Lindungi Pasar di Dalam Negeri, Singapura Berlakukan GST Secara Ketat!

Guna melindungi produk di dalam negeri, wajar bila otoritas di setiap negara memberlakukan pajak pertambahan nilai atas barang yang dianggap mewah yang dibawa masuk dari luar negeri. Mungkin sedikit berbeda dengan Singapura, karena jumlah penduduknya yang relatif sedikit, sanksi yang dikenakan terkait membawa barang dari luar sontak menjadi viral. Baca juga: Agar Barang Bawaan Tak Kena Denda, Cermati Ketentuan dari Bea Cukai di Bandara! Baru-baru ini ada seorang wanita Singapura yang bertandang dari Paris dan tiba di Bandara Changi, kemudian ia diamankan karena tidak membayar GST (Good and Service Tax) terhadap barang bawaannya tersebut. Diketahui nilai tas dan aksesoris bermerek tersebut senilai S$11 ribu yang dibelinya di Paris. Entah sadar atau tidak, masyarakat Singapura sepertinya masih belum paham tentang persyaratan barang bawaan yang dibeli dari luar negeri dan GST yang dibayar mereka. KabarPenumpang.com merangkum dari laman mothership.sg (17/1/2018), bahwa ada beberapa hal tentang GST yang akan dibahas. Membawa barang dari luar Singapura akan dikenakan GST, bila di Indonesia biasa di sebut Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dengan adanya GST ini, jika masyarakat Singapura tidak memberitahukan barang yang dibelinya akan dikenakan denda hingga 20 kali lipat atau penjara dua tahun. Semua barang yang dibeli dari luar Singapura dan dibawa masuk akan dikenakan GST sebesar tujuh persen dari nilai barang tersebut. Selain itu apapun cara barang itu dibawa tidak ada masalah baik itu impor maupun dibawa dalam penerbangan bersama penumpang tersebut GST di Singapura sendiri sudah berlaku sejak 1 April 1994 lalu, GST ini setara dengan PPN dinegara lain. Untuk minuman beralkohol, produk tembakau, minyak bumi dan barang yang diimpor untuk tujuan komersial tidak akan ada bantuan untuk GST. Sebab untuk barang selain itu, di Singapura ada bantuan GST yakni untuk barang dibawah S$150 tidak berlaku bagi pelancong yang berada di luar Singapura kurang dari 48 jam. Sedangkan untuk pelancong yang berada lebih dari 48 jam, GST yang akan dibantu untuk barang bawaan kedalam Singapura paling besar S$600. Contoh untuk bantuan GST yakni dimana pelancong asal Singapura pergi keluar negeri selama seminggu dan membeli barang senilai S$500 maka tidak akan dikenakan pembayaran GST karena mendapat bantuan GST hingga S$600 tadi. Namun jika barang yang Anda bawa lebih dari S$600 seperti harganya $800 maka GST yang harus dibayar S$200. Semua orang bisa mendapatkan hak GST ini dan mereka adalah pemegang izin kerja, pelajar yang sudah lulus atau pemilik ijin jangka panjang yang dikeluarkan oleh pemerintah Singapura dan masyarakat lainnya. Masalah lainnya saat pembayaran GST adalah tidak memiliki tanda terima pembelian barang dan cara penghitungannya adalah nilai barang akan dilihat berdasarkan barang lain yang serupa saat untung mengetahui berapa GST yang harus di bayarkan. GST ini wajib dibayarakan, sehingga bagi pelancong yang tidak melaporkannya di pos pemeriksaan bandara maka akan disangkakan penggelapan atas GST dengan denda hingga 20 kali jumlah pajak atau penjara dua tahun. Uniknya, untuk pelancong Singapura yang membeli tas di bandara Changi dan berangkat dari Singapura kemudian kembali lagi, maka barang tersebut juga akan dikenakan GST jika melebihi ketentuan yang ada. Sedangkan untuk barang yang dimpor dan telah membayar pajak penjualan, maka GST juga akan berlaku terlepas dari apakah pajak penjualan di luar negeri sudah dibayarkan. Sebab barang tersebut akan digunakan di Singapura. Bagi barang yang dikirim ke Singapura melalui pengiriman kilat atau pos jumlah bantuan GST sebesar S$400 per kiriman. Jika melebihi itu sama seperti bantuan barang yang dibawa langsung, maka pelancong harus membayar kelebihan GST tersebut. Baca juga: 7 Tips Belanja Indah di Bandara Changi Wisatawan harus mengumumkan dan membayar GST untuk barang-barang mereka di kantor bea cukai Bea Cukai Singapura di pos pemeriksaan. Bagi pelancong bisa membayar dan memberitahukan pajak sebelum tiba di Singapura melalui aplikasi mobile Customs @SG. Aplikasi ini akan menghasilkan tanda terima elektronik yang dapat disimpan di telepon genggam sebagai bukti deklarasi dan pembayaran pajak Anda.

