Mengenang Sosok David Warren, Sang Penemu Black Box Gegara Ayah Kecelakaan Pesawat

0
Sosok David Warren, penemu black box. Foto: National Museum of Australia

Kecelakaan pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 mengingatkan kembali dunia akan pentingnya black box manakala insiden terjadi. Sebab, tanpa black box atau kotak hitam, kecelakaan pesawat hanya akan menjadi misteri tanpa diketahui penyebab jatuhnya.

Baca juga: Black Box Pesawat Bisa Hancur! Ini Penyebabnya

Di masa lalu, sebelum black box ditemukan, David Warren, pria asal Australia, mungkin amat merasakan hal itu. Terlebih, kecelakaan pesawat yang terjadi menimpa orang tercinta dan terpenting dalam hidup, yaitu ayahnya. Tak ingin hal itu terulang kembali atau mungkin dirasakan oleh orang-orang di masa mendatang, ia pun berinovasi sampai akhirnya menemukan dan mengembangkan alat perekam data penerbangan (FDR) dan perekam suara kokpit (CVR) pertama di dunia yang pada akhirnya disebut black box.

Sebagaimana penemu berbagai teknologi atau inovasi di masa lalu, umumnya temuan dari mereka tak langsung mendapat respon positif. Butuh waktu untuk meyakinkan masyarakat akan temuannya; tak terkecuali David Warren. Terciptanya black box, yang sebegitu pentingnya di dunai penerbangan, oleh pria bernama lengkap David Ronald de Mey Warren AO ini juga tak mendapat respon apapun dari negaranya, Australia.

Dilansir dst.defence.gov.au, Warren lahir pada 1925 di Groote Eylandt, sebuah pulau di lepas pantai utara Australia.

Ayahnya, Rev Hubert Warren meninggal di tahun 1934 dalam insiden yang dikenal dengan peristiwa hilangnya Miss Hobart di Selat Bass. Otoritas Penerbangan Sipil Australia melakukan pencarian, namun tidak membuahkan hasil. Peristiwa itu kemudian ditetapkan sebagai kecelakaan pesawat pertama di Australia, dan semua penumpang dinyatakan tewas. Sebetulnya kecelakaan pesawat pertama di Australia bukan 1934, melainkan pada 21 Maret 1931 dimana pesawat Avro 618 Ten ‘Southern Cloud’ Australian National Airways (ANA) menghilang secara misterius.

Sebelum tewas dalam insiden kecelakaan pesawat pertama di Australia, ayahnya sempat memberikan kado. Kado terakhir dari ayahnya yang diterima David yang saat itu berusia 9 tahun adalah crystal set. Gadget ini populer pada masa itu untuk mendengarkan radio. Crystal set dari sang ayah mengantarkannya pada kecintaan terhadap hobi merakit radio dan dunia sains.

Pada 1950-an, Warren bekerja untuk Aeronautical Research Laboratories di Melbourne. Sekitar 7 tahun, ketertarikannya untuk merekam musik secara pribadi pada akhirnya mengantarkan David Warren untuk menemukan dan mengembangkan prototipe perekam penerbangan atau flight recorder pertama di dunia yang disebut ‘Memory Unit’. Sayangnya, penemuan tersebut lebih banyak mengundang kritik dibandingkan pujian.

Akhirnya, Inggris dan Amerika Serikat yang menanggapi penemuan Warren lebih serius dan memproduksi black box secara massal. Warren dikabarkan tidak mendapatkan imbalan finansial atas penemuannya.

Saat pertama kali dikembangkan, alat ini belum disebut sebagai black box, melainkan ARL Flight Memory Recorder. Prototipe pertama black box dibuat tahun 1956. Saat itu, pada rentang 1952-1983, David bekerja di Aeronautical Research Laboratories (ARL) sebagai peneliti utama sains yang berpusat di Melbourne, Australia.

Dia terlibat dalam penyelidikan kecelakaan pesawat komersial bertenaga jet pertama di dunia bernama Comet yang diluncurkan pada 1952. Namun, tiga pesawat Comet hilang sesaat setelah lepas landas dan menewaskan semua penumpang.

Baca juga: Inilah Jawaban Mengapa Black Box Direndam Air Pasca Ditemukan

Ide merancang black box yang sudah dipikirkannya sejak kecil semakin kuat ketika melihat miniatur alat perekam di sebuah pameran dagang. David berpikir, seandainya peneliti bisa mengetahui apa yang terjadi pada menit-menit sebelum pesawat jatuh, hal ini dapat membantu mencegah kecelakaan yang sama di kemudian hari.

Penemuan Warren pun baru diakui oleh Australia pada 2002. Dia akhirnya dianugerahi Orde Australia atas kontribusinya. Warren menutup usia pada 2010 dalam usianya ke 85 tahun. Penemuan dia telah menjadi andalan seluruh pesawat di dunia hingga saat ini. Namun, tak diketahui pasti mengapa alat perekam pesawat tersebut berakhir dengan nama kotak hitam.

Leave a Reply