Redbus dan Bosbis, Dua Apikasi Pembelian Tiket Bus AKAP Online

Aplikasi pemesanan tiket perjalanan bukan hanya untuk moda pesawat ataupun kereta api saja, tetapi bus antar kota antar provinsi (AKAP) juga bisa dipesan melalui aplikasi. Ada berbagai macam aplikasi untuk pemesanan bus AKAP, baik dari Perusahan Otobus (PO) itu sendiri atau aplikasi yang bersinergi dengan berbagai PO masing-masing bus tersebut. Baca juga: Luxury Class Sleeper Bus PO Harapan Jaya, Fasilitas “Mewah” dengan Harga Terjangkau KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, ada berbagai macam aplikasi untuk pemesanan bus, tapi kali ini yang akan dibahas adalah redBus dan Bosbis. RedBus merupakan pemesanan tiket bus online yang sudah hadir di lima negara lain selain Indonesia yakni Colombia, India, Malaysia, Peru dan Singapura. Redbus kini menaungi 2.300 operator bus di seluruh dunia, dan di Indonesia sendiri kurang lebih sekitar 100 PO bus yang sudah bergabung dengan redBus. Jumlah 100 ini adalah gabungan dari PO dan travel yang memiliki rute ke berbagai daerah di Indonesia. Cara pemesanannya pun mudah setelah registrasi masukkan tujuan, tanggal dan kemudian cari bus. Setelah memilih bus, pilih tempat duduk, jika belum terdaftar maka peumpang harus mengisi data dan kemudian pilih pembayaran. Cara pembayarannya pun mudah yakni bisa melalui transfer baik ATM maupun Mobile banking, Alfamart atau kartu kredit. RedBus sendiri hadir di Indonesia sejak tahun 2016 lalu. Untuk melakukan pemesanan redBus sendiri bisa melalui aplikasi atau website. Sayangnya, saat masuk ke dalam aplikasi dan mendaftar, untuk mengisi kelengkapan data agak sulit apalagi saat akan memasukkan email dan tanggal lahir. Dari komentar di Play Store terlihat para pengguna sangat antusias untuk menggunakan aplikasi ini dan hingga kini belum ada komentar jelek dengan aplikasi redBus sendiri. Untuk pemesanannya sendiri melalui redBus, bisa sekitar satu bulan sebelum keberangkatan. Tak hanya redBus, aplikasi pemesanan tiket bus online lainnya yakni Bosbis dengan rute sekitar 190-an dengan operator sekitar 120 PO. Untuk metode pembayaranya Bosbis bisa tak jauh berbeda dengan redBus melalui, kartu kredit, ATM, mobile banking, Alfamart ataupun menggunakan aplikasi Doku Wallet. Pemesanan tiket bus melalui Bosbis paling lambat dua hari sebelum keberangkatan. Cara pemesanannya pun mudah, yakni hampirsama dengan cara memesan di redBus. Bila ada masalah customer service Bosbis siap melayani 24 jam. Sayangnya, banyak komentar buruk dari aplikasi Bosbis, dimana masalah terkait refund atau pengembalian uang, tidak adanya pemberitahuan jika bus yang akan berangkat berubah jadwal higga customer service yang sulit dihubungi pelanggan. Baca juga: Jauh Sebelum Motobus, Ternyata Sudah Ada Jasa Kirim Motor via Bus AKAP! Dengan adanya aplikasi bus ini, penumpang tak lagi berurusan dengan calo, tak hanya itu penumpang juga dimudahkan sehingga tidak harus mengantre lama di loket bus. Pembayarannya pun bisa melalui ATM atau cara pembayaran mudah lainnya sehingga tak perlu lagi membawa uang tunai. Uniknya juga, pengguna pemesanan tiket bus online ini sama seperti pengguna kereta dan pesawat yang harus mencetak tiket atau boarding pass sebagai bukti penumpang bus tersebut. Jadi, masih mau lelah mengantri di loket dan bergaul dengan calo setelah ada pesan tiket bus online?