PT Railink Patok Dua Skema Tarif Untuk Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Kereta bandara Internasional Soekarno-Hatta pada tahap awal pengoperasian hanya melayani tiga stasiun yakni stasiun Sudirman Baru (BNI City), Batu Ceper dan Bandara Soetta dan kedepannya juga akan dilayani dari stasiun Manggarai dan Duri. Awalnya tarif untuk kereta bandara ini pun diberlakukan sama pada setiap keberangkatan dari stasiun manapun yakni Rp70 ribu. Baca juga: Sama-Sama Kereta Bandara, Inilah Yang Beda Antara di Soekarno-Hatta dan Kualanamu Namun, operator kereta bandara, PT Railink melakukan penyesuaian harga tiket dengan layanan yang diberikan. Adanya penyesuaian tersebut dilakukan karena belum semua stasiun untuk menaik dan turunkan penumpang kereta bandara beroperasi. Tarif untuk relasi Stasiun Sudirman Baru (BNI City)- Stasiun Bandara Soetta dan sebaliknya tetap dikenakan Rp70 ribu. Sedangkan penumpang Stasiun Batu Ceper-Bandara Soetta dan sebaliknya akan dikenakan tarif Rp35 ribu. Begitu juga untuk relasi Stasiun Batu Ceper-Stasiun Sudirman Baru dikenakan Rp35 ribu. Penyesuaian tarif ini akan berlaku mulai 19 Januari 2018 kemarin. Direktur Operasi dan Teknik Railink Porwanto HN mengatakan, dengan adanya penyesuaian tarif ini, untuk mengakomodir permintaan masyarakat, sehingga masyarakat dari Tangerang atau sekitaran stasiun Batu Ceper yang akan ke bandara hanya membayar Rp35 ribu. Penyesuaian ini dibuat karena adanya perbedaan jarak tempuh yang lebih pendek “Operasional perjalanan pun ditambah dari semula yang hanya 42 menjadi 50 perjalanan setiap harinya,” ujar Branch Communication Manager Bandara Soetta, Haerul Anwar yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers. Baca juga: Sah! Stasiun Sudirman Baru Ganti Nama Jadi Stasiun BNI City Kedepannya kereta bandara ini akan melayani stasiun Manggarai, Sudirman baru, Duri, Batu Ceper dan Bandara Soetta. Untuk memudahkan penumpang kereta bandara, penumpang yang menuju terminal 1,2 dan 3 bisa melanjutkan menggunakan Skytrain selain itu di stasiun Sudirman Baru juga sudah terintergrasi dengan KRL dan bus PPD menuju Gambir dan Blok M.

Layanan MRT di Bandara Changi Ditutup! Apa Penyebabnya?

