Sampai saat ini sebanyak 200 stasiun kereta api di India memiliki area publik free WiFi dari Google dan direncanakan untuk diperluas ke berbagai kota di seluruh India. Vice President of Product Management Next Billion User (NBU) di Google, Caesar Sengupta mengegaskan keberhasilan program WiFi publik yang mulai di uji coba pada Januari tahun 2016 lalu.
Baca juga: “Jemput Bola,” Google Edukasi Warga Sheffield Dengan Bus PintarKabarPenumpang.com melansir dari laman gadgets.ndtv.com (5/12/2017), Sengupta mengungkapkan bahwa ada lebih dari 7,5 juta pengguna yang memanfaatkan akses internet berkecepatan tinggi ini melalui Google Station di India. Program ini sebenarnya sudah ada di 227 stasiun di India dan akan menambah 22 stasiun lagi bulan Desember ini.
Saat ini raksasa pencarian tersebut akan menambah hingga 400 stasiun untuk tahun depan yang perencanaanya sudah dimulai sejak tahun 2016. “Google Station membantu menghubungkan lebih banyak orang dengan internet yang terjangkau dan dapat diandalkan lewat hotspot. Tempat sehari-hari di mana Anda pergi untuk mendapatkan internet berkualitas tinggi untuk men-download video dan aplikasi, apa pun yang Anda pilih untuk dilakukan. Bahkan dengan kemajuan luar biasa dalam memperluas mobile Internet di India, kami masih menemukan bahwa WiFi publik tetap merupakan langkah penting dalam mendapatkan internet terjangkau berkualitas tinggi bagi semua orang,” kata Sengupta.
Dia menambahkan, saat ini Google Station juga berkembang di luar stasiun kereta api dan ada di kota-kota serta negara-negara lain salah satunya Indonesia. Google diketahui meluncurkan 53 Google Station pada bulan September lalu yang awalnya direncanakan untuk meningkatkan jaringan WiFi publik menjadi 100 stasiun pada 2016.
Selain stasiun kereta api, Google saat ini berencana untuk mengaktifkan WiFi publik berkecepatan tinggi melalui Google Stationnya yang tersebar di India. Diketahui, raksasa pencarian ini ingin membuat akses internet di berbagai kota cerdas India dan juga sedang menyiapkan perluasan jaringannya ke institusi pendidikan dan universitas di masa depan.
Google saat ini bekerja sama dengan perusahaan RailTel Corporation untuk menyediakan akses Internet cepat di perangkat seluler melalui Google Station. Namun, dengan perluasan program tersebut, tim pimpinan Sundar Pichai juga berencana untuk mengikat ISP baru.
Baca juga: Setelah India, Google Station Siap Tebar Free WiFi Gratis di Indonesia
Pada bulan Agustus, Google Station memasuki Indonesia untuk membantu memperbaiki akses internet di stasiun kereta api lokal. Google bermitra dengan CBN dan Fiberstar untuk menghadirkan WiFi publik berkecepatan tinggi bagi pengguna Indonesia.
Tidak ada yang bisa memungkiri bahwasanya kita membutuhkan waktu untuk beradaptasi jika berada di tengah lingkungan baru, tidak terkecuali dengan bandara yang notabene baru kali pertama kita sambangi. Tentu saja kita akan rajin melihat papan penunjuk lokasi atau bahkan bertanya kepada petugas di sana agar tidak tersasar. Nah, melihat adanya celah bisnis yang terbuka lebar, Apple menelurkan sebuah fitur baru yang dapat memudahkan Anda untuk berkeliling di sebuah bandara tanpa mesti takut tersasar.
Baca Juga: Manjakan Penumpang Asal Cina, Sydney Airport Gaet Baidu Hadirkan Peta Bandara
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman usatoday.com (21/12/2017), fitur terbaru dari Apple Maps ini menampilkan pemetaan indoor dari sebuah bandara, lengkap dengan denah persebaran tenant. Tidak hanya itu saja, fitur terbaru ini juga dapat menampilkan jam operasional dari masing-masing tenant, sehingga Anda tidak perlu lagi kelimpungan mencari makanan di sebuah bandara yang masih asing.