Tips Kemas Barang Saat Melancong dengan Koper Kecil

Melakukan perjalanan untuk mengelilingi suatu daerah atau negara umumnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sehingga barang bawaan pun tidaklah mungkin sedikit. Tapi masalahnya adalah Anda ingin hanya membawa satu tas/koper kecil yang akan dibawa dalam kabin dan memasukkan semua yang dibutuhkan di dalamnya. Baca juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel Namun, bagaimana caranya untuk melakukan itu semua? KabarPenumpang.com merangkum dari laman standard.co.uk (20/1/2018), dimana seorang fotografer Jill Paider memberikan solusi untuk mengemas barang bawaan dalam satu tas yang bisa dibawa masuk dalam kabin. Sebab Paider sudah melakukan perjalanan ke 102 negara dengan membawa tasnya ke dalam kabin sebanyak 91 penerbangan, dia juga menulis buku terkait hal tersebut dengan judul “Carry-On Only: Confessions from 100 Countries“. Dalam perjalanannya, Paider mengatakan yang mempengaruhi komposisi bawaan adalah cuaca. “Cuaca biasanya merupakan faktor utama. Saya mulai dengan membuat daftar yang semua dibutuhkan, saya kemudian mengambil pakaian yang mau dibawa. Semuanya harus bisa dicuci, bebas kerut dan idealnya bisa digunakan lebih dari satu cara,” ujar Paider. Tips atau solusi ini diberikan baik untuk Anda yang sudah berpengalaman maupun pemula. Berikut ada delapan tips yang diberikan untuk mengemas barang bawaan dalam satu koper atau tas yang masuk dalam kabin. 1. Gunakan pakaian tebal Anda seperti jaket di pesawat 2. Batasi membawa sepatu yakni satu atau dua pasang saja dan nyaman untuk digunakan 3. Fokus dengan pakaian luar yang bagus 4. Memakai alat kecantikan yang digunakan selama perjalanan saja 5. Pertimbangkan mencuci pakaian Anda di hotel atau tujuan terakhir 6. Belajar teknik layering atau menumpuk pada pakaian Anda 7. Bawa pakaian yang massa jenisnya rendah atau tidak mudah kusut dan gampang untuk dicuci. 8. Jangan lupa hal yang nyaman untuk Anda seperti musik, teh, cokelat, makanan ringan dan lainnya. Baca juga: Agar Perjalanan Nyaman, Packing Pakaian Itu Harus Efisien Dalam hal mengemas pakaian, Paider tidak pernah melipat melainkan menggulungnya, sebab akan membuat tempat lebih padat. Tak hanya itu, setiap pelancong memiliki hal yang dibawa berbeda-beda. Biasanya yang selalu dibawa oleh Paider adalah celana jeans, sepatu kets, sabun, syal, kamera, kacamata hitam dan paspor.

Gantungkan Raket, Mantan Petenis Profesional Kini di Balik Kemudi Black Cab Modern!

Era mobil listrik mulai merambah jalanan. Kini, solusi yang dulu dicanangkan untuk mengentaskan masalah polusi udara ini sudah mulai beroperasi di beberapa negara di dunia, salah satunya Inggris. Namun ada yang beberapa poin menarik dari Electric Vehicle (EV) di negara yang dipimpin oleh seorang Ratu ini. Kira-kira apa saja yag keunikan dari EV ini? Baca Juga: Berevolusi, Black Cab London Akan Gunakan Semi-Electric Vehicle Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (22/1/2018), EV yang mengadopsi bentuk dan peran dari Black Cab ini diluncurkan oleh manufaktur ternama asal Inggris, London EV Company. Adalah Taxi TX eCity, Black Cab yang telah ‘didandani’ tersebut diluncurkan pada bulan Juli 2017 silam, dan baru mendapat sertifikasi untuk mengangkut penumpang di London pada bulan lalu. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, tenaga dari EV berbentuk Black Cab ini dihasilkan dari motor listrik 145bhp, menggunakan mesin bensin tiga silinder 1,3 liter yang dikembangkan oleh Volvo sebagai generator untuk baterai besar dan motor listrik. Dengan begitu, moda ini bisa menempuh jarak total hingga 400 mil (643 km), atau dengan rentang jarak EV murni mencapai 70 mil (112 km) dari total jarak tersebut. Diperkirakan, rata-rata pengemudi bisa berkeliling hingga 120 mil atau yang setara dengan 193 km dalam sehari, dan dapat menghemat biaya hingga 100 poundsterling per minggu untuk bahan bakar. Perhitungan tersebut didasarkan pada pengemudi yang mulai mengoperasikan taksinya di pagi hari dan memberlakukan tarif flat. Berbicara soal pengemudi, pecinta olahraga tenis dari seluruh penjuru dunia langsung memusatkan perhatian mereka manakala tersiar kabar bahwa mantan petenis profesional asal Inggris, David Harris memutuskan untuk banting stir menjadi salah satu pengemudi Taxi TX eCity generasi pertama. David diketahui langsung mendaftar diri menjadi salah satu pengemudi manakala buku pemesanan dibuka pada pertengahan tahun lalu. Baca Juga: Hampir Hilang dari Peradaban, Black Cab Malah Pasang Stiker Visit Indonesia Dikutip dari laman sumber, David berharap dapat melakukan penghematan sekitar £600 atau yang setara dengan Rp11,2 juta per bulan untuk biaya operasional dibandingkan dengan taksi diesel mothballed miliknya sekarang. Perkembangan jaman memaksa Taxi TX eCity mengikuti arus. moda yang juga dikenal dengan nama Hackney Carriage tersebut akan dilengkapi dengan empat buah USB port berdaya 230V serta WiFi on-board. LEVC mengatakan, ratusan kendaraan lainnya akan dirilis secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.