Berita mengejutkan datang dari negeri tetangga kita, Singapura dimana salah satu moda transportasi yang menjadi tulang punggung warganya, Singapore MRT (SMRT) jalur Bandara Internasional Changi ditutup. Penutupan jalur ini dibumbui tanda tanya besar di setiap benak para pengguna setianya, “Apakah jalur ini kurang menghasilkan seperti jalur yang lainnya?”. Tak ayal, penutupan jalur ini berbuntut pada antrean penumpang yang hendak menggunakan jasanya. Baca Juga: Sering ‘Ngaret,’ Minat Warga Singapura Gunakan MRT Terus Menurun Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (21/1/2018), para penumpang yang hendak menggunakan jasa SMRT diarahkan oleh pihak SMRT, beberapa sukarelawan dari Land Transport Authority (LTA), dan pihak Bandara Changi untuk menggunakan layanan bus antar-jemput yang tersedia di Terminal 3. Namun Anda jangan dulu berpikiran yang negatif, karena layanan SMRT yang berada di Bandara Changi ini ditutup untuk sementara waktu lantaran adanya pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan oleh operator SMRT. Penyediaan bus antar-jemput ini merupakan bentuk tanggung jawab pihak SMRT yang dinilai telah mengganggu kenyamanan para pengguna setianya. Nantinya penumpang akan diantarkan menuju stasiun SMRT terdekat untuk kembali melanjutkan perjalanannya. Para penumpang akan dikenakan biaya sebesar SG$1 atau yang senilai dengan Rp10.000 untuk perjalanan menuju Stasiun MRT Bugis menggunakan bus ekspres setiap 15 hingga 18 menit sekali. Sedangkan bagi para penumpang yang hendak bertolak menuju Stasiun MRT Tanah Merah dan Expo dapat menggunakan layanan shuttle bus yang berangkat setiap tiga hingga lima menit sekali di kala peak hours.
Layanan Bus Pengganti SMRT. Sumber: youtube.com
Namun, walaupun para penggunanya sempat didera kebingungan akibat penutupan tersebut, nyatanya SMRT tetap tidak kehilangan pasar. “Saya akan menggunakan shuttle bus menuju Stasiun Bugis dan tetap menggunakan layanan SMRT,” ungkap seorang komuter bernama Mary Ling. Senada dengan Mary, salah seorang mahasiswa asal Swedia yang tengah mengikuti program pertukaran pelajar di Nanyang Technological University juga mengaku tetap setia dengan layanan yang diberikan oleh SMRT. “Mungkin akan membawa saya 15 hingga 20 menit lebih lama untuk sampai tujuan,namun itu tidaklah menjadi masalah,” ungkap mahasiswa yang enggan menyebutkan namanya tersebut. Baca Juga: Sejarah MRT Singapura, Dibangun di Atas Keterbatasan Lahan Diketahui, pada Bulan Januari ini, beberapa stasiun SMRT yang terhampar di East-West Line akan memiliki jam operasional yang lebih pendek pada akhir pekan, termasuk penutupan penuh yang terjadi pada tanggal 21 dan 28 Januari 2018. Dua penutupan layanan ini ditujukan untuk perawatan rel dan peningkatan layanan. Hal serupa juga pernah terjadi pada akhir tahun 2017 kemarin. Sebanyak 17 stasiun di East-West Line dan dua stasiun di North-South Line memiliki jam operasional yang lebih pendek pada akhir pekan, dan penutupan penuh pada hari Minggu sebanyak dua pekan berturut-turut (10 dan 17 Desember). Haruskah pemeliharaan jalur yang dilakukan oleh operator SMRT berbuntut pada penutupan sejumlah layanan? Dikutip dari laman resmi SMRT (smrt.com.sg), penutupan jalur ini merupakan dampak negatif dari instalasi sistem Communications-Based Train Control (CBTC) di East-West Line. “Prosesnya bisa memakan waktu 7,5 jam dalam semalam,” tulis pihak SMRT di laman resminya. “Rencananya pemasangan sistem komunikasi ini rampung pada Juni 2018.” imbuhnya.

Pelancong Indonesia Kembali Menangkan Lucky Draw Rp10 miliar di Bandara Changi Singapura

Mendapatkan uang S$1 juta atau setara dengan Rp10 miliar mungkin hanya mimpi belaka bagi seorang pelancong bahkan bila hanya membeli sebuah barang kecil dari toko di bandara. Tapi tidak untuk Oddie Rehatta, pria asal Purwakarta ini berhasil memenangkan hadiah tersebut dan mengalahkan tujuh finalis lainnya dalam lima babak permainan di Be a Changi Millionaire 2017 yang diadakan oleh Changi Airport Group. Baca juga: 7 Tips Belanja Indah di Bandara Changi KabarPenumpang.com mengabarkan dari berbagai laman sumber, Oddie bisa menjadi finalis dalam acara ini karena melakukan transaksi belanja di Bandara Changi Singapura. Oddie diketahui membeli minuman dari DFS Wines & Spirit. Saat melakukan permainan untuk memenangkan hadiah tersebut, dirinya sama sekali tidak memiliki persiapan khusus. Bahkan dirinya tak terpikir akan memenangkan uang sebesar Rp10 milar. “Persiapan khusus tidak ada saya berusaha tenang dan percaya diri. Berdoa dan berusaha,” ujar Oddie Awal bermain, dirinya begitu ragu karena tertinggal di babak awal. Tetapi di babak selanjutnya dia optimis dan saat babak terakhir dirinya harus memilih satu kotak yang diberi angka satu sampai lima dan pilihannya jatuh pada nomor satu. “Saya memilih nomor tersebut berdasarkan feeling saja. Waktu pilih itu, saya pikir saya gagal karena tidak ada bunyi. Saya pikir ada kesempatan kedua, Tidak tahu ini trik juri atau bukan saya disuruh menekan kembali dan tombol berbunyi,” ujarnya. Pria 47 tahun ini memilih hadiah dengan acak yang akhirnya membawa dirinya sebagai miliader. Oddie mengatakan hadiah tersebut akan digunakannya untuk investasi dan berangkat Umrah bersama keluarganya. Diketahui, Be a Changi Millionaire sudah dilakukan sebanyak tujuh kali sejak diluncurkan tahun 2010 lalu. Hadiah yang diberikan pun tak tanggung-tanggung yakni sebesar S$1 juta atau Rp10 miliar. Tujuh pembeli di bandara Changi dan dinobatkan menjadi jutawan sebelum Oddie yakni, Ivan Ratung tahun 2010, Peh Hock Peng tahun 2012 dimana keduanya berasal dari Singapura. Tahun 2011 Jessica Down asal Australia, Irvung Tio tahun 2013 asal Indonesia. Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler Oiyama Seiichiro asal Jepang memenangkan lucky draw Changi tahun 2014, Linda Tobin tahun 2015 asal Irlandia dan 2016 lalu ada Ade Iskandar Roni dari Indonesia. Bila dihitung pelancong Indoneisa yang sudah memenangkan hadiah dari lucky draw yang diadakan Changi Airport Group ada tiga orang. Apakah Anda selanjutnya yang akan menjadi miliader?

