Meski Jaya di Udara, Rupanya Airbus Andalkan Jalur Laut dalam Proses Perakitan Pesawat

0
Kapal Ville de Bordeaux sebagai andalan Airbus mengankut komponen pesawat. Foto: Simple Flying

Meskipun memproduksi pesawat, Airbus rupanya tak terlepas dari ketergantungan laut untuk lalu lintas komponen pesawat dari fasilitas produksi ke fasilitas perakitan akhirnya yang tersebar di seluruh dunia. Setidaknya, saat ini Airbus memiliki 11 fasilitas-fasilitas tersebut, seperti Broughton, Wales; Mobile, Amerika; Cadiz, Spanyol; Toulouse, Prancis; Hamburg, Jerman; dan Tianjin, Cina.

Baca juga: Unik! Di Polandia Ada Kapal Laut ‘Berjalan’ Di Atas Daratan

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman Simple Flying, kamis, (12/3), dari tempat-tempat tersebut, ada jutaan komponen pesawat yang harus disatukan sebelum terbang. Sekalipun Airbus telah memiliki pesawat kargo anyarnya, Airbus Beluga XL, untuk mobilitas pengirimam komponen pesawat ke seluruh dunia dengan lebih cepat, dibanding kapal laut, hanya saja, tonasenya tak lebih besar dari kapal laut, maksimal hanya 51 ton. Setiap kali perjalanan tersebut mengangkut dua sayap pesawat A350. Tak heran, bila laut masih menjadi andalan Airbus, meskipun secara durasi jauh lebih lambat dibanding pesawat. Namun, melihat bobot yang sanggup dibawa, bila dikalkulasi, moda laut jauh lebih efektif ketimbang moda udara.

Kapal Ville de Bordeaux, misalnya, kapal roll-on dan roll-off (ro-ro), dengan dimensi panjang kapal 154,15 meter, lebar 24 meter, dan kedalaman 21,85 meter, yang setia menjadi bagian dari kesuksesan Airbus menjadi salah satu produsen pesawat terbesar di dunia tersebut dalam sekali jalan mampu mengangkut total 5.200 ton, hampir 100 kali lipat lebih besar dibanding muatan yang sanggup dibawa Airbus Beluga XL.

Tak hanya itu, selain kemampuannya mengangkut bobot seberat itu, kapal ro-ro yang dibuat secara khusus oleh Airbus di Cina tersebut juga miliki fitur khusus dalam membantu proses keluar masuk komponen pesawat, seperti a stern mooring system, cargo hold environment control, lashing arrangements. Meskipun sanggup membawa beragam komponen pesawat Airbus, umumnya, kapal tersebut hanya digunakan untuk mengangkut bagian dari Airbus A380.

Sebagai pesawat terbesar di dunia, proses perakitan Airbus A380 memang tidak mudah. Setidaknya ada 4 juta bagian pesawat Airbus A380 yang mesti disatukan sebelum bisa terbang. Misalnya, sayapnya dibangun di Broughton, Wales, bagian badan pesawat berasal dari Hamburg, Jerman dan Saint-Nazaire, Perancis, sirip ekor horisontal diproduksi di Cadiz, Spanyol, dan sirip ekor vertikal di Hamburg. Dari baut hingga mesin A380 terdiri dari sekitar 4 juta bagian yang diproduksi oleh 1.500 perusahaan dari 30 negara di seluruh dunia.

Selain tiga kapal Ville de Bordeaux, Airbus juga mengandalkan kapal yang juga dirancang khusus untuk mobilitas pengangkutan komponen pesawat, yakni Mobile Express. Kapal yang dibuat di Italia tersebut, sekalipun mengangkut komponen milik pesawat yang lebih kecil dari Airbus A380, secara dimensi dan kemampuan, justru malah lebih besar. Dengan panjang 180 meter, kapal ini mampu mengangkut 5.600 ton dengan kecepatan jelajah 19 knot atau 35 km per jam.

Baca juga: Tahun 2020, Roller Coaster Hadir di Kapal Pesiar Untuk Jelajahi Laut

Mobile Express beroperasi melintasi Samudra Atlantik sekali dalam sebulan, membawa komponen Keluarga A320 utama termasuk bagian badan pesawat, sayap dan tiang, serta stabilisator vertikal dan horizontal.

Selain kedua kapal tersebut, Airbus juga mengandalkan kapal laut lainnya yang lebih kecil, sejenis kapal tongkang. Sama seperti dua kapal sebelumnya, kapal tersebut juga dirancang khusus oleh Airbus untuk memudahkan mobilitas bongkar muat komponen pesawat.

Leave a Reply