Maskapai Penerbangan Andalkan Erdorse Selebriti untuk Dongkrak Popularitas, Efektifkah?

0
Wizz Air menggandeng selebriti asal Inggris, Gemma Collins, untuk dongkrak kembali penerbangan pasca Covid-19. Foto: Wizz Air via Simple Flying

Belum lama ini, maskapai berbiaya rendah (LCC) asal Polandia/Hungaria, Wizz Air, dikabarkan telah menandatangani kontrak kerjasama dengan selebriti asal Inggris, Gemma Collins. Kemitraan tersebut akan terwujud dalam beberapa konsep, mulai dari konten video atau iklan TV, iklan online, sampai billboards yang memuat pose Collins.

Baca juga: Inilah 13 Video Iklan Maskapai Terbaik Sepanjang Masa, Nomor 11 Paling Hot!

Tak hanya itu, Wizz Air juga tentu saja mendapatkan benefit lainnya dari iklan di media sosial Instagram Collins, yang notabene memiliki followers hampir 2 juta orang. Sayangnya, nominal kontrak kerjasama antar keduanya tak disebutkan dengan jelas. Diperkirakan, jutaan dolar digelontorkan oleh Wizz Air untuk mendapatkan service terbaik Collins.

Senada dengan Wizz Air, tahun 2016 lalu, Emirates juga pernah menggelontorkan uang sebanyak US$5 juta guna mendapatkan jasa Jennifer Aniston, aktris, produser, sekaligus sutradara kenamaan Amerika Serikat. Kala itu, salah satu maskapai terbaik di dunia itu bermitra dengan Aniston untuk membantu promosi armada andalan mereka, Airbus A380.

Begitu juga dengan American Airlines dan Turkish Airlines, yang masing-masing menggandeng aktor dan sutradara kenamaan AS sekaligus pemenang Academy Award, Kevin Spacey dan Morgan Freeman. Kedua maskapai tersebut coba memaksimalkan pengaruh dari nama besar dua selebriti tersebut untuk mendongkrak penjualan mereka, khususnya di kelas bisnis.

Di Indonesia, national flag carrier, Garuda Indonesia, beberapa kali terang-terangan menggandeng selebriti dalam negeri. Belum lama ini, maskapai pelat merah yang dinahkodai Irfan Setiaputra itu, merekrut salah satu selebriti sekaligus YouTuber tersukses Indonesia, Raffi Ahmad. Belum diketahui berapa cuan yang keluar dari Garuda Indonesia untuk itu.

Dilansir Simple Flying, apa yang dilakukan Wizz Air dan tentu saja Garuda Indonesia, sebetulnya bisa dibilang sejenis. Adapun Turkish Airlines, Emirates, dan American Airlines mungkin berbeda dengan keduanya (Wizz Air dan Garuda Indonesia), mengingat saat ini industri tengah dihantam pandemi Covid-19. Tentu, cuan yang dikeluarkan GA dan Wizz Air kondisinya berbeda dengan yang dikeluarkan tiga maskapai di atas.

Bila dilihat dari segi efektivitas dan relevansinya dengan pandemi Covid-19, kehadiran selebritis tentu sangat berdampak positif untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan moda transportasi udara. Dengan kepribadian ceria masing-masing selebriti tersebut (Gemma Collins dan Raffi Ahmad), diharapkan masyarakat akan berbondong-bondong menikmati layanan pesawat udara seperti sediakala.

Akan tetapi, keputusan Wizz Air mengeluarkan dana besar untuk mengendorse selebriti tentu masuk akal, mengingat, neraca keuangan mereka berada dalam posisi stabil, dengan memiliki uang tunai lebih dari €1.5 miliar atau Rp25 triliun (kurs 16.785). Di samping itu, maskapai tersebut juga memiliki pangsa pasar besar di tataran regional, dengan menguasai sekitar 17,5 persen penerbangan di Eropa Timur dan Tengah. Tentu saja kondisi yang berlawanan dengan Garuda Indonesia.

Dengan mencatat neraca keuangan yang baik serta pangsa pasar besar di regional dan dalam negeri, tentu, endorse dari selebriti dalam mempromosikan bahwa penerbangan sudah kembali aman dan nyaman, bisa dibilang efektif mendongkrak penjualan. Terlebih jika maskapai sudah mempersiapkan diri untuk lonjakan penumpang, mulai dari SDM, pelayanan, dan lain sebagainya.

Terkait hal ini (efektivitas selebriti dalam mendongkrak popularitas maskapai), Boutros Boutros, Senior Vice President of Advertising Emirates, mengungkapkan, bahwa harga mahal yang dikeluarkan untuk membayar jasa selebriti dapat dipetik dengan jangkauan organik yang dihasilkan.

Baca juga: Iklan ‘Diterjemahkan’ Netizen Berbau Promo Wisata Seks, AirAsia Minta Maaf

“Selebriti menawarkan kesempatan untuk menembus kekacauan, dan (Aniston) adalah salah satu aktris Hollywood yang paling terkenal, yang dikenal karena humor, kehangatan, dan kepribadiannya yang hebat. Jadi itu mungkin memerlukan investasi awal yang lebih signifikan, tetapi itu diperoleh kembali oleh jangkauan organik yang dihasilkan dalam jutaan rumah tangga yang mungkin belum pernah mendengar tentang merek Anda. Dalam hal ini, khususnya, AS, yang merupakan pasar yang penting bagi kami,” jelasnya, saat mengomentari keputusan Emirates merekrut Jennifer Aniston.

Akan tetapi, bila menggandeng selebriti ditujukan untuk menonjolkan sisi iklan mereka atau bisa dibilang untuk mendapatkan gelar iklan maskapai penerbangan terbaik di dunia, tentu hal itu tak sepenuhnya benar, mengingat banyak iklan maskapai terbaik di dunia tak datang dengan melibatkan selebriti dunia.

Leave a Reply