Dianggap Seronok, Soal Kostum Pramugari AirAsia Diadukan Ke Pejabat Malaysia

Terkenal sebagai maskapai penyedia jasa layanan Low Cost Carriers (LCC) terbaik di dunia sejak sembilan tahun yang lalu, AirAsia ternyata tidak melulu mendapat sorotan positif dari warganet. Seperti yang baru-baru ini santer dibicarakan adalah keluhan salah seorang penumpang yang menilai seragam awak kabin maskapai yang bermarkas di Kuala Lumpur ini terlalu vulgar dan menganggapnya tidak layak dikenakan oleh para awak kabin. Baca Juga: Iklan Menjurus Seksis, AirAsia Menuai Kecaman dari Netizen Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Dr. June Robertson, seorang wanita asal Tawa, Selandia Baru ini mengatakan bahwa dirinya sempat risih karena seragam yang digunakan oleh awak kabin AirAsia terlalu mengumbar aurat, dengan rok yang sangat pendek dan bagian dada yang terbuka, ketika ia tengah berada dalam perjalanan dari Auckland menuju Kuala Lumpur pada bulan Oktober 2017 kemarin. “Wanita yang melayani kami di kursi kelas bisnis premium membiarkan blusnya terbuka dan saya bisa melihat bagian atas payudaranya,” tulisnya dalam surat keluhan. Alih-alih melayangkan komplain kepada pihak penyedia jasa, Dr. June malah menyuarakan keluhannya tersebut kepada Senator Malaysia, Hanafi Mamat dan meminta perubahan atas seragam yang dinilai terlalu vulgar tersebut. “Saya risih dan memintanya untuk menutup ritsleting blus yang ia kenakan, karena pada saat itu ia membungkuk di atas kami,” imbuh Dr. June. Tidak hanya selama penerbangan, Dr. June juga mengatakan bahwa dirinya sempat secara tidak sengaja melihat pakaian dalam seorang awak kabin dari maskapai lain yang tengah menunduk manakala ia tengah berbelanja di salah satu toko di bandara. Berbeda dengan respon para lelaki berhidung belang, Dr. June mengelompokkan insiden tersebut sebagai kejadian yang sangat menjijikkan. Sudah barang tentu, kejadian yang kurang berterima tersebut membuat wanita yang mendeskripsikan dirinya sebagai wanita professional paruh baya yang sangat mencintai Malaysia ini tetap berpegang teguh pada pendiriannya, yaitu sangat tidak menyukai jika wanita didandani layaknya wanita tuna susila. Baca Juga: Tampilkan Iklan Vulgar, Chocotravel Merasa Tak Ada Yang Salah “Ketika Anda menunjungi Kuala Lumpur International Airport 2(KLIA 2), maka Anda akan dengan sangat mudah menemukan sejumlah wanita hilir mudik menggunakan seragam berwarna merah yang pakaiannya amat sangat minim. Ini akan membuat persepsi pelancong tentang Malaysia menjadi buruk, dan maskapai ini menjadi aktor utama di balik penurunan reputasi tersebut,” tulis Dr. June, dikutip dari laman stuff.co.nz (17/1/2018). Menanggapi surat Dr. June yang dikirim pada bulan Oktober 2017 silam, Senator Hanafi mengatakan sebulan berselang bahwa semua awak kabin dari maskapai lokal harus mengenakan seragam yang sesuai dengan syariah. Senator Hanafi juga menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan para pelancong akan ‘menelurkan’ impresi buruk jika melihat awak kabin di bandara mengenakan pakaian yang terlalu seksi dan terkesan tidak terhomat.