Terminal Baranang Siang, Kini Seperti Pupus Harapan

Siapa tak kenal dengan terminal Baranang Siang? Terminal utama di kota Bogor ini setiap harinya memberangkatkan ratusan bus menuju Jabodetabek atau kota lainnya. Bahkan ribuan orang mampir dan menggunakan terminal ini setiap hari untuk menaiki angkot dari terminal yang lokasinya tak jauh dari ujung Tol ini. Baca juga: Bangun Apartemen di Kawasan Stasiun Bogor, Proyek TOD Masih Terganjal Izin Tapi, tahukah Anda bahwa Baranangsiang berasal dari kata Baranang Sanghyang? Beberapa budayawan mengatakan, Baranang Sanghyang adalah nama dari warga Tionghoa yang datang ke Bogor dengan memiliki makna tertentu. Ada yang mengatakan, Baranang Sanghyang berarti kecemerlangan yang diberikan Tuhan kepada orang sekitarnya dan juga wilayah yang ditemukan berkat penerangan Tuhan. Nama Baranang Sanghyang kemudian berubah menjadi Baranang Siang dikarenakan masyarakat Indonesia sulit menyebutkan Sanghyang dan diganti menjadi Siang. Sehingga nama Baranang Sanghyang diganti menjadi Baranang Siang.
Gedung terminal Baranang Siang
Tak hanya Baranang Sanghyang yang memiliki arti, nama Baranang Siang yang diambil dari bahasa Sunda ini memiliki arti Mekar di siang hari atau bisa disebut juga dengan Bunga. Konon katanya, dulu sebelum menjadi terminal tempat tersebut ditumbuhi bunga. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber bahwa, Terminal Baranang Siang sendiri berdiri tahun 1974 dengan lokasi yang strategis karena dekat dengan jalan tol Jagorawi. Dari awal berdiri hingga tahun 1990, Baranang Siang menjadi terminal terbaik bukan hanya di Jawa Barat melainkan di Indonesia. Sayangnya, saat ini terminal yang dulunya cantik berubah menjadi tak terurus bahkan bangunan yang ada pun sudah tak layak lagi. Bau, tangga rusak, kantin dan bangunan tak layak lagi untuk digunakan serta harus dilakukan pemebenahan. Diketahui, sempat ada kabar tersiar sejak tahun 2008 terminal ini akan di revitaslisasi atau dibenahi namun sampai saat ini tak juga terlihat hasilnya. Ada berbagai rencana salah satunya membangun terminal ini menjadi modern yang ditunjang dengan hotel dan mall. Sebenarnya revitalisasi terminal Baranang Siang sendiri belum terealisasikan karena terbentur beberapa kendala salah satunya desain yang tidak sesuai dengan tata kota, heritage dan kewenangan. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, desain terminal yang ada lebih banyak mudharatnya dibandingkan manfaatnya. Apartemen tinggi tetapi porsi untuk terminal kecil dan tak menyatu dengan konsep Transit Oriented Development atau TOD. Selain itu desainnya yang tak nyambung atau tidak bersinergi dengan heritage. Sehingga rencana tersebut dihentikan dan terminal Baranangsiang tidak dikosongkan atau kembali dipergunakan untuk disesuaikan dengan desain yang sesuai tata kota agar tidak menimbulkan masalah. Sayangnya, saat desain sudah di dapatkan, terhambat dengan berlakunya UU No.23/2014 tentang pengelolaan terminal Tipe A yang dikelola kantor pusat (Kementerian Perhubungan) dan terpaksa harus ditunda. “Desain yang terakhir sudah lebih baik, tetapi belum memuaskan. Ketika desain itu sudah hampir rampung dan hampir disepakati munculah peraturan baru, dimana terminal kelas A dikelola oleh pemerintah pusat. Tidak ada pilihan lain kecuali diserahkan waktu itu,” papar Bima. Baca juga: Anggarkan Rp1,1 Triliun, Pemerintah Canangkan Jalur Rel Ganda Bogor-Sukabumi-Bandung Ia juga mengaku tidak senang jika melihat warga Jakarta yang datang ke Kota Bogor disambut dengan titik kumuh seperti itu. “Ingin kita anggarkan, tapi tidak mungkin karena akan ada persoalan, karena sudah bukan kewenangan kita lagi,” pungkasnya.

