Pasir Sinyal ‘SOS’ Selamatkan Tiga Pria Usai Terdampar Tiga Hari di Pulau Terpencil Tak Berpenghuni

0
Tim SAR gabungan AS-Australia berhasil menyelamatkan pelaut yang terdampar selama tiga hari di pulau terpencil tak berpenghuni, Pulau Pikelot, Pasifik. Foto: Australian Defense Force via AFP

Tiga orang pelaut berhasil evakuasi usai terdampar di sebuah pulau terpencil tak berpenghuni di Pasifik, belum lama ini. Menariknya, para pelaut tersebut berhasil diselamatkan Tim SAR gabungan Australia dan Amerika Serikat usai mengirim sinyal SOS dengan menuliskannya di pasir.

Baca juga: Throwback, Boeing 707 Pan Am 812 Jatuh di Bali, Tim SAR Butuh 3 Hari Menjangkau Lokasi

Associated Press melaporkan, peristiwa bermula saat tiga pelaut yang tak disebutkan dengan jelas dari mana mereka berasal, hendak berlayar ke Pulap Atoll sebelah Timur Laut Puluwat Atoll, Pasifik. Namun, mereka diketahui berlayar jauh keluar jalur menuju Barat Laut hingga akhirnya kehabisan bahan bakar dan terdampar di Pulau Pikelot, 190 kilometer dari Puluwat Atoll tempat mereka memulai pelayaran.

Jarak tersebut tentu sangat jauh di luar kapasitas bahan bakar mengingat tujuan semula di Pulap Atoll hanya berjarak 43 kilometer dari Puluwat Atoll.

Setelah tiga hari, akhirnya tim SAR gabungan Australia dan Amerika Serikat (AS) berhasil menemukan sinyal darurat SOS di sebuah pasir. Setelah dikontak oleh tim SAR AS, di Guam, sebuah helikopter kemudian dikirimkan Australia dalam perjalanan pulang dari Hawaii usai mengikuti latihan perang.

“Saya bangga dengan respons dan profesionalisme semua kru kapal saat kami memenuhi kewajiban berkontribusi pada keselamatan nyawa di laut, di mana pun kami berada,” kata komandan pangkalan Canberra, Terry Morrison.

Sementara itu para korban dilaporkan dalam kondisi baik. Mereka dikirim makanan dan minuman menggunakan helikopter militer Australia. Setelah kondisi mereka stabil, ketiga pria itu dievakuasi menggunakan kapal patroli Mikronesia.

Baca juga: Kereta Terperangkap Salju, 400 Penumpang JR East Terdampar dalam Suhu Estrem

SOS adalah sinyal marabahaya yang diakui secara internasional yang berasal dari kode Morse. Dalam insiden serupa pada Agustus 2016, sepasang pelaut yang terdampar juga pernah diselamatkan dari pulau tak berpenghuni lain di Mikronesia setelah helikopter Angkatan Laut AS melihat tanda SOS mereka.

Beberapa bulan sebelumnya, tiga orang lainnya yang kapalnya terbalik dua mil dari pantai terlihat di pulau terdekat setelah menulis kata “Help” di pasir. Mikronesia adalah gugus kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau yang berukuran sangat kecil di Samudra Pasifik bagian Timur, tetapi Hawaii tidak termasuk. Berbatasan dengan Filipina yang terletak di sebelah Barat, Indonesia di barat daya, Papua Nugini dan Melanesia di selatan, dan Polinesia di tenggara dan timur.

Leave a Reply