Bajingan, Terdengar Kasar Padahal Aslinya…

Bagi masyarakat awam, kata bajingan merupakan sebuah umpatan yang dapat dengan mudah menyulut amarah seseorang. Kata ini kerap kali muncul disela-sela pertikaian antara dua belah pihak yang saling bersitegang. Tapi tunggu dulu, kali ini kita tidak akan membahas tentang kata bajingan dalam ruang lingkup bahasa kasar (konotasi negatif), melainkan etimologi dari kata ini. Baca Juga: Ternyata, Delman Diciptakan Oleh Ahli Irigasi Asal Belanda Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman Wikipedia, kata bajingan ini terdiri dari kata dasar bajing yang diimbuhkan sufiks –an. Di kasus ini, tentu bajing yang menjadi kata dasar  bukanlah binatang sejenis tupai, melainkan gerobak atau pedati yang ditarik oleh seekor lembu, kerbau, atau sapi. Pada jaman dulu, masyarakat di daerah yang mayoritas mata pencaharianya bercocok tanam kerap kali menggunakan jasa bajing ini untuk mengangkut hasil bumi yang mereka panen. Khususnya di Pulau Jawa, seseorang yang menjadi pengendali gerobak sapi dinamakan bajingan. Di sini, makna denotatif bajingan dikelompokkan  menjadi dua, yaitu versi pertama menyebutkan bahwa bajingan merupakan orang yang mengendalikan jalannya si sapi, sedangkan versi yang lain menyebutkan bahwa bajingan merupakan pengawal yang disewa oleh Saudagar pemilik gerobak sapi untuk mengamankan muatannya dari bahaya perampokan. Namun, versi pertamalah yang pada umumnya digunakan. Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan jaman, bajing beserta bajingannya seperti hilang ditelan peradaban. Para petani lebih memilih untuk menggunakan sepeda motor yang mereka modifikasi untuk mengangkut hasil bumi yang mereka panen. Alasannya sudah jelas, yaitu efisiensi waktu. Sudah jarang sekali warga di sekitaran Kebumen hingga Banyumas (lokasi lahir dan berkembangnya bajing) yang menggunakan jasa bajing.
Sumber: sanutra.com
Seolah menaikkan harkat dan derajat bajing, kini moda transportasi tradisional asli Indonesia ini lebih sering digunakan untuk mengambil bagian dalam sebuah festival atau tour wisata. Hampir setiap tahun, daerah-daerah seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, serta Banyuasin, Sumatera Selatan mengadakan Parade dan Festival bajingan, lengkap dengan gerobak sapinya. Baca Juga: Lori, Si Kereta Tebu Yang Kini Sudah Beralih Fungsi Ada cerita unik dibalik pergeseran makna yang terjadi di balik kata bajingan ini. Suatu waktu, seorang juragan bajing tengah menantikan anak buahnya kembali setelah membawa hasil bumi yang ia panen. Karena si sapi berjalan sangat lambat, si juragan pun mulai kesal menunggu. Tidak jarang juga si pengawal gerobak sapi berbuat curang dengan cara menguntit sebagian hasil panen tersebut. Walhasil, sang juragan yang sudah tak kuasa menahan amarahnya mengumpat, “Dasar Bajingan!” Unik, ya!

Hendak Mengudara? Jangan Konsumsi Obat-Obatan Jenis Ini, Berbahaya!