Tidak melulu soal kelengkapan bandara, Apple Maps juga tentu saja dapat menunjukkan Anda pos keamanan bandara, counter check in, hingga pos baggage claim. Jika bandara yang Anda datangi memiliki dua lantai, maka Apple Maps dapat langsung menyesuaikan di lantai mana Anda berada. Menganut prinsip yang hampir sama dengan Google Maps atau aplikasi penunjuk arah lainnya, Apple Maps juga menggunakan prinsip real-time, jadi kapan pun Anda melangkah, maka kursor penanda yang berada di aplikasi tersebut juga akan mengikuti kemana arah langkah Anda.
Di sini, Apple berusaha menandingi rival utamanya dalam hal pemetaan, yaitu Google Maps. Maka dari itu, tidak heran jikalau banyak orang yang tercengang ketika melihat perubahan signifikan yang dilakukan oleh perusahaan milik mendiang Steve Jobs ini. “Keren memang melihat perubahan yang dilakukan oleh Google Maps selama ini. Tapi yang tidak kalah menakjubkan adalah perubahan ‘kecil’ yang dilakukan oleh Apple Maps,” ungkap seorang kartografer bernama Justin O’Beirne, yang disinyalir turut mengambil bagian dalam improvisasi yang dilakukan oleh Apple.
Baca Juga: Ini Lho! Tampilan Baru Google Maps
Anda tidak akan dipungut biaya untuk mengunduh aplikasi Apple Maps ini, namun pastikan smartphone yang Anda gunakan sudah memiliki versi terbaru dari sistem operasi mobile iOS, iOS11, dan iPhone, iPad, atau iPod Touch. Hingga saat ini, update terbaru dari Apple Maps baru menyediakan pemetaan indoor dari 35 bandara di seluruh dunia termasuk LA, NY, Chicago, Denver dan Seattle. Namun sayangnya, Apple masih mengembangkan fitur andalannya ini di beberapa kota besar lainnya, seperti San Francisco, Boston, Washington, dan Dallas.
Walaupun PT MRT Jakarta (PT MRTJ) telah mengumumkan waktu peluncuran layanan Metro pertama di Indonesia ini, tapi warga Ibukota masih penasaran dengan progress yang sudah mereka capai hingga saat ini. Tidak hanya warga Jakarta, pekerjaan konstruksi Mass Rapid Transit seolah mencuri perhatian seluruh warga Indonesia. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap apa yang telah mereka lakukan selama ini, PT MRTJ membeberkan progress pengerjaan konstruksi MRT Jakarta Fase 1 Lebak Bulus – Bunderan HI dalam sebuah forum jurnalis yang diadakan pada Rabu (20/12/2017) kemarin.
Baca Juga: Kursi Penumpang MRT Jakarta Berbahan Plastik, Upps Jangan Kecewa Dulu!
“Progress Konstruksi untuk Depo dan Stasiun Lebak Bulus per tanggal 15 Desember adalah 82,59 persen, sedangkan untuk Stasiun Senayan sudah mencapai 94,59 persen. Total progressnya sudah 88,56 persen,” ungkap William P Sabandar selaku Direktur Utama PT MRTJ pada acara itu. “Overall, target kami pada 31 Desember adalah 90,14 persen, dengan rincian 85,20 persen untuk Depo dan Stasiun Lebak Bulus dan 95,13 persen untuk Stasiun Senayan,” imbuhnya.
Berdasarkan pantauan KabarPenumpang.com, Corporate Secretary PT MRTJ Tubagus Hikmatullah menargetkan seluruh pengerjaan sipil Fase 1 ini rampung 100 persen pada pertengahan tahun 2018 mendatang. “Direncanakan pada Juli 2018,” sambung Hikmat. Pekerjaan sipil tersebut meliputi pembangunan jalur layang, bawah tanah, Depo Lebak Bulus, dan 13 stasiun MRT lainnya yang berada di sepanjang jalur Lebak Bulus – Bunderan HI. Namun seperti yang sudah dijabarkan di atas, masih terdapat selisih antara pencapaian yang sudah diraih hingga saat ini dan proyeksi yang PT MRTJ targetkan. Dimana letak masalahnya?
“Proses pembebasan lahan di daerah Fatmawati kemarin sempat menghambat proses pembangunan,” tutur Hikmat seraya menjawab pertanyaan apa yang membuat progress PT MRTJ mengalami keterlambatan. “Namun masalah itu kini sudah selesai, yang lain tidak ada masalah,” tukasnya. Meski ada keterlambatan, Hikmat menilai pembangunan tersebut masih bisa diakselerasi, sehingga selisihnya pun tidak terlalu besar dari target awal. Selain soal pembebasan lahan di daerah Fatmawati beberapa waktu yang lalu, cuaca menjadi salah satu faktor penghambat pengerjaan MRT.
