaki flight to nowhere.

Leave a Reply