Meningkatnya permintaan penerbangan dewasa ini secara otomatis melipatgandakan penumpang yang hendak mengudara. Tercatat, lebih dari 10 juta penumpang melakukan perjalanan udara setiap harinya dari seluruh penjuru dunia. Walaupun keselamatan penumpang bisa dibilang relatif aman selama mengudara, namun kondisi kabin yang cukup unik dapat menyebabkan seorang penumpang mengalami efek samping pasca mengkonsumsi obat-obatan jenis tertentu. Baca Juga: Jenis Obat-Obatan Yang Baiknya Disiapkan dalam Perjalanan Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman theconversation.com (17/1/2018), obat-obatan berbasis hormon seperti pil kontrasepsi dan obat kesuburan, serta obat-obatan yang dapat mencegah serangan jantung dan stroke dilarang dikonsumsi sebelum mengudara. Tidak hanya itu, laman sumber juga mencantumkan obat-obatan yang mengandung zat Antihistamine yang terkenal dapat membantu seseorang untuk ‘terlelap’ pun dilarang untuk dikonsumsi sebelum mengudara. Mengapa demikian? Ketika mengudara di ketinggian 10.000 kaki (3.000 meter), tingkat oksigen yang efektif untuk dihirup manusia hanya sebesar 14,3 persen, jauh lebih rendah ketimbang di permukaan tanah yang mencapai angka 10,9 persen. Selain masalah kandungan oksigen, aliran darah penumpang juga dikhawatirkan akan ‘tersendat’ untuk sementara waktu karena kurang bergerak dan duduk di bangku yang relatif sempit di kelas ekonomi. Beda cerita jika Anda duduk di kelas Bisnis atau First Class. Jika kedua kondisi ini digabungkan, maka risiko penumpang terserang deep vein thrombosis (DVT) akan semakin meningkat, terlepas dari jauhnya jarak penerbangan. DVT sendiri merupakan jenis pembekuan darah yang terjadi di dalam pembuluh di tubuh manusia, dan paling sering terjadi di sekitaran kaki. Pembekuan darah lanjutan seperti ini bisa mengakibatkan aliran darah menuju paru-paru, jantung, atau otak tersumbat, yang pada gilirannya bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke. Mengingat risiko tersebut, ada baiknya setiap penumpang mempertimbangkan secara matang sebelum mengkonsumsi obat-obatan seperti yang sudah dijabarkan di atas. Diketahui, beberapa merek kontrasepsi wanita, baik yang berbentuk formulasi tablet atau implan, dapat mempercepat proses penggumpalan darah, walaupun risiko penggumpalannya bisa dibilang kecil. Jika Anda mengkonsumsi salah satu dari obat-obatan jenis ini, bukan berarti Anda tidak bisa terbang, atau Anda harus berhenti minum obat ini. Banyak jutaan wanita terbang saat mengambil obat-obatan ini dan tidak menderita efek buruk. Tapi jika Anda memang mengidap penyakit yang cukup berbahaya, seperti diabetes tipe II, penyakit jantung, dan serangan jantung atau stroke, disarankan Anda untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan ahli medis, apakah Anda layak untuk terbang atau tidak. Baca Juga: Lebih dari 100 ml, Cairan Tak Boleh Masuk ke Dalam Kabin Jadi, ada baiknya bagi Anda yang mengidap penyakit khusus seperti yang sudah dijabarkan di atas, untuk mempersiapkan segala sesuatunya secara matang sebelum mengudara. Dan bagi Anda yang mengidap gangguan susah tidur, usahakan untuk tidak mengkonsumsi teh, alkohol, kopi, atau minuman lain yang mengandung kafein, karena dikhawatirkan Anda akan lebih cepat terserang dehidrasi dan semakin sulit untuk tidur. Safe flights!

Halau Rusa di Jalur Kereta, Peneliti Jepang Pasang Klakson Suara Anjing Melolong di Lokomotif