Proses Persalinan Cepat, Inilah Pertama Kali Seorang Bayi Lahir di Kereta Cepat

Berita bahagia terdengar dari dalam kereta cepat Japan Rail (JR) East di jalur Joban dalam perjalanan dari stasiun Shinagawa ke stasiun Tsuchiura, dimana seorang wanita berusia 25 tahun melahirkan bayinya di dalam gerbong kereta tersebut. Kelahiran ini adalah pertama kalinya terjadi di kereta cepa yang melesat 200 km per jam tersebut. Baca juga: Bayi Perempuan Lahir di Grab, Orang Tua Diganjar Kupon S$8000 KabarPenumpang.com melansir dari laman en.rocketnews24.com (22/1/2018), kabar bahagia ini terjadi pada Jumat 19 Januari 2018 sekitar pukul 01.40 siang waktu setempat. Saat itu seorang wanita hamil yang duduk di bangku prioritas merasa perutnya mulas dan akan melahirkan. Untungnya ketika wanita tersebut mengalami kontraksi akan melahirkan, seorang mantan perawat bernama Tsuzumi Mogami melihat kejadian itu. Dia melihat wajahnya memerah dan meremas kursi yang didudukinya. Mogami kemudian bertanya pada wanita tersebut apakah baik-baik saja dan wanita itu menjawab dirinya mulai merasa sakit persalinan. Mogami yang diketahui dalam perjalanan pulang dari rumah sakit untuk mengunjungi anaknya membawa handuk mandi bersamanya. Kemudian tak lama setelah bertanya, air ketuban wanita tersebut pecah saat kereta berada di antara stasiun Matsudo dan Kashiwa. Mogami yang mantan perawat tersebut kemudian melebarkan handuk ke lantai dan menyuruh wanita tersebut untuk duduk. Lima menit kemudian kepala bayi tersebut keluar. “Bagian tubuh lainnya ikut muncul tak lama setelah kepala bayi keluar,” jelas Mogami. Setelah sampai di stasiun Kashiwa seorang penumpang lain yang melihat kelahiran tersebut langsung menekan tombol darurat untuk memberitahu kepada petugas kereta. Tak lama petugas stasiun datang dan menemukan wanita dan bayinya masih tergeletak di dekat kursi prioritas. Kemudian, petugas membawa ibu dan bayi tersebut ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Menurut perusahaan kereta api JR East, seseorang melahirkan dalam kereta belum pernah mereka dengar sebelumnya alias sesuatu hal yang baru. Atas kelahiran ini, seorang perawat di bagian OBGYN mengatakan dirinya terkejut akan kelahiran bayi tersebut dengan cepat. Perawat tersebut mengatakan, tergantung apakah ini kelahiran pertama wanita tersebut atau bukan. “Tapi pada umumnya, paling tidak memerlukan waktu satu jam sejak ibu mulai merasakan sakit persalinan sampai melahirkan. Dalam kasus yang terjadi sangat jarang kita memiliki ibu yang melahirkan di dalam ambulans,” ujar perawat tesebut. Baca juga: Melahirkan di Dalam Pesawat, Antara Jaminan Terbang Gratis dan Isu Kewarganegaraan Diketahui, salah satu perusahaan taksi di kota metropolitan Tokyo yakni Keio Jidosha menawarkan layanan taksi khusus untuk wanita hamil. Pada tahun 2016 sendiri dari 1367 wanita hamil yang akan melahirkan dan menggunakan taksi tersebut hanya ada satu yang benar-benar melahirkan di taksi tersebut.

