Mulai 1 Agustus, Bandara Charles de Gaulle Paris Wajibkan Pelancong dari 16 Negara Tes Swab

0
Bandara Prancis lakukan tes swab Covid-19 (france24.com)

Pelancong dari 16 negara yang berisiko tinggi Covid-19, wajib melakukan tes swab di Bandara Prancis mulai 1 Agustus 2020 kemarin. Daftar negara tersebut yakni Amerika Serikat, Brasil, Aljazair, Turki, India, Israel, Afrika Selatan, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, Panama, Madagaskar, Peru, Qatar, Oman dan Serbia.

Baca juga: Emirates Jadi Maskapai Pertama Tawarkan Asuransi Covid-19 Gratis ke Penumpang! Simak Syaratnya

Tes ini dilakukan karena jumlah kasus baru di Perancis setiap harinya terus meningkat. Seorang pelancong asal California utara ketika tiba di Bandara Paris-Charles de Gaulle (CDG) disambut penjaga bea cukai Prancis dan mengatakan, “Maaf, tetapi tes Covidmu tidak lagi valid. Harap antri di sini untuk menjalani tes.”

Dilansir KabarPenumpang.com dari france24.com (4/8/2020), Rob si pelancong tersebut tiba di CDG pada 4 Agustus setelah melakukan penerbangan dari San Francisco selama 11 jam. Dia mengatakan, pengecekan berkas dan pengujian tes Covid-19 tidak teratur dan ada beberapa kebingungan, apakah tes harus dilakukan 72 jam sebelum boarding atau mendarat.

“Penjaga bea cukai kedua memeriksa tes saya lagi dan akhirnya mengizinkan saya melalui tanpa pengujian lebih lanjut,” kata dia.

Dia mengatakan, dirinya bersama penumpang lain dalam penerbangan AF87 dari San Francisco harus menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif terbaru mereka atau harus menjalani tes swab di kedatangan. Josselin Lefrançois, seorang Prancis yang tinggal di San Francisco mengatakan, dirinya senang mengetahui bahwa sebagian besar orang yang ada dalam pesawat yang ditumpanginya dinyatakan negatif sebelum naik. Sama dengan penumpang lain, Josselin melakukan tes Covid-19 beberapa hari sebelum dirinya melakukan penerbangan.

“Masih penting untuk memiliki tes wajib gratis pada saat kedatangan, juga. Beberapa laboratorium Amerika Serikat membutuhkan waktu terlalu lama, sekitar enam hari, untuk memberikan hasil. Dan biayanya juga mahal,” tambah pengusaha teknologi, yang membayar $250 untuk ujiannya sebelum meninggalkan Amerika Serikat.

Untuk diketahui, saat ini ada tiga pusat pengujian Covid-19 di bandara CDG Paris, dua diantaranya berada dekat gerbang kedatangan di Terminal 2E dan 2A. Sedangkan yang ketiga terletak di zona pabean Terminal 2E dekat pengambilan bagasi. Meski tak ada lagi karantina pada saat kedatangan, setelah mendaftar dengan ID dan alamat email, pelancong yang tiba diuji di bilik kecil di belakang konter dan petugas medis dengan perlengkapan perlingdungan memasukkan kapas ke saluran hidung untuk mengambil sampel.

Kemudian sample dikirim ke laboratorium dan hasilnya akan diterima 24 sampai 48 jam. Setiap pusat pengujian bandara melakukan ratusan tes Covid-19 per hari. Yang terletak di dekat aula kedatangan sebenarnya mendapatkan sejumlah besar pelancong keluar di mana orang-orang yang akan melakukan perjalanan dari Paris ke tujuan lain dan tes Covid-19 juga wajib.

“Saya akan terbang ke Conakry (ibu kota Guinea di Afrika Barat) pada 7 Agustus. Otoritas Guinea mewajibkan kami memiliki hasil tes Covid negatif sebelum memasuki negara itu. Saya membawa putra saya ke bandara hari ini dan itu adalah kesempatan yang baik untuk selesaikan ini,” kata Amadou Sylla.

Sistem pengujian bandara masih membutuhkan itikad baik dari penumpang untuk bekerja secara efisien. Penumpang dari negara berisiko tinggi tidak menghadapi karantina saat menunggu hasil tes Covid-19 yang mereka lakukan pada saat kedatangan.

“Mereka menunjukkan ID mereka dan diminta mengisi formulir dengan detail kontak mereka. Seandainya hasil tes mereka positif, kami segera menghubungi untuk meminta mereka mengisolasi diri dan melacak orang lain yang mungkin pernah mereka hubungi,” jelas Alyzee Feauveaux, dari Agence Regionale de Santé, badan yang bertanggung jawab atas pusat pengujian.

Baca juga: Amerika Serikat Telat, Baru Akan Mulai Rapid Test Covid-19

Otoritas Prancis memilih untuk tidak menerapkan karantina wajib pada saat kedatangan seperti di Hong Kong atau Korea Selatan, di mana pihak berwenang memeriksa untuk memastikan bahwa penumpang yang masuk tetap terisolasi selama 14 hari.

Leave a Reply