Meningkatnya populasi rusa di Jepang setiap tahun menyebabkan masalah serius di jalur kereta api Negeri Sakura tersebut. Sebagai solusi Railway Technical Research Institut membuat sebuah gagasan baru untuk mengatasi masalah tersebut. Para peneliti disana mencoba menggunakan klakson bernada suara anjing melolong untuk menakut-nakuti rusa tersebut agar menjauhi rel atau zona berbahaya saat kereta mendekat. Selain itu suara ini juga untuk mencegah terjadinya penundaan kereta akibat rusa mati yang tertabrak kereta api. Baca juga: Tingkatkan Keselamatan, Jepang Luncurkan Pemindai QR Code di Peron Kereta Bawah Tanah KabarPenumpang.com merangkum dari laman mentalfloss.com (17/1/2018), menjelaskan bahwa ini bukanlah klakson standar seperti biasanya. Dalam uji cobanya, para peneliti Jepang memasang speaker dimana bisa menghasilkan kombinasi suara yang dirancang khusus untuk menghalau rusa dari jalur kereta. Awalnya rekaman tersebut akan mengambil perhatian hewan tersebut dengan memainkan suara mendengus yang biasa di gunakan rusa sebagai panggilan atau alarm untuk memperingatkan orang lain tentang bahaya. Kemudian suara anjing melolong untuk mengusir rusa agar menjauh dari rel sehingga kereta bisa melalu rel tersebut. Sebelum adanya gagasan ini, masalah rusa yang berkumpul di jalur kereta seakan tak bisa dikendalikan. Meski pihak kereta api sudah melakukan upaya terbaik dengan memberi penghalang seperti tali, lampu berkedip bahkan kotoran hewan lain untuk mengusir rusa tersebut. Untuk mengatasi masalah rusa ini, kereta api Kintetsu sudah mengalami beberapa kali keberhasilan dengan menggunakan gelombang ultrasonik di sepanjang garis kereta Osaka. Namun, beberapa perusahaan kereta api kini masih berjuang untuk mengatasi masalah tersebut. Tetapi, dengan adanya suara deer deterring yang terbaru ini, sangat berguna karena teknologi tersebut relatif murah dan mudah untuk diterapkan sebab bisa dipasang dan digunakan kapan pun melalui speaker kereta api kemanapun berjalan. Hal ini berbeda dengan rencana menggunakan ultrasonik yang harus dipasang ditempat tertentu dengan cara yang agak sulit. Para peneliti menemukan bahwa rekaman yang mereka rancang dapat mengurangi jumlah penampakan rusa di dekat rel kereta sejauh 45 persen selama malam musim dingin. Untungnya suara-suara itu hanya akan digunakan di daerah yang tidak berpenghuni sehingga mengurangi kemungkinan orang-orang yang tinggal di dekat rel kereta api untuk mendengarkan suara lolongan anjing setiap malam. Baca juga: Karena Sapi Dianggap Suci, Penumpang Rela Turun dari Kereta Rusa bukan satu-satunya hewan yang kereta api Jepang berusaha melindungi dari bahaya rel kereta api. Pada tahun 2015, Taman Suma Aqualife dan Perusahaan Kereta Api Jepang Barat bekerja sama untuk menciptakan terowongan yang dapat berfungsi sebagai penyeberangan rel yang lebih aman bagi kura-kura yang terus tertabrak kereta.

KNKT: Pantulan Cahaya di Kaca ATC Ikut Andil Pada Insiden Batik Air vs Trans Nusa

Sebagai lembaga pemerintahan yang bertugas untuk mengusut masalah hingga memberikan beragam rekomendasi yang berkaitan dengan keselamatan transportasi, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menggelar pertemuan yang bertajuk “Capaian Kinerja Investigasi Keselamatan Transportasi Tahun 2017” guna membeberkan hasil kerja yang telah mereka lakukan selama setahun ke belakang. Baca Juga: KNKT: Kereta Api Paling Minim Alami Kecelakaan di 2017 Selain itu, acara yang diadakan di Gedung KNKT, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/1/2018) kemarin ini dimaknai sebagai salah satu bentuk tanggung jawab KNKT kepada khalayak ramai yang selama ini bertanya-tanya mengenai tugas yang mereka emban. Dalam acara yang dipimpin langsung oleh Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, Kepala Sub Komite (Kasubkom) Penerbangan Capt. Nurcahyo Utomo, Dip. TSI membeberkan salah satu kasus menonjol yang pernah ia tangani bersama KNKT. Tentu masih lekat di ingatan kita manakala maskapai Batik Air dengan nomor registrasi PK – LBS tujuan Makassar mengalami benturan dengan pesawat ATR 42-500 milik maskapai Trans Nusa di Bandara Halim Perdanakusuma, pada 4 April 2016 silam. “Ini merupakan salah satu kasus menonjol yang pernah kami tangani,” ungkap Capt. Nurcahyo pada kesempatan tersebut.
KabarPenumpang.com
Kronologisnya, pesawat Boeing 737-800 milik Batik Air tengah bersiap untuk melakukan take-off di runway 24. Pada kesempatan yang sama, pesawat ATR 42-500 yang dalam kondisi kosong tengah digiring dari North Apron menuju South Apron dengan menggunakan towing car. Meskipun pengemudi towing car sudah berusaha untuk menjauh dari runway 24, namun tabrakan tetap tak terelakkan. Di sini, Capt. Nurcahyo menyebutkan ada tiga poin vokal yang menjadi penyebab utama kecelakaan yang tidak menelan korban jiwa maupun luka tersebut. “Komunikasi, tata pencahayaan dan kondisi lingkungan, serta hal yang terkait dengan regulasi,” tuturnya. Kepada KabarPenumpang.com dan sejumlah awak media yang meliput acara tersebut, Capt. Nurcahyo menyebutkan ada faktor tambahan yang turut berperan serta melancarkan kecelakaan tersebut. “Ketika kami melakukan investigasi di menara pengawas (ATC), kami melihat kaca di sana memantulkan cahaya yang berasal dari dalam ruangan, ini tentu saja dapat mempengaruhi kinerja petugas di menara ATC,” ungkap Capt. Nurcahyo. Memang, dalam foto yang diperlihatkan, nampak dengan sangat jelas pantulan cahaya dari lampu yang berada di dalam ruangan menara ATC. Lalu sebenarnya, apa saja kriteria penggunaan kaca pada menara ATC yang memenuhi standar? Dikutip dari Live Science, seorang petugas menara ATC sama sekali tidak boleh terdistraksi oleh pantulan cahaya yang bersumber dari  manapun. Selain akan membuyarkan konsentrasi, pantulan tersebut juga akan membiaskan cahaya lain yang berasal dari sekitaran apron, runway, hingga taxiway. Baca Juga: KNKT: Standar Karet Rem Indonesia Mengaju Pada Jerman Itu pula yang  menjadi landasan mengapa kaca yang berada di menara pengendali lalu lintas udara dibuat miring. Hal tersebut bertujuan agar setiap cahaya yang bersumber dari dalam ruangan, seperti lampu, komputer, dll, akan dipantulkan ke langit-langit ruangan (biasanya berwarna gelap, dengan tujuan untuk menyerap cahaya yang terpantulkan oleh kaca), dan tidak akan mengganggu kinerja  dari petugas. Jadi, sudah jelas kan mengapa KNKT bisa menyebutkan pantulan di kaca di ruang ATC sebagai salah satu faktor yang menyebabkan kecelakaan tersebut terjadi?