2018 Dipercaya Sebagai Tahun Gemilang Untuk Dunia Aviasi Global

Nampaknya dunia aviasi global akan dihiasi oleh sejumlah kejutan pada tahun 2018 ini. Bagaimana tidak, banyak negara dari seluruh penjuru dunia seakan berbondong-bondong untuk membenahi, merevisi ulang sumber energi, hingga membangun bandara baru yang dijadwalkan rampung pada tahun ini. Diharapkan, perubahan besar-besaran di sektor aviasi ini dapat meningkatkan pelayanan kepada para penumpangnya dan dapat secara aktif turut serta dalam usaha mengentaskan masalah polusi yang kian hari kian ‘memekat’ ini. Baca Juga: Empat Bandara di Belanda Bersiap Manfaatkan Energi Angin Dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (18/1/2018), meningkatnya permintaan terhadap perjalaan udara membuat otoritas di Negeri Tirai Bambu, Cina memutuskan untuk membangun dua bandara baru yang dapat mengimbangi tingginya permintaan tersebut. Adapun bandara tersebut berlokasi di Songyuan, Jilin Province dan satunya lagi berlokasi di Heilongjiang Province yang bernama Jiansanjiang Wetlands Airport. Sedangkan Cina tengah disibukkan dengan kedua bandara barunya, Bandara Heathrow di Inggris sedang berusaha untuk meningkatkan kapasitas bandara yang meraih predikat sebagai salah satu bandara tersibuk di dunia ini. Menurut jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya, otoritas setempat mengatakan bahwa keputusan untuk menambah satu landas pacu tambahan akan jatuh pada tahun  2018 ini. Tidak hanya itu, melalui Steve Landells, spesialis keselamatan penerbangan di British Airline Pilot’s Association (Balpa) mengatakan bahwa asosiasi tersebut mendukung sepenuhnya pengumuman yang dilontarkan oleh otoritas setempat mengenai pendaftaran drone yang memiliki massa lebih dari 250kg. Langkah ini rencananya akan mulai diterapkan pada awal tahun 2018, meyusul serentetan kecelakaan yang melibatkan pesawat berawak dan drone. Menurut laporan, sebanyak 81 kasus tabrakan yang terjadi di Inggris selama periode 2017 kemarin. Lain cerita dengan yang dihadapi oleh empat bandara di Belanda yang berada di bawah pengelolaan Royal Schiphol – Schiphol, Rotterdam The Hague Airport, Eindhoven Airport, dan Lelystad Airport yang akan mulai menggunakan energi terbarukan dari perusahaan asal Rotterdam, Eneco. Rencananya, perusahaan yang berdiri sejak 1995 ini akan memasok listrik di empat bandara tersebut dengan total 220 gigawatt yang akan terus bergulir hingga 15 tahun ke depan. Pada tahun 2020, semua energi akan datang dari peternakan angin baru yang dijalankan oleh Eneco. Langkah tersebut terkait dengan rencana pemerintah pusat Belanda agar Negara Kincir Angin tersebut dapat mengurangi emisi gas rumah kaca menjadi nol pada tahun 2050 kelak. Baca Juga: Jelang Olimpiade Musim Dingin 2018, Bandara Incheon Buka Terminal 2 Beralih ke Asia, dimana Negeri Ginseng, Korea tengah mempersiapkan pagelaran Olimpiade Musim Dingin 2018 yang jatuh pada Bulan Februari dengan memberikan sentuhan akhir pada Terminal 2 baru di Bandara Internasional Incheon. Beberapa waktu ke belakang, publik dunia sempat dibuat terkesima dengan kehadiran sejumlah robot di bandara ini yang akan bersanding dengan manusia dalam melancarkan pesta olahraga internasional empat tahunan tersebut. Rencananya, Terminal 2 baru di Bandara Incheon rampung pada Januari 2018.

