Mengapa Tirai Jendela di Exit Row Terbalik? Ini Alasannya

0
Tirai jendela emergency exit row pesawat terbalik. Bila di kursi lain tirai ditutup dengan cara ditarik dari atas ke bawah, ini justru sebaliknya, ditutup dengan cara ditarik dari bawah ke atas. Alasannya? Foto: Getty Images

Sebagian penumpang pesawat mungkin sangat menyadari sederet keuntungan duduk di emergency exit row, mulai dari legroom lebih lega sampai headroom -karena tak ada kompartemen bagasi di atas kepala- lebih tinggi dibanding kursi ekonomi lainnya.

Baca juga: Inilah Kaca Elektrokromik yang Bikin Jendela Pesawat Tak Perlu Tirai

Akan tetapi, tak banyak yang menyadari bahwa di emergency exit row, biasanya di row 11 dan 12 untuk pesawat narrowbody serta row 34 dan 35 di pesawat widebody, terdapat hal aneh, dimana tirai jendela terbalik alias ditarik dari bawah ke atas, tak seperti di kursi-kursi lainnya yang tirainya ditarik dari atas ke bawah. Mengapa demikian?

Sejak tirai jendela terbalik, ditarik dari bawah ke atas, pada emergency exit row hadir, sudah banyak teori dari avgeeks di seluruh dunia. Beberapa pendapat terlihat diterima sebagian kalangan, sedangkan beberapa pendapat lainnya bisa dibilang cukup ngawur.

Di setiap penerbangan, pramugari manapun pasti akan mengingatkan agar tirai jendela harus dibuka saat menjelang take off dan landing.

Alasan mengapa tirai harus dalam keadaan terbuka saat kedua kondisi tersebut tentu sudah didengar masyarakat, yaitu untuk memudahkan kru mendapatkan visual kondisi di luar pesawat, dalam hal ini mesin, sayap, atau kondisi pesawat itu sendiri, apakah miring, tegak lurus, menukik ke bawah, dan lain sebagainya.

Andai terjadi keadaan darurat, seperti hard landing, tergelincir akibat hujan deras, atau bahkan belly landing, pastinya tak ada lagi waktu bagi penumpang untuk membuka tirai jendela agar tak menutupi pandangan penumpang dan kru, bukan?

Itulah alasan mengapa tirai jendela di emergency exit row terbalik alias ditutup dengan cara ditarik dari bawah ke atas, bukan sebaliknya. Ketika terjadi benturan keras, tirai jendela terbalik akan secara otomatis turun dan memberikan visual tak terbatas ke luar pesawat.

Sebaliknya, jika tirai jendela tidak terbalik, bukan tak mungkin tirai jendela akan terus menutup tanpa terbuka secara otomatis dalam keadaan darurat.

Hanya saja, andai benar itu adalah alasan yang sesungguhnya, mengapa tidak seluruh tirai jendela pesawat dibuat terbalik, dari bawah ke atas? Usut punya usut, ternyata itu bukan alasan sebenarnya.

Dalam diskusi sederhana di laman Quora, alasan mengapa tirai jendela di emergency exit row ditutup dengan cara ditarik dari bawah ke atas lebih karena persoalan emergency exit door itu sendiri.

Baca juga: Sengkarut Soal Tirai Jendela di Pesawat, Antara Ruang Privasi dan ‘Berbagi’ Pemandangan untuk Penumpang Lain

Kita tahu, hampir seluruh pintu darurat pesawat, baik itu Boeing maupun Airbus, widebody maupun narrowbody, dibuka dari dalam dengan cara menarik handle yang ada di batas atas pintu.

Sebagaimana di bagian dalam, pintu darurat juga memiliki handle di luar pesawat, untuk memudahkan tim penyelamat membuka pintu darurat. Inilah yang jadi alasan mengapa tirai di emergency exit row terbalik. Ketika pintu darurat dibuka dari luar, panel akan turut membuka tirai jendela andai ia masih menutup. Tetapi, itu tak terjadi jika tirai jendela ditutup dari atas ke bawah.