Melihat Perubahan di Langit Gegara Covid-19 Lewat FlightRadar24

0
Pantauan FlightRadar24 saat jumlah penerbangan harian mencapai titik terendah pada April lalu. Foto: FlightRadar24

Industri penerbangan berubah drastis sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah Covid-19 sebagai pandemi global. Namun, di antara banyak cara untuk melihat perubahan tersebut, FlightRadar24 menjadi salah satu yang favorit.

Baca juga: Miris, Inilah Tampilan Ruang Udara Cina Sebelum dan Sesudah Wabah Virus Corona, Sepi!

Perubahan di industri penerbangan akibat Covid-19 memang bisa terlihat jelas di situs yang dikunjungi oleh 2 juta user per hari itu. Dilansir skiesmag.com, pada bulan 29 Maret lalu, misalnya, FlightRadar24 mencatat ada sekitar 64.522 total penerbangan dalam sehari. Angka yang bahkan tak sampai setengahnya bila dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sekitar total 175.350 penerbangan.

Beranjak ke bulan April, industri penerbangan justru makin terpuruk. Situs yang menjadi travel app nomor satu di AppStore di lebih dari 150 negara ini mencatat, 12 April lalu menjadi rekor penerbangan terburuk sepanjang masa, dengan mencatat total penerbangan terendah dalam sehari sejumlah 46.294 flight.

Bulan Mei, wabah Covid-19 di dunia memang masih mengganas, khususnya di negara-negara yang telat dihampiri virus yang pertama kali diduga berasal dari Wuhan, Cina itu, seperti negara-negara Amerika Selatan dan Rusia. Namun, di berbagai negara lainnya yang di bulan sebelumnya menjadi hotspot penyebaran virus corona, kondisinya sudah membaik.

Pantauan FlightRadar24 saat jumlah penerbangan harian mulai menggeliat di akhir Juli. Foto: FlightRadar24

Tak ayal bila di bulan ini, industri penerbangan sudah mulai menggeliat. FlightrRadar24 mencatat ada sekitar 110.361 penerbangan di tanggal 20 Mei. Capaian tersebut merupakan pertama kalinya sejak 22 Maret lalu dimana penerbangan per hari mencapai lebih dari 100 ribu flight. Meski demikian, tetap saja, persentasenya masih 48 persen di bawah persentase penerbangan di tanggal yang sama tahun lalu.

“Lalu lintas komersial mulai kembali perlahan. Kita berbicara tentang beberapa poin persentase di sana-sini. Tapi pertumbuhan sebenarnya adalah lalu lintas non-komersial di mana orang mengambil keuntungan dari kesempatan untuk kembali bepergian. Tapi mereka tidak bisa pergi kemana-mana,” kata Ian Petchenik, Direktur Komunikasi FlightRadar24.com.

Di bulan Juni, penerbangan komersial kondisinya relatif tak jauh berbeda. Namun, untuk penerbangan non-komersial, seperti penerbangan glider, jumlahnya mengalami peningkatan luar biasa.

Baca juga: Citra Satelit NASA Temukan Polusi di Cina Berkurang Drastis, Akibat Sepinya Penerbangan?

Di Eropa, misalnya, pilot-pilot glider mengaku baru kali ini mendapat kesempatan terbang dengan sangat bebas. Pada hari-hari awal di Bulan Juni tahun lalu, Flightradar24 mencatat hanya ada beberapa lusin penerbangan glider di Eropa. Namun, Pada 1 Juni 2020, glider yang meluncur bebas di udara jumlahnya mencapai 1.200.

Di akhir bulan Juli ini, penyedia jasa informasi penerbangan real time yang sudah diunduh lebih dari 40 juta lebih itu mencatat, industri penerbangan jauh lebih menggeliat dibanding bulan-bulan sebelumnya. Namun, tetap saja, jumlahnya masih tak melebihi total penerbangan di periode yang sama tahun lalu. Tanggal 30 Juli tahun lalu, ada sekitar 18,269 pesawat yang beredar di udara. Masih 33 persen di atas jumlah peredaran pesawat tahun ini, yang hanya mencapai 12,086 pergerakan di tanggal 28 Juli lalu.

Leave a Reply