Peragaan Busana Batik dan Kebaya Ramaikan Ruang Tunggu Bandara Ahmad Yani

Peragaan busana, khususnya dengan tema tradisional sudah jamak dilakukan pengelola bandara, disamping mudah dalam implementasi, gelaran busana bernuansa tradisional dinilai ampuh dan memberi efek positif bagi promosi serta wisata di daerah yang bersangkutan. Seperti baru-baru ini peragaam busana batik dan kebaya ditampilkan di ruang tunggu Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. Baca juga: Toilet Tiga Dimensi Ada di Bandara Sepinggan Balikpapan Bandara Ahmad Yani yang berada dalam pengelolaan PT Angkasa Pura I (Persero) menampilkan kebaya dan batik serta beberapa pakaian daerah lainnya dalam sebuah peragaan busana yang diselenggarakan pada ruang tunggu domestik bandara Ahmad Yani. Diketahui pakaian daerah ini merupakan buatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Peragaan busana tersebut diselenggarakan pada tanggal 21, 23 dan 24 Januari 2018 pada pukul 14.00 WIB. General Manager AP I Bandara Ahmad Yani, Maryanto mengatakan bahwa, dengan adanya acara ini, bandara Ahmad Yani ikut mendukung produk BUMD dan UMKM di sekitaran Jawa Tenga. “Dengan acara ini juga, kita aktif dalam menciptakan wadah yang dapat menyalurkan kreativitas komunitas khususnya komunitas kebaya di kota Semarang,” kata Maryanot. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan kesan dan pengalaman baru bagi para pengguna jasa bandara, khususnya penumpang yang sedang menunggu pesawatnya datang di bandara Ahmad Yani. Kegiatan ini pun mendapatkan tanggapan positif dari para penumpang, salah satunya adalah Ibu Tina yang merupakan penumpang pesawat Citilink tujuan Semarang – Jakarta. “Saya baru pertama kali melihat kegiatan peragaan busana di bandara, biasanya saya melihat peragaan busana itu di Mall. Saya rasa kegiatan ini sangat unik dan menarik, karena dapat memberikan hiburan bagi para penumpang yang sedang menunggu di ruang tunggu agar tidak merasa jenuh. Saya harap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin, karena dapat mendongkrak produk lokal agar dapat dikenal oleh masyarakat luas,” ucap Tina. Baca juga: Sepanjang 2017, Angkasa Pura I Catat Melayani 89,7 Juta Penumpang  Pameran produk yang diciptakan oleh mitra binaan CSR Angkasa Pura I rencananya akan dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali. Sales Department Head, Zulkifli mengatakan, segala bentuk produk yang diciptakan oleh UMKM dari mitra binaan Angkasa Pura I baik dalam bentuk barang ataupun makanan, harus segera dipamerkan. Selain untuk mendongkrak produk lokal, kegiatan ini merupakan fasilitas yang diberikan oleh manajemen dalam mendukung kegiatan usaha mitra binaan.

Waspada! Sindikat Maling Koper Merajalela di Bandara Hong Kong

Walaupun tergolong sebagai gerbang masuk pelancong yang paling aman, namun ternyata tidak seluruh bagian bandara dapat menawarkan keamanan bagi Anda. Seperti halnya yang terjadi di Hong Kong, dimana sejumlah pelancong kehilangan barang bawaan meeka ketika menggunakan jasa bus bandara. Alih-alih menghabiskan waktu dengan bersenang-senang selama berada di kawasan wisata Kowloon, para pelancong ini terpaksa menggigit jari lantaran barang bawaan mereka yang berpindah tangan secara ilegal. Baca Juga: Tips – Sebelum Masuk ke Kargo Pesawat, Pastikan Koper Anda Cukup Kuat Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (14/1/2018), Kepolisian Hong Kong menyatakan bahwa dua kasus dilaporkan pada Bulan Desember 2017 silam. “Sudah banyak, banyak sekali kasus yang melibatkan pelancong yang baru mendarat di Hong Kong dan memilih untuk menggunakan bus dari bandara menuju kota,” ungkap salah satu petugas senior di Kepolisian Hong Kong. Otoritas keamanan di Hong Kong tersebut menyatakan bahwa tindakan kriminal seperti ini merupakan hasil kerja sama yang dilakukan oleh sejumlah pencuri. “Terlihat (pencurian) ini melibatkan sejumlah pelaku utama. Ini merupakan ulah sindikat yang terorganisir dengan baik,” imbuhnya. Pada tanggal 6 Desember 2017, seorang wanita seperempat abad melaporkan bahwa kopernya telah hilang ketika ia turun dari bus bandara. Sialnya, koper tesebut berisikan barang berharga yang nilainya mencapai US$510 atau yang setara dengan Rp6,8 juta. Sontak, wanita ini langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib. Sepuluh hari berselang, tepatnya 16 Desember 2017, laporan serupa datang dari seorang wanita paruh baya. Dalam laporannya, Ia mengaku bahwa koper miliknya yang berisikan barang berharga senilai HK$5.600 atau yang setara dengan Rp 9,6 juta telah raib digondol orang. Anehnya, sindikat ini mengetahui persis mana koper yang berisikan barang berharga, mana yang tidak.
Double Decker di Hong Kong International Airport. Sumber: youtube
Berdasarkan dua laporan tersebut, pihak Kepolisian Hong Kong menarik satu benang merah, dimana sasaran empuk dari tindak kriminal ini adalah orang-orang yang duduk di lantai dua bus bandara dan meninggalkan barang bawaannya di kompartemen bagasi yang notabene, tingkatnya lebih rendah dibandingkan tempat mereka duduk. Kurangnya pengawasan dari si empunya barang disinyalir menjadi celah yang dimanfaatkan dengan sangat jeli oleh sindikat ini. Baca Juga: Koper di Kargo Aman, Penerbangan Pun Nyaman Walaupun Hong Kong International Airport yang terletak di Pulau Chek Lap Kok ini menyandang predikat sebagai bandara utama, tidak menutup kemungkinan dengan menyebarnya pemberitaan semacam ini, akan mencoreng nama baik dari bandara yang mulai beroperasi pada 6 Juli 1998 ini. Jika ditelaah lebih mendalam, bukan tidak mungkin jika pelancong akan mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke Cina hanya karena ulah sebagian oknum yang tidak bertanggung jawab seperti sindikat kriminal ini. Walhasil, bandara yang menjadi Hub sejumlah maskapai ternama seperti Air Hong Kong, Cathay Pacific, Cathay Dragon, DHL Aviation, dan Hong Kong Airlines ini menjadi sepi pengunjung. Hingga saat ini, kepolisian setempat masih berusaha untuk menciduk sindikat yang merugikan penumpang tersebut.