Baca Juga: PT MRT Jakarta Gaet Tower Bersama Group Untuk Gelar Coverage Seluler dan WiFi
“Musim penghujan kerap kali menyebabkan stasiun MRT Dukuh Atas tergenang, tapi sejauh ini asih bisa diatasi,” tutur Hikmat santai. Menurut agenda, warga Ibukota sudah bisa menjajal layanan kereta Metro pertama di Indonesia ini pada Maret 2019 mendatang, dengan perkiraan daya angkut hingga 200 ribu penumpang setiap harinya. Perkembangan terakhir, beberapa utusan PT MRTJ telah menyelesaikan kunjungan ke Jepang pada pertengahan Desember kemarin untuk menguji coba armada yang nantinya akan menjadi primadona di dunia transportasi ini.
Pernahkah Anda memperhatikan plat nomor kendaraan Anda dan bertanya-tanya tentang komposisi huruf dan angka yang ada di dalamnya? Sebagai salah satu ‘kode unik’ yang tertera di masing-masing kendaraan, dapat dipastikan bahwa tidak mungkin ada komposisi yang sama antara satu kendaraan dengan yang lainnya.
Baca Juga: 10 Peraturan Lalu Lintas Unik Ini Siap Membuat Anda Kernyitkan Dahi
Padahal, jika Anda dapat dengan jeli membaca komposisi tersebut, maka Anda dapat dengan mudah mengetahui sedikit asal usul dari kendaraan tersebut. Berikut, KabarPenumpang.com jabarkan penjelasan mengenai komposisi huruf dan angka yang terdapat di plat nomor kendaraan, dihimpun dari berbagai laman sumber.
Patut diketahui, penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, merupakan warisan sejak zaman Hindia Belanda, yang menggunakan kode wilayah berdasarkan pembagian wilayah karesidenan. Kode wilayah pendaftaran kendaraan bermotor itu sendiri kini sudah ditetapkan oleh Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2006 tentang Penomoran Kendaraan Bermotor.
Seperti yang sudah diketahui bersama, huruf pertama (dan kedua untuk sebagian daerah) yang ada di bagian depan plat nomor kendaraan merupakan kode kota kendaraan tersebut, seperti B untuk DKI Jakarta (Termasuk Kodya dan Kabupaten Bekasi, Kodya dan Kabupaten Tangerang, dan Kodya Depok), D untuk Kodya dan Kabupaten Bandung, DK untuk Provinsi Bali, dan seterusnya. Tapi, tidak semua huruf dalam susunan alphabet dijadikan kode penanda suatu daerah lho!
Untuk masalah nomor, ada makna tersiratnya sendiri. Nomor 1 sampai 1999 dialokasikan untuk kendaraan penumpang, nomor 2000 sampai 6999 dialokasikan untuk sepeda motor, nomor 7000 sampai 7999 dialokasikan untuk bus, dan nomor 8000 hingga 9999 dialokasikan untuk kendaraan beban. Sederhananya seperti itu.
Baca Juga: Riset INRIX: Setelah Jakarta, Bandung Jadi Kota Termacet Kedua di Indonesia
Lalu untuk susunan alphabet yang terdapat di belakang nomor juga punya artinya sendiri. Khusus untuk daerah Jadetabek, tiga huruf biasanya tersematkan di bagian belakang nomor polisi. Untuk memudahkan pemahaman, kita ambil contoh B **** XYZ. Huruf X yang ada di contoh tersebut merujuk pada kode wilayah pendaftaran.
U – Jakarta Utara
B – Jakarta Barat
T – Jakarta Timur
P – Jakarta Pusat
S – Jakarta Selatan
E – Depok
N dan W – Tangerang Selatan dan atau Kabupaten Tangerang
C dan V – Kodya Tangerang
K – Kota Bekasi
F – Kabupaten Bekasi
Sementara untuk huruf Y yang ada pada contoh di atas mewakili jenis kendaraan berdasarkan golongan.
A – Sedan/Pick Up
F – Minibus, Hatchback, City Car
V – Minibus
J – Jeep dan SUV
D – Truk
T – Taksi/Angkutan Kota (Angkot)
U dan Q – Kendaraan Staf Pemerintah
Khusus untuk sepeda motor, tidak masuk ke dalam klasifikasi di atas karena jenisnya yang terlalu banyak. Sementara untuk huruf Z yang tercantum pada contoh berfungsi sebagai pembeda jikalau nomor yang dialokasikan berdasarkan jenis kendaraan sudah mencapai batas akhir.