AirAsia Buka Rute Manado-Malaysia Pada Oktober 2018

Maskapai penerbangan berbiaya rendah AirAsia asal Malaysia yang awalanya akan membuka rute penerbangan internasional Manado ke Malaysia pada Triwulan I 2018 atau pada Maret mendatang ditunda menjadi Oktober 2018. Pasalnya saat ini pihak maskapai sedang melakukan persiapan dan pengkajian penerbangan lebih lanjut. Baca juga: Mulai 22 Januari 2018, Rute AirAsia Internasional Pindah ke Terminal 3 Soekarno-Hatta General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado Minggus Gandeguai mengatakan, pnerbangan langsung Manado ke Malaysia dalam waktu dekat akan segera terwujud. “Jadi Oktober nanti kita akan ketambahan satu penerbangan internasional yakni Manado-Malaysia dengan maskapai AirAsia. “Sebenarnya realisasi penerbangan akan lebih cepat diadakan di bulan Maret ini, namum ternyata masih ada beberapa persiapan yang mesti dilakukan AirAsia. Mereka juga sudah berkunjung ke sini,” jelas Minggus yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber. Nantinya jika sudah berjalan, Minggus mengatakan jadwal penerbangan internasional rute tersebut akan dilakukan seminggu tiga kali. Adanya rute ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sulawesi Utara baik itu domestik maupun mancanegara. “Masyarakat Sulut harus berbangga karena pembukaan rute baru, baik itu domestik maupun mancanegara gencar dilakukan. Sehingga memudahkan untuk konektivitas,” ungkapnya. Jika tidak ada halangan pada Oktober 2018 mendatang, bandara Sam Ratulangi akan memiliki dua penerbangan internasional reguler. Sebab sebelumnya sudah ada maskapai SilkAir anak perusahaan Singapore Airlines yang melayani penerbangan Manado tujuan Singapura empat kali seminggu. Sedangkan penerbangan Manado tujuan Cina sampai saat ini masih bersifat charter berjadwal. Di Indonesia, destinasi yang ditawarkan AirAsia diantaranya Bali, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Lombok, Semarang, Palembang, Balikpapan, Solo, Medan, serta Pekanbaru. Adapun AirAsia Indonesia yang memiliki Kode Maskapai QZ, didirikan pada 8 Desember 2004 melalui usaha bersama AirAsia International Ltd dan PT Awair International dengan pusat di Jakarta, Bali, Surabaya dan Medan. Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang mengungkapkan pihaknya terus mendorong agar wisatawan semakin banyak datang ke Sulut,. Apalagi dengan semakin banyak dibukanya rute penerbangan baru membuat wisatawan mudah untuk mengunjungi Sulut dari negara lain. Baca juga: Canangkan Pembayaran Non Tunai, AirAsia Luncurkan Dompet Elektronik “BigPay” Pemerintah provinsi saat ini terus memberikan fasilitas agar wisatawan mancanegara yang datang semakin nyaman menikmati berbagi keindahan di Sulut “Apalagi pariwisata memiliki dampak luas,” ungkapnya.