Jangan Sembarang Buka Sepatu di Dalam Kabin Pesawat, Inilah Sebabnya!

Membuka sepatu dalam pesawat bukanlah hal yang baik bagi penerbangan Anda, selain akan menimbulkan bau, kaki pun menjadi tidak higienis. Tak hanya itu, dengan bertelanjang kaki berarti Anda tidak terlindungi bahkan saat terjadi keadaan darurat apalagi jika dalam penerbangan jarak dekat. Baca juga: Biar Nyaman di Penerbangan Kelas Ekonomi Jarak Jauh, Baca Ini! Untuk penerbangan jarak jauh, hal ini juga berlaku, tetapi untuk menikmati kenyamanan dan mengurangi bengkak di kaki, melepaskan sepatu adalah hal terbaik dan menggantinya dengan sandal. KabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.co.uk (16/1/2018), seorang awak kabin bernama Tony Kuna mengungkapkan selain bau yang menyengat, bertelanjang kaki membuat penumpang tidak terlindungi dengan sempurna. “Selain menodai seluruh kabin dengan bau, alas kaki sangat penting selama keadaan darurat pesawat terbang. Meskipun ini bukan bagian dari informasi keselamatan penerbangan, ” ujar Kuna. Dia mengatakan, jika kaki tidak tertutup rapat, maka akan sulit untuk keselamatan penumpang.
Jasmine May saat melihat kaki penumpang lain di belakangnya berada di sandaran kursi pesawat (The Sun)
“Bayangkan jika saat keadaan darurat dan kaki Anda tidak mengenakan alas kemudian lari menyusuri lorong dengan pecahan kaca, api hingga pecahan logam? Anda akan seperti John McClane di Die Hard, mungkin akan lebih buruk lagi,” ujarnya. Kuna menyarankan, agar penumpang membawa sandal hotel ke dalam pesawat. Hal ini supaya jari-jari kaki bisa bernafas dan juga mendapatkan perlindungan. Tak hanya sebagai pelindung saat keadaan darurat dan mengurangi bau di dalam kabin. Bertelanjang kaki juga menyebabkan malapetaka di dalam pesawat dengan cara lain seperti menyebarkan kuman saat ke toilet. “Gunakan sepatu Anda saat bangun dari kursi dan menuju toilet pesawat. Saya pernah melihat seorang penumpang saat saya masih bekerja hanya menggunakan kaus kaki saat ke toilet dan meninggalkan jejak kaki basah saat melalui dapur kabin,” ujar Amanda Pleva mantan awak kabin. Dia menambahkan, saat itu baik dirinya maupun rekan sesama awak kabin menolak untuk keluar dari dapur. Tampaknya kaki bisa menjadi penyebab berbagai macam keluhan saat berada di penerbangan. Baca juga: Anda Tak Nyaman dengan Penumpang di Kursi Sebelah? Ini Solusinya Selain yang di rasakan Amanda Pleva, seorang penumpang pesawat merasakan bau kaki dari belakang tempat duduknya. Jasmine May, saat itu berada dalam sebuah penerbangan dan harus berbagi sandaran tangan bukan hanya dengan penumpang lainnya, tetapi dengan kaki penumpang wanita di belakangnya. Kaki tanpa alas itu masuk dari sela bangku dan berada di sandaran tangan Jasmine. Yakin kaki Anda tak bau dan berani melepas sepatu saat berada di kabin pesawat?

Perkembangan Kereta Cepat Bakal ‘Interupsi’ Layanan Penerbangan di Masa Depan, Mungkinkah?

Selain menawarkan efisiensi waktu tempuh, ternyata nilai keamanan dan prestise yang disajikan oleh sejumlah maskapai di Indonesia berdampak pada tingginya permintaan perjalanan udara. Para penumpang merasa layanan ini tidak bisa disaingi oleh penyedia jasa transportasi lain seperti bus atau kereta api sekali pun. Baca Juga: Ouigo, Kereta Cepat Bergaya TGV dengan Tarif Rendah Namun, untuk perjalanan antar kota yang jaraknya masih bisa dibilang dekat, tidak sedikit pula para penikmat perjalanan udara akan mengalihkan pilihannya pada jasa yang ditawarkan oleh PT KAI. Inilah fakta yang terjadi dari dalam negeri, bagaimana dengan yang terjadi di mancanegara? Untuk sebagian wilayah Asia dan Eropa, eksistensi kereta api berkecepatan tinggi ternyata menjadi wadah alternatif bagi para penumpang yang hendak melakukan perjalanan udara. Harga, layanan, tingkat keselamatan, dan efisiensi waktu menjadi barometer penting yang akhirnya menjadikan kereta berkecepatan tinggi sebagai rival para maskapai yang menyediakan layanan perjalanan udara. Selain poin-poin pada barometer di atas, tingkat keramahan lingkungan juga jadi satu nilai penting yang tidak luput dari pandangan sebagian kalangan. Tidak menggunakan bahan bakar jet yang terkenal berbahaya bagi lingkungan, dan tetap berada di darat menjadi dua poin vokal mengapa kereta cepat mulai banyak digandrungi banyak orang. Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman traveller.com.au, periset dari Beihang University di Beijing dan University of South Florida di Tampa mengatakan bahwa salah satu poin penting yang akhirnya menjadikan persaingan pesawat dan kereta api berkecepatan tinggi semakin memanas adalah estimasi perjalanan. “Waktu tempuh menjadi sangat penting untuk daya saing moda transportasi yang berbeda,” ungkapnya pada tahun lalu. Secara umum, kemunculan layanan kereta cepat dan terjangkau di Cina, Jepang, Korea Selatan dan Eropa Barat seolah telah mengikis prakonsepsi mengenai bagaimana persaingan yang terjadi antara maskapai penerbangan dan kereta api, ditinjau dari waktu tempuhnya. Pada tahun 2015, Cina mencatat sebanyak 910 juta orang melakukan mobilisasi antar kota dengan menggunakan kereta api. Angka tersebut hampir setara dengan dua kali lipat jumlah penumpang pesawat, yang tercatat hanya 415,4 juta penumpang pada periode yang sama. Baca Juga: TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa Pertumbuhan di sektor perkeretaapian yang kian pesat dewasa ini semakin memperkuat statemen yang menyebutkan bahwa di masa yang akan datang, kereta api dapat mengalahkan kedigdayaan pesawat. Munculnya layanan kereta cepat seperti Shinkansen di Jepang dan Fuxing di Cina yang dipadukan dengan kemajuan jaman, hampir dapat dipastikan akan menginterupsi jumlah penumpang pesawat. Asumsi tersebut pun mendapat dukungan dari asisten profesor teknik sipil dan lingkungan di University of South Florida, Yu Zhang. “Layanan perjalanan udara akan terkena dampak, tapi kami juga tidak melihat pengurangan penumpang yang signifikan,” ungkap Yu. Terlepas dari layanan, waktu tempuh, hingga harga yang diberikan oleh masing-masing operator, pada akhirnya, semua akan kembali pada para penumpang. Biarkan mereka memilh sendiri moda mana yang hendak mereka gunakan.