Jadi, apakah Anda sekarang sudah bisa ‘membaca’ plat nomor Anda sendiri?
Fasilitas pabrik baru milik PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) akan dibuka di Banyuwangi dan dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2019 mendatang. Pabrik ini dibangun dengan nilai investasi Rp600 miliar.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT INKA Mohamad Nur Sodiq mengatakan, saat ini progres pembangunan pabrik, baru merampungkan urusan pembebasan lahan. Sehingga pembangunan pabrik tersebut akan dimulai pada Maret 2018 dan akan dijadikan pabrik kereta api berbahan dasar stainless steel dan aluminium.
Baca juga: Pensiunkan Gerbong Berusia 30 Tahun, PT KAI Pesan 438 Gerbong Baru dari PT INKA
Saat ini PT INKA sedang berfokus pada tahap kostruksi pabrik, sehingga tahun 2019 mendatang pabrik pembuatan kereta ini sudah bisa beroperasi. KabarPenumpang.com merangkum dari beberapa sumber, diketahui setelah selesai pembangunannya PT INKA akan memiliki dua pabrik besar menjadi Madiun dan Banyuwangi.
“Tahun ini untuk pengadaan tanah, tahun depan untuk konstruksi pabriknya. Jadi pabrikan INKA, main factory atau pabrik utama ada di Madiun, satu lagi di Banyuwangi proses pengadaan tanah selesai tahun ini kemudian 2018 konstruksi kita harapkan awal 2019 sudah siap berproduksi” ujar Sodiq.
Sodiq mengatakan dengan pembangunan kedua ini diharapkan PT INKA kedepannya bisa memenuhi kebutuhan pembuatan kereta api baik dalam maupun luar negeri. Menurutnya, kapasitas produksi kereta di Madiun sudah melebihi kapasitasnya, sehingga PT INKA membangun pabrik baru.
“Kapasitas produksi itu jadi tantangan. Untuk hadapi berbagai pesanan kemampuan harus ditingkatkan dan solusinya dengan pembangunan pabrik baru,” kata Sodiq. Ia menambahkan, kemampuan PT INKA berporduksi sekitar tiga kereta dalam dua hari. Ini dinilai belum cukup, dikarenakan PT INKA mendapatkan banyak pesanan dari dalam dan luar negeri. Dia menargetkan, setelah selesainya pabrik Banyuwangi, maka kemampuan produksi bisa bertambah hingga dua kali lipatnya.
“Hari ini kita bisa hasilkan 1,5 car per day. Itu dengan spesifikasi terberat, jadi rata-rata 1,5 car per day. Yang 1,5 car itu juga akan kita tingkatkan ke 3 car per day,” pungkasnya.
Baca juga: Indonesia Tawarkan Produk Kereta dari PT INKA Ke Kosta Rika
PT INKA saat ini tengah menangani pesanan kereta api yang cukup banyak, antara lain proyek KRL Bandara Soekarno Hatta-Sudirman, LRT di Palembang yang disiapkan untuk SEA Games, LRT Jabodetabek, termasuk juga proyek dari PT KAI untuk mengganti gerbong-gerbong kereta yang usianya sudah tua.
Selain itu PT INKA juga mengerjakan pesanan kereta api dari beberapa negara salah satunya Bangladesh serta mengikuti tender di Zambia, Srilanka dan Nigeria serta memenuhi pesanan kereta dari beberapa negara di ASEAN.
Memang, namanya tidak setenar stasiun-stasiun lain di Jepang, seperti Tsurumi, Ueno-Tokyo, Yokohama, dan Akihabara, namun stasiun kecil ini mampu menyedot perhatian publik dunia karena kisah inspiratif yang tersirat di dalamnya. Bagaimana tidak, walaupun Stasiun Kami-Shirataki yang terletak di Engaru, Hokkaido ini hampir ditutup pada bulan Maret 2016 silam, namun sang operator menunda penutupan demi seorang gadis yang masih bersekolah. Kok bisa?
Baca Juga: 5 Stasiun Tersibuk di Dunia, Semua Ada Di Jepang!
Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Hokkaido Railway Company (JR Hokkaido) selaku operator Stasiun Kami-Shirataki mengumumkan pada Juli 2015 bahwasanya pihaknya akan menutup stasiun tersebut bersamaan dengan dua stasiun lainnya yang berada di Sekihoku Main Line, yaitu Stasiun Shimo-Shirataki, dan Stasiun Kanehana. Penutupan tersebut dilandaskan pada rendahnya permintaan penumpang dari ketiga stasiun tersebut dan terpencilnya lokasi stasiun.
Stasiun Kami-Shirataki. Sumber: Wikipedia
Karena dua alasan yang sudah dijabarkan di atas, akhirnya JR Hokkaido pun bersiap untuk menutup stasiun tersebut, hingga pada akhirnya mereka menyadari bahwa stasiun tersebut masih digunakan setiap harinya oleh seorang gadis SMA untuk berangkat dan pulang sekolah. Akhirnya, pihak JR Hokkaido pun batal menutup stasiun Kami-Shirataki dan tetap mengoperasikannya hingga gadis yang tidak diketahui namanya tersebut menyelesaikan masa pendidikannya. Menurut kabar yang beredar, gadis tersebut seharusnya sudah lulus pada Maret 2016.
Atas putusannya tersebut, pihak operator seolah memberikan gadis tersebut sebuah hak khusus terhadap Stasiun Kami-Shirataki, dimana kereta yang melintas di Sekihoku Main Line akan berhenti untuk menjemputnya berangkat ke sekolah di pagi hari dan mengantarnya pulang ke rumah di sore hari. Tak ayal, respon positif pun terpancar dari netizen yang mengetahui hal tersebut, karena menilai pihak JR Hokkaido telah memprioritaskan pendidikan seseorang. Pihak operator menuai banyak pujian dari netizen melalui berbagai sosial media.
Walaupun tidak ada bukti yang cukup kuat untuk menghubungkan kelulusan gadis tersebut dan penutupannya, akhirnya stasiun dengan kode A44 yang dibuka pada 1 Oktober 1932 ini secara resmi mengakhiri masa operasinya pada 25 Maret 2016.
Baca Juga: Unik! Berangkat Lebih Awal, Operator Kereta di Jepang Justru Meminta Maaf Kepada Penumpang
Mungkin kebanyakan dari Anda akan berdecak kagum dengan apa yang sudah dilakukan oleh JR Hokkaido yang mengutamakan pendidikan seseorang. Atau mungkin beberapa dari Anda ada yang merasa cemburu dengan operator kereta Jepang tersebut karena operator kereta kita belum sehebat di Negeri Sakura?
Di penghujung tahun 2017 ini, ada kabar menggembirakan untuk Garuda Indonesia, pasalnya maskapai plat merah Kebanggaan Nasional ini berhasil menempat posisi empat sebagai penyedia layanan kelas ekonomi terbaik versi Skytrax. Penerbangan kelas bisnis dan kelas satu boleh saja menjadi primadona untuk penumpang, namun dari sisi maskapai dengan penerbangan berjadwal, sumber pendatapan terbesar jelas masih dari kelas ekonomi.
Baca juga: Bandara Internasional Hong Kong Sabet Predikat “Bintang Lima” dari SkytraxKabarPenumpang.com melansir dari businessinsider.com(26/12/2017), ada sepuluh maskapai penerbangan yang masuk dalam daftar Best Economy Class Airlines. Ranking yang dibuat Skytrax berdasarkan survei 19,87 juta penumpang dari 105 negara. Survei tersebut meliputi lebih dari 320 maskapai penerbangan dengan ukuran 49 parameter, mulai dari prosedur boarding, kenyamaan, kondisi tempat duduk hingga kualitas pelayanan oleh awak kabin. Dan berikut sepuluh maskapai yang berhasil masuk sebagai Best Economy Class Airlines. 1. Thai Airways
Maskapai penerbangan asal Thailand yang berpusat di Bangkok ini tak hanya menjadi yang terbaik di penghargaan kelas ekonomi dunia. Tahun 2017 ini, Thai Airways sudah menyabet empat penghargaan sekaligus diantaranya World’s Best Airport Service 2017, World’s Best Economy Class, World’s Best Airline Lounge Spa, dan Best Economy Class Onboard Catering.
2. Qatar Airways
Maskapai ini menjadi salah satu operator paling cepat berkembang di industri penerbangan. Qatar sendiri menjadi salah satu maskapai bintang lima dari Skytrax bersama empat perusahaan penerbangan lainnya.
Thai Airways, menduduki peringkat pertama Best Economy Class Airlines (Thai Airlines)3. Asiana Airines
Maskapai milik Negeri Gingseng atau Korea Selatan ini sudah terbukti dalam pelayanan kelas ekonominya. bahkan pada tahun 2016 lalu, Asiana sempat mendapat peringkat pertama untuk World’s Best Economy Class, Best Economy Seat, dan Best Economy Class Onboard Catering. Sayangnya peringkat tersebut harus digantikan oleh Thai Airways tahun ini.
4. Garuda Indonesia
Berada di sepuluh besar dunia dan menjadi nomor empatnya, bukanlah hal mudah untuk maskapai plat merah Indonesia ini. Selain menduduki peringkat empat kelas ekonomi terbaik, Garuda Indonesia juga mendapat penghargaan kategori World’s Best Cabin atau awak kabin terbaik di dunia selama tiga tahun berturut-turut.
5. Singapore Airlines
Maskapai milik Negeri dengan lambang Merlion ini sudah banyak meraih penghargaan internasional. Salah satunya adalah menjadi maskapai penerbangan terbaik se-Asia dan Best Business Class Airlines Seat.
6. Japan Airlines
Maskapai utama asal Jepang ini masuk dalam favorit penumpang kelas ekonomi. Selain posisi kedua ditempati ANA.
(Japan Airlines)7. Emirates
Berpusat di Dubai, Uni Emirat Arab, maskapai ini berkembang pesat pada akhir tahun 2000-an. Emirates sendiri saat ini menjadi salah satu maskapai penerbangan terbaik dunia yang terkenal dengan armada pesawat wide body ultra modern.
8. All Nippon Airways (ANA)
Berbasis di Tokyo, Jepang, staf dan pelayanan ANA bisa dikatakan terbaik. Selain soal kabin ekonominya, ANA juga pernah menyabet predikat World’s Best Airport Services atau pelayanan bandara terbaik di dunia.
Baca juga: Wow! Tujuh Bandara Ini Punya Fasilitas Tur Gratis9. EVA Air
Pernah mendapat penghargaan Best Airline Transpasific, EVA Air dari Taiwan masuk dalam daftar sepuluh pesawat dengan layanan kelas ekonomi terbaik dan sepuluh maskapai dengan layanan katering terbaik.
10. Lufthansa
Perusahaan asal Jerman dan menjadi maskapai terbesar di Eropa kali ini menduduki peringkat sepuluh terbaik untuk peringkat pelayanan kelas ekonomi terbaik. Lufthansa hingga kini masih setia melayani penerbangan jarak jauhnya ke Indonesia.
Obor Olimpiade semakin menghangat, menandakan perhelatan acara olahraga empat tahunan ini siap digelar di dataran Korea pada Musim Dingin 2018 mendatang. Sudah barang tentu, negara yang identik sebagai pencetak boyband dan girlband kelas wahid di jagad hiburan ini global ini tengah mati-matian mempersiapkan segala sesuatunya, hanya demi pagelaran Olimpiade Musim Dingin ini berjalan dengan lancar. Seperti yang diketahui sebelumnya, Korea akan mempekerjakan puluhan robot untuk membantu tugas manusia dalam acara ini.
Baca Juga: Sambut Olimpiade Musim Dingin, LG Hadirkan Dua Robot Canggih di Bandara Incheon
Berdasarkan lansiran KabarPenumpang.com dari laman the42.ie (25/12/2017), Korea Selatan akan menggunakan 85 robot yang berbeda satu sama lain selama Olimpiade Musim Dingin 2018. Bahkan salah satu diantara robot-robot tersebut akan mengambil peran sebagai pengantar obor Olimpiade yang menandakan dimulainya perhelatan tersebut.
Adalah HUBO, robot humanoid ciptaan Korea Advanced Institute of Science and Technology ini yang nantinya akan mengantar obor Olimpiade menuju lokasi yang sebelumnya sudah ditentukan. “Rencananya HUBO akan berjalan sejauh 150 meter,” ungkap salah satu narasumber dalam laman tersebut.
Melihat dari konsep acaranya, kemungkinan besar ke-85 robot ini akan ‘menjajah’ ruang lingkup pekerjaan yang seyogyanya dilakukan oleh manusia, sebut saja ada robot yang didesain untuk menggambar mural pada salah satu tembok venue. Ada juga robot yang akan mengantarkan pesanan para penonton di lokasi, hingga Fishing Robots yang akan dioperasikan di beberapa venue.
Fishing Robot sendiri merupakan salah satu robot yang akan berbicara dan memberikan informasi terkait jadwal pertandingan, sarana transportasi, dan beragam atraksi yang disajikan oleh pihak penyelenggara. Robot ini sendiri memiliki kemampuan untuk berbicara dalam empat bahasa, yaitu Korea, Cina, Jepang, dan tentu saja bahasa Inggris.
Jika nanti pengoperasian dari robot-robot ini sukses di Olimpiade Musim Dingin 2018, maka rencananya Jepang akan menggunakan teknologi serupa pada Olimpiade Musim Panas tahun 2020 mendatang. Di luar dari topik pembahasan, perusahaan Fujitsu berharap momen Olimpiade Musim Panas 2020 bisa menjadi debut untuk robot yang sudah dilengkapi dengan sistem sensorik 3D dan kecerdasan buatan yang akan membantu penilaian di cabang olahraga senam indah.
Baca Juga: Ini Dia Troika! Robot Canggih di Bandara Incheon, Korea Selatan
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Bandara Internasional Incheon di Seoul juga akan dilengkapi dengan dua buah robot yang akan membantu pekerjaan manusia, yaitu robot pembersih dan robot pemberi informasi. Didukung dengan desain yang sangat menggemaskan, diharapkan kedua buah robot di bandara ini dapat membantu mobilitas para penumpang dan para atlet yang mendarat di bandara tersibuk di Korea ini.
Salah satu penyebab kecelakaan di jalan raya, termasuk jalan tol adalah pengemudi yang didapati dalam kondisi mengantuk. Penyebab kantuk pun banyak ragamnya, diantaranya seperti pengemudi mengalami jenuh sehingga kelihangan orientasi saat melintasi jalan tol yang panjang dan lurus mencapai puluhan kilometer. Nah, jika Anda melintasi jalan tol, tentu Anda pernah melewati sebuah area yang ‘ditumbuhi’ oleh beberapa polisi tidur mini yang tersusun rapi. Ya, itu adalah rumble strip. Kira-kira, apa saja sih fakta tersembunyi yang ada di balik rumble strip ini?
Baca Juga: Jalan Ini Hubungkan Jepang dan Turki Sepanjang 20.000 Km!
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, rumble strip ini sendiri memiliki beberapa alias, seperti sleeper lines, alert strips, audible lines, sleepy bumps, wake up calls, growlers, drift lines, dan drunk bumps. Dibalik semua sebutan di atas, rumble strip sendiri merupakan salah satu fitur keselamatan di jalan yang tugasnya untuk mengingatkan pengemudi akan bahaya potensial yang mengintai setiap saat.
Layaknya sebuah polisi tidur yang juga merupakan salah satu fitur keselamatan, rumble strip akan memberikan getaran taktil dan suara gemuruh yang terasa hingga ke dalam kendaraan ketika melewatinya. Berarti, secara tidak langsung, pemasangan rumble strip merupakan salah satu upaya untuk membuat pengemudi tetap tersadar dan berkonsentrasi selama berkendara. Jika ditelaah lebih mendalam, rumble strip juga dapat mengingatkan pengemudi untuk berhenti atau memperlambat kendaraan karena di depannya merupakan area rawan kecelakaan, seperti yang terpasang di Tol Cipularang KM 89.
Shoulder Rumble Strip. Sumber: greenfieldreporter.com
Rumble strip sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis, tergantung dari fungsi dan penempatannya masing-masing. Pertama adalah transverse rumble strip, yaitu yang biasa kita jumpai di sebelum pintu keluar jalan tol atau gardu tiket, fungsinya adalah untuk mengingatkan pengemudi akan sesuatu yang ada di depannya. Kedua dan ketiga adalah shoulder dan centerline rumble strips, dimana keduanya sama-sama berfungsi untuk mengantisipasi kecelakaan. Bedanya adalah shoulder rumble strip dipasang di bahu jalan, sedangkan centerline rumble strip dipasang di badan jalan.
Lalu, muncul pertanyaan dalam benak, kapan sih rumble strip ini pertama kali eksis sebagai salah satu fitur keselamatan di jalan? Garden State Parkway di New Jersey menjadi saksi bisu pengenalan rumble strip untuk pertama kalinya pada tahun 1952. Walaupun pada pemasangannya rumble strip sempat menuai kontroversi karena suaranya yang terdengar hingga jarak puluhan meter dan dianggap mengganggu ketenangan pemukiman yang ada di sekitaran jalan tol, namun ini merupakan cara ampuh untuk mencegah kecelakaan karena faktor human error.
Baca Juga: Empat Proyek Pembangunan Perkeruh Kemacetan di Tol Cikampek
Namun, tidak semua golongan mendukung pemasangan rumble strip ini lho! Seperti yang terjadi di Indonesia pada akhir tahun 2011 silam, dimana Kepala Sub Bagian Pelayanan Lalu Lintas Jasa Marga Tol Purbaleunyi kala itu, Andrie Koestyawan mengatakan bahwa pemasangan rumble strip justru dapat membahayakan para pengemudi.
“Rumble strip, itu berbahaya bagi pengemudi, kalau yang kendaraannya kecepatan tinggi, atau kalau ngantuk, refleks karena itu bahaya. Kalau tiba-tiba kaget jadi bahaya. Rumble strip untuk jalan utama dan tol tidak kita rekomendasikan. Kalau kecepatannya 80 km per jam sangat bahaya,” ujar Andrie, dikutip dari laman detik.com. Menurutnya, rumble strip masih diperbolehkan dibuat di dekat pintu keluar atau setelah pintu masuk tol.
Sejak penataan ulang kawasan Pasar Tanah Abang pada 22 Desember 2017, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menurunkan sepuluh armadanya untuk melayani penumpang kereta api di stasiun Tanah Abang. Bus yang digunakan oleh PT TransJakarta adalah Metrotrans dan diberi nama TransJakarta Tanah Abang Explorer.
Baca juga: Yuk Mampir di Halte Karet, TransJakarta Siapkan Mushola Untuk Calon Penumpang
Penumpang yang menikmati pelayanan bus ini tidak perlu membayar dan hanya akan dibagikan karcis dan duduk tenang sampai di tujuan pasar Tanah Abang. Pembagian karcis ini sama seperti bila Anda menaiki bus tingkat untuk berkeliling kota Jakarta.
Rute Transjakarta Tanah Abang Explorer melayani penumpang dari Stasiun Tanah Abang ke Halte Blok G, Halte Blok B, Halte AURI, Halte Blok E dan Halte Flyover Jatibaru. Bus Metrotrans ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 pagi hingga 18.00 sore. Setiap harinya sepuluh bus TransJakarta Explorer ini mengangkut 9.000 penumpang dari stasiun Tanah Abang.
Bagian dalam bus TransJakarta Explorer.
Diketahui, bus yang digunakan adalah low entry atau memiliki dua pintu penumpang berlantai rendah di sisi kiri bus. Kapasitas bus ini sendiri mampu menampung 41 penumpang duduk dengan penumpang berdiri 27 orang. Livery TransJakarta Explorer ini pun berwarna oranye dan beberapa berwarna biru di bagian sisi bus ditambah dengan gambar abang none, monas dan gedung-gedung pencakar langit ibukota.
“Bus ini dilengkapi dengan pendingin udara atau AC, kursi prioritas, ruang kursi roda dan handgrip untuk pegangan penumpang berdiri,” ujar Kepala Komunikasi Korporasi PT Transjakarta, Wibowo yang dihubungi KabarPenumpang.com, Rabu (27/12/2017).
Wibowo mengatakan, adanya pintu berlantai rendah untuk memudahkan penyandang disabilitas dan lansia untuk menaiki bus tersebut. Tak hanya itu, untuk pengguna kursi roda, bus ini menyedia ramp kursi roda di area pintu.
Fasilitas bus ini, sangat berbeda dengan bus TransJakarta biasa yang hanya ada layar monitor pemberitahuan halte. TransJakarta Tanah Abang Explorer dilengkapi dengan dua unit televisi layar datar ukuran 29 inci di bagian tengah area penumpang.
Baca juga: Bus Listrik Untuk TransJakarta, Antara Harapan dan Realita
Adapula tombol stop di setiap railing vertikal di dalam interior bus. Jika di bus TransJakarta biasa Anda mungkin menemukan CCTV atau kamera pengawas hanya dua atau tiga buah, di TransJakarta Explorer disediakan 12 kamera untuk memantau setiap area baik di dalam maupun diluar